Kamis, 14 September 2017

LFNU Probolinggo Gelar Pelatihan Hisab dan Rukyat

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo melalui Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) menggelar pelatihan hisab dan rukyat angkatan 1 tahun 2015, Sabtu (7/11) di aula Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Probolinggo.

LFNU Probolinggo Gelar Pelatihan Hisab dan Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)
LFNU Probolinggo Gelar Pelatihan Hisab dan Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)

LFNU Probolinggo Gelar Pelatihan Hisab dan Rukyat

Pelatihan yang dibuka oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi ini diikuti oleh seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), perwakilan lembaga, lajnah dan badan otonom (banom) serta pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi menyampaikan ucapan terima kasih dan sangat bersyukur kepada Allah SWT karena apa yang menjadi impiannya selama ini telah menjadi kenyataan. Lembaga, lajnah dan badan otonom bisa berjalan baik sebagaimana yang diharapkan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Karena NU itu diibaratkan tubuh, sedangkan anggota tubuhnya adalah lembaga, lajnah dan banom hingga ke ranting. Kalau semuanya bisa berfungsi dengan baik, maka secara otomatis Nahdlatul Ulama akan mampu menjadi pencerah dalam kehidupan ini,” ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara KH. Ahsanul Haq dari PWNU Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi kepada pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo dan jajarannya yang telah mampu membangun kerja sama dan kemitraan dengan baik sehingga segala apa yang diplanning bisa berjalan sesuai harapan.

“Merujuk pelaksanaan Muktamar ke-33 Jombang, kita ketahui bersama bahwa dalam Muktamar tersebut sistemnya telah berubah. Ada perbaikan-perbaikan sistem yang dilakukan mulai dari PBNU, PWNU, PCNU hingga PRNU. Harapannya adalah organisasi kita menjadi sempurna,” katanya.

Sedangkan Ketua Pengurus Cabang LFNU Kabupaten Probolinggo menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan hisab dan rukyat ini dilakukan untuk menyamakan persepsi dan menambah pengetahuan dalam upaya menentukan awal bulan Ramadhan yang dimungkinkan adanya perbedaan.

“Dari dulu sudah sering terjadi perbedaan karena sistem yang digunakan juga berbeda. Dengan kegiatan ini masyarakat dan warga Nahdlatul Ulama bisa memahami adanya perbedaan tersebut sehingga dapat memperkecil adanya problematika konflik di kalangan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, PWNU Provinsi Jawa Timur juga memberikan sosialisasi Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) dengan menggandeng PT. Media Promosi? yang dipandu Mas Hakim Maftuh, santri alumni Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah Sukorejo Situbondo. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di Kongres, Fatayat Jember Akan Tampilkan Produk Unggulan

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Fatayat NU Jember sedang serius mempersiapkan diri menyambut Kongres Fatayat NU yang akan berlangsung di Surabaya, 18-22 September mendatang. Fatayat NU Jember melakukan koordinasi dengan pimpinan anak cabang dan ranting guna menggalang aspirasi dari bawah untuk disampaikan pada perhelatan berskala nasional itu.

Fatayat NU Jember juga mengajak anak cabang dan ranting yang berpotensi untuk menampilkan produk unggulan masing-masing pada stan pameran yang disediakan oleh panitia Kongres. Diharapkan, secara ekonomi dampaknya akan meluas, bukan hanya untuk pengurus dan anggota Fatayat NU Jember, tetapi juga bagi masyarakat Jember secara keseluruhan.

Di Kongres, Fatayat Jember Akan Tampilkan Produk Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Kongres, Fatayat Jember Akan Tampilkan Produk Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Kongres, Fatayat Jember Akan Tampilkan Produk Unggulan

“Kami ingin memanfaatkan momen kongres ini sebagai ajang untuk mengenalkan produk unggulan Jember kepada sahabat-sahabat Fatayat yang datang dari berbagai wilayah Indonesia,” ungkap Roihatul Jannah, bendahara sekaligus manager usaha garment Fatayat NU Jember.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Persiapan telah mulai dilakukan oleh PC Fatayat NU sejak jauh-jauh hari, termasuk dengan workshop pendataan anggota yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi potensi dan kebutuhan di bidang ekonomi, politik, kesehatan, pendidikan, dan lainnya dari anggota dan pengurus Fatayat di tingkat Ancab dan Ranting.?

Selain itu pengurus Fatayat NU Jember juga mengunjungi beberapa anak cabang dan ranting untuk mengetahui kondisi langsung anggota Fatayat. Dari kegiatan tersebut terekam bahwa di tingkat desa, kondisi anggota dan pengurus Fatayat NU masih jauh dari yang diharapkan.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Banyak anggota Fatayat yang bahkan urusan administratif saja masih belum tuntas, seperti tidak memiliki KTP dan KK, sehingga kesulitan untuk mengakses layanan pemerintah yang membutuhkan KTP dan KK,” ujar Erma Fatmawati, Ketua 2 PC Fatayat NU Jember.

Menurutnya, banyak anggota yang belum mendapatkan layanan kesehatan yang layak, tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya, bahkan masih banyak yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar.?

Oleh karenanya, menurut Ketua Ketua PC Fatayat NU Jember Rahmah Saidah, kongres ini menjadi penting karena merupakan forum terbesar ? yang akan menentukan jalannya organisasi selama lima tahun ke depan. Fatayat NU Jember berharap Kongres nanti benar-benar menjadi forum yang akan mewadahi kepentingan anggotanya, dan bukan sekadar menjadi ritual lima tahunan yang justru menjadi alat politik bagi beberapa pihak saja. (Linda/Robi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah, Daerah, Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 13 September 2017

Pentingnya Regenerasi Ulama

Klaten, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di antara tanda-tanda terjadinya hari kiamat, salah satunya diterangkan Nabi Muhammad SAW dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim r.a, yaitu diangkatnya ilmu dan kebodohan merajalela.

Pentingnya Regenerasi Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Regenerasi Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Regenerasi Ulama

“Bukankah Allah tidak akan mengambil ilmu-ilmu dari dada-dada dan otak manusia, melainkan dengan cara mewafatkan para ulama. Dengan demikianlah Allah mengambil ilmu,” tutur Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, saat hadir di acara Forum Silaturahmi dan Dialog yang diadakan PCNU Klaten, Jawa Tengah, Kamis (15/12).

Untuk itulah, lanjut dia, perlu adanya upaya untuk tetap menjaga agar ilmu tersebut tetap senantiasa ada, diturunkan maupun menyebar dari satu ulama ke ulama lainnya. “Maka proses regenerasi ulama menjadi sangat penting dalam tubuh NU,” lanjutnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam kesempatan itu, Kiai Ma’ruf juga berpesan kepada warga Nahdliyin untuk senantiasa ikut menjaga kerukunan bangsa. Menurut Ketua Umum MUI Pusat tersebut, NU dapat menjadi kunci sebagai salah satu elemen penjaga kerukunan bangsa.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“NU memiliki 4 kerukunan yaitu nahdliyah, islamiyah, wathaniyah dan insaniyah. Keempat hal ini tidak bisa dipisahkan dan merupakan satu-kesatuan ataupun berat sebelah,” kata dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Quote, Cerita, Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kang Said dan Kepala BIN Bahas Gerakan Radikalisme Terkini

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Beberapa tahun terakhir ini gerakan radikal dan teror yang mengatasnamakan agama di Indonesia semakin hari semakin marak dan menghawatirkan. Hal ini menjadi perbincangan serius Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) mengadakan pertemuan silaturahmi dengan Kepala BIN Budi Gunawan di kediamannya, Jakarta, Selasa (21/3) pagi.

Kang Said dan Kepala BIN Bahas Gerakan Radikalisme Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said dan Kepala BIN Bahas Gerakan Radikalisme Terkini (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said dan Kepala BIN Bahas Gerakan Radikalisme Terkini

Dalam kesempatan itu, Kang Said dan Budi Gunawan membahas sejumlah hal termasuk di antaranya pembahasan tentang peran organisasi masyarakat Islam dalam menangkal tindakan radikalisme yang berkembang.

Selain NU, ada juga pimpinan beberapa ormas Islam lain yang turut hadir dalam acara silaturahmi dengan Kepala BIN tersebut seperti Al-Irsyad, Al-Wasliyah, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan Dai Indonesia, dan lainnya. (Ahmad Muchlishon/Alhafiz K)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Santri, Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Baru Dibentuk, Sako Pramuka Maarif NU Adakan KMD

Bojonegoro, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Satuan Komunitas (Sako) pramuka Maarif NU Cabang Bojonegoro melaksanakan Kursus Mahir Dasar (KMD). Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 11 sampai 15 Mei 2014 di Aula Maarif NU setempat.

"Setelah dibentuk kepengurusan beberapa waktu lalu, disepakati pelaksanaan KMD dan ini sekaligus kegiatan yang pertama," kata Ketua Panitia Pelaksana KMD, Slamet kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dikatakan, Sako Pramuka Maarif NU berfungsi untuk mewadahi anggota pramuka di bawah naungan LP Maarif dan diharapkan baik pembina maupun anggota pramuka akan didik dan belajar bersama tentang kepramukaan di organisasi yang dibentuk.

Baru Dibentuk, Sako Pramuka Maarif NU Adakan KMD (Sumber Gambar : Nu Online)
Baru Dibentuk, Sako Pramuka Maarif NU Adakan KMD (Sumber Gambar : Nu Online)

Baru Dibentuk, Sako Pramuka Maarif NU Adakan KMD

Meskipun baru pertama, ada puluhan peserta yang mengikuti pelatihan KMD kali ini. "Setidaknya ada 56 peserta, dari pembina pramuka di sekolah-sekolah dibawah naungan LP (Lembaga Pendidikan) Maarif," terang Slamet.

Slamet menjelaskan, KMD merupakan syarat seseorang agar bida disebut pembina pramuka di sekolah. Setelah mendapat sertifikat KMD nanti, mereka sudah diperbolehkan melatih pramuka.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Mereka diajarkan tentang kepramukaan, peraturan AD/ART, upacara dan lain sebagainya dalam kepramukaan," sambungnya.

Selama lima hari para peserta akan menerima materi dari Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Bojonegoro. Para peserta dan pemateri diwajibkan mengenakan pakaian pramuka lengkap selama mengikuti KMD. [Yazid/Mahbib]

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 12 September 2017

IPNU-IPPNU Banjar Gelar Deklarasi Tolak Paham Radikal

Banjar, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ratusan pelajar anggota IPNU-IPPNU Kota Banjar menggelar deklarasi penolakan paham radikal di sela-sela pelantikan kepengurusan baru masa khidmat 2017-2018 di Gedung Dakwah Masjid Agung Langensari Kota Banjar, Selasa (13/06/2017).

Acara deklarasi tersebut, dihadiri PMII Kota Banjar, Ketua Aswaja Center Tasikmalaya, Anggota DPRD Kota Banjar, GP Ansor Banjar, Banser serta undangan lainnya.

IPNU-IPPNU Banjar Gelar Deklarasi Tolak Paham Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Banjar Gelar Deklarasi Tolak Paham Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Banjar Gelar Deklarasi Tolak Paham Radikal

Dalam kesempatan itu, Azi Muhammad Iqbal, Ketua IPNU Banjar, menegaskan, bahwa penyebaran paham radikal cukup signifikan. Bahkan, mereka memanfaatkan mulai dari anak-anak hingga usia dewasa. Dengan menanamkan pemahaman radikal, tentu tujuannya agar massa pendukungnya semakin banyak.

"Kita sangat khawatir sekali bila paham itu menyusup secara perlahan dan sistematis. Apalagi sarana saat ini seperti internet mudah dijangkau dan digunakan oleh siapapun. Dari itu, kita sebagai benteng Aswaja dari kalangan pelajar berkomitmen untuk mengantisipasinya," tegas Azi.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia melihat, penyebaran ujaran kebencian melalui berbagai media baik internet, selebaran di tempat umum, masuk ke tempat sentral ibadah, masjid, maupun ke lembaga pendidikan menjadi tugas bersama agar warga Nahdliyin terus mewaspadai dan menghentikannya.?

Bila tak demikian, kata Azi, Indonesia yang menjadi negara Muslim terbesar di dunia akan ternodai karena tak lagi ada kedamaian seperti yang sudah melekat kepada bangsa ini.

"Kongkritnya, diskusi dengan para pelajar soal Islam damai serta pemberian materi keaswajaan dalam berbagai kesempatan jangan sampai terlewatkan. Satu lagi, mendekatkan para pelajar dengan para kiai NU juga tidak kalah penting agar kesan jalan sendiri tak ada," pungkasnya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua Aswaja Center Tasikmalaya, Yayan Bunyamin, menegaskan langkah sederhana agar masyarakat bisa terhindar paham radikal. Di antara langkah tersebu, Yayan menganjurkan agar masyarakat mendengarkan dan mendekati para kiai di kampung atau di sekitar lingkungan masing-masing. Sebab, dengan itu akan lebih memudahkan masyarakat memahami secara langsung ilmu keagamaan dari sumberny yang kompeten.

"Saran saya juga kita jangan terjebak jargon yang mengatasnamakan Islam tok, jadi harus jelas asal usulnya. Jika kita terjebak di sana, niscaya benih-benih paham radikal yang disusupkan akan menggoyahkan kita dan berujung tindakan radikal atas nama agama," paparnya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah disela-sela buka bersama dalam kegiatan tersebut.

Terakhir, lanjut Yayan, masyarakat diharapkan tidak mengakses atau menjadikan rujukan website yang kerap menggunakan bahasa kotor, provokatif serta konten yang menimbulkan kebencian antar sesama. Ia menganjurkan untuk sesering mungkin menyaring informasi agar tidak dikonsumsi mentah-mentah.

"Saya juga prihatin banyak yang menggunakan dalil Al-Quran terjemahan untuk dijadikan hujjah dalam berbagai persoalan. Padahal, untuk memahami ayatnya itu perlu kemampuan dari berbagai bidang ilmu," pungkasnya. (Muhafid/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah PonPes, Nahdlatul Ulama, Kajian Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Seorang Pendeta di Jerman, Doakan Gus Dur Tiap Minggu

Yogyakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Di Jerman ada salah satu pendeta yang setiap minggu mendoakan Gus Dur. Pendeta itu sangat mengagumi Gus Dur, kata Alissa Qatrunnada saat ngobrol santai bersama Gusdurian Yogyakarta di Pendopo LKiS Yogyakarta, Senin (22/4) sore kemarin.

Seorang Pendeta di Jerman, Doakan Gus Dur Tiap Minggu (Sumber Gambar : Nu Online)
Seorang Pendeta di Jerman, Doakan Gus Dur Tiap Minggu (Sumber Gambar : Nu Online)

Seorang Pendeta di Jerman, Doakan Gus Dur Tiap Minggu

Alissa menceritakan bahwa kabar pendeta yang selalu mendoakan Gus Dur tersebut sampai terdengar ke KBRI. Ia juga mengungkapkan, tidak heran bahwa sahabat Gus Dur ada di mana-mana. Baik di Amerika, Jerman, Arab dan lain sebagainya.

“Kalau kita pergi ke luar negeri, kita berbincang-bincang sama akademisi, pasti kebanyakan mereka mengenal Gus Dur. Peringatan meninggalnya Gus Dur juga kerap kali dilaksanakan di luar negeri,” kata putri tertua Gus Dur itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Banyak orang yang mengagumi Gus Dur menurut Alissa, bukan hanya para sahabat atau muridnya. Para pemuda juga banyak yang mengaguminya. Mereka yang tergabung dalam Gus Durian, seringkali mempelajari pemikiran-pemikiran Gus Dur. Diharapkan, Gusdurian muda dapat menjawab realitas sosial yang ada dengan kacamata yang luas.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Jaringan Gusdurian merupakan lidi-lidi, jika lidi tersebut terikat maka akan kuat. Gusdurian merupakan bentuk pesantren tanpa bangunan, yang di dalamnya dapat mengkaji pemikiran-pemikiran Gus Dur,” tandasnya. (Nur Sholikhin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah