Minggu, 01 Oktober 2017

Lembaga Falakiyah PBNU Umumkan 1 Shafar Jatuh 1 November 2016

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LFPBNU) KH Ahmad Ghazalie Masroeri mengikhbarkan bahwa awal Shafar 1438 H bertepatan dengan hari ini Selasa, 1 November 2016. Penetapan ikhbar ini didasarkan pada hasil rukyat tim riset Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU).

“Satu Shafar 1438 H jatuh pada 1 November 2016 dimulai malam Selasa ini,” kata KH Ghazalie Masroeri kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui sambungan telepon, Selasa (1/11) siang.

Lembaga Falakiyah PBNU Umumkan 1 Shafar Jatuh 1 November 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Falakiyah PBNU Umumkan 1 Shafar Jatuh 1 November 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Falakiyah PBNU Umumkan 1 Shafar Jatuh 1 November 2016

Kiai Ghazalie Masroeri mengatakan, ikhbar ini merupakan hasil riset lapangan tim LFNU pimpinan Ustadz H Inwanuddin yang berhasil melihat hilal di Tanjung Kodok, Lamongan, Jawa Timur.

Kiai Ghazalie mengapresiasi para relawan yang terjun ke lapangan untuk mengamati hilal.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Terima kasih atas partisipasi dan kontribusi nahdliyyin,” kata Kiai Ghazalie. (Alhafiz K)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Kajian Sunnah, Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pesatnya Perkembangan Pesantren di Indonesia

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Fakta yang tak terbantahkan bahwa pesantren mengalami perkembangan pesat. Secara kuantitatif, jumlah pesantren terus meningkat dalam sepuluh tahun terakhir. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Balitbang Diklat Kemenag, ditemukan dari 14.656 pada tahun 2003-2004 jumlah pesantren menjadi 28.961 pada tahun 2014-2015. 

Pesatnya Perkembangan Pesantren di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesatnya Perkembangan Pesantren di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesatnya Perkembangan Pesantren di Indonesia

Perkembangan pesantren secara kualitatif dapat dilihat dari berbagai aspek, di antaranya status kelembagaan, tata pamong, penyelenggaraan program pendidikan, perluasan bidang garap, kekhasan bidang keilmuan, diversifikasi usaha ekonomi, jaringan kerjasama, dan lain-lain. Keragaman perkembangan itu menghasilkan berbagai ekspresi pesantren dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perkembangan pesantren juga terkait dengan status dan perannya yang semakin luas (wider mandate) dari sebagai lembaga keagamaan, pendidikan, sosial sampai ke kampung peradaban dan artefak peradaban Indonesia. Peran pesantren sebagai lembaga keagamaan tidak dapat dipungkiri, yaitu sebagai salah satu unsur penggerak Islam di Indonesia (Lombard, 2005). 

Melalui pesantren, Islam berkembang ke seluruh wilayah Indonesia. Keterlibatan pesantren dalam pengembangan sosial ekonomi, politik, dan budaya, merupakan bukti perluasan perannya sebagai lembaga sosial yang dinamis.

Pesantren juga telah memberikan akses pelayanan pendidikan bagi kemajuan umat. Sebagaimana diidentifikasi oleh Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Islam, pesantren dapat dijelaskan sebagai “satuan pendidikan” dan  “penyelenggara pendidikan”. Saat ini dapat disaksikan banyak pesantren yang menyelenggarakan pendidikan Madrasah, pendidikan sekolah, pendidikan tinggi, pendidikan keterampilan, pendidikan mu’adalah, dan lain-lain.  

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Santri yang belajar di pesantren sampai tahun 2015 berjumlah 4.028.660 orang yang terdiri dari 2.069.029  atau (51,1%) santri laki-laki dan 1.968.631 atau (48,9 %) santri perempuan. Dari jumlah santri tersebut, sebanyak 2.516.591 atau 62,5 % santri mukim dan 1.512.069 atau 37,5 % santri tidak mukim. Jumlah pendidik sebanyak 333.795  orang yang terdiri dari 208.108 atau 62,3 % berpendidikan < S1, 114.029 atau 34,2 % berpendidikan S1, dan 11.657 atau 3,5 % berpendidikan ? S2.

Dinamika pesantren dalam jumlah, aspek kualitatif dan perannya memunculkan kebutuhan untuk mengetahui sejauhmana kapasitas yang dimiliki pesantren. Keragaman pesantren dan meluasnya peran pesantren dalam bidang pendidikan, keagamaan, dan sosial menjadi dasar kebutuhan pengukuran kapasitas pesantren yang memiliki akurasi, dan penetapan komponen-komponennya yang argumentatif secara teoretis, operasional, dan terukur. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kapasitas pesantren pada hakikatnya menggambarkan isian, muatan, kemampuan, kandungan, kesanggupan, kapabilitas, atau “kebolehan” dari suatu pesantren. Adapun indeks mengacu pada “pedoman, penunjuk, dan pengenal,” sesuatu. Dengan kata lain, IKP (Indeks Kapasitas Pesantren) adalah pedoman, penunjuk, dan pengenal atas muatan, kemampuan, kandungan, kesanggupan, kapabilitas, atau “kebolehan” dari suatu Pesantren. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Ulama, Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sambung Tali Silaturrahmi Dengan Pengobatan Gratis

Kraksaan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam menyambut Harlah ke-90 NU, PCNU Kota Kraksaan kembali menggelar pengobatan Gratis untuk tahap ke empat pada hari Ahad (19/5) yang dilaksanakan di desa Tambelang Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. 

“Pengobatan gratis ini sebagai media untuk menyambung tali silaturrahmi antara pengurus NU dengan warganya, sehingga mereka dapat langsung mengetahui eksistensi organisasi Nahlatul Ulama dan dapat merasakan secara langsung program kerjanya secara nyata,” ungkap Ust. Fauzan.

Sambung Tali Silaturrahmi Dengan Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambung Tali Silaturrahmi Dengan Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambung Tali Silaturrahmi Dengan Pengobatan Gratis

Sebagai panitia harlah ke-90 NU, Fauzan menyampaikan Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di beberapa MWC untuk mempermudah NU dalam mendekati masyarakat dalam bidang sosialnya, di samping NU sebagai organisasi yang bergerak di bidang keagamaan. Selain itu, pengobatan gratis ini ditujukan untuk melayani masyarakat di bidang kesehatan, mengingat kebiasaan masyarakat yang enggan berobat ke puskesmas dengan berbagai alasan.

“Di samping pengobatan gratis, kami juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, agar supaya mereka membiasakan perilaku sehat. Kesehatan sangat penting untuk dijaga, mengingat kesehatan sangat mahal sekali harganya,” ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selanjutnya, KH Nasrullah Ahmad Sudja’i mengharap kepada masyarakat agar supaya kegiatan ini dijadikan sebagai awal untuk terwujudnya keluarga yang sehat, sehingga hidup tidak akan terganggu dengan penyakit. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Manusia akan merasakan nikmatnya sehat, manakala ia dalam kondisi sakit. Oleh karena itu, memelihara kesehatan sangat penting.”

Kemudian, ia berterima kasih kepada semua pihak, utamanya Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dokter dan tenaga media relawan dan puskemas setempat yang telah mensukseskan kegiatan ini, mulai dari pengobatan gratis tahap pertama sampai saat ini. 

“Insyaallah, safari kesehatan ini masih tinggal beberapa tahap lagi sampai pelaksanaan resepsi Harlah NU,” ujarnya. 

Pengobatan gratis ini dihadiri oleh 300 orang peserta dari MWC Krucil dan MWC Tiris yang antusias dalam mengikuti kegiatan. 

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Hasan Baharun

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 30 September 2017

Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa

Pamekasan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Pencak Silat Pagar Nusa NU Pamekasan tahun lalu gencar melatih para santri di berbagai pesantren untuk dijadikan anggota. Tahun ini, organisasi yang diketuai Salman Al-Farisi ini menyasar kalangan mahasiswa.

"Kita bekali mereka keterampilan pencak silat yang bernapaskan paham Aswaja An-Nahdliyah. Diharapkan, mereka menjadi pendekar yang membentengi NKRI dengan keterampilan pencak silat penebar kebajikan," tegas Salman Al-Farisi saat dihubungi PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah via telepon, Ahad (29/1) pagi.

Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa NU Pamekasan Sasar Anggota dari Mahasiswa

Menurutnya, kalangan mahasiswa rentan bertindak anarkis. Itu bisa dicermati tawuran antarmahasiswa di beberapa kampus. Tindak kekerasan oknum mahasiswa tidak lepas dari arogansi diri yang tidak ada yang mengendalikannya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Dengan bergabung di Pagar Nusa NU, kita doakan dan upayakan agar mereka menjadi pendekar sejati. Yaitu, tangguh menghadapi tantangan hidup tanpa harus berperan dalam kerusakan tatahan hidup bersosial," tegasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bulan ini, para mahasiswa Universitas Islam Madura (UIM) digembleng secara intensif oleh Pagar Nusa NU Pamekasan. Usai berlatih, mereka akan mendapat siraman rohani berkaitan dengan keagamaan dan kebangsaan. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Pahlawan, Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Akbid Muslimat NU Kudus Lepas 20 Wisudawan

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Akademi Kebidanan Muslimat NU Kudus menggelar sidang senat terbuka dengan agenda wisuda angkatan III di Hotel Griptha, Sabtu (20/9). Peserta sidang senat mengukuhkan kelulusan sebanyak 20 wisudawan sebagai bidan berdasarkan SK Direktur Akbid Muslimat NU nomor 830/953/AKBIDMNU/V/2014.

Direktur Akbid Muslimat NU Kudus Darningsih mengatakan, pergurungan tinggi ini telah mencetak tenaga kesehatan berkualitas sebagai bidan muslimah yang profesional, berakhlakul karimah, dan berjiwa pemimpin.

Akbid Muslimat NU Kudus Lepas 20 Wisudawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Lepas 20 Wisudawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Lepas 20 Wisudawan

"Selain pengetahuan dan teori, pembelajaran di kampus ini juga memberikan pembelajaran praktik laboratorium dan pembelajaran praktik lapangan sehingga lulusan akbid Muslimat NU ini menjadi bidan siap kerja bukan siap latih," ujar Darningsih.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selama di perkuliahan, mahasiswa juga dibekali ? berbagai ilmu kebidanan berdasarkan ? nilai-nilai Aswaja. Hingga kini, para lulusan Akbid sudah ditunggu masyarakat karena kualitasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Berdasarkan data yang terkumpul, Darningsih menambahkan, alumni Akbid Muslimat NU Kudus banyak yang mendapatkan lapangan pekerjaan baik di rumah sakit bersalin, Puskesmas, dan rumah Sakit. "Untuk lulusan tahun ini, sudah banyak yang magang di RB/BPM/ untuk meningkatkan kompetensinya," terangnya.

Hadir dalam rapat senat ini Dinkes Kudus, Perwakilan Kopertais Wilayah VI Jawa Tengah, Ketua LPTNU H Noor Ahmad, Ketua PCNU Kudus H.Abdul Hadi, Pengurus BPPMNU Az-Zahra, dan orang tua wisudawan. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 28 September 2017

Aklamasi, Yusra Alhabsyi Ketua Baru GP Ansor Sulut

Manado, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Yusra Alhabsyi bakal memimpin Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Utara masa khidmah 2015-2019 setelah terpilih secara aklamasi dalam Sidang Pleno IV Konferensi Wilayah XI GP Ansor Sulut, Jumat (25/12), di Bunaken Room Aryaduta Hotel Manado, pukul 02.25 WITA.

Yusra Alhabsyi mengantongi 6 suara dari 9 suara sah yang diusulkan oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Sulut.

Aklamasi, Yusra Alhabsyi Ketua Baru GP Ansor Sulut (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Yusra Alhabsyi Ketua Baru GP Ansor Sulut (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Yusra Alhabsyi Ketua Baru GP Ansor Sulut

Saat diminta untuk memberikan sambutan, Yusra berjanji akan memperkuat GP Ansor sampai ke tingkat kabupaten/kota yang belum memiliki struktur kepengurusan Ansor. "Sahabat-sahabat di luar PKB, tak akan dimarjinalkan. Akan saling memberikan tempat dan ruang, untuk kader-kadernya berprestasi di bidang politik," tambah Yusra.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk susunan kabinet PW GP Ansor Sulut, Yusra mengatakan akan berusaha merekrut pengurus baru secara proporsional. Setiap cabang minimal terwakili hingga 75 persen, dengan 50 persennya berasal dari Manado. Ia juga berharap ketua demisioner, Benny Rhamdani, tidak meninggalkan GP Ansor Sulut dan tetap memberikan bimbingan dan serta nasihat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebelum menutup secara resmi Konferwil XI GP Ansor Sulut, M.Aqil Irham meninggalkan pesan kepada ketua terpilih, agar tetap selalu menanamkan niat aktif di GP Ansor demi menolong agama Allah.

Penyusunan Kabinet PW GP Ansor Sulut sulut dipercayakan kepada 5 anggota tim Formatur yang terdiri dari ketua terpilih Yusra Alhabsyi, ketua demosioner Benny Rhamdani, serta perwakilan Bolmong Raya Candra Modeong, perwakilan Minahasa Raya Ivan Tutupo, dan perakilan Sangihe H. Ali Tungian. (Udi? Masloman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Lomba, Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 27 September 2017

Tidak Ada Alasan bagi Umat Islam Taati Terorisme

Bandar Lampung, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Dialog Pelibatan Masyarakat Dalam Pencegahan Terorisme melalui Persepektif Hukum di Provinsi Lampung.

Tidak Ada Alasan bagi Umat Islam Taati Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Tidak Ada Alasan bagi Umat Islam Taati Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Tidak Ada Alasan bagi Umat Islam Taati Terorisme

“Bila ditarik kesimpulan bahwa akar masalah ekstrimisme tidak tunggal bahkan saling berkaitan, karena itu cara penangananya juga tidak bisa dilakukan dengan metode tunggal,” ujar Koordinator Staff Ahli BNPT, Anwar Sanusi, di Bandar Lampung, Rabu (2/11).

Karena itu, kata Anwar menambahkan, harus banyak aspek, persepektif, dan metodologi. “Bila diibaratkan sebuah penyakit, ekstrimisme ini termasuk penyakit yang sudah mengalami komplikasi. Setelah melihat bahwa kegiatan dan aksi terorisme diharamkan oleh hukum agama dan hukum negara, maka tidak ada alasan bagi kita, khususnya umat Islam untuk taat pada hukum tersebut,” ujar dia lagi.

Akan tetapi, imbuhnya, ada beberapa orang yang terlibat dalam perkara terorisme karena ketidaktahuannya.

“Seseorang menjadi teroris tidak hanya karena satu variabel tetapi karena beberapa variable, seperti ekonomi, pendidikan, minus pemahaman keberagamaan, dendam, dan lain sebagainya. Akhirnya mereka banyak dimanfaatkan untuk melakukan aksi kejahatan terorisme,” ujar dia pula.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada kegiatan tersebut, mantan Kepala Instruktur Perakitan Bom Jamaah Islamiyah, Ali Fauzi yang merupakan saudara kandung dari Amrozi dan Ali Imron tampil sebagai pembicara.

Dalam sejumlah kegiatan untuk menanggulangi terorisme, Ali mengatakan selama ini masyarakat Indonesia selalu berprasangka, jika BIN, TNI dan Polisi yang bermain dari aksi terorisme. Tapi penilaian itu salah.

Kelompok tersebut menurut Ali Fauzi, ingin merubah Negara Indonesia menjadi negara yang sesuai kehendak mereka. Sehingga bagi kelompok tersebut, semua yang tidak sejalan dengan paham dan keyakinan mereka salah dan kafir, termasuk pemerintah.

Sejumlah aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Lampung hadir pada kegiatan itu, antara lain Ketua PCNU Pesawaran yang juga Wakil Ketua Hipsi Lampung Muhammad Salamus Sholihin mewakili Ketua H Karim, penggiat Gusdurian Lampung WD Fatchurrahman Syam, kader PMII yang juga koordinator Aliansi Pers Mahasiswa (APM) Lampung Imam Gunawan. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sunnah, Daerah, Nusantara PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah