Rabu, 16 Agustus 2017

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa

Sidoarjo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Sidoarjo menerima pendampingan hukum bagi Kelapa Desa (kades) yang terjerat kasus proyek operasi agraria nasional (prona).

Pasalnya, maraknya kepala desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo yang terjerat kasus pungutan liar prona. LPBHNU juga akan melakukan koordinasi dengan Bupati Sidoarjo agar biaya materai, petok dan kepengurusan surat ditanggung pemerintah Sidoarjo agar kepala desa tidak terjebak dalam program prona gratis.

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU Sidoarjo Terima Pendampingan Hukum untuk Kepala Desa

"Ketika kasus pungutan liar program prona bergulir, banyak kepala desa terperangkap oleh kebijakannya. Padahal program prona sendiri melihat rujukan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang sebetulnya gratis. Ketika proses itu terjadi dan mendengar proyek operasi agraria nasional itu gratis, ada yang melapor ke aparat baik kejaksaan maupun polisi. Sehingga ada kades yang terkena operasi tangkap tangan (OTT)," kata Ketua LPBHNU Sidoarjo, H Makin Rahmat usai acara silaturahim di aula PCNU Sidoarjo, Selasa (14/2).

Makin Rahmat menyebutkan bahwa, pihaknya juga sudah menerima pengaduan dari ketua paguyuban kades se-Sidoarjo untuk diminta memberikan pendampingan agar Kades lain tidak resah dan galau. Dengan demikian, kades se-Sidoarjo bisa melaksanakan program prona yang digagas oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang RI dengan lancar tanpa terjerat masalah hukum.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Perlu diketahui bahwa kenyataan dilapangan, kades di Sidoarjo banyak yang terjebak dalam program prona karena telah melakukan penarikan uang ke warga dengan dalih untuk membayar sejumlah adminitrasi seperti pembelian petok, materai dan surat-surat lainnya. Dengan peraturan desa yang dibuat sendiri, kades yang membuat kebijakan akhirnya berhadapan dengan hukum kepolisian maupun kejaksaan karena terindikasi pungli.

"Kami sudah ketemu bupati dan dalam waktu dekat akan ketemu dengan Legislatif untuk membahas biaya surat, petok dan lain sebagainya yang ditanggung pemerintah daerah, sehingga masyarakat tidak dikenakan biaya sama sekali," tegas Makin Rahmat. (Moh Kholidun/Fathoni)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai, Santri, Tokoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pompa Semangat Berkhidmat Lewat Lailatul Ijtima NU

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tidak ada tanda-tanda bahwa hujan yang mengguyur kawasan Jombang akan berakhir. Sejak siang, mendung telah bergelanyut di langit kota santri. Dapat diperkirakan dalam hitungan jam mendatang, air akan tumpah. Di sejumlah lampu merah, tampak orang terlihat tergesa-gerasa berkendara dengan harapan bisa sampai tujuan tanpa harus basah kuyup.

Pompa Semangat Berkhidmat Lewat Lailatul Ijtima NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pompa Semangat Berkhidmat Lewat Lailatul Ijtima NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pompa Semangat Berkhidmat Lewat Lailatul Ijtima NU

Benar saja. Sabtu sore itu (22/2) akhirnya langit tak lagi mampu menahan gumpalan awan, dan hujan mengguyur rata di seluruh kawasan Jombang. Soal hujan seperti ini mungkin bukan sebuah hal yang mengkhawatirkan. Apalagi kalau turun di akhir pekan. Justru akan banyak waktu untuk bersama keluarga.

Namun beberapa orang terlihat resah. Mereka adalah sejumlah panitia kegiatan lailatul ijtima PCNU Jombang. Betapa tidak? Sejumlah fungsionaris dan jamaah NU dari sejumlah MWCNU akan hadir. Belum lagi para kiai dan pengurus PCNU Jombang yang akan memberikan berbagai informasi seputar NU, ibadah, akidah dan permasalahan jamaah yang melingkupi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kami sangat khawatir," kata Ketua MWC NU Diwek, KH Fahmi Amrullah. Rasa waswas itu sangat beralasan lantaran para peserta lailatul ijtima adalah para pengurus MWC NU di Kecamatan Jombang Kota, Megaluh, Tembelang, Bandarkedungmulyo, Gudo, Perak, serta Diwek selaku tuan rumah. Semua ada dikaresidenan yang sama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal ini juga ditambah dengan mepetnya pemberitahuan kegiatan. "Maklum, ternyata waktu yang kami harapkan ternyata berbarengan dengan rencana Musyawarah Kerja Wilayah NU Jawa Timur," ungkapnya. Kendati dengan persiapan yang kurang optimal, segalanya dapat dilalui.

Masjid Ulul Albab menjadi lokasi kegiatan lantaran akan mampu menampung jamaah yang akan hadir dari 7 perwakilan MWCNU tersebut. Demikian juga faktor hujan dan efisiensi menjadi pertimbangan lain dari digunakannya masjid yang berada di lingkungan pesarean Pesantren Tebuireng ini.

Usai waktu shalat Isya menjadi waktu yang benar-benar mendebarkan.Satu demi satu kendaraan yang datang menjadi pengobat rasa khawatir. Dari teras depan bangunan masjid, para panitia dan tuan rumah mengamati dengan seksama sejumlah kendaraan yang parkir. "Sempat tertipu juga lantaran yang masuk ke masjid untuk shalat Isya ternyata rombongan peziarah," kata Mohammad Anwar yang dipasrahi membuka stand Majalah Nahdlah, media milik PCNU Jombang.

Dan satu demi satu motor lengkap dengan jas hujan parkir di depan masjid. Kala itu rasa bangga berbaur haru melingkupi panitia. Bangga lantaran dengan hujan yang tidak kunjung reda masih memiliki semangat untuk hadir di lailatul ijtima ini. "Padahal tempat tinggal mereka lumayan jauh," tandas Muslimin Abdilla, Sekretaris PCNU Jombang. "Mereka adalah ujung tombak NU yang sesungguhnya," lanjutnya.

Dan dengan diawali shalat sunnah, pra acara dimulai. Lantunan kalimah thayyibah juga menjadi rutinitas sebelum lailatul ijtima dibuka. Doa kepada leluhur, khususnya para pendiri NU dimunajatkan dengan harapan akan mendapat tambahan keberkahan hidup.

Seremonial kegiatan pun dilangsungkan. Peserta yang berada di aula utama masjid sudah cukup banyak. Jamaah laki-laki dan perempuan diatur secara terpisah.

Sekretaris PCNU Jombang memaparkan sejumlah persoalan keorganisasian kepada ratusan peserta yang hadir. Mantan pegiat LSM ini memaparkan hasil Musyawarah Kerja PCNU Jombang beberapa waktu dilangsungkan. Satu demi satu persoalan tersebut disampaikan dengan beberapa penjelasan yang dianggap perlu.

Pada saat yang sama, Cak Muslimin sapaan akrabnya juga memaparkan hal baru dari capaian PCNU Jombang periode 2012-2017 ini. Diantaranya keberadaan Majalah Nahdlah yang akan dikelola secara profesional. "Terbit secara rutin di awal bulan dan harus dibayar," katanya.

Demikian juga ia memaparkan hasil Rapat Tahunan Anggota Baitul Mal wat Tamwil atau BMT yang kini dimiliki NU Jombang. "Alhamdulillah perjalanannya ternyata melebihi perkiraan," terangnya. Hal itu terjadi lantaran para pengelola adalah profesional yang memiliki semangat dan dedikasi kepada NU dan warga.

KH Junaidi Hidayat lebih banyak memaparkan tantangan pendangkalan aqidah baik di sekolah, lingkungan bermain dan belajar bahkan hingga dampak hiburan. Wakil Rais Syuriah PCNU Jombang ini juga mengajak para hadirin untuk menyongsong keterbukaan informasi dan kebebasan dengan alasan demokratisasi melalui sikap hati-hati dan waspada.

Ketua PCNU Jombang tidak henti-hentinya mengajak para fungsionaris MWC yang hadir untuk terus berkhidmat dengan juga meningkatkan kehati-hatian. "Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki musim pemilihan calon anggota legislatif," terang KH Isrofil Amar, MAg.

Dosen di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Peterongan ini juga mengingatkan bahwa ada dua kegiatan besar bagi NU Jombang. "Pertama adalah Muskerwil NU Jatim yang akan berlangsung 25-27 Februari di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas," terangnya. "Yang kedua adalah peringatan hari kelahiran NU yang ke 88 tahun pada bulan Maret mendatang," lanjutnya.

Kiai Isrofil berharap di seluruh MWC NU menggelorakan semangat ini dengan membuat spanduk di berbagai sudut kecamatan. "Agar seluruh warga NU di pelosok Jombang tahu dan memahami akan peristiwa yang akan berlangsung ini," ungkapnya.

Saat sesi tanya jawab terungkap berbagai persoalan yang dihadapi pengurus di tingkat kecamatan.? Ada masalah pengurusan sertifikat tanah, optimalisasi dan harapan terhadap keberadaan BMT NU, dan persoalan ibadah.

Doa menjadi penutup kegiatan ini. Para peserta masih bisa menikati soto sebagai santapan makan malam yang disediakan panitia.

Lailatul ijtima memiliki makna stategis karena mampu memberikan semangat dalam berkhidmat kepada NU di masing-masing kecamatan hingga desa. Tidak terhindarkan juga saling berbagi pengalaman dan konsultasi berbagai persoalan yang tengah dihadapi. Bahkan tidak sedikit yang harus bertemu mantan sahabat lantaran terpisah sekian lama.

"Alhamdulillah lailatul ijtima mempertemuka kita kembali mas," kata salah seorang peserta saat bersalaman dengan fungsionaris PCNU Jombang.

Diskusi secara tidak formal pun berlanjut sembari makan nasi soto yang masih panas. Di? barisan depan tempat para narasumber manggung mulai dibersihkan. Proyektor yang membantu pemaparan selama acara berlangsung, backdrop, karpet tempat jamaah duduk telah diturunkan. Sisa bungkus kue dan sampah lain juga tak luput dari perhatian. Sehingga masjid tempat dishalatkannya KH Abdurrahman Wahid ini pun bersih.

Tak terasa waktu memasuki jam 12 malam. Para peserta dan penguruspun akhirnya pulang ke kediaman masing-masing. Mereka akan bertemu kembali pada perhelatan Muskerwil PWNU Jatim di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Juga siap-siap menggelorakan hari lahir NU ke 88 tahun dengan berbagai ucapan. Benar-benar malam yang mampu mencharge semangat baterai pengabdian yang mulai drop. Lailatul ijtima yang membanggakan.(Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Pendidikan, Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ilmu Tak Terlihat pada Pakaian, Tetapi Akhlak Tampak Terlihat

Sumedang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang H Sadulloh mengatakan bahwa tingginya derajat ilmu yang dimiliki oleh seseorang tidak bisa dilihat dari cara berpakaiannya. Menurutnya, kedalaman ilmu seseorang dapat dilihat dari akhlaknya.

Demikian disampaikan H Sa’dullah pada Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser angkatan IV yang diselenggarakan GP Ansor Sumedang di lokasi obyek perkemahan Panenjoan Kecamatan Rancangan Kabupaten Sumedang selama tiga hari dari Jumat-Ahad (11-13/11).

Ilmu Tak Terlihat pada Pakaian, Tetapi Akhlak Tampak Terlihat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ilmu Tak Terlihat pada Pakaian, Tetapi Akhlak Tampak Terlihat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ilmu Tak Terlihat pada Pakaian, Tetapi Akhlak Tampak Terlihat

Ia mengajak peserta Diklatsar memerhatikan cara berpakaian ulama-ulama Nahdlatul Ulama. Terkadang mereka suka memakai peci yang lusuh, baju penuh bolong karena sekar rokok, bersarung atau bercelana dengan harga yang murah meriah. Penampilannya penuh dengan kesederhanaan. Walaupun sederhana tapi tutur kata yang keluar dari lisannya selalu menyejukkan. Akhlak keseharian yang ditunjukkan suka menjadi teladan bagi masyarakat. Hal seperti inilah yang harus dijadikan contoh oleh anggota Banser.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Contoh tersebut bukan berarti Banser tidak boleh gagah dalam berpakaian. Pakaian apapun yang dikenakan, tetap harus berperilaku dengan akhlak yang baik. Jangan mentang-mentang sudah menjadi anggota Banser, pakaian gagah, terus dengan seenaknya bersikap arogan. Kita harus tetap santun dan tegas dalam bertindak baik dalam menjaga ulama dan negara, tutur H Sadulloh.

Anggota Banser juga harus segala bisa agar mampu menghadapi tantangan global yang semakin deras menyerang integritas bangsa Indonesia. Mempertahankan NKRI sudah harga mati. Jihad Banser dalam membela NKRI saat ini harus dilakukan juga dalam pengembangan lembaga pendidikan. Kader Banser harus cakap dalam melahirkan anak bangsa yang mencintai negaranya.

Sementara Kepala Satkorcab Banser Sumedang Dadan Khoerudin memaparkan kegiatan Diklatsar saat ini mengambil tema "Membangun Disiplin Organisasi Berbasis Kader ". Sekitar 40 calon Banser ini akan kami gembleng dan kami siapkan untuk menjadi kader yang benar-benar menjadi kader militan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Walaupun acara pembukaan Diklatsar ini sempat terhambat karena masalah cuaca hujan namun ini tidak menjadi masalah yang berarti bagi kami, justru ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi calon-calon pemimpin masa depan yang akan dilahirkan melalui diklatsar ini. Inilah ikhtiar dan bukti kami dalam mencintai negeri ini, pungkas Dadan. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 15 Agustus 2017

Doa ketika Terpaan Angin Keras Menakutkan

Angin adalah salah satu dari tentara Allah. Angin dapat membawa berkah satu ketika. Pada tempo lain, angin dapat mendatangkan bencana luar biasa. Karenanya kita dianjurkan untuk banyak berdoa kepada Allah SWT untuk menggerakkan angin keberkahan untuk umat manusia dan makhluk semesta.

Ketika ada angin keras menerpa, Rasulullah mengajarkan kitta untuk membaca doa seperti berikut ini.

Doa ketika Terpaan Angin Keras Menakutkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa ketika Terpaan Angin Keras Menakutkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa ketika Terpaan Angin Keras Menakutkan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ fîha wa khairamâ ursilat bih, wa a‘ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ fîha wa syarrimâ ursilat bih. Allâhummaj‘alhâ rahmatan, wa lâ taj‘alhâ ‘adzâban. Allâhummaj‘alhâ riyâhan, wa lâ taj‘alhâ rîhan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Artinya, “Tuhanku, kepada-Mu aku mohon kebaikan angin ini, kebaikan yang terkandung di dalamnya, dan kebaikan tujuan dihembuskannya. Kepada-Mu aku berlindung dari unsur negatif angin ini, unsur negatif yang terkandung di dalamnya, dan unsur negatif tujuan dihembuskannya. Tuhanku, jadikan angin ini sebagai rahmat. Jangan jadikan ia sebagai azab. Tuhanku, jadikan angin ini sebagai angin baik, bukan angin yang membawa akibat negatif.”

Panik merupakan sikap manusiawi ketika melihat kejadian luar biasa seperti angin yang bertiup sangat kuat. Akan tetapi ada baiknya kita berdoa dan berpasrah kepada Allah SWT sebagai pengendali makhluk-Nya termasuk angin.

Doa ini dicantumkan Imam Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri

Padang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hari Raya Idul Fihtri datang silih berganti. Setiap lebaran tiba, keadaan berbeda. Lebaran datang ? kadang saat bangsa Indonesia menghadapi revolusi fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kadanga lebaran tiba dalam keadaan lapang. Seringkali pula lebaran datang saat sedang menghadapi berbagai tantangan, persoalan hidup yang tak kunjung terpecahkan.

Demikian disampaikan Awan PBNU Buya H Tuanku Bagindo Mohammad Leter pada khotbah Idul Fithri di hadapan ratusan umat Islam di lapangan Aia Pacah yang diselenggarakan pengurus masjid Al-Ikhlas, Aia Pacah, Padang, Jumat (17/7).

Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri (Sumber Gambar : Nu Online)
Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri (Sumber Gambar : Nu Online)

Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri

"Sekarang Idul Fithri datang di tengah kita menghadapi bahaya narkoba, penyakit AIDS, dan penyakit masyarakat (pekat) seperti judi, minuman keras, perzinaan, free sex, meningkatnya kekerasan dan kriminalitas, rusaknya moral dan budi pekerti. Semua itu akan melumpuhkan dan menghancurkan generasi dan masa depan bangsa ini," kata Buya Leter.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Buya, saat ini keimanan dan ketakwaan kita sedang diuji ? oleh berbagai musibah dan bencana seperti gempa, longsor, banjir bandang, kemiskinan. Menurunnya etos kerja, mengendornya ikatan kekerabatan, melemahnya kontrol sosial, meruyaknya dusta dan kebohongan. Melalui puasa, kita mengintrospeksi diri sendiri dengan muhasabah dan maghfirah Allah Swt.

Menurutnya, bila masyarakat dalam ketenangan dan kedamaian tanpa dusta, dendam, dengki, dan fitnah, segala pekerjaan akan berjalan baik dan lancar. Masyarakat saling berkasih sayang dan tolong menolong, rahmat Tuhan akan melimpah ruah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebaliknya, bila anggota masyarakat saling memutuskan silaturahmi, dendam yang berkepanjangan, permusuhan yang tidak henti-hentinya, dusta telah membudaya, maka rahmat Allah akan terhenti.

"Sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun pada suatu umat yang di dalamnya orang-orang saling memutus silaturahmi," kata Leter mengutip salah satu Hadist Rasulullah Saw.

Melalui ibadah puasa dan Idul Fitri, ia mengajak masyarakat membangun kembali jembatan hati. Ia mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan dusta dan bohong untuk terwujudnya persatuan dan kesatuan serta kejujuran untuk menghadapi masa depan demi membangun masyarakat madani, baldatun tayibatun wa rabbun ghafur di atas landasan iman dan takwa. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib, Meme Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 14 Agustus 2017

Mandiri Ekonomi, PCNU Bolmong Utara Buka Pusat Perkebunan NU

Bolmong Utara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam rangka meningkatkan kemandirian ekonomi organisasi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memulai kegiatan ekonomi produksi dengan membuka pusat perkebunan.

Pada Sabtu (12/12), kegiatan tersebut direalisasikan dengan menggelar penanaman padi di daerah perkebunan Nahdlatul Ulama, tepatnya di Desa Keimanga, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Utara, Sulawesi Utara.

Mandiri Ekonomi, PCNU Bolmong Utara Buka Pusat Perkebunan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mandiri Ekonomi, PCNU Bolmong Utara Buka Pusat Perkebunan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mandiri Ekonomi, PCNU Bolmong Utara Buka Pusat Perkebunan NU

Menurut Ketua PCNUNU Bolmong Utara Supriadi Goma, program ini merupakan bentuk tekad pihaknya untuk bisa mandiri secara ekonomi. Sementara ini, ladang tersebut ditanami padi tapi ke depan jenis tanaman akan diperluas.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Akan dikembangkan berbagai komoditi unggulan lokal seperti cabe, terong, tomat, dan bawang merah,” tutur pria yang biasa disapa Gus Upik ini.

Hadir dalam kegiatan penanaman ini, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bolmong Utara Donal Lamunte bersama para pengurus GP Ansor lainnya, serta masyarakat setempat. (Red: Mahbib)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fragmen PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 13 Agustus 2017

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum

Oleh Eko Tri Pranoto

Kaderisasi merupakan hal penting bagi sebuah organisasi, karena merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakuakan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis.

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum

“Dan hendaknya takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar” (An-Nisa : 9).

Bung Hatta pernah bertutur mengenai kaderisasi, “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam!”.

? ? ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam kaderisasi ada dua ikon penting yaitu :

1. Pelaku Kaderisasi (subyek)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

2. Sususnan Kaderisasi (obyek)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) fungsi dasarnya adalah kaderisasi, sesuai dengan tugas PMII “terbentuknya pribadi muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, cakap dan bertanggungjawab, mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia (Tujuan PMII, Pasal 4 AD/ART).

Pola kaderisai PMII memiliki karakter dan karakteristik yang berbeda-beda sesuai denga kondisi lingkungan dan situasi karakter mahasiswa pada jenis lembaga serta fakultas tertentu. Oleh karena itu pemahaman tentang teritorial PMII sangat perlu untuk ditanamkan. Berangkat dari pemahaman tersebut, pengurus komisariat maupun pengurus rayon memiliki kultur dan tantangan yang lebih kompleks dibandingkan dengan yang ada pada kampus-kampus yang berlatar belakang Islam.

Keberagaman latar belakang kultur mahasiswa di kampus umum serta padatnya waktu kuliah menjadi tantangan yang berat bagi PMII kampus umum. Untuk itu diperlukan formulasi kaderisasi yang matang agar tetap mampu bertahan di tengah kondisi kampus yang heterogen. Banyak jumlah kajian keilmuan di kampus umum dengan berbagai fakultas yang mempelajari disiplin ilmu dapat dijadikan modal untuk memaksimalkan pengembangan potensi kader sesuai dengan budaya masing-masing. Melalui pengembangan potensi tersebut makan akan tercipta kader-kader PMII yang layak dan kondusif untuk di tempatkan pada lini-lini yang terdapat di tiap lembaga kampus.

Dalam segi internal PMII, problem yang menjadi penyebab kurang hafalnya suatu kaderisasi adalah tidak adanya ruang sebagai media aktualisai bagi anggota maupun kader yang telah demisioner sebagai pengurus PMII sehingga tidak ada sinergitas bagi mereka terhadap fungsi kaderisasi. Perlu adanya ruang untuk meyakinkan para pengurus demosioner agar tidak lepas peran dan fungsi terhadap kaderisasi.

Penanaman nilai-nilai keislaman dan pemahaman ke-PMII-an harus disesuaikan dengan proses melalui ruang kaderisasi nonformal dan ruang kultural yang ada agar nilai dan pemahaman tersebut dapat disampaikan baik secara tekstual ataupun nontekstual. Kaderisasi nonformal bertujuan untuk membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan spesifik yang dibutuhkan oleh kader, maka output yang dihasilkan pada ruang kaderisasi ini terhadap pemahaman ke-PMII-an adalah meluluskan kader-kader yang ulil albab. Dalam pemahaman nilai-nilai keislaman, yang kultural yang ada merupakan pusat produksi ASWAJA sebagai manhaj al-fiqr PMII. Ruang kultur sangatlah penting mengingat kampus umum sangat kering keagamaannya.

Menyalurkan kaderisasi tentu butuh yang namanya “ritual” agar tercipta sebuah kesinambungan gerakan. Selain itu perlu adanya inovasi dan kreativitas dalam berpikir menjalankan kaderisasi agar kaderisasi yang dilakukan tepat sasaran. Tujuan lebih kepada aspek kuantitas contohnya sebelum melakukan Mapaba perlu adanya sebuah kegiatan pra-Mapaba yang bertujuan untuk pendalaman emosial dan pengenalan PMII kepada sasaran biasanya mahasiswa baru.

PMII Unila yang akrab disapa dengan nama PMII Komisariat Brojonegoro merupakan perintis berdirinya PMII di tanah Sai Bumi Ruai Juarai, bahkan dahulu PMII Unila adalah barometer pergerakan di Lampung. PMII Unila merupakan kiblat bagi seluruh PMII di berbagai penjuru Lampung. Banyak kader-kader yang sudah menjadi alumni sukses di berbagai profesi serta menduduki posisi strategis yang tersebar di berbagai daerah di Lampung baik sebagai pejabat, pengusaha, politisi, akademi dan banyak lagi sebagainya.

Beridirinya PMII Unila diprakarsai Teddy Junaidi, Rustam Efendi, dan beberapa tokoh lainnya yang merasa jenuh dengan nuansa gerakan mahasiswa di Unila yang condong monoton pada tahun 1965-an. Dalam perjalanannya PMII Unila sempat mengalami pasang surut, sempat mengalami kekosongan kegiatan dan kader antara tahun 2000 sampai tahun 2006. Penyebabnya adalah perumusan formula kaderisasi yang belum tepat sasaran, sehingga berdampak pada vakumnya PMII Unila.

Dinamika-dinamika kaderisasi tersebut dari mulai harmonisasi sejarah sampai dengan kemerosotannya, merupakan cermin bagi para pengurus, baik pengurus komisariat maupun pengurus rayon agar dalam menjalankan fungsi kaderisasi dapat memahami aspek-aspek apa saja yang harus dicukupi untuk menjalankan kaderisasi. Agar tidak terjebak kepada kemerosotan organisasi, dan dapat mengulang kembali harmonisasi sejarah kejayaan PMII kampus umum khususnya Unila.

Dapat dipahami bahwa kaderisasi memiliki tugas atau tujuan sebagai proses humanisasi atau pemanusiaan/memanusiakan. Manusia yang bertakwa kepada Allah SWT, manusia yang beriman, manusia yang selalu mengingat Allah SWT di setiap saat, manusia yang setia dengan janji Allah SWT dan ridak melanggar perjanjian dengan-Nya, manusia yang mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia, perjalanan alam semesta dan dari ayat-ayat-Nya sehingga dapat melaksanakan tujuan PMII.



Eko Tri Pranoto, Ketua Komisariat PMII Unila masa khidmah 2013-2014



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Doa, Nahdlatul, Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah