Minggu, 15 Oktober 2017

Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Aktivitas solidaritas untuk aktivis anti-tambang Salim Kancil dan Tosan terus bergulir, Jumat (2/10) lalu, sedikitnya 100 massa dari berbagai ormas yang ada di Surabaya mengadakan doa bersama dan istighotsah di Taman Apsari, tepat di depan gedung Grahadi Surabaya Jawa Timur.

Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

Lintas Ormas di Surabaya Gelar Istighotsah untuk Salim Kancil

Aliansi ini terdiri dari para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Surabaya, PCNU, Walhi Jawa Timur, Pusat Hak Asasi Manusia, Gusdurian, Ecoton, CRIS Foundation, CMARS, LPBP Waduk Depat, Kolektif Mata Rantai, dan LBH Kota Surabaya.

KH Saiful Halim yang memimpin acara tersebut menyatakan, acara ini digelar guna mendoakan almarhum Salim Kancil agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa dan kebenaran yang telah diperjuangkannya tidak sia-sia. “Kami juga berdoa untuk masyarakat yang berada di sepanjang pantai pesisir selatan agar tidak ada yang menjadi ‘Salim’ berikutnya, sebagai korban konflik sosial,” harap Kiai Saiful.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut dia, pembukaan penambangan pasir besi di sepanjang pesisir selatan dari Banyuwangi hingga Lumajang menuai protes dari masyarakat, sehingga pemerintah kabupaten setempat harus tegas menolak penambangan yang menjadi pemicu konflik horisontal antarmasyarakat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua PC IPNU Surabaya, Agus Setiawan mengatakan, tragedi berdarah di Desa Selok Awar-awar Lumajang bisa saja terjadi di wilayah-wilayah lain, apabila tidak ada langkah preventif sejak dini. “Karena masyarakat sudah tegas menolak penambangan pasir di sana,” tegasnya.

Sementara itu Direktur CMARS, Inoeng, dalam orasinya menyatakan, kasus terbunuhnya aktivis anti-tambang Salim Kancil harus menjadi pelajaran semua pihak dan agar pemerintah tidak gegabah untuk menerbitkan izin penambangan yang sudah jelas ditolak oleh masyarakat setempat, harus ada upaya evaluasi dalam pembangunan daerah.

"Kami mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan dan penganiayaan terhadap Salim Kancil dan Tosan yang menjadi korban kekerasan para penguasa desa setempat. Tangkap dan adili aktor intelektual dibalik terbunuhnya Salim Kancil," tegasnya.

Sebelumnya, aksi serupa juga telah banyak diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia, termasuk melalui penandatangan petisi di situs elektronik change.org. Petisi yang menuntut pengusutan tuntas kasus Salim Kencil tersebut ditujukan kepada Kapolri, Pemkab Lumajang, LPSK, Komnas HAM, dan KPAI. (Najih/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai, Pahlawan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 14 Oktober 2017

Masdar: Ramadhan, Bulan untuk Pertaubatan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua PBNU Masdar F. Mas’udi berharap agar bulan suci Ramadhan ini benar-benar digunakan sebagai waktu untuk melakukan pertaubatan bersama, terutama bagi para pemimpin ummat dan bangsa.

“Sesungguhnya keterpurukan dan kebangkrutan negeri ini adalah akibat belaka dari sikap mementingkan diri sendiri dan ketamakan para pemimpinnya,” katanya, Selasa (11/9).

Hal lain yang menjadi perhatian Direktur Pusat Perhimpunan dan Pengembangan Pesantren (P3M) ini adalah konsumerisme di bulan Ramadhan dimana orang seharusnya malah bisa menahan dirinya.

Masdar: Ramadhan, Bulan untuk Pertaubatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Masdar: Ramadhan, Bulan untuk Pertaubatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Masdar: Ramadhan, Bulan untuk Pertaubatan

“Kita harus menjadikan bulan suci ini sebagai awal pembiasaan diri untuk hidup sederhana dengan tidak membeli atau mengonsumsi barang-barang mewah yang tidak benar-benar diperlukan; lebih-lebih barang tersebut bukan hasil karya bangsa sendiri,” tandasnya.

Masdar juga berharap agar para pemimpin ummat hendaknya tidak menonjol-nonjolkan diri dalam penentuan awal atau akhir bulan suci Ramadhan. “Serahkan perihal penentuan awal dan akhir bulan suci Ramadhan penetapan Pemerintah melalui Departemen agama yang diambil berdasarkan musyawarah bersama,” imbuhnya.

Menurutnya kesatuan pendapat ini penting karena silang pendapat tentang kapan memulai dan mengakhiri puasa ini hanya akan membingungkan ummat. (mkf)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 13 Oktober 2017

9 Guru Madrasah Terima Satya Lencana dari Presiden Jokowi

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebanyak sembilan guru dan pendidik madrasah menerima penghargaan Satya Lencana dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Pemberian penghargaan itu diberikan Presiden dalam kesempatan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (24/11).

9 Guru Madrasah Terima Satya Lencana dari Presiden Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
9 Guru Madrasah Terima Satya Lencana dari Presiden Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

9 Guru Madrasah Terima Satya Lencana dari Presiden Jokowi

Mereka yang mendapat Satya Lencana adalah Masyitoh (Guru RA Muadz bin Jabal 2 Bantul Yogyakarta), Elvi Rahmi (Guru MIN Gulai Bancah Bukittinggi Sumbar), Nur Hasanah Rahmawati (Guru MTsN Maguwoharjo, Selman, Yogyakarta), dan Intan Irawati (MAN 15 Jakarta Timur). 

“Keempatnya adalah juara I pada pemilihan guru teladan dan berprestasi tingkat nasional tahun 2014,” terang Direktur Pendidikan Madrasah Kemanag RI, M Nur Kholis Setiawan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain itu, Nur Syarifah (Kepala RA Khadijah Muslimat NU Tabanan, Bali), Supriadi (Kapala MIN Kendari, Sultra), Lewak Karma (Kepala MTsN Al-Khoiriyah Buleleng, Bali), dan Nurlela (Kepala MAN 12 Jakarta Barat, DKI Jakarta). Mereka juga para juara I pada pemilihan kepala RA/Madrasah teladan dan berprestasi tingkat nasional tahun 2014. “Nurlela saat ini bertugas sebagai Kepala MAN 4 Pondok Pinang Jakarta Selatan,” kata Nur Kholis.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Satu orang yang juga mendapat Satya Lencana adalah Mustain, Juara I Pengawas Madrasah yang sehari-hari bertugas di Kankemenag Kabupaten Jepara,” tambah Guru Besar Ilmu Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Menurut Nur Kholis, kesembilan guru ini memang layak menerima penghargaan Satya Lencana dari Presiden RI, Joko Widodo pada perayaan HGN tahun ini yang mengambil tema “Guru Mulia Karena Karya”. Mereka adalah para pendidik yang sudah mendedikasikan dirinya dalam pelaksanaan tugas pendidikan secara baik dan professional. “Karya mereka adalah para peserta didik yang baik, berprestasi, dan berakhlakul karimah,” tuturnya.

Puncak perayaan HGN di Istora Senayan dihadiri oleh Presiden Jokowi dan sejumlah menteri Kabinet Kerja seperti Mensesneg Pratikno, Menag Lukman Hakim Saifuddin, dan Mendikbud Anis Baswedan. 

Dalam peringatan yang dihadiri oleh 12.000 guru lebih, Presiden menekankan pentingnya guru sebagai pembentuk karakter bangsa. Guru, menurut Presiden adalah agen perubahan karakter bangsa. Perubahan karakter bangsa bisa dimulai dari kelas-kelas dan sekolah-sekolah. “Sekolah tidak hanya tempat menuntut ilmu pengetahuan melainkan arena pembelajaran anak-anak kita dalam membentuk karakter mereka,” ucap Presiden.

Selain itu, Presiden menegaskan, guru bukan hanya sebuah pekerjaan, tapi guru menyiapkan masa depan generasi bangsa. Presiden meyakini karya guru-guru dapat melukis masa depan Indonesia. Kualitas masa depan bangsa ini ditentukan oleh guru-guru hari ini. Menurut Presiden, guru adalah teladan bagi generasi masa depan dan pembelajar yang terus belajar. “Karena itu, guru bukan hanya sekedar pendidik, melainkan peletak dasar masa depan bangsa kita,” tandas Presiden. (Red: Fathoni)

Sumber: kemenag.go.id

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai, Olahraga PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 10 Oktober 2017

Keterbukaan Informasi Langkah Penting Menangkal Hoax

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Abdulhamid Dipopramono mengungkapkan, gelaran Pemilukada DKI Jakarta menimbulkan ribuan penyebaran hoax dan SARA, terutama pada putaran pertama.

Keterbukaan Informasi Langkah Penting Menangkal Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Keterbukaan Informasi Langkah Penting Menangkal Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Keterbukaan Informasi Langkah Penting Menangkal Hoax

Dia mengungkap, berdasarkan data laporan pengaduan konten negatif yang masuk ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Januari laporan yang masuk tentang hoax mencapai (5.070), SARA (5.144), Februari hoax (658), SARA (1.650), Maret hoax (111), SARA (561), April hoax (25) dan SARA (266).

“Jadi kenapa SARA dan hoax bisa tinggi di Januari saya menduga ada kaitannya dengan Pilkada. Ternyata setelah Februari turun, padahal Januari mencapai 5 ribu,” ujar Abdulhamid Dipopramono saat menjadi pembicara diskusi yang digelar KIP bertema Lawan Hoax dengan Keterbukan Informasi di Jakarta, Senin (22/5).

Dalam kaitan tersebut, Hamid menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi langkah penting dalam menangkal penyebaran hoax. Sebab itu menurutnya, keterbukaan informasi menjadi penting dijalankan oleh lembaga publik. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Badan publik tidak bisa pasif, padahal keterbukaan publik bukan kewajiban, tapi suatu kebutuhan dari badan publik. Tujuannya untuk merebut panggung yang semakin dikuasai oleh informasi yang tidak terverifikasi,” tegas Hamid.

Berdasarkan data laporan pengaduan konten negatif yang masuk ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) selain hoax dan SARA, juga mengenai pornografi pada rentang Januari mencapai (308), Februari (2.348), Maret (2.715) dan April (364). 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Radikalisme dan terorisme eskalasinya yaitu Januari (255), Februari (27), Maret (26), April (28). Penipuan online Januari (80), Februari (334), Maret (87), April (48). Kekerasan Januari (2), Februari (5), Maret (20), April (8). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 08 Oktober 2017

Ketika Perwira Polisi Alumni Pesantren Berbagi Saran Sukses kepada Santri

Subang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di kalangan masyarakat tidak sedikit yang menganggap bahwa masa depan santri paling hanya menjadi kiai, ustadz atau amil. Saat ini asumsi itu sudah terbantah dengan banyaknya alumni pesantren yang menjadi pengusaha, polisi, pejabat eksekutif, legislatif, dan yudikatif serta profesi lainnya bahkan bisa menjadi Presiden seperti Gus Dur.

Ketika Perwira Polisi Alumni Pesantren Berbagi Saran Sukses kepada Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Perwira Polisi Alumni Pesantren Berbagi Saran Sukses kepada Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Perwira Polisi Alumni Pesantren Berbagi Saran Sukses kepada Santri

Mengenai hal ini, seorang alumni pesantren, Komisaris Besar Polisi Yahya Agil mengungkapkan rahasia dibalik kesuksesan seorang santri dalam kegiatan Harlah Ke-13 Pesantren Attawazun, Kalijati, Subang, Jawa Barat, Ahad (22/5).

Perwira Menengah Polisi yang bertugas di Pusat Sejarah Polri itu mengungkapkan, santri biasanya tidak memikirkan kelak akan jadi apa, yang penting bagi santri adalah belajar dan belajar serta ikhlas, menjaga akhlakul karimah dan patuh terhadap kiai, dengan begitu ia akan mendapatkan ilmu dan juga keberkahan.

Ditambahkannya, ilmu adalah cahaya yang hanya bisa hinggap di dalam hati yang bersih dan ikhlas, selain itu doa dari kiai juga ikut terlibat dalam mengantarkan seorang santri menuju gerbang kesuksesan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Saya dulu tidak kepikiran akan jadi polisi, dulu berpikirnya belajar dan belajar, kiai tidak pernah nyuruh kamu harus jadi gini jadi gitu, sebab urusan rezeki Allah yang mengatur," jelas Alumni Pesantren Gontor dan Pesantren Wali Songo Ngabar itu.

Ia pun mengingatkan kepada para orang tua bahwa tugas orang tua adalah mengarahkan anak untuk selalu menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Dulu orang tua saya tidak menyuruh supaya jadi ini jadi itu, yang penting jadi orang yang bisa bermanfaat bagi orang lain, itu saja cukup," tutup Yahya yang kini sedang menempuh studi S3 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sunnah, Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Habib Luthfi Minta Masyarakat Pahami Sejarah untuk Bangun Bangsa

Tegal, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Mustasyar PBNU KH Habib Luthfi bin Yahya mengajak masyarakat dan bangsa Indonesia untuk memahami sejarah. Menurutnya, pemahaman atas sejarah perjalanan bangsa tidak kehilangan relevansinya di masa kini.

"Zaman sekarang penting memahami sejarah," kata Habib Luthfi saat memberikan taushiyah pada zikir akbar Peringatan Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah di Alun-alun Hanggawana Slawi, Kamis (21/9) lalu.

Habib Luthfi Minta Masyarakat Pahami Sejarah untuk Bangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Minta Masyarakat Pahami Sejarah untuk Bangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Minta Masyarakat Pahami Sejarah untuk Bangun Bangsa

Menurut Habib Luthfi, dengan memahami sejarah kita akan menghargai perjuangan dari leluhur kita dalam menjaga kesatuan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia mencontohkan, seperti di dalam Al-Quran, nama-nama ayat di dalam Al-Quran juga tidak lepas dari sejarah. "Asbabun nuzul juga tidak lepas dari sejarah. Sejarah penting agar kita tidak lupa pelajaran-pelajaran di dalam sejarah," ungkap Habib.

Rais Aam Jamiyah Thoriqoh Annahdiyah itu juga mengajak kita untuk bersatu membangun bangsa bukan saling menjatuhkan dan saling melukai dengan bangsa sendiri. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Quote PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 07 Oktober 2017

Bertemu Raja hingga Ziarah ke Makam Nabi Suaib

Tanggal 2-6 Juli lalu, rombongan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkunjung ke Yordania untuk melakukan sosialisasi berkaitan akan digelarnya International Conference of Islamic Scholars (ICIS) pada 20-22 Juni mendatang. Rombongan terdiri dari Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Ketua PBNU Bidang Urusan Luar Negeri Rozy Munir, Wakil Sekretaris Jenderal Iqbal Sullam, Mutammimah Hasyim dan Mufidah Rozy Munir.

Jadwal kegiatan rombongan yang dipimpin Hasyim, sangat padat. Setibanya di kota Aman (ibukota Yordania), rombongan melakukan pertemuan dengan Raja Yordania Abdullah II untuk membicarakan ICIS II yang akan diikuti oleh ulama dan cendikiawan yang mewakili 57 negara.

Selain bertemu dengan raja, rombongan juga melakukan pertemuan dengan Pangeran Ghozi Bin Muhammad dan Dr Abdus Salam Al-Abbadi, Sekretaris Jenderal Yordania Hashemite Charity Organization.

Ketua PBNU Urusan Bidang Luar Negeri Rozy Munir mengatakan, ICIS II mendapat sambutan luar biasa dari tokoh-tokoh agama yang ditemui rombongan PBNU. Hasil dari kunjungan itu, Raja Abdullah dan sejumlah tokoh lainnya menyatakan kesiapannya untuk hadir pada hajatan besar PBNU itu. ”Tanggapan Raja Yordan dan ulama sana soal ICIS II sangat baik,” kata Rozy, begitu ia akrab disapa.

Usai bertemu dengan raja, rombongan kemudian menyempatkan diri berziarah ke makam Nabi Su’aib. Di makam nabi yang sangat bersejarah itu, Hasyim memimpin doa para anggota rombongan. Doa yang dibaca tentu khas NU, yaitu tahlil dan kalimat-kalimat thoyyibah lainya. ”Sebelum berdoa, kita solat sunnah dulu. Kita membaca doa dengan khusyuk sekali,” cerita Rozy.

Selain itu, rombongan Hasyim juga menyempatkan diri berkunjung ke goa Kahfi, yang juga sangat bersejarah bagi umat Islam di dunia. Bagi orang yang belum pernah, mengunjungi gua tersebut pasti menjadi impian. ”Kita juga menyempatkan berkunjung ke goa Kahfi. Kujungan ke goa itu sangat berkesan bagi kami,” ungkapnya.

Laut mati, yang airnya dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit juga tidak luput dari perhatian rombongan PBNU. Meski tidak lama, Hasyim beserta rombongan menyempatkan merasakan laut yang kadar garamnya cukup tinggi itu. ”Saya terjun ke laut mati itu. Saya bisa terapung, karena kader garamnya yang tinggi. Anda pun di sana bisa terapung,” tuturnya.

Rombongan PBNU lantas melakukan perrtemuan dengan mahasiswa Indonesia yang belajar di Yordania. Pertemuan yang dikemas dengan acara jamuan makan malam itu di laksanakan di rumah duta besar Indonesia untuk Yordania, Ribhan Wahab. Ikut dalam pertemuan itu mahasiswa NU yang sedang menimba ilmu di sana. ”Sekitar 50 mahasiswa Indonesia ikut dalam pertemuan itu,” katanya.

Satu hal lagi yang membuat rombongan PBNU merasa gembira adalah rencana didirikannya Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Yordania oleh kader-kader NU di negara yang terkenal dengan obyek wisatanya itu. ”Mereka telah siap untuk mendirikan PCI NU Yordania. Saya kira itu ide yang baik untuk mengembangkan NU di luar negeri,” ungkap Rozy. (Ahmad Millah Hasan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pesantren, Hadits PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bertemu Raja hingga Ziarah ke Makam Nabi Suaib (Sumber Gambar : Nu Online)
Bertemu Raja hingga Ziarah ke Makam Nabi Suaib (Sumber Gambar : Nu Online)

Bertemu Raja hingga Ziarah ke Makam Nabi Suaib