Sabtu, 12 Agustus 2017

Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo

Solo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Nyai Nur Hidayah Idris kembali terpilih untuk memimpin Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Surakarta masa khidmah 2015-2020, setelah melalui tahap pemungutan suara pemilihan ketua pada acara Konfercab Muslimat NU Kota Surakarta di Hotel Aziza, Ahad (9/8).

Pada proses voting pemilihan ketua, Nyai Idris memperoleh 28 suara, unggul 1 suara dari calon ketua lainnya, Nyai Sehah Walafiah.

Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyai Nur Hidayah Kembali Pimpin Muslimat NU Solo

Hasil ini berarti mengantarkan istri KH Idris Shofawi itu, untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, dipercaya untuk memimpin para ibu Muslimat NU di Kota Bengawan tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Usai terpilih, Nyai Nur menyampaikan sambutannya. Ia mengatakan akan bersama mengabdi dan berbakti untuk NU. “Jabatan tidaklah penting, yang penting kita bersama-sama tetap bisa memperbaiki diri, berbakti, dan mengabdi untuk NU,” ujarnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada kepengurusan sebelumnya, Muslimat NU di Kota Solo telah mengadakan berbagai kegiatan antara lain kegiatan rutin pengajian, pelatihan kursus menjahit, penyuluhan kesehatan dan lain sebagainya.

Dalam kegiatan Konfercab kali ini, turut hadir beberapa perwakilan dari pengurus PC Muslimat NU se-Soloraya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Ulama, Doa PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hubbul Wathan Minal Iman, Fondasi Kokoh Keislaman dan Keindonesiaan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dzulkifli Hasan mengatakan, Hadratussyekh Hasyim Asy’ari adalah tokoh yang sangat penting dalam membangun nasionalisme di Indonesia. Menurutnya, Kiai Hasyim mampu merumuskan konsepsi Negara Indonesia yang dengan dasar nasionalisme dan Islam.

“Kiai Hasyim adalah tokoh yang sangat penting dalam membangun nasionalisme,” katanya saat menjadi pembicara kunci dalam acara Seminar Pemikiran Hadratus Syaikh Hasyim Asyari dengan tema Keislaman dan Keindonesiaan: Aktualisasi Pemikiran dan Perjuangan Hadratus Syaikh Hasyim Asyari di Gedung MPR RI Jakarta, Sabtu (6/5).

Hubbul Wathan Minal Iman, Fondasi Kokoh Keislaman dan Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hubbul Wathan Minal Iman, Fondasi Kokoh Keislaman dan Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hubbul Wathan Minal Iman, Fondasi Kokoh Keislaman dan Keindonesiaan

Menurut dia, jargon cinta tanah air adalah sebagian dari iman yang dicetuskan oleh KH Hasyiim Asy’ari adalah fondasi yang sangat kokoh dalam memadukan antara keindonesiaan dan keislaman. Baginya, dengan jargon itu masyarakat Indonesia memiliki kecintaan terhadap agamanya dan juga tanah airnya.

Dzulkifli menjelaskan, jargon tersebut menjadi semangat masyarakat Indonesia untuk membangun dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia mengaku, jargon tersebut sangat tepat untuk membangkitkan semangat perjuangan rakyat karena mengingat pada saat itu Indonesia baru saja merdeka dan pihak sekutu mengepung Indonesia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pandangan inilah yang memantapkan konsesi Indonesia yang relijius,” tegasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menambahkan, KH Hasyim Asy’ari adalah kiai yang terlibat dalam gerakan-gerakan nasional dan juga internasional. (Muchlishon Rochmat/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Quote, PonPes PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 11 Agustus 2017

IPNU-IPPNU Jombang Tambah Komisariat Baru

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jombang terus mengembangkan komisariat di sekolah-sekolah. September ini, sebuah pimpinan komisariat baru berdiri di MA Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

IPNU-IPPNU Jombang Tambah Komisariat Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jombang Tambah Komisariat Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jombang Tambah Komisariat Baru

Kepengurusan perdana di madrasah tersebut dilantik dua hari pasca malam puncak peringatan haul ke-43 KH Wahab Chasbullah, Selasa (9/9) pagi, di halaman sekolah setempat.

Ketua PC IPNU Jombang Abdul Rosyid berharap pengurus baru mampu menjadi salah satu amunisi IPNU-IPPNU Jombang, khususnya dalam membantu mengatasi problem pelajar dan remaja yang semakin kompleks saat ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Selain program-program yang berkaitan dengan kegiatan ubuddiyyah NU, untuk memperluas wawasan juga perlu adanya pemahaman secara konseptual tentang dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits yang mendasarinya. Misalnya, melalui kegiatan diskusi pelajar, debat, seminar, dan lain sebagainya”, tambah Aliyah, Ketua PC IPPNU Jombang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Sekretaris PC IPPNU Jombang Aulia Rohmah, untuk memperkuat dan menambah kompetensi para pengurus dalam menjalankan program kerjanya, penting pula mempelajari buku pedoman organisasi, baik berupa Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga, hasil-hasil Kongres, sistem pengkaderan, petunjuk pelaksanaan organisasi dan administrasi baik IPNU maupun IPPNU.

Baruddin selaku pembina sekaligus sebagai penggerak awal masuknya IPNU-IPPNU ke MA Bahrul Ulum mengatakan, pendirian komisariat IPNU-IPPNU ini penting karena lahirnya NU berasal dari Tambakberas. Menurutnya, sudah selayaknya pelajar MA Bahrul Ulum mendapat pembentengan Aswaja, sehingga NU ke depan lebih kuat dan terus berjalan dengan baik.

“Semoga ini awal dari perjuangan MA BU untuk mejadi garda penerus perjuangan para Ulama,” tuturnya.

Asmu’I, Kepala MA BU, mengatakan siap menopang penuh kegiatan IPNU-IPPNU di sekolahnya. “MA Bahrul Ulum adalah PK IPNU-IPPNU pertama yang masuk ke Bahrul Ulum Tambakberas Jombang mudah-mudahan di ikuti sekolahan-sekolahan yang lainnya ,” katanya. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Islam, Budaya PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Liga Santri Nasional 2017 terus bergulir diberbagai daerah. Salah satu Diantaranya adalah Region DKI Jakarta yang diikuti 32 Pesantren se-DKI. Liga Santri DKI Jakarta kali ini akan memperebutkan Piala Gubernur DKI Jakarta sebagai piala tetap, Piala NU Cup sebagai piala bergilir, Piala Indonesia Muda sebagai tim paling fair play dan Piala PWNU untuk pemain yang meraih top scorrer.

Dalam perhelatan Liga Santri tingkat nasional yang akan berlangsung di Bandung pada medio akhir Oktober nanti, DKI Jakarta menargetkan sebagai Juara Nasional.

Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Luncurkan Liga Santri, DKI Jakarta Targetkan Juara Nasional

Hal ini disampaikan oleh Koordinator Region DKI Jakarta Sumarsono ketika memberikan sambutan dalam acara peluncuran dan rapat teknis di Gedung Pertemuan GOR Pertamina Simprug Jakarta Selatan, Jumat (25/8).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Setelah tiga tahun bergulir, Liga Santri DKI Jakarta pada tahun 2017 ini semakin meningkat kualitasnya baik kualitas penyelenggaranya maupun kualitas sarana penunjangnya," kata Sumarsono.

Kick off akan dilaksanakan di Stadion Pertamina Simprug Jakarta Selatan pada Senin 4 September 2017) yang rencananya akan dibuka oleh Agum Gumelar. Ia akan ikut serta mengikuti pertandingan eksibisi antara NU Allstar versus Celebritis Allstar, kata Koordinator Bidang Olahraga PW RMI-NU DKI Jakarta ini.

"Tahun ini, kita menggandeng Indonesia Muda dan tokoh-tokoh legenda sepakbola Indonesia seperti Agum Gumelar, Dede Sulaiman, Bambang Tetuko dan lain-lain untuk membesarkan turnamen sepak bola santri di DKI Jakarta ini," kata Sumarsono.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setiap pertandingan, lanjut Marsono, akan dipantau oleh tim “talent scouting” dari PSSI dan Tim Kompas menggunakan statistik. Dengan demikian diharapkan di akhir kompetisi akan diperoleh Squad tim ideal secara maksimal yang akan mewakili DKI Jakarta di ajang LSN tingkat nasional nanti.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Jajarannya serta perusahaan-perusahaan baik BUMD maupun dari swasta yang memiliki semangat tinggi sehingga turnamen sepakbola santri yang terbesar di DKI Jakarta ini dapat berjalan baik," kata Sumarsono. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 10 Agustus 2017

Muslimat NU Jember Advokasi Para Korban KDRT

Jember, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang kerap kali menjadi mimpi buruk dalam kehidupan kaum hawa, sungguh memprihatinkan. Korban meronta tapi tak berdaya. Mereka mau menjerit namun tak punya suara. Kenyataan itulah yang melatarbelakangi Pimpinan Cabang Muslimat NU Jember untuk menggelar Training of Trainer (ToT) Kekerasan Dalam Rumah Tangga di aula Kantor Muslimat NU, Selasa (20/9).

Dalam sambutannya, Ketua PC Muslimat NU Jember Nyai Emi Kusminarni menegaskan, pihaknya bertekad memberikan advokasi terhadap korban tindak kekerasan dalam rumah tangga. Menurutnya, KDRT masih marak terjadi, termasuk di pedesaan. Namun diakuinya kasus KDRT di pedesaan seringkali berlalu begitu saja karena pihak korban tidak mau melapor. “Oleh karenanya, Muslimat perlu ambil peran di situ. Berikan mereka pendampingan untuk memberikan rasa aman pada mereka dan yang lain,” ucapnya.

Muslimat NU Jember Advokasi Para Korban KDRT (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jember Advokasi Para Korban KDRT (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jember Advokasi Para Korban KDRT

Nyai Emi menambahkan, KDRT tidak bisa dianggap sepele, apa pun bentuknya. Sebab, KDRT tidak hanya terkait dengan penderitaan korban, tapi juga memberikan efek traumatik terhadap korban dan anggota keluarga yang lain, misalnya anak.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KDRT yang melibatkan suami sebagai pelaku, katanya, bagaimanpun sulit untuk tidak diketahui anggota keluarga yang lain seperti anak. “Dan nyatanya, anak sering menjadi korban lanjutan akibat KDRT yang dilakukan suami. Orang tua cerai, anak yang jadi korban,” ujarnya di hadapan 100 peserta ToT tersebut.

Salah seorang narasumber, Hamdanah Usman mengungkapkan bahwa tujuan berumahtangga adalah untuk menciptakan keluarga yang sakinah mawadaah wa rahmah, dengan menegakkan 6 prinsip. Yaitu kebenaran, keadilan, musyawarah, kemerdekaan, kesetaraan dan mu’asyaroh bi makruf. “Lho kalau pas terjadi kekerasan terus, itu kan tidak sesuai dengan cita-cita awal berumah tangga,” tuturnya. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Quote, Kyai, Syariah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Karnaval Batik Lasem Ramaikan Haul Para Syekh

Rembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Karnaval batik Lasem yang rencananya digelar Jum‘at mendatang (18/10) turut meramaikan haul para syekh Rembang Jawa Tengah. Batik tulis Lasem akan dipamerkan dalam pesta rakyat.

Batik tulis lasem adalah batik asli asal kota Rembang ? yang menjadi kebanggaan warga kota Lasem. Batik-batik ini akan dipamerkan dengan produk-produk yang dimodifikasi dari barang bekas.

Karnaval Batik Lasem Ramaikan Haul Para Syekh (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval Batik Lasem Ramaikan Haul Para Syekh (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval Batik Lasem Ramaikan Haul Para Syekh

Karnaval Batik Lasem sengaja digelar sebagai ajang perkenalan masyarakat tentang batik tulis asal Kecamatan Lasem.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua Panitia Pandu mengatakan pihaknya bekerjasama dengan SMK Umar Fatah untuk membuat kostum modifikasi yang akan dipamerkan. Perpaduan produk barang bekas dan batik diolah menjadi aksesoris.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hingga kini, lanjut pandu, sudah ada sekitar 50 kostum batik yang sudah terkumpul dan siap dipamerkan pada 18 Oktober mendatang.

Menurut pandu, adanya ide untuk mengangkat batik tulis Lasem melalui acara haul tahunan yang biasa dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah di pulau Jawa.

“Batik tulis Lasem yang sudah dimodifikasi dengan suatu bentuk dan barang tidak kalah menarik dengan busana atau pun produk lain merk luar negeri. Menurut pandu harga dari batik tulis Lasem sendiri cukup relatif terjangkau, apalagi masyarakat Lasem masih aktif dalam memproduksi batik tulis,” kata Pandu.

Kali ini, kata Pandu, hasil karya anak SMK akan dipamerkan. Mereka generasi penerus yang akan melanjutkan para perajin batik tulis Lasem pada tahun-tahun berikutnya. Batik tulis Lasem sangat pantas dipakai kalangan muda, dewasa, dan orang tua. Tak heran jika komunitas pecinta seni dan sejarah mempunyai inisiatif untuk memamerkan hasil karya masyarakat Lasem. (Ahmad Asmu’i/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan, Sejarah, Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mbah Muchit, Menjadi NU Sejak 1941

Depok, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Seandainya ada rekor Muri untuk anggota terlama NU, mungkin KH Muchit Muzadi atau akrab dipanggil Mbah Muchit menjadi pemenangnya karena ia telah menjadi anggota NU sejak tahun 1941. Bukan hanya anak-anak muda NU, para pengurus senior NU pun banyak yang belum lahir waktu itu.

Santri KH Hasyim Asy’ari ini menuturkan, ber-NU zaman dahulu berbeda dengan sekarang. Kala itu, Muchit muda yang masih nyantri di pesantren Tebuireng ini harus mengajukan diri menjadi anggota kepada pengurus Kring NU atau pengurus Ranting NU agar diterima menjadi anggota. 

Mbah Muchit, Menjadi NU Sejak 1941 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Muchit, Menjadi NU Sejak 1941 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Muchit, Menjadi NU Sejak 1941

Tak semuanya bisa langsung diterima karena pengajuan tersebut harus diproses ditingkat Pengurus Besar NU. Baru pada empat bulan kemudian dinyatakan diterima sebagai anggota NU Kring Tebuireng. Tahap selanjutnya adalah membayar biaya pendaftaran sebesar 25 sen. Saat itu harga gula per kilo 10 sen, sehingga jika dikonversi pada nilai sekarang, biaya pendaftaran sekitar 30 ribuan. Lalu, tiap bulan anggota harus membayar ianah syahriyah atau iuran bulanan sebesar 20 sen atau sekitar 20 ribu rupiah. Ia juga mendapat kartu anggota yang ditandatangani oleh KH Wahab Hasbullah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tak hanya itu, anggota memiliki kewajiban untuk ikut dapat pertemuan lailatul ijtima atau pertemuan bulanan, yang sering dipelesetkan dengan night club, karena artinya adalah adalah pertemuan malam.

“Jadi untuk menjadi anggota NU itu sulit dan setelah menjadi anggota lebih sulit lagi,” katanya dalam forum halal bihalal dan sesarehan NU di Pesantren Al Hikam Depok, Sabtu (30/8).  

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Muchit yang Desember mendatang berusia 90 tahun ini menjelaskan, keinginannya untuk menjadi NU adalah untuk mengabdi dan berbuat sesuatu untuk NU.

“Saya paling takut kalau dipecat dari NU,” katanya dengan nada suara yang masih sangat jelas. 

Pengurus Kring, katanya, selalu memiliki catatan kewajiban dan keadaan para anggotanya. Karena skupnya masih kecil, maka antara anggota dan pengurusnya semuanya saling kenal. 

Dalam perjalanan menuju Jakarta, pramugari sampai terheran-heran, “Ada urusan apa sampai kakek-kakek yang sudah sepuh masih menyempatkan diri pergi ke Jakarta.” Baginya, NU adalah segalanya, tubuhnya yang sudah renta tidak menghalangi untuk mengikuti kegiatan NU.

Apa yang disampaikan oleh Kakak dari mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi ini bisa menjadi pelajaran, hal-hal baik NU zaman awal yang bisa digali kembali. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib, Syariah, Sholawat PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah