Sabtu, 19 Agustus 2017

PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Probolinggo dan Kota Kraksaan, Selasa (18/8) melakukan evaluasi pelaksanaan Muktamar NU ke-33 yang digelar di Jombang 1 hingga 5 Agustus 2015 kemarin. Pengurus teras pada pertemuan ini melontarkan sejumlah catatan terkait amatan mereka di forum muktamar NU.

PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Probolinggo-Kraksaan Evaluasi Muktamar NU

Tampak hadir Mustasyar PCNU Probolinggo H Hasan Aminuddin, Rais Syuriyah PCNU Probolinggo KH Jamaluddin al-Hariri, Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi, Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, dan Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i.

Dalam sambutan H Hasan Aminuddin menceritakan pengalamannya saat menghadiri Muktamar Ke-33 NU di Jombang secara langsung. “Muktamar NU adalah sebuah pesta demokrasi struktur NU,” ungkapnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Hasan, dalam evaluasi dari pelaksanaan Muktamar NU ke-33 ini, para pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan yang datang langsung ke Jombang menyampaikan keluh kesahnya. Mereka menyampaikan adanya kekurangan-kekurangan terkait pelaksanaan Muktamar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kekurangan-kekurangan yang tampak janggal terjadi dari awal pelaksanaan,” tegasnya.

Hasan meminta supaya Nahdliyin di Probolinggo untuk menerima hasil Muktamar, meskipun ditengarai kejanggalan. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 17 Agustus 2017

Gus Dur Bapak Islam Otentik

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pemikiran Ketua PBNU periode 1984-1999 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tercerai-berai di berbagai tempat, koran dan buku. Sehingga pemikiran Presiden keempat Republik Indonesia ini belum ditemukan benang merahnya.

“Namun, setelah membaca buku berjudul “Humanisme Gus Dur: Pergumulan Islam dan Kemanusiaan” benang merah itu kemudian ketemu,” kata Dr H Abdul Aziz, M.A., pada bedah buku karya Syaiful Arif, alumnus Pesantren Ciganjur, yang dihelat di hotel Akmani, Jl. KH Wahid Hasyim No. 91, Jakarta (12/11), siang.

Gus Dur Bapak Islam Otentik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Bapak Islam Otentik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Bapak Islam Otentik

Menurut peneliti utama Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI ini, ada hal menarik dari Gus Dur, setidaknya dari buku karya Gus Dur, Islamku-Islam Anda-Islam Kita.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Keunikan dan otentisitas Gus Dur, kata dia, lahir karena keislamannya yang tak banyak bisa dirasakan oleh orang lain. Dalam konteks ini, Gus Dur mencari dari berbagai referensi lalu menemukan keislamannya yang otentik itu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Bagi saya, otentisitas pemikiran Gus Dur sangat kentara. Pemikiran beliau yang genuine dan melampaui zamannya bisa dirasakan dari elaborasi mendalam buku ini. Maka, tak berlebihan kiranya jika saya menyebut Gus Dur sebagai bapak Islam Otentik. Bukan Islam Liberal,” tegas Aziz.

Buku tentang pemikiran Gus Dur ini, lanjut Aziz, seolah membawa pembacanya ke kedalaman pemikiran penulisnya yang sangat mengidolakan Gus Dur. Hal ini wajar mengingat penulisnya merupakan santri langsung kiai yang presiden ini.

Artinya, tambah dia, bahwa penulisan buku ini cenderung subjektif dan debatable, misalnya, aliran humanisme apa yang dijadikan pisau analisis penulis dalam merangkai pemikiran Gus Dur.

“Saya sangat apresiate kepada penulis yang telah menulis buku bergizi ini. Tak banyak yang bisa menulis hal yang sangat mendasar. Saya rasa tak banyak yang mampu menulis buku seperti karya Arif. Saya berharap, penulis buku ini terus menulis tak hanya sosok Gus Dur. Namun, juga tokoh Islam lainnya dari lintas organisasi,” pungkas Aziz. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Tegal, AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Opick Sakit Hati dengan Film yang Sudutkan Pesantren

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Opick, salah seorang musisi dan pelantun lagu religi Indonesia, mengaku tidak terima dengan sikap sejumlah orang yang menuduh pesantren secara negatif. Menurut dia, tudingan itu harus kritisi karena buktinya pesantren berperan banyak untuk negeri.

Opick Sakit Hati dengan Film yang Sudutkan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Opick Sakit Hati dengan Film yang Sudutkan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Opick Sakit Hati dengan Film yang Sudutkan Pesantren

”Saya pikir kultur di pesantren luar biasa. Dari sini lahir orang-orang yang luar biasa,” ujarnya kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah usai mengisi ”Malam Penganugerahan Tokoh Perubahan 2012” yang digelar harian Republika di Jakarta, Selasa (30/4) malam.

Artis bernama asli Aunur Rofiq Lil Firdaus ini mencontohkan keberhasilan almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) naik sebagai presiden. Opick mengatakan, fakta ini secara konkret menunjukkan bahwa pesantren di kalangan Nahdliyin terbukti juga mampu memegang jabatan-jabatan penting di Indonesia.

Opick menekankan pentingnya mengubah stigma pesantren, khususnya oleh masyarakat perkotaan. Ia juga menyesali, terbitnya sejumlah tayangan film yang mendeskripsikan pesantren secara keliru.

”Aduh, beberapa film tentang pesantren yang menggambarkan bahwa pesantren itu sarang teroris, pesantren anti-sastra, anti-modern, ah itu saya sangat tidak setuju. Sakit hati saya,” keluhnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebaliknya, sambung Opick, pesantren pada kenyataannya justru mencetak sejumlah tokoh berdedikasi yang banyak menciptakan perubahan bagi republik ini. ”Kita lihat banyak sekali orang-orang besar lahir dari pesantren,” pungkasnya.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Meme Islam, Pesantren PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 16 Agustus 2017

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa

Sidoarjo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Sidoarjo menerima pendampingan hukum bagi Kelapa Desa (kades) yang terjerat kasus proyek operasi agraria nasional (prona).

Pasalnya, maraknya kepala desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo yang terjerat kasus pungutan liar prona. LPBHNU juga akan melakukan koordinasi dengan Bupati Sidoarjo agar biaya materai, petok dan kepengurusan surat ditanggung pemerintah Sidoarjo agar kepala desa tidak terjebak dalam program prona gratis.

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa

"Ketika kasus pungutan liar program prona bergulir, banyak kepala desa terperangkap oleh kebijakannya. Padahal program prona sendiri melihat rujukan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang sebetulnya gratis. Ketika proses itu terjadi dan mendengar proyek operasi agraria nasional itu gratis, ada yang melapor ke aparat baik kejaksaan maupun polisi. Sehingga ada kades yang terkena operasi tangkap tangan (OTT)," kata Ketua LPBHNU Sidoarjo, H Makin Rahmat usai acara silaturahim di aula PCNU Sidoarjo, Selasa (14/2).

Makin Rahmat menyebutkan bahwa, pihaknya juga sudah menerima pengaduan dari ketua paguyuban kades se-Sidoarjo untuk diminta memberikan pendampingan agar Kades lain tidak resah dan galau. Dengan demikian, kades se-Sidoarjo bisa melaksanakan program prona yang digagas oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang RI dengan lancar tanpa terjerat masalah hukum.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Perlu diketahui bahwa kenyataan dilapangan, kades di Sidoarjo banyak yang terjebak dalam program prona karena telah melakukan penarikan uang ke warga dengan dalih untuk membayar sejumlah adminitrasi seperti pembelian petok, materai dan surat-surat lainnya. Dengan peraturan desa yang dibuat sendiri, kades yang membuat kebijakan akhirnya berhadapan dengan hukum kepolisian maupun kejaksaan karena terindikasi pungli.

"Kami sudah ketemu bupati dan dalam waktu dekat akan ketemu dengan Legislatif untuk membahas biaya surat, petok dan lain sebagainya yang ditanggung pemerintah daerah, sehingga masyarakat tidak dikenakan biaya sama sekali," tegas Makin Rahmat. (Moh Kholidun/Fathoni)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai, Santri, Tokoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pompa Semangat Berkhidmat Lewat Lailatul Ijtima NU

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tidak ada tanda-tanda bahwa hujan yang mengguyur kawasan Jombang akan berakhir. Sejak siang, mendung telah bergelanyut di langit kota santri. Dapat diperkirakan dalam hitungan jam mendatang, air akan tumpah. Di sejumlah lampu merah, tampak orang terlihat tergesa-gerasa berkendara dengan harapan bisa sampai tujuan tanpa harus basah kuyup.

Pompa Semangat Berkhidmat Lewat Lailatul Ijtima NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pompa Semangat Berkhidmat Lewat Lailatul Ijtima NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pompa Semangat Berkhidmat Lewat Lailatul Ijtima NU

Benar saja. Sabtu sore itu (22/2) akhirnya langit tak lagi mampu menahan gumpalan awan, dan hujan mengguyur rata di seluruh kawasan Jombang. Soal hujan seperti ini mungkin bukan sebuah hal yang mengkhawatirkan. Apalagi kalau turun di akhir pekan. Justru akan banyak waktu untuk bersama keluarga.

Namun beberapa orang terlihat resah. Mereka adalah sejumlah panitia kegiatan lailatul ijtima PCNU Jombang. Betapa tidak? Sejumlah fungsionaris dan jamaah NU dari sejumlah MWCNU akan hadir. Belum lagi para kiai dan pengurus PCNU Jombang yang akan memberikan berbagai informasi seputar NU, ibadah, akidah dan permasalahan jamaah yang melingkupi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kami sangat khawatir," kata Ketua MWC NU Diwek, KH Fahmi Amrullah. Rasa waswas itu sangat beralasan lantaran para peserta lailatul ijtima adalah para pengurus MWC NU di Kecamatan Jombang Kota, Megaluh, Tembelang, Bandarkedungmulyo, Gudo, Perak, serta Diwek selaku tuan rumah. Semua ada dikaresidenan yang sama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal ini juga ditambah dengan mepetnya pemberitahuan kegiatan. "Maklum, ternyata waktu yang kami harapkan ternyata berbarengan dengan rencana Musyawarah Kerja Wilayah NU Jawa Timur," ungkapnya. Kendati dengan persiapan yang kurang optimal, segalanya dapat dilalui.

Masjid Ulul Albab menjadi lokasi kegiatan lantaran akan mampu menampung jamaah yang akan hadir dari 7 perwakilan MWCNU tersebut. Demikian juga faktor hujan dan efisiensi menjadi pertimbangan lain dari digunakannya masjid yang berada di lingkungan pesarean Pesantren Tebuireng ini.

Usai waktu shalat Isya menjadi waktu yang benar-benar mendebarkan.Satu demi satu kendaraan yang datang menjadi pengobat rasa khawatir. Dari teras depan bangunan masjid, para panitia dan tuan rumah mengamati dengan seksama sejumlah kendaraan yang parkir. "Sempat tertipu juga lantaran yang masuk ke masjid untuk shalat Isya ternyata rombongan peziarah," kata Mohammad Anwar yang dipasrahi membuka stand Majalah Nahdlah, media milik PCNU Jombang.

Dan satu demi satu motor lengkap dengan jas hujan parkir di depan masjid. Kala itu rasa bangga berbaur haru melingkupi panitia. Bangga lantaran dengan hujan yang tidak kunjung reda masih memiliki semangat untuk hadir di lailatul ijtima ini. "Padahal tempat tinggal mereka lumayan jauh," tandas Muslimin Abdilla, Sekretaris PCNU Jombang. "Mereka adalah ujung tombak NU yang sesungguhnya," lanjutnya.

Dan dengan diawali shalat sunnah, pra acara dimulai. Lantunan kalimah thayyibah juga menjadi rutinitas sebelum lailatul ijtima dibuka. Doa kepada leluhur, khususnya para pendiri NU dimunajatkan dengan harapan akan mendapat tambahan keberkahan hidup.

Seremonial kegiatan pun dilangsungkan. Peserta yang berada di aula utama masjid sudah cukup banyak. Jamaah laki-laki dan perempuan diatur secara terpisah.

Sekretaris PCNU Jombang memaparkan sejumlah persoalan keorganisasian kepada ratusan peserta yang hadir. Mantan pegiat LSM ini memaparkan hasil Musyawarah Kerja PCNU Jombang beberapa waktu dilangsungkan. Satu demi satu persoalan tersebut disampaikan dengan beberapa penjelasan yang dianggap perlu.

Pada saat yang sama, Cak Muslimin sapaan akrabnya juga memaparkan hal baru dari capaian PCNU Jombang periode 2012-2017 ini. Diantaranya keberadaan Majalah Nahdlah yang akan dikelola secara profesional. "Terbit secara rutin di awal bulan dan harus dibayar," katanya.

Demikian juga ia memaparkan hasil Rapat Tahunan Anggota Baitul Mal wat Tamwil atau BMT yang kini dimiliki NU Jombang. "Alhamdulillah perjalanannya ternyata melebihi perkiraan," terangnya. Hal itu terjadi lantaran para pengelola adalah profesional yang memiliki semangat dan dedikasi kepada NU dan warga.

KH Junaidi Hidayat lebih banyak memaparkan tantangan pendangkalan aqidah baik di sekolah, lingkungan bermain dan belajar bahkan hingga dampak hiburan. Wakil Rais Syuriah PCNU Jombang ini juga mengajak para hadirin untuk menyongsong keterbukaan informasi dan kebebasan dengan alasan demokratisasi melalui sikap hati-hati dan waspada.

Ketua PCNU Jombang tidak henti-hentinya mengajak para fungsionaris MWC yang hadir untuk terus berkhidmat dengan juga meningkatkan kehati-hatian. "Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki musim pemilihan calon anggota legislatif," terang KH Isrofil Amar, MAg.

Dosen di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Peterongan ini juga mengingatkan bahwa ada dua kegiatan besar bagi NU Jombang. "Pertama adalah Muskerwil NU Jatim yang akan berlangsung 25-27 Februari di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas," terangnya. "Yang kedua adalah peringatan hari kelahiran NU yang ke 88 tahun pada bulan Maret mendatang," lanjutnya.

Kiai Isrofil berharap di seluruh MWC NU menggelorakan semangat ini dengan membuat spanduk di berbagai sudut kecamatan. "Agar seluruh warga NU di pelosok Jombang tahu dan memahami akan peristiwa yang akan berlangsung ini," ungkapnya.

Saat sesi tanya jawab terungkap berbagai persoalan yang dihadapi pengurus di tingkat kecamatan.? Ada masalah pengurusan sertifikat tanah, optimalisasi dan harapan terhadap keberadaan BMT NU, dan persoalan ibadah.

Doa menjadi penutup kegiatan ini. Para peserta masih bisa menikati soto sebagai santapan makan malam yang disediakan panitia.

Lailatul ijtima memiliki makna stategis karena mampu memberikan semangat dalam berkhidmat kepada NU di masing-masing kecamatan hingga desa. Tidak terhindarkan juga saling berbagi pengalaman dan konsultasi berbagai persoalan yang tengah dihadapi. Bahkan tidak sedikit yang harus bertemu mantan sahabat lantaran terpisah sekian lama.

"Alhamdulillah lailatul ijtima mempertemuka kita kembali mas," kata salah seorang peserta saat bersalaman dengan fungsionaris PCNU Jombang.

Diskusi secara tidak formal pun berlanjut sembari makan nasi soto yang masih panas. Di? barisan depan tempat para narasumber manggung mulai dibersihkan. Proyektor yang membantu pemaparan selama acara berlangsung, backdrop, karpet tempat jamaah duduk telah diturunkan. Sisa bungkus kue dan sampah lain juga tak luput dari perhatian. Sehingga masjid tempat dishalatkannya KH Abdurrahman Wahid ini pun bersih.

Tak terasa waktu memasuki jam 12 malam. Para peserta dan penguruspun akhirnya pulang ke kediaman masing-masing. Mereka akan bertemu kembali pada perhelatan Muskerwil PWNU Jatim di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Juga siap-siap menggelorakan hari lahir NU ke 88 tahun dengan berbagai ucapan. Benar-benar malam yang mampu mencharge semangat baterai pengabdian yang mulai drop. Lailatul ijtima yang membanggakan.(Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Pendidikan, Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ilmu Tak Terlihat pada Pakaian, Tetapi Akhlak Tampak Terlihat

Sumedang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang H Sadulloh mengatakan bahwa tingginya derajat ilmu yang dimiliki oleh seseorang tidak bisa dilihat dari cara berpakaiannya. Menurutnya, kedalaman ilmu seseorang dapat dilihat dari akhlaknya.

Demikian disampaikan H Sa’dullah pada Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser angkatan IV yang diselenggarakan GP Ansor Sumedang di lokasi obyek perkemahan Panenjoan Kecamatan Rancangan Kabupaten Sumedang selama tiga hari dari Jumat-Ahad (11-13/11).

Ilmu Tak Terlihat pada Pakaian, Tetapi Akhlak Tampak Terlihat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ilmu Tak Terlihat pada Pakaian, Tetapi Akhlak Tampak Terlihat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ilmu Tak Terlihat pada Pakaian, Tetapi Akhlak Tampak Terlihat

Ia mengajak peserta Diklatsar memerhatikan cara berpakaian ulama-ulama Nahdlatul Ulama. Terkadang mereka suka memakai peci yang lusuh, baju penuh bolong karena sekar rokok, bersarung atau bercelana dengan harga yang murah meriah. Penampilannya penuh dengan kesederhanaan. Walaupun sederhana tapi tutur kata yang keluar dari lisannya selalu menyejukkan. Akhlak keseharian yang ditunjukkan suka menjadi teladan bagi masyarakat. Hal seperti inilah yang harus dijadikan contoh oleh anggota Banser.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Contoh tersebut bukan berarti Banser tidak boleh gagah dalam berpakaian. Pakaian apapun yang dikenakan, tetap harus berperilaku dengan akhlak yang baik. Jangan mentang-mentang sudah menjadi anggota Banser, pakaian gagah, terus dengan seenaknya bersikap arogan. Kita harus tetap santun dan tegas dalam bertindak baik dalam menjaga ulama dan negara, tutur H Sadulloh.

Anggota Banser juga harus segala bisa agar mampu menghadapi tantangan global yang semakin deras menyerang integritas bangsa Indonesia. Mempertahankan NKRI sudah harga mati. Jihad Banser dalam membela NKRI saat ini harus dilakukan juga dalam pengembangan lembaga pendidikan. Kader Banser harus cakap dalam melahirkan anak bangsa yang mencintai negaranya.

Sementara Kepala Satkorcab Banser Sumedang Dadan Khoerudin memaparkan kegiatan Diklatsar saat ini mengambil tema "Membangun Disiplin Organisasi Berbasis Kader ". Sekitar 40 calon Banser ini akan kami gembleng dan kami siapkan untuk menjadi kader yang benar-benar menjadi kader militan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Walaupun acara pembukaan Diklatsar ini sempat terhambat karena masalah cuaca hujan namun ini tidak menjadi masalah yang berarti bagi kami, justru ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi calon-calon pemimpin masa depan yang akan dilahirkan melalui diklatsar ini. Inilah ikhtiar dan bukti kami dalam mencintai negeri ini, pungkas Dadan. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 15 Agustus 2017

Doa ketika Terpaan Angin Keras Menakutkan

Angin adalah salah satu dari tentara Allah. Angin dapat membawa berkah satu ketika. Pada tempo lain, angin dapat mendatangkan bencana luar biasa. Karenanya kita dianjurkan untuk banyak berdoa kepada Allah SWT untuk menggerakkan angin keberkahan untuk umat manusia dan makhluk semesta.

Ketika ada angin keras menerpa, Rasulullah mengajarkan kitta untuk membaca doa seperti berikut ini.

Doa ketika Terpaan Angin Keras Menakutkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa ketika Terpaan Angin Keras Menakutkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa ketika Terpaan Angin Keras Menakutkan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ fîha wa khairamâ ursilat bih, wa a‘ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ fîha wa syarrimâ ursilat bih. Allâhummaj‘alhâ rahmatan, wa lâ taj‘alhâ ‘adzâban. Allâhummaj‘alhâ riyâhan, wa lâ taj‘alhâ rîhan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Artinya, “Tuhanku, kepada-Mu aku mohon kebaikan angin ini, kebaikan yang terkandung di dalamnya, dan kebaikan tujuan dihembuskannya. Kepada-Mu aku berlindung dari unsur negatif angin ini, unsur negatif yang terkandung di dalamnya, dan unsur negatif tujuan dihembuskannya. Tuhanku, jadikan angin ini sebagai rahmat. Jangan jadikan ia sebagai azab. Tuhanku, jadikan angin ini sebagai angin baik, bukan angin yang membawa akibat negatif.”

Panik merupakan sikap manusiawi ketika melihat kejadian luar biasa seperti angin yang bertiup sangat kuat. Akan tetapi ada baiknya kita berdoa dan berpasrah kepada Allah SWT sebagai pengendali makhluk-Nya termasuk angin.

Doa ini dicantumkan Imam Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah