Selasa, 15 Agustus 2017

Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri

Padang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hari Raya Idul Fihtri datang silih berganti. Setiap lebaran tiba, keadaan berbeda. Lebaran datang ? kadang saat bangsa Indonesia menghadapi revolusi fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kadanga lebaran tiba dalam keadaan lapang. Seringkali pula lebaran datang saat sedang menghadapi berbagai tantangan, persoalan hidup yang tak kunjung terpecahkan.

Demikian disampaikan Awan PBNU Buya H Tuanku Bagindo Mohammad Leter pada khotbah Idul Fithri di hadapan ratusan umat Islam di lapangan Aia Pacah yang diselenggarakan pengurus masjid Al-Ikhlas, Aia Pacah, Padang, Jumat (17/7).

Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri (Sumber Gambar : Nu Online)
Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri (Sumber Gambar : Nu Online)

Buya Leter Ajak Masyarakat Awali Perbaikan Diri dengan Idul Fithri

"Sekarang Idul Fithri datang di tengah kita menghadapi bahaya narkoba, penyakit AIDS, dan penyakit masyarakat (pekat) seperti judi, minuman keras, perzinaan, free sex, meningkatnya kekerasan dan kriminalitas, rusaknya moral dan budi pekerti. Semua itu akan melumpuhkan dan menghancurkan generasi dan masa depan bangsa ini," kata Buya Leter.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Buya, saat ini keimanan dan ketakwaan kita sedang diuji ? oleh berbagai musibah dan bencana seperti gempa, longsor, banjir bandang, kemiskinan. Menurunnya etos kerja, mengendornya ikatan kekerabatan, melemahnya kontrol sosial, meruyaknya dusta dan kebohongan. Melalui puasa, kita mengintrospeksi diri sendiri dengan muhasabah dan maghfirah Allah Swt.

Menurutnya, bila masyarakat dalam ketenangan dan kedamaian tanpa dusta, dendam, dengki, dan fitnah, segala pekerjaan akan berjalan baik dan lancar. Masyarakat saling berkasih sayang dan tolong menolong, rahmat Tuhan akan melimpah ruah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebaliknya, bila anggota masyarakat saling memutuskan silaturahmi, dendam yang berkepanjangan, permusuhan yang tidak henti-hentinya, dusta telah membudaya, maka rahmat Allah akan terhenti.

"Sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun pada suatu umat yang di dalamnya orang-orang saling memutus silaturahmi," kata Leter mengutip salah satu Hadist Rasulullah Saw.

Melalui ibadah puasa dan Idul Fitri, ia mengajak masyarakat membangun kembali jembatan hati. Ia mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan dusta dan bohong untuk terwujudnya persatuan dan kesatuan serta kejujuran untuk menghadapi masa depan demi membangun masyarakat madani, baldatun tayibatun wa rabbun ghafur di atas landasan iman dan takwa. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib, Meme Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 14 Agustus 2017

Mandiri Ekonomi, PCNU Bolmong Utara Buka Pusat Perkebunan NU

Bolmong Utara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam rangka meningkatkan kemandirian ekonomi organisasi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memulai kegiatan ekonomi produksi dengan membuka pusat perkebunan.

Pada Sabtu (12/12), kegiatan tersebut direalisasikan dengan menggelar penanaman padi di daerah perkebunan Nahdlatul Ulama, tepatnya di Desa Keimanga, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Utara, Sulawesi Utara.

Mandiri Ekonomi, PCNU Bolmong Utara Buka Pusat Perkebunan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mandiri Ekonomi, PCNU Bolmong Utara Buka Pusat Perkebunan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mandiri Ekonomi, PCNU Bolmong Utara Buka Pusat Perkebunan NU

Menurut Ketua PCNUNU Bolmong Utara Supriadi Goma, program ini merupakan bentuk tekad pihaknya untuk bisa mandiri secara ekonomi. Sementara ini, ladang tersebut ditanami padi tapi ke depan jenis tanaman akan diperluas.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Akan dikembangkan berbagai komoditi unggulan lokal seperti cabe, terong, tomat, dan bawang merah,” tutur pria yang biasa disapa Gus Upik ini.

Hadir dalam kegiatan penanaman ini, Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bolmong Utara Donal Lamunte bersama para pengurus GP Ansor lainnya, serta masyarakat setempat. (Red: Mahbib)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fragmen PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 13 Agustus 2017

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum

Oleh Eko Tri Pranoto

Kaderisasi merupakan hal penting bagi sebuah organisasi, karena merupakan inti dari kelanjutan perjuangan organisasi ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakuakan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis.

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Pola Kaderisasi PMII Kampus Umum

“Dan hendaknya takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar” (An-Nisa : 9).

Bung Hatta pernah bertutur mengenai kaderisasi, “Bahwa kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, pemimpin pada masanya harus menanam!”.

? ? ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam kaderisasi ada dua ikon penting yaitu :

1. Pelaku Kaderisasi (subyek)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

2. Sususnan Kaderisasi (obyek)

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) fungsi dasarnya adalah kaderisasi, sesuai dengan tugas PMII “terbentuknya pribadi muslim yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, cakap dan bertanggungjawab, mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia (Tujuan PMII, Pasal 4 AD/ART).

Pola kaderisai PMII memiliki karakter dan karakteristik yang berbeda-beda sesuai denga kondisi lingkungan dan situasi karakter mahasiswa pada jenis lembaga serta fakultas tertentu. Oleh karena itu pemahaman tentang teritorial PMII sangat perlu untuk ditanamkan. Berangkat dari pemahaman tersebut, pengurus komisariat maupun pengurus rayon memiliki kultur dan tantangan yang lebih kompleks dibandingkan dengan yang ada pada kampus-kampus yang berlatar belakang Islam.

Keberagaman latar belakang kultur mahasiswa di kampus umum serta padatnya waktu kuliah menjadi tantangan yang berat bagi PMII kampus umum. Untuk itu diperlukan formulasi kaderisasi yang matang agar tetap mampu bertahan di tengah kondisi kampus yang heterogen. Banyak jumlah kajian keilmuan di kampus umum dengan berbagai fakultas yang mempelajari disiplin ilmu dapat dijadikan modal untuk memaksimalkan pengembangan potensi kader sesuai dengan budaya masing-masing. Melalui pengembangan potensi tersebut makan akan tercipta kader-kader PMII yang layak dan kondusif untuk di tempatkan pada lini-lini yang terdapat di tiap lembaga kampus.

Dalam segi internal PMII, problem yang menjadi penyebab kurang hafalnya suatu kaderisasi adalah tidak adanya ruang sebagai media aktualisai bagi anggota maupun kader yang telah demisioner sebagai pengurus PMII sehingga tidak ada sinergitas bagi mereka terhadap fungsi kaderisasi. Perlu adanya ruang untuk meyakinkan para pengurus demosioner agar tidak lepas peran dan fungsi terhadap kaderisasi.

Penanaman nilai-nilai keislaman dan pemahaman ke-PMII-an harus disesuaikan dengan proses melalui ruang kaderisasi nonformal dan ruang kultural yang ada agar nilai dan pemahaman tersebut dapat disampaikan baik secara tekstual ataupun nontekstual. Kaderisasi nonformal bertujuan untuk membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan spesifik yang dibutuhkan oleh kader, maka output yang dihasilkan pada ruang kaderisasi ini terhadap pemahaman ke-PMII-an adalah meluluskan kader-kader yang ulil albab. Dalam pemahaman nilai-nilai keislaman, yang kultural yang ada merupakan pusat produksi ASWAJA sebagai manhaj al-fiqr PMII. Ruang kultur sangatlah penting mengingat kampus umum sangat kering keagamaannya.

Menyalurkan kaderisasi tentu butuh yang namanya “ritual” agar tercipta sebuah kesinambungan gerakan. Selain itu perlu adanya inovasi dan kreativitas dalam berpikir menjalankan kaderisasi agar kaderisasi yang dilakukan tepat sasaran. Tujuan lebih kepada aspek kuantitas contohnya sebelum melakukan Mapaba perlu adanya sebuah kegiatan pra-Mapaba yang bertujuan untuk pendalaman emosial dan pengenalan PMII kepada sasaran biasanya mahasiswa baru.

PMII Unila yang akrab disapa dengan nama PMII Komisariat Brojonegoro merupakan perintis berdirinya PMII di tanah Sai Bumi Ruai Juarai, bahkan dahulu PMII Unila adalah barometer pergerakan di Lampung. PMII Unila merupakan kiblat bagi seluruh PMII di berbagai penjuru Lampung. Banyak kader-kader yang sudah menjadi alumni sukses di berbagai profesi serta menduduki posisi strategis yang tersebar di berbagai daerah di Lampung baik sebagai pejabat, pengusaha, politisi, akademi dan banyak lagi sebagainya.

Beridirinya PMII Unila diprakarsai Teddy Junaidi, Rustam Efendi, dan beberapa tokoh lainnya yang merasa jenuh dengan nuansa gerakan mahasiswa di Unila yang condong monoton pada tahun 1965-an. Dalam perjalanannya PMII Unila sempat mengalami pasang surut, sempat mengalami kekosongan kegiatan dan kader antara tahun 2000 sampai tahun 2006. Penyebabnya adalah perumusan formula kaderisasi yang belum tepat sasaran, sehingga berdampak pada vakumnya PMII Unila.

Dinamika-dinamika kaderisasi tersebut dari mulai harmonisasi sejarah sampai dengan kemerosotannya, merupakan cermin bagi para pengurus, baik pengurus komisariat maupun pengurus rayon agar dalam menjalankan fungsi kaderisasi dapat memahami aspek-aspek apa saja yang harus dicukupi untuk menjalankan kaderisasi. Agar tidak terjebak kepada kemerosotan organisasi, dan dapat mengulang kembali harmonisasi sejarah kejayaan PMII kampus umum khususnya Unila.

Dapat dipahami bahwa kaderisasi memiliki tugas atau tujuan sebagai proses humanisasi atau pemanusiaan/memanusiakan. Manusia yang bertakwa kepada Allah SWT, manusia yang beriman, manusia yang selalu mengingat Allah SWT di setiap saat, manusia yang setia dengan janji Allah SWT dan ridak melanggar perjanjian dengan-Nya, manusia yang mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia, perjalanan alam semesta dan dari ayat-ayat-Nya sehingga dapat melaksanakan tujuan PMII.



Eko Tri Pranoto, Ketua Komisariat PMII Unila masa khidmah 2013-2014



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Doa, Nahdlatul, Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 12 Agustus 2017

Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo

Solo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Nyai Nur Hidayah Idris kembali terpilih untuk memimpin Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Surakarta masa khidmah 2015-2020, setelah melalui tahap pemungutan suara pemilihan ketua pada acara Konfercab Muslimat NU Kota Surakarta di Hotel Aziza, Ahad (9/8).

Pada proses voting pemilihan ketua, Nyai Idris memperoleh 28 suara, unggul 1 suara dari calon ketua lainnya, Nyai Sehah Walafiah.

Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo

Hasil ini berarti mengantarkan istri KH Idris Shofawi itu, untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, dipercaya untuk memimpin para ibu Muslimat NU di Kota Bengawan tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Usai terpilih, Nyai Nur menyampaikan sambutannya. Ia mengatakan akan bersama mengabdi dan berbakti untuk NU. “Jabatan tidaklah penting, yang penting kita bersama-sama tetap bisa memperbaiki diri, berbakti, dan mengabdi untuk NU,” ujarnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada kepengurusan sebelumnya, Muslimat NU di Kota Solo telah mengadakan berbagai kegiatan antara lain kegiatan rutin pengajian, pelatihan kursus menjahit, penyuluhan kesehatan dan lain sebagainya.

Dalam kegiatan Konfercab kali ini, turut hadir beberapa perwakilan dari pengurus PC Muslimat NU se-Soloraya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Ulama, Doa PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hubbul Wathan Minal Iman, Fondasi Kokoh Keislaman dan Keindonesiaan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dzulkifli Hasan mengatakan, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari adalah tokoh yang sangat penting dalam membangun nasionalisme di Indonesia. Menurutnya, Kiai Hasyim mampu merumuskan konsepsi Negara Indonesia yang dengan dasar nasionalisme dan Islam.

“Kiai Hasyim adalah tokoh yang sangat penting dalam membangun nasionalisme,” katanya saat menjadi pembicara kunci dalam acara Seminar Pemikiran Hadratus Syaikh Hasyim Asyari dengan tema Keislaman dan Keindonesiaan: Aktualisasi Pemikiran dan Perjuangan Hadratus Syaikh Hasyim Asyari di Gedung MPR RI Jakarta, Sabtu (6/5).

Hubbul Wathan Minal Iman, Fondasi Kokoh Keislaman dan Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hubbul Wathan Minal Iman, Fondasi Kokoh Keislaman dan Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hubbul Wathan Minal Iman, Fondasi Kokoh Keislaman dan Keindonesiaan

Menurut dia, jargon cinta tanah air adalah sebagian dari iman yang dicetuskan oleh KH Hasyiim Asy’ari adalah fondasi yang sangat kokoh dalam memadukan antara keindonesiaan dan keislaman. Baginya, dengan jargon itu masyarakat Indonesia memiliki kecintaan terhadap agamanya dan juga tanah airnya.

Dzulkifli menjelaskan, jargon tersebut menjadi semangat masyarakat Indonesia untuk membangun dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia mengaku, jargon tersebut sangat tepat untuk membangkitkan semangat perjuangan rakyat karena mengingat pada saat itu Indonesia baru saja merdeka dan pihak sekutu mengepung Indonesia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pandangan inilah yang memantapkan konsesi Indonesia yang relijius,” tegasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menambahkan, KH Hasyim Asy’ari adalah kiai yang terlibat dalam gerakan-gerakan nasional dan juga internasional. (Muchlishon Rochmat/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Quote, PonPes PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 11 Agustus 2017

IPNU-IPPNU Jombang Tambah Komisariat Baru

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jombang terus mengembangkan komisariat di sekolah-sekolah. September ini, sebuah pimpinan komisariat baru berdiri di MA Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

IPNU-IPPNU Jombang Tambah Komisariat Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jombang Tambah Komisariat Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jombang Tambah Komisariat Baru

Kepengurusan perdana di madrasah tersebut dilantik dua hari pasca malam puncak peringatan haul ke-43 KH Wahab Chasbullah, Selasa (9/9) pagi, di halaman sekolah setempat.

Ketua PC IPNU Jombang Abdul Rosyid berharap pengurus baru mampu menjadi salah satu amunisi IPNU-IPPNU Jombang, khususnya dalam membantu mengatasi problem pelajar dan remaja yang semakin kompleks saat ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Selain program-program yang berkaitan dengan kegiatan ubuddiyyah NU, untuk memperluas wawasan juga perlu adanya pemahaman secara konseptual tentang dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits yang mendasarinya. Misalnya, melalui kegiatan diskusi pelajar, debat, seminar, dan lain sebagainya”, tambah Aliyah, Ketua PC IPPNU Jombang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Sekretaris PC IPPNU Jombang Aulia Rohmah, untuk memperkuat dan menambah kompetensi para pengurus dalam menjalankan program kerjanya, penting pula mempelajari buku pedoman organisasi, baik berupa Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga, hasil-hasil Kongres, sistem pengkaderan, petunjuk pelaksanaan organisasi dan administrasi baik IPNU maupun IPPNU.

Baruddin selaku pembina sekaligus sebagai penggerak awal masuknya IPNU-IPPNU ke MA Bahrul Ulum mengatakan, pendirian komisariat IPNU-IPPNU ini penting karena lahirnya NU berasal dari Tambakberas. Menurutnya, sudah selayaknya pelajar MA Bahrul Ulum mendapat pembentengan Aswaja, sehingga NU ke depan lebih kuat dan terus berjalan dengan baik.

“Semoga ini awal dari perjuangan MA BU untuk mejadi garda penerus perjuangan para Ulama,” tuturnya.

Asmu’I, Kepala MA BU, mengatakan siap menopang penuh kegiatan IPNU-IPPNU di sekolahnya. “MA Bahrul Ulum adalah PK IPNU-IPPNU pertama yang masuk ke Bahrul Ulum Tambakberas Jombang mudah-mudahan di ikuti sekolahan-sekolahan yang lainnya ,” katanya. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Islam, Budaya PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Liga Santri Nasional 2017 terus bergulir diberbagai daerah. Salah satu Diantaranya adalah Region DKI Jakarta yang diikuti 32 Pesantren se-DKI. Liga Santri DKI Jakarta kali ini akan memperebutkan Piala Gubernur DKI Jakarta sebagai piala tetap, Piala NU Cup sebagai piala bergilir, Piala Indonesia Muda sebagai tim paling fair play dan Piala PWNU untuk pemain yang meraih top scorrer.

Dalam perhelatan Liga Santri tingkat nasional yang akan berlangsung di Bandung pada medio akhir Oktober nanti, DKI Jakarta menargetkan sebagai Juara Nasional.

Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Region DKI Jakarta Sumarsono ketika memberikan sambutan dalam acara peluncuran dan rapat teknis di Gedung Pertemuan GOR Pertamina Simprug Jakarta Selatan, Jumat (25/8).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Setelah tiga tahun bergulir, Liga Santri DKI Jakarta pada tahun 2017 ini semakin meningkat kualitasnya baik kualitas penyelenggaranya maupun kualitas sarana penunjangnya," kata Sumarsono.

Kick off akan dilaksanakan di Stadion Pertamina Simprug Jakarta Selatan pada Senin 4 September 2017) yang rencananya akan dibuka oleh Agum Gumelar. Ia akan ikut serta mengikuti pertandingan eksibisi antara NU Allstar versus Celebritis Allstar, kata Koordinator Bidang Olahraga PW RMI-NU DKI Jakarta ini.

"Tahun ini, kita menggandeng Indonesia Muda dan tokoh-tokoh legenda sepakbola Indonesia seperti Agum Gumelar, Dede Sulaiman, Bambang Tetuko dan lain-lain untuk membesarkan turnamen sepak bola santri di DKI Jakarta ini," kata Sumarsono.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setiap pertandingan, lanjut Marsono, akan dipantau oleh tim “talent scouting” dari PSSI dan Tim Kompas menggunakan statistik. Dengan demikian diharapkan di akhir kompetisi akan diperoleh Squad tim ideal secara maksimal yang akan mewakili DKI Jakarta di ajang LSN tingkat nasional nanti.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Jajarannya serta perusahaan-perusahaan baik BUMD maupun dari swasta yang memiliki semangat tinggi sehingga turnamen sepakbola santri yang terbesar di DKI Jakarta ini dapat berjalan baik," kata Sumarsono. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah