Selasa, 03 Oktober 2017

Inilah Pemimpin Generasi Baru al-Qaeda Pasca Osama bin Laden

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Meskipun Osama bin Laden telah tewas, tetapi organisasi yang dipimpinnya, al-Qaeda, tetap eksis dan terus memperjuangkan ideologi yang dipercayainya. Berikut profil para pemimpin baru al-Qaeda sebagaimana laporan yang dilansir oleh BBC Indonesia.

Ayman al-Zawahiri

Ayman al-Zawahiri disebut sebagai pemimpin baru al-Qaeda pada 16 Juni 2011, beberapa pekan setelah kematian Osama bin Laden.

Inilah Pemimpin Generasi Baru al-Qaeda Pasca Osama bin Laden (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pemimpin Generasi Baru al-Qaeda Pasca Osama bin Laden (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pemimpin Generasi Baru al-Qaeda Pasca Osama bin Laden

Dalam pernyataannya, al-Qaeda berjanji untuk meneruskan upaya jihad mereka di bawah pimpinan baru melawan Amerika dan pembantunya Israel dan siapa saja yang mendukung mereka.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Zawahiri dulu menjabat sebagai kepala ideologi dan dipercaya oleh sejumlah pakar terorisme sebagai "otak operasi" peristiwa 11 September 2001 di Amerika.

Zawahiri adalah nomor dua di belakang Bin laden dalam daftar 22 teroris paling dicari yang diumumkan oleh pemerintah AS pada 2001.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Salah satu istri dan dua anaknya tewas dalam sebuah serangan udara di akhir 2001.

Pada Juni 2013, Zawahiri meminta kelompok militan ISIS atau yang mereka klaim sebagai Negara Islam meninggalkan Suriah dan fokus ke Irak saja.

Pada Febuari 2014, al-Qaeda memutuskan total semua hubungan mereka dengan kelompok ISIS.



Nasser Abdul Karim al-Wuhayshi

Wuhayshi, mantan sekretaris pribadi Osama Bin Laden, adalah pimpinan al-Qaeda di Peninsula Arab (AQAP), yang dibentuk pada 2009.

Ini merupakan gabungan dua cabang al-Qaeda di Arab Saudi dan Yaman.

Media AS, CNN, mengutip pejabat AS yang mengatakan bahwa ada indikasi bahwa Wuhayshi telah ditunjuk sebagai tangan kanan Ayman al-Zawahiri.

Ini memperkuat anggapan bahwa al-Qaeda sekarang mengubah orientasinya dari wilayah Afghanistan-Pakistan ke Arab. Wuhayshi dilaporkan baru berusia 36 tahun.



Khalid al-Habib

Khalid al-Habib, dilaporkan berkebangsaan Mesir atau Maroko. Dia diidentifikasi dalam sebuah video yang dirilis November 2005 sebagai komandan lapangan al-Qaeda di Afghanistan tenggara, sementara Abdul Hadi al-Irak disebut sebagai komandan di barat daya.

Pada awal 2006, para pejabat Pakistan melaporkan bahwa Habib telah tewas dalam serangan udara AS di dekat perbatasan Afghanistan, namun para pejabat keamanan Pakistan menarik klaim itu, dengan mengatakan bahwa tidak ada pemimpin al-Qaeda yang tewas.

Habib tampaknya memegang komando keseluruhan di Afghanistan setelah penangkapan al-Irak pada 2006.

Dia digambarkan sebagai "komandan militer" al-Qaeda pada Juli 2008. Para pejabat militer AS mengatakan ia mengawasi operasi "internal" al-Qaeda di Afghanistan dan Pakistan utara.



Saif al-Adel

Pria Mesir berusia 40-an atau awal 50-an, Saif al-Adel adalah nama alias dari mantan kolonel angkatan darat Mesir, Muhamad Ibrahim Makkawi. Dia melakukan perjalanan ke Afghanistan pada 1980-an untuk melawan pasukan Soviet bersama mujahidin.

Adel pernah menjadi kepala keamanan Osama Bin Laden, dan diasumsikan banyak mengemban tugas komandan militer Mohammed Atef setelah dia tewas dalam serangan udara AS pada November 2001.

Dia dicurigai sebagai anggota kelompok yang membunuh mantan Presiden Mesir Anwar Sadat pada 1981.

Pada 1987, Mesir menuduh Adel mencoba untuk membentuk sayap militer kelompok militan Islam al-Jihad, dan mencoba untuk menggulingkan pemerintah.

Dia diyakini telah terlibat dalam pemboman 1998 kedutaan AS di Afrika Timur, pelatihan para pejuang Somalia yang menewaskan 18 prajurit AS di Mogadishu pada tahun 1993, dan memerintahkan beberapa pembajak pesawat 11 September 2001.

Mustafa Hamid

Mustafa Hamid, bapak mertua Saif al-Adel, menjabat sebagai instruktur taktik di kamp al-Qaeda dekat Jalalabad. Dia juga merupakan penghubung antara kelompok mereka dan pemerintah Iran, menurut AS.

Setelah jatuhnya Taliban, ia menegosiasikan relokasi yang aman untuk beberapa anggota senior al-Qaeda dan keluarga mereka ke Iran. Pada pertengahan 2003, Hamid ditangkap oleh pihak berwenang Iran, namun satu laporan mengatakan dia dibebaskan pada 2011 dan kembali ke Mesir setelah revolusi. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syariah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Diresmikan

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh bersama Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dan sejumlah tokoh nasional lainnya ikut membaca doa dimulainya pemancangan pertama pembangunan gedung Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Sabtu (27/7) petang.

Salah satu perguruan tinggi baru milik Nahdlatul Ulama di kota Surabaya ini diharapkan keberadaannya mampu menjawab kebutuhan sumber daya manusia berkualitas dengan tetap menjaga integritas sebagai kader NU. Universitas ini nanti berada di bawah naungan Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya di Jalan Jemur Sari.

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Diresmikan

"Bismillahirramanirahim, pemancangan pertama pembangunan kampus Unusa hari ini kita mulai," ucap Muhammad Nuh dalam peresmian yang dihadiri Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftahul Akhyar, Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf, dan pengusaha nasional Chairul Tanjung.

Pengetokan tiang pancang pertama pembangunan kampus itu sebelumnya ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Muhammad Nuh. Ia berpesan agar Pemerintah Provinsi Jawa Timur ikut mendukung terselenggaranya proses pendidikan di Jawa Timur.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dia menerangkan, disiplin ilmu yang diselenggarakan, selain perawat dan kebidanan, juga ada teknik, pendidikan, ekonomi dan dalam tahap pengajuan jurusan kedokteran. "Jurusan kedokteran surat pengajuannya sudah dilakukan," ucapnya.

Di sela sambutannya, Muhammad Nuh mengingatkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, untuk ikut berperan aktif mengawal keberadaan kampus.

"Di Jawa Timur, Gus Ipul punya tiga peran. Yang pertama sebagai pengurus PBNU, kemudian Pembina Yarsis (Yayasan Rumah Sakit Islam), dan, ketiga sebagai Wakil Gubernur. Sangat tidak elok kalau tidak ikut membesarkan Unusa. Makanya saya minta beliau ikut mengambil peran guna kemajuan Unusa demi kemaslahatan umat," pintanya.

KH Said Aqil Siroj berharap keberadaan Unusa Surabaya, bisa memberikan cakupan lebih luas terhadap kemajuan pendidikan. "Itu cita-citanya. Kita ingin memberikan layanan kepada masyarakat, selain untuk pendidikan perawat juga kedokteran," katanya.

Chairul Tanjung (CT) yang menghadiri peresmian Unusa dan Ground Breaking Unusa Tower RSI Jemursari di Surabaya menuturkan, kualitas sumber daya manusia khususnya umat Islam harus terus diperbaiki.

"Harus kita sadari, kualitas SDM Islam harus terus diperbaiki. Maka saya sangat mendukung inisiatif NU untuk mendirikan kampus ini," kata Chairul Tanjung di halaman RS Islam Jemursari, Surabaya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib, Budaya, Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 01 Oktober 2017

Lembaga Falakiyah PBNU Umumkan 1 Shafar Jatuh 1 November 2016

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LFPBNU) KH Ahmad Ghazalie Masroeri mengikhbarkan bahwa awal Shafar 1438 H bertepatan dengan hari ini Selasa, 1 November 2016. Penetapan ikhbar ini didasarkan pada hasil rukyat tim riset Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU).

“Satu Shafar 1438 H jatuh pada 1 November 2016 dimulai malam Selasa ini,” kata KH Ghazalie Masroeri kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui sambungan telepon, Selasa (1/11) siang.

Lembaga Falakiyah PBNU Umumkan 1 Shafar Jatuh 1 November 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Falakiyah PBNU Umumkan 1 Shafar Jatuh 1 November 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Falakiyah PBNU Umumkan 1 Shafar Jatuh 1 November 2016

Kiai Ghazalie Masroeri mengatakan, ikhbar ini merupakan hasil riset lapangan tim LFNU pimpinan Ustadz H Inwanuddin yang berhasil melihat hilal di Tanjung Kodok, Lamongan, Jawa Timur.

Kiai Ghazalie mengapresiasi para relawan yang terjun ke lapangan untuk mengamati hilal.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Terima kasih atas partisipasi dan kontribusi nahdliyyin,” kata Kiai Ghazalie. (Alhafiz K)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Kajian Sunnah, Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pesatnya Perkembangan Pesantren di Indonesia

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Fakta yang tak terbantahkan bahwa pesantren mengalami perkembangan pesat. Secara kuantitatif, jumlah pesantren terus meningkat dalam sepuluh tahun terakhir. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Balitbang Diklat Kemenag, ditemukan dari 14.656 pada tahun 2003-2004 jumlah pesantren menjadi 28.961 pada tahun 2014-2015. 

Pesatnya Perkembangan Pesantren di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesatnya Perkembangan Pesantren di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesatnya Perkembangan Pesantren di Indonesia

Perkembangan pesantren secara kualitatif dapat dilihat dari berbagai aspek, di antaranya status kelembagaan, tata pamong, penyelenggaraan program pendidikan, perluasan bidang garap, kekhasan bidang keilmuan, diversifikasi usaha ekonomi, jaringan kerjasama, dan lain-lain. Keragaman perkembangan itu menghasilkan berbagai ekspresi pesantren dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perkembangan pesantren juga terkait dengan status dan perannya yang semakin luas (wider mandate) dari sebagai lembaga keagamaan, pendidikan, sosial sampai ke kampung peradaban dan artefak peradaban Indonesia. Peran pesantren sebagai lembaga keagamaan tidak dapat dipungkiri, yaitu sebagai salah satu unsur penggerak Islam di Indonesia (Lombard, 2005). 

Melalui pesantren, Islam berkembang ke seluruh wilayah Indonesia. Keterlibatan pesantren dalam pengembangan sosial ekonomi, politik, dan budaya, merupakan bukti perluasan perannya sebagai lembaga sosial yang dinamis.

Pesantren juga telah memberikan akses pelayanan pendidikan bagi kemajuan umat. Sebagaimana diidentifikasi oleh Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam, pesantren dapat dijelaskan sebagai “satuan pendidikan” dan  “penyelenggara pendidikan”. Saat ini dapat disaksikan banyak pesantren yang menyelenggarakan pendidikan Madrasah, pendidikan sekolah, pendidikan tinggi, pendidikan keterampilan, pendidikan mu’adalah, dan lain-lain.  

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Santri yang belajar di pesantren sampai tahun 2015 berjumlah 4.028.660 orang yang terdiri dari 2.069.029  atau (51,1%) santri laki-laki dan 1.968.631 atau (48,9 %) santri perempuan. Dari jumlah santri tersebut, sebanyak 2.516.591 atau 62,5 % santri mukim dan 1.512.069 atau 37,5 % santri tidak mukim. Jumlah pendidik sebanyak 333.795  orang yang terdiri dari 208.108 atau 62,3 % berpendidikan < S1, 114.029 atau 34,2 % berpendidikan S1, dan 11.657 atau 3,5 % berpendidikan ? S2.

Dinamika pesantren dalam jumlah, aspek kualitatif dan perannya memunculkan kebutuhan untuk mengetahui sejauhmana kapasitas yang dimiliki pesantren. Keragaman pesantren dan meluasnya peran pesantren dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial menjadi dasar kebutuhan pengukuran kapasitas pesantren yang memiliki akurasi, dan penetapan komponen-komponennya yang argumentatif secara teoretis, operasional, dan terukur. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kapasitas pesantren pada hakikatnya menggambarkan isian, muatan, kemampuan, kandungan, kesanggupan, kapabilitas, atau “kebolehan” dari suatu pesantren. Adapun indeks mengacu pada “pedoman, penunjuk, dan pengenal,” sesuatu. Dengan kata lain, IKP (Indeks Kapasitas Pesantren) adalah pedoman, penunjuk, dan pengenal atas muatan, kemampuan, kandungan, kesanggupan, kapabilitas, atau “kebolehan” dari suatu Pesantren. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Ulama, Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sambung Tali Silaturrahmi Dengan Pengobatan Gratis

Kraksaan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam menyambut Harlah ke-90 NU, PCNU Kota Kraksaan kembali menggelar pengobatan Gratis untuk tahap ke empat pada hari Ahad (19/5) yang dilaksanakan di desa Tambelang Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. 

“Pengobatan gratis ini sebagai media untuk menyambung tali silaturrahmi antara pengurus NU dengan warganya, sehingga mereka dapat langsung mengetahui eksistensi organisasi Nahlatul Ulama dan dapat merasakan secara langsung program kerjanya secara nyata,” ungkap Ust. Fauzan.

Sambung Tali Silaturrahmi Dengan Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambung Tali Silaturrahmi Dengan Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambung Tali Silaturrahmi Dengan Pengobatan Gratis

Sebagai panitia harlah ke-90 NU, Fauzan menyampaikan Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di beberapa MWC untuk mempermudah NU dalam mendekati masyarakat dalam bidang sosialnya, di samping NU sebagai organisasi yang bergerak di bidang keagamaan. Selain itu, pengobatan gratis ini ditujukan untuk melayani masyarakat di bidang kesehatan, mengingat kebiasaan masyarakat yang enggan berobat ke puskesmas dengan berbagai alasan.

“Di samping pengobatan gratis, kami juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, agar supaya mereka membiasakan perilaku sehat. Kesehatan sangat penting untuk dijaga, mengingat kesehatan sangat mahal sekali harganya,” ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selanjutnya, KH Nasrullah Ahmad Sudja’i mengharap kepada masyarakat agar supaya kegiatan ini dijadikan sebagai awal untuk terwujudnya keluarga yang sehat, sehingga hidup tidak akan terganggu dengan penyakit. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Manusia akan merasakan nikmatnya sehat, manakala ia dalam kondisi sakit. Oleh karena itu, memelihara kesehatan sangat penting.”

Kemudian, ia berterima kasih kepada semua pihak, utamanya Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dokter dan tenaga media relawan dan puskemas setempat yang telah mensukseskan kegiatan ini, mulai dari pengobatan gratis tahap pertama sampai saat ini. 

“Insyaallah, safari kesehatan ini masih tinggal beberapa tahap lagi sampai pelaksanaan resepsi Harlah NU,” ujarnya. 

Pengobatan gratis ini dihadiri oleh 300 orang peserta dari MWC Krucil dan MWC Tiris yang antusias dalam mengikuti kegiatan. 

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Hasan Baharun

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 30 September 2017

Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa

Pamekasan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Pencak Silat Pagar Nusa NU Pamekasan tahun lalu gencar melatih para santri di berbagai pesantren untuk dijadikan anggota. Tahun ini, organisasi yang diketuai Salman Al-Farisi ini menyasar kalangan mahasiswa.

"Kita bekali mereka keterampilan pencak silat yang bernapaskan paham Aswaja An-Nahdliyah. Diharapkan, mereka menjadi pendekar yang membentengi NKRI dengan keterampilan pencak silat penebar kebajikan," tegas Salman Al-Farisi saat dihubungi PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah via telepon, Ahad (29/1) pagi.

Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa

Menurutnya, kalangan mahasiswa rentan bertindak anarkis. Itu bisa dicermati tawuran antarmahasiswa di beberapa kampus. Tindak kekerasan oknum mahasiswa tidak lepas dari arogansi diri yang tidak ada yang mengendalikannya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Dengan bergabung di Pagar Nusa NU, kita doakan dan upayakan agar mereka menjadi pendekar sejati. Yaitu, tangguh menghadapi tantangan hidup tanpa harus berperan dalam kerusakan tatahan hidup bersosial," tegasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bulan ini, para mahasiswa Universitas Islam Madura (UIM) digembleng secara intensif oleh Pagar Nusa NU Pamekasan. Usai berlatih, mereka akan mendapat siraman rohani berkaitan dengan keagamaan dan kebangsaan. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Pahlawan, Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Akbid Muslimat NU Kudus Lepas 20 Wisudawan

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Akademi Kebidanan Muslimat NU Kudus menggelar sidang senat terbuka dengan agenda wisuda angkatan III di Hotel Griptha, Sabtu (20/9). Peserta sidang senat mengukuhkan kelulusan sebanyak 20 wisudawan sebagai bidan berdasarkan SK Direktur Akbid Muslimat NU nomor 830/953/AKBIDMNU/V/2014.

Direktur Akbid Muslimat NU Kudus Darningsih mengatakan, pergurungan tinggi ini telah mencetak tenaga kesehatan berkualitas sebagai bidan muslimah yang profesional, berakhlakul karimah, dan berjiwa pemimpin.

Akbid Muslimat NU Kudus Lepas 20 Wisudawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Lepas 20 Wisudawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Lepas 20 Wisudawan

"Selain pengetahuan dan teori, pembelajaran di kampus ini juga memberikan pembelajaran praktik laboratorium dan pembelajaran praktik lapangan sehingga lulusan akbid Muslimat NU ini menjadi bidan siap kerja bukan siap latih," ujar Darningsih.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selama di perkuliahan, mahasiswa juga dibekali ? berbagai ilmu kebidanan berdasarkan ? nilai-nilai Aswaja. Hingga kini, para lulusan Akbid sudah ditunggu masyarakat karena kualitasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Berdasarkan data yang terkumpul, Darningsih menambahkan, alumni Akbid Muslimat NU Kudus banyak yang mendapatkan lapangan pekerjaan baik di rumah sakit bersalin, Puskesmas, dan rumah Sakit. "Untuk lulusan tahun ini, sudah banyak yang magang di RB/BPM/ untuk meningkatkan kompetensinya," terangnya.

Hadir dalam rapat senat ini Dinkes Kudus, Perwakilan Kopertais Wilayah VI Jawa Tengah, Ketua LPTNU H Noor Ahmad, Ketua PCNU Kudus H.Abdul Hadi, Pengurus BPPMNU Az-Zahra, dan orang tua wisudawan. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah