Sabtu, 23 September 2017

Jalan Sekitar Stadion Gajayana Steril untuk Kegiatan Harlah Muslimat NU

Malang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?

Dinas Perhubungan (Dishub) Malang, Jawa Timur menutup Jalan Ijen dan simpang balapan selama sehari, hal itu disampaikan oleh Kepala Dishub Hendi Priyanto. Hendi menjelaskan, jalan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 250 mini bus yang mengantar para kader Muslimat NU.

Jalan Sekitar Stadion Gajayana Steril untuk Kegiatan Harlah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Sekitar Stadion Gajayana Steril untuk Kegiatan Harlah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Sekitar Stadion Gajayana Steril untuk Kegiatan Harlah Muslimat NU

"Seperti car free day, untuk sementara jalan sekitar stadion Gajayana ditutup untuk kelancaran acara, karena mobil akan memadati lokasi kegiatan Harlah ini," jelas Hendi.

Berbagai rombongan tampak diturunkan di depan perpustakaan kota dan beberapa bus diparkir di Jalan Jakarta. Antusiasme ibu-ibu Muslimat tampak terlihat ketika berjalan beriringan dan berbaris dua-dua sesuai asal kota masing-masing.?

Munawaroh (56) contohnya, ibu yang sudah memiliki dua cucu ini berjalan dengan penuh semangat bergandengan dengan rombongan lainnya dari perak Jombang.

Kegiatan Harlah Ke-70 Muslimat NU, Sabtu (26/3) di Malang mendatangkan para Muslimat dari berbagai kota di seluruh Indonesia. Hal ini telah diprediksi oleh para panitia penyelenggara. Beberapa stand air minum dan toilet portable disediakan secara gratis untuk para ibu-ibu yang hadir untuk mengantisipasi berbagai hal.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tak luput mobil kesehatan siap dengan obat dan alat bantu pertolongan pertama disediakan di depan pintu masuk. Hal ini mengantisipasi berbagai peserta yang antusias dan berdesak-desakan masuk namun kesehatan tak mendukung.

Peringatan Harlah ini semakin memberi kesan tersendiri karena dihadiri langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Selain itu, hadir pula mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (Diana Manzila/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu, Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 22 September 2017

Seks Bebas di Kalangan Pelajar Bukan Sepihak Salah Remaja

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus IPNU Banyuwangi menyayangkan stigmatisasi masyarakat terhadap remaja atas kasus seks bebas sejumlah oknum di kalangan pelajar. Mereka menilai stigma ini merupakan bentuk ketidakadilan masyarakat terhadap kalangan remaja.

Seks Bebas di Kalangan Pelajar Bukan Sepihak Salah Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Seks Bebas di Kalangan Pelajar Bukan Sepihak Salah Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Seks Bebas di Kalangan Pelajar Bukan Sepihak Salah Remaja

Menurut Direktur Student Crisis Center IPNU Banyuwangi Barur Rohim (Ayung), faktor penyebab seks bebas tidak semata kesalahan pelajar. Ia menengarai pihak lain yang berkontribusi atas kesalahan ini.

“Pihak orang tua, pendidik (guru), pemerintah, mesti bertanggung jawab atas kejadian seks bebas di kalangan pelajar,” kata Ayung saat kampanye pelajar anti free sex di aula SMAN 1 Giri, Banyuwangi, Senin (16/2).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ayung menolak pihak mana saja yang menuding pelajar sebagai biang keladi dari kasus seks bebas. “Parahnya, hanya pelajar yang dipersalahkan,” kata Ayung dalam rilisnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan deklarasi itu, kami ingin mengusung wacana baru di tengah masyarakat. Kami ingin menggugah segenap elemen masyarakat agar lebih peduli dan membimbing sebaik mungkin dalam rangka melindungi pelajar dari seks bebas.

Sebelum deklarasi, para pelajar terlibat dialog interaktif dengan berbagai elemen masyarakat. Hadir pada dialog itu perwakilan Dinas Pendidikan Banyuwangi, MUI, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB), dan Kelompok Kerja Bina Sehat (KKBS), sebagai perwakilan dari lembaga resmi pemerintah.

Ada pula beberapa komunitas yang memiliki kepedulian terhadap advokasi remaja. Dalam dialog itu, para pelajar mengungkapkan problem yang melatarbelakangi kasus seks bebas. Sedangkan para pemangku kebijakan yang hadir menanggapi permasalahan yang diajukan pelajar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tokoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016

Jakarta,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Aminuddin Ma’ruf terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia periode 2014-2016 pada Kongres Jambi yang berlangsung 30 Mei sampai 10 Juni 2014.

Amin, kader PMII yang diusung Cabang Jakarta Timur tersebut menyelesaikan S1 di Universitas Negeri Jakarta dan melanjutkan S2 di Universitas Trisakti. Di PB PMII sebelumnya ia dipercaya sebagai Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi.

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Aminuddin Ma’ruf Ketum PB PMII 2014-2016

Salah seorang pengurus PB PMII, Abdul Malik, menceritakan proses pemilihan di kongres tersebut. Menurut dia, awalnya yang mencalonkan diri menjadi ketua umum sekitar 15 orang. Setelah beberapa calon mengundurkan diri, 5 kandidat maju pada putaran pertama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kata Malik, pada putaran pertama itu Muammarullah Umam mendapat 51 suara, Aminuddin Ma’ruf 38,? Abdul Aziz 7, Zaini Mustakim 41, Jabidi Ritonga 35, Miftahul Aziz 45. Sementara pada putaran kedua Aminuddin 102, Muammarullah Umam 74, Miftahul Aziz 64.? ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Aminuddin terpilih secara demokratis pada kongres tersebut,” kata Abdul Malik melalui telpon Selasa (10/6). (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Olahraga, Lomba PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 20 September 2017

Jelang Musim Mudik, Mendes Minta Percantik Wisata Desa

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo meminta pemerintah desa (Pemdes) mempercantik kawasan wisata desa menjelang mudik lebaran 2017. Tahun ini diperkirakan sebanyak 18-19 juta pemudik akan kembali ke kampung halaman mereka.

“Kedatangan pemudik ke kampung halaman mereka merupakan potensi ekonomi luar biasa yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah desa. Kami meminta pemerintah desa bisa menunjukkan potensi wisata baik alam, budaya, dan kuliner untuk menarik perhatian para pemudik,” ujar Eko Putro Sandjojo, di Jakarta, Kamis (8/6).

Eko menjelaskan dari tahun ke tahun jumlah pemudik terus mengalamani peningkatan. Rata-rata peningkatan tersebut mencapai 4% per tahun. Tahun 2015 misalnya jumlah pemudik yang kembali ke kampung halaman mereka mencapai 17.402.039 orang. Jumlah ini meningkat 18.149.747 di tahun 2016.?

Jelang Musim Mudik, Mendes Minta Percantik Wisata Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Musim Mudik, Mendes Minta Percantik Wisata Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Musim Mudik, Mendes Minta Percantik Wisata Desa

“Jika melihat tren selama ini, tentu tahun ini jumlah pemudik akan semakin besar dan ini harus dimanfaatkan oleh pemerintah desa sebagai peluang ekonomi,” katanya.

Kedatangan pemudik, kata Eko menciptakan perputaran uang luar biasa di kawasan perdesaan. Di tahun 2015 misalnya Bank Indonesia mencatat kebutuhan dana lebaran mencapai Rp125,2 triliun. Salah satu sektor terbesar yang mendorong perputaran uang tersebut selama lebaran adalah bidang pariwisata.?

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata selama musim lebaran pemudik rata-rata menghabiskan Rp800.000 per orang setiap hari untuk berwisata. “Peluang ini betul-betul harus dimanfaatkan oleh pemerintah desa agar mempersiapkan kawasan wisata yang mereka punya untuk dikunjungi para pemudik,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menteri berlatar pengusaha ini mengungkapkan saat ini banyak muncul spot-spot baru wisata desa di berbagai penjuru tanah air. Bahkan di beberapa desa, wisata desa telah menjadi sumber pemasukan utama bagi warganya. Dia menyebut pusat wisata desa di Ponggok, Klaten, Jawa Tengah atau desa wisata di kawasan Gunung Kidul. Spot-spot wisata desa tersebut telah menjadi andalan baru bagi sumber ekonomi masyarakat. “Kami berharap wisata desa kedepannya menjadi pengerak ekonomi baru bagi masyarakat desa,” katanya.

Eko menilai musim mudik lebaran juga bisa menjadi etalase hasil pembangunan yang saat ini sedang gencar dilakukan di berbagai kawasan perdesaan nusantara. Dengan adanya Dana Desa berbagai proyek infrastruktur dasar telah mengubah wajah desa. Kedatangan para pemudik akan menjadi media efektif untuk menunjukkan jika saat ini ada perubahan mendasar di kawasan perdesaan.?

“Kami ingin para perantau dari berbagai kota besar di Indonesia mengetahui jika harapan untuk bisa hidup lebih baik tidak hanya ada pusat kota tetapi juga ada di kawasan perdesaan. Apalagi nanti Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) siap mengerakkan berbagai potensi unggulan desa,” pungkasnya. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sejarah, Pahlawan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN

Cimahi, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kegiatan Kuliah Dhuha Remaja (KDR) yang rutin dilaksanakan tiap minggu kedua tiap bulan, kembali dilaksanakan oleh PC IPNU-IPPNU Kota Cimahi dengan pelaksana kegiatan PAC kecamatan Cimahi Utara. 

Pada Kegiatan kali ini, yang menjadi pokok bahasan adalah tentang Ujian Nasional, sehingga acara dikemas menjadi tausiyah, seminar motivasi, serta istigotsah dan do’a bersama untuk Ujian Nasional bertemakan “Doa Tanpa Usaha Sia-Sia, Usaha Tanpa Do’a –Apa yang Kau Bisa?”  Kegiatan ini merupakan usaha dan wahana untuk memberikan media khususnya kepada para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional.

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00-12.00 ini diikuti oleh lebih kurang 120 orang pelajar dari berbagai sekolah di kota Cimahi, baik dari tingkatan SMP, SMA juga tingkat perguruan tinggi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegiatan diawali dengan sajian hiburan oleh grup el-Mijmar dengan menyuguhkan musik hadrah melantunkan pujian dan shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad Saw, dilanjutkan dengan acara seremonial sambutan dari ketua pelaksana yaitu Bagus Legowo serta tausiyah dari ketua PCNU Cimahi KH Enjang Nasrullah. 

Pada kesempatan itu, ketua PCNU memberikan tiga poin utama dalam menghadapi ujian, yaitu berusaha, berdoa dan bertawakal. Dilanjutkan dengan materi motivasi dari Kang Suyanto sebagai perwakilan dari Keluarga Mahasiswa Nahdhatul Ulama (KMNU) UPI. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegiatan ini diakhiri dengan istighotsah dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah NU kota Cimahi KH Alan Nur Ridwan.

Ketua PC IPNU Kota Cimahi, Fauzul Haq mengatakan “Tujuan dari kegiatan ini, selain untuk meningkatkan ukhuwah antar sesama pelajar di kota Cimahi, untuk memberikan pencerahan kepada para pelajar di kota Cimahi dalam menghadapi ujian, baik Ujian Nasional, Ujian Sekolah, maupun ujian ke Perguruan Tinggi.”

Selain itu ia menambahkan, setidaknya ada tiga problematika pelajar saat menghadapi ujian, pertama orang yang hanya berdo’a namun tidak ia tidak pernah berusaha untuk belajar, sehingga dalam fikirannya hanya ada kata “kumaha engke”, kedua orang yang terlalu fokus dalam belajar, namun ia tidak pernah berdoa seolah ia “tidak perlu” pertolongan dari Allah, bahkan saking “paranoidnya” ia berani meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim yang taat. Dan Ketiga orang yang tidak mau berdoa dan berusaha, sehingga ia hanya mencari cara “instan” untuk menjalani ujian. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Bustanul Arifin

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 19 September 2017

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tujuh puluhan santri dari Jepara dan Kudus siap mengikuti Pesantren Kilat (Sanlat) Bimbingan Pasca UN (BPUN) tahun 2013 Komunitas Mata Air Cabang Jepara di Pesantren Walisongo Pecangaan Jepara, selama sebulan (17/5-18/6) mendatang. Tujuh puluh santri itu dibagi 2 kelas IPA dan IPS. 

Mereka diantaranya dari MA/ SMA/ SMK Walisongo Pecangaan, MA Darul Hikmah, MA Mathaliul Huda Bugel, MA Mathalibul Ulum Lebak, MA Mafatihul Akhlak Demangan, SMAN 1 Jepara, SMAN 1 Mayong, SMAN 1 Mlonggo dan SMKN 3 Jepara. Dari Kudus semisal SMAN 1 Gebog dan MA NU TBS Kudus. 

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN

Selama sebulan santri diberi materi Matematika dasar, Bahasa Indonesia dan Inggris sebagai materi dasar. Untuk kelas IPA meliputi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi sedangkan kelas IPS mencakup Ekonomi, Sosiologi, Geografi dan Sejarah. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Materi lain yang tidak kalah pentingnya Psikologi, Kewirausahaan, Kepemimpinan, Ke-Aswaja-an, Ke-NU-an dan Try out sepekan sekali,” kata M Jazilun Niam, pendamping Mata Air Jepara, saat technical meeting Ahad (12/5) pagi. 

Sementara itu, koordinator Mata Air Jepara, Adib Khoiruzzaman menyatakan dirinya mendorong santri agar bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diidamkan. Triknya menurut Gus Adib, sapaan akrabnya harus bersungguh-sungguh mengikuti BPUN.  Apalagi santri alumni Mata Air Jepara, terangnya ada yang diterima di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta maupun PTN yang lain. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Masih menurutnya selain belajar sungguh-sungguh juga akidah Aswajanya tetap dipertahankan jangan sampai direnggut oleh ideologi lain. “Karena itu, selama nyantri maupun kuliah kami akan tetap mengawal ideologi NU mereka,” tandasnya. 

Guru SMK Walisongo Pecangaan itu menandaskan di PT banyak aliran-aliran yang perlu diwaspadai. Jika tidak diwaspadai mahasiswa NU mudah katut, (ikut, red) aliran tersebut. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Harlah Muslimat NU di Jombang Digelar di Tengah 71 Tumpeng

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?



Semangat merayakan hari lahir (harlah) ke-71 Muslimat NU ditunjukkan sejumlah kader Muslimat NU di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (13/5), di Alun-alun setempat.

Harlah Muslimat NU di Jombang Digelar di Tengah 71 Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Muslimat NU di Jombang Digelar di Tengah 71 Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Muslimat NU di Jombang Digelar di Tengah 71 Tumpeng

Mereka yang berasal dari berbagai daerah di Kota Santri ini berbondong-bondong mendatangi lokasi kegiatan dengan menaiki alat transportasi yang beragam. Sebagian dari mereka memakai sepeda motor sederhana, mobil, pickup, truk, bahkan sebagian yang lain menaiki odong-odong.?

Tak hanya itu, di antara mereka juga ada yang membawa nasi kuning atau yang biasa disebut tumpeng ke lokasi untuk dimakan bersama setelah acara selesai. Tampak di lokasi tumpeng tersebut berjumlah 71 yang memang disesuaikan usia Muslimat NU saat ini. Saat acara dimulai, tumpeng disebar ke beberapa sudut di lokasi guna mempermudah mereka saat mau mengambil tumpeng setelah acara rampung.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Jombang Hj Mundjidah Wahab mengungkapkan, meski mayoritas Pengurus Muslimat NU sudah berusia lanjut, namun semangat dan ghiroh terhadap organisasi terlihat masih muda. Hal itu dibuktikan dengan upaya mereka saat merayakan harlah Muslimat NU kali ini dengan berbagai inovasi di atas. Hal itu juga tanpa disuruh atau dikomando dirinya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"71 tumpeng kita siapkan sesuai dengan umur Muslimat NU hingga saat ini, ini dari Ibu-ibu Muslimat sendiri agar kita semua terus termotivasi," ungkapnya saat memberikan sambutan singkat kepada ribuan kader Muslimat NU.?

Meski demikian, perayaan resepsi kali ini tampak ada yang kurang dengan batalnya Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menghadiri acara ini. Padahal, kabar Menteri Sosial (Mensos) ini jauh hari telah dipastikan hadir dan ikut memeriahkan resepsi harlah. Kabar ini juga telah dinanti-nanti oleh ribuan kader Muslimat NU di Jombang.

Hal ini disebabkan mertua Khofifah, Djalaluddin Parawansa dikabarkan meninggal dunia di Makassar, Sulawesi Selatan saat ia sedang ingin menuju ke Jombang untuk menghadiri resepsi harlah Muslimat NU.?

"Ibu (Khofifah, red) tidak jadi ke sini (Jombang, red) karena mertuanya beliau wafat di Sulawesi," jelas Nur Hidayah, salah satu Pengurus Muslimat, Sabtu (13/5/2017). (Syamsul Arifin/Mahbib)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah