Sabtu, 26 Agustus 2017

Al-Quran Sunni-Syiah Sama

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?

Al-Quran yang menjadi pegangan umat Islam baik kalangan Sunni maupun Syi’ah adalah sama. Demikian kesimpulan buku Al-Quran 100% Asli, Sunni-Syi’ah Satu Kitab Suci karya Ketua Umum Jam’iyyatul Qurra’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Dr. KH Muhaimin Zen MA.

Buku tersebut dibedah Pimpinan Pusat JQHNU di gedung PBNU Jakarta, Senin (29/7). Didaulat sebagai pembicara adalah Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi tokoh Syi’ah Khalid Al-Walid dan penulis buku tersebut. Sementara moderator Sekjen PP JQHNU Ahmad Ari Masyhuri MA. ?

Al-Quran Sunni-Syiah Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Quran Sunni-Syiah Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Quran Sunni-Syiah Sama

Menurut Muhaimin, buku tersebut berawal dari disertasi Pascasarjana Jurusan Tafsir Hadits di Universitas Islam Negeri Sayarif Hidayatullah Jakarta. Judul semula adalah Tahrif (Perubahan) Al-Quran dalam Pandangan Suni-Syi’ah; Satu Kajian Perbandingan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pada mulanya disertasi itu mengatakan bahwa Al-Quran Sunni Syi’ah berbeda. Dasar pendapat itu saya temukan dari buku As-Syi’ah; Tahrif Al-Quran karya Malullah,” jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam buku tersebut dikatakan bahwa ayat dalam Al-Quran sekitar 17.000. Yang sekarang ada, tinggal sekitar 6000 ayat. Di buku tersebut dikatakan bahwa orang Sunni-lah yang membuang ayat-ayat itu.

“Kemudian, ketika diajukan kepada penguji, saya tidak bisa membuktikan pernyataan itu. Lalu saya melakukan penelitiian hingga tingga kali ke Iran pada tahun 2006.”

Di Iran, Muhaimin diajak Rektor Universitas Al-Musthafa Al-A’rofy. Ia diajak ke lembaga-lembaga Al-Quran, ke museum-museum, yang memperlihatkan cetakan Al-Quran dari tahun ke tahun. “Kesimpulan saya adalah, bahwa kitab Al-Quran orang Suni dan Syi’ah itu sama,” katanya.?

Kholid Al-Walid mengatakan, Al-Quran kalangan Syiah, sama dengan Al-Quran kalangan Sunni. Ia kemudian menceritakan, Al-Quran pada masa itu Nabi sudah dihafal para sahabat.

“Para sahabat membacakananya di hadapan Rasulullah dan dibacakan hingga berkali-kali. Abdullah bin Mas’ud, contohnya.”?

Seluruh ulama Syiah, kata dia, menolak tahrif (perubahan) Al-Quran. Al-Quran yang ada sekarang sama dengan zaman Nabi Muhammad Saw. “Ulama Syi’ah mengutuk sahabat yang berbeda dengan bacaan umum umat Islam,” tambahnya. ?

Kodifikasi Al-Quran sudah terjadi sejak zaman Nabi Muhammad. Kodifikasi ada dua makna, pertama dalam bentuk hafalan sebagaiamana urutan-urutan yang ada. Kedua kodifikasi atau pengumpulan dalam satu mushaf dilakukan pada zaman Sahabat Usman. “Rasm Utsmani itulah Al-Quran bagi kalangan Syiah,” tegasnya.?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PW Muslimat NU DKI Jakarta Gelar Lomba Qasidah

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Muslimat NU DKI Jakarta mengadakan perlombaan qasidah Rawi Barzanji dan Ad-Diba‘i. Perlombaan digelar di aula Kantor PWNU Jakarta lantai dua, jalan Talang nomor tiga, Jakarta Pusat, Sabtu (1/6).

PW Muslimat NU DKI Jakarta Gelar Lomba Qasidah (Sumber Gambar : Nu Online)
PW Muslimat NU DKI Jakarta Gelar Lomba Qasidah (Sumber Gambar : Nu Online)

PW Muslimat NU DKI Jakarta Gelar Lomba Qasidah

Perlombaan digelar dalam rangka memperingati harlah ke-67 Muslimat NU. “Sejumlah 36 grup qasidah mengikuti perlombaan. Mereka berasal dari grup qasidah yang tersebar di wilayah Jakarta,” kata anggota Kewirausahaan dan Koperasi Muslimat NU Mutia kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah di lokasi perlombaan, Sabtu (1/6) siang.

Jumlah grup yang mengikuti lomba terbilang cukup banyak. Jumlah itu sudah mendekati angka 50 yang ditargetkan oleh panita lomba. Padahal panitia hanya membuka pendaftaran mulai awal Mei sampai 25 Mei, tambah Mutia yang sedang melayani kebutuhan konsumsi para kontestan di meja panitia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Mutia, informasi lomba dilanjutkan pengurus-pengurus cabang Muslimat NU di Jakarta. Setiap grup peserta lomba dikenakan biaya sebesar 50.000 untuk konsumsi. Sedangkan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah disampaikan pada kegiatan tabligh akbar dan Isra’ Mi‘raj di taman Monumen Nasional (Monas), Sabtu 8 Juni 2013.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pemenang tentu akan menerima piala dan uang tunai. Sedangkan setiap grup qasidah peserta lomba akan menerima piala partisipasi, tandas Mutia.

Perlombaan qasidah berlangsung sejak pukul 8.00 hingga 17.00. Setiap grup mengenakan seragam kebanggaannya. Di sekitar mereka, tergeletak alat-alat musik yang mereka mainkan di hadapan peserta lain, dewan juri, dan warga Muslimat NU.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah, Nahdlatul, Sholawat PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 25 Agustus 2017

IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas

Palembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah IPPNU DKI Jakarta menampik anggapan pengurus IPPNU di daerah-daerah bahwa Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Putri NU mengistimewakan PW IPPNU DKI Jakarta. PW IPPNU menilai kepemimpinan PP IPPNU memperlakukan PW IPPNU DKI Jakarta setara dengan IPPNU daerah lainnya.

“Kami ini independen dalam segala hal. Bahkan untuk kegiatan dan pengembangan program, kami bergerak sendiri,” kata utusan PW IPPNU DKI Jakarta saat LPJ PP IPPNU berlangsung di halaman parkir Asrama Haji Pondok Gede, jalan Kolonel H. Barlian KM.9, Kota Palembang, Ahad, (2/12) siang.

IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas

Utusan PW IPPNU DKI Jakarta merasa perlu menyampaikan hal demikian. Utusan DKI Jakarta mencoba meluruskan persoalan dugaan tidak berdasar tersebut di hadapan sidang LPJ. Hal itu diungkapkan ketika sejumlah utusan pengurus daerah IPPNU melontarkan kekecewaannya terhadap PP IPPNU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kehadiran sekretariat PP IPPNU di ibu kota Jakarta, bukan berarti memberikan akses istimewa bagi PW IPPNU DKI Jakarta,” tambahnya.

Utusan PW IPPNU DKI Jakarta menunjuk sebuah contoh. Dalam mengadakan Makesta, masa kesetiaan anggota sebagai proses kaderisasi awal, PW IPPNU DKI menggelarnya secara mandiri tanpa bantuan PP IPPNU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan suara lantang, utusan PW IPPNU DKI Jakarta mengimbau semua peserta sidang LPJ untuk menghapus kecemburuan tidak beralasan. Menurutnya, kemandirian pengurus IPPNU daerah perlu dipertegas kembali.

Sidang LPJ sedikitnya dihadiri oleh semua jajaran PP IPPNU. Mereka duduk di atas panggung menghadapi semua pengurus wilayah dan cabang IPPNU se-Indonesia. Sementara ruang sidang dibatasi oleh tali panjang mengulur. Ruang sidang LPJ yang terbuka disterilkan dari pengunjung yang tidak mengenakan penanda peserta.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Cerita, Bahtsul Masail PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Doa Pengusir Marah

“Sesungguhnya orang yang kuat bukan orang yang unggul dalam bergulat, melainkan orang yang mampu menguasai dirinya saat marah.” Pernyataan Rasulullah yang diriwayatkan Abu Dawud dan At-Tirmidzi ini menyiratkan pesan bahwa mengendalikan diri lebih dari sekadar urusan fisik.

Mengontrol amarah menjadi parameter kekuatan batin seseorang. Karena orang yang sedang marah bisa lalai terhadap segalanya, termasuk pada Tuhan dan dirinya sendiri. Dampak negatifnya bisa tak terbatas. Dalam situasi inilah setan hinggap, karena marah memang pekerjaan hawa nafsu, baik marah untuk kepentingan diri sendiri, untuk orang banyak, maupun marah mengatasnamakan agama.

Doa Pengusir Marah (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Pengusir Marah (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Pengusir Marah

Rasulullah dalam suatu hadits pernah mengulang-ulang perintah “Jangan marah!” hingga tiga kali. Hal ini lantaran amarah tak hanya bisa menghilangkan akal sehat, tapi juga memiliki efek kerusakan bagi diri sendiri dan sekitarnya. Dalam menyikapi suatu hal, seseorang hendaknya tetap rileks dan berpikir jernih sehingga usaha mengatasi masalah lebih banyak menghasilkan maslahat ketimbang mudarat. Rasulullah memberi resep mengusir setan dan marah dengan membaca ta’awudz:

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

? ? ? ? ?

A‘ûdzubillâhi minasy syaithânir rajîm

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk." (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Doa ini juga selaras dengan pesan Al-Qur’an dalam surat Fushilat ayat 36 yang berbunyi, “Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”



(Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 21 Agustus 2017

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Selama ini kaum tani sebagai penyedia pangan justru kekurangan pangan. Artinya, banyak petani Indonesia yang masih jauh dari kata sejahtera.

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Ingatkan NU Agar Perkuat Sektor Pertanian

Demikian ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta kepada rombongan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) di Pendopo Balai Kota Jakarta Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (19/3) dalam kegiatan audiensi menjelang pelaksanaan Rakernas Muslimat NU yang akan digelar di Jakarta tepatnya di Asrama Haji Pondok Gede pada tanggal 28 Mei hingga 1 Juni 2014.

“Yang saya tahu itu, orang NU banyak yang di desa dan menjadi petani, perkuat itu sebagai basis perekonomian NU dan bangsa,” kata Jokowi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Saya dikit-dikit baca platform perencanaan perekonomian NU,” ujarnya sambil membaca draft rakernas Muslimat NU dari Khofifah Indar Parawansa. ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dia menuturkan, jangan sampai kita hanya pandai merencanakan namun minim pelaksanaan. “Sebagai contoh, di Bappeda DKI itu penuh dengan ribuan perencanaan, tak kurang sedikitpun, tapi ya itu gak ada yang dilaksanakan,” ungkap Jokowi dihadapan rombongan Muslimat NU.

Rombongan audiensi dipimpin oleh Ketua PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dan jajaran ketua diantarnya Hj Mahfudhoh Aly Ubaid, Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, dan Hj Sri Mulyati. (Fathoni/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sudah menapaki usia yang ke-53 tahun. Seperti manusia, usia PMII ini sudah tidak muda lagi. Usia yang semestinya cukup matang bagi sebuah organisasi dalam melibatkan diri dan merancang bangun perjalanan bangsa Indoensia.

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur mengajak seluruh kader untuk merefleksikan kembali demi menata fondasi PMII sebagai organisasi kader dan pergerakan yang betul-betul pergerakan.

"Pada Harlah PMII ke-53 kali ini harus dijadikan momentum untuk menyemarakkan kembali kagiatan-kegiatan kaderisasi di Jawa Timur,"kata Bendahara Umum PKC PMII Jatim, Rusman Hadi, di Surabaya, Selasa (2/4).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sehingga, menurut dia, peringatan Harlah PMII tidak sekadar bersifat rutinitas tahunan belaka. Menyemarakkan kegiatan kaderisasi sangat urgen. Sebab, kader merupakan ujung tombak sekaligus tulang punggung keberlangsungan sebuah organisasi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mantan Ketua Umum PC PMII Sumenep ini menyadari, di usianya yang ke-53 ini, PMII masih lebih banyak mampu melahirkan kader-kader politisi. Sementara ruang-ruang lain bisa dikatakan masih sangat sedikit yang dijamah.

"Jadi saat inilah momentum untuk melahirkan kader-kader PMII yang siap berkompetisi dalam banyak lini, tidak hanya pada ruang politik semata,"tegasnya.

Bagi dia, pengembangan potensi kader akan menjadi jawaban terhadap kebutuhan organisasi di masa sekarang dan akan datang.

Ia mencontohkan Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PKC PMII Jatim. "Ini dalam rangka menantang para kader untuk berkarya, meningkatkan kemampuan, agar jati diri mahasiswa sebagai agen intelektual muncul,"tandasnya.

Pada momentum Harlah ke-53 ini, PKC PMII Jawa Timur menggelar LKTIM berhadiah total Rp 16,5 juta plus tropy bagi tiga pemenang dan tiga juara harapan. Hingga H-3 batas akhir penyetoran naskah LKTIM (batas akhir pada tanggal 5 April), baru belasan naskah yang masuk ke panitia.

"Pada hari terakhir, tanggal 5 April nanti insya Allah mencapai lebih 40 naskah peserta yang masuk, ini sudah banyak yang menghubungi, "kata Sekretaris Panitia LKTIM Anang Romli.

Rusman Hadi menambahkan, menggalakkan kegiatan kaderisasi tersebut, juga dalam rangka menguatkan mentalitas dan moralitas kader di tengah krisis moral yang melanda bangsa kita.

"Harapannya, PMII mampu melahirkan kader profesional yang bermoral, kader politik yg bermoral tak seperti para penguasa sekarang yang cenderung korup,"pungkasnya.

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sejarah, Amalan, Fragmen PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 19 Agustus 2017

PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Probolinggo dan Kota Kraksaan, Selasa (18/8) melakukan evaluasi pelaksanaan Muktamar NU ke-33 yang digelar di Jombang 1 hingga 5 Agustus 2015 kemarin. Pengurus teras pada pertemuan ini melontarkan sejumlah catatan terkait amatan mereka di forum muktamar NU.

PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU

Tampak hadir Mustasyar PCNU Probolinggo H Hasan Aminuddin, Rais Syuriyah PCNU Probolinggo KH Jamaluddin al-Hariri, Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi, Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, dan Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i.

Dalam sambutan H Hasan Aminuddin menceritakan pengalamannya saat menghadiri Muktamar Ke-33 NU di Jombang secara langsung. “Muktamar NU adalah sebuah pesta demokrasi struktur NU,” ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Hasan, dalam evaluasi dari pelaksanaan Muktamar NU ke-33 ini, para pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan yang datang langsung ke Jombang menyampaikan keluh kesahnya. Mereka menyampaikan adanya kekurangan-kekurangan terkait pelaksanaan Muktamar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kekurangan-kekurangan yang tampak janggal terjadi dari awal pelaksanaan,” tegasnya.

Hasan meminta supaya Nahdliyin di Probolinggo untuk menerima hasil Muktamar, meskipun ditengarai kejanggalan. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah