Minggu, 06 Agustus 2017

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kawasan luar pulau Jawa diakui harus mendapat perhatian serius bagi PBNU dalam pengembangan eksistensi Nahdlatul Ulama ke depan. Berbagai program PBNU diberikan prioritas pada wilayah dan cabang yang berada di luar Pulau Jawa.

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamirin: Program PBNU Prioritaskan juga ke Nahdliyin di Luar Jawa

Sebagaimana terungkap pada ? sidang Komisi Program Muktamar Ke-33 NU yang berlangsung di Pondok Pesantaren Darul Ulum, Rejoso, Jombang, Selasa (4/8) siang. Sidang Komisi dipimpin Ketua Sidang Komisi Program Arifin Junaidi yang juga ? Ketua PP LP Maarif, ? dihadiri lebih kurang 450 peserta utusan dari PW, PC dan PCINU.

Arifin Junaidi menjelang sidang Komisi Program ditutup menyampaikan, ada 38 pembicara yang memberikan usulan, masukan dan tanggapan secara langsung serta ? 50 usulan tertulis. Sidang sepakat membentuk Tim Perumus Komisi Program dengan Ketua ? Arifin Junaidi, anggota Yahya Maksum (unsur pimpinan sidang) dan 3 orang dari peserta. Masing-masing dari Riau (mewakili ? wilayah barat), ? Jombang sebagai tuan rumah Muktamar (wilayah tengah), dan Papua (wilayah timur).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ahmad Abid dari PCNU Kota Cirebon mengungkapkan, Indonesia timur kurang disentuh oleh PBNU. Padahal memiliki potensi untuk pengembangan NU. Untuk itu, harus ada skala prioritas program. Periode lalu PBNU sudah fokus mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU). Maka pada periode sekarang (2015-2020) ini kalau bisa fokus kesehatan. Karena sektor kesehatan menyentuh kepentingan banyak orang. Jika sektor kesehatan ini digarap, maka masyarakat (warga NU) akan merasakan manfaat ber-NU.

"Walaupun fokus sektor kesehatan ini, tetap utamakan dulu program untuk kawasan Indonesia Timur. Di sana masalah pelayanan kesehatan ini sangat dibutuhkan," katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Abdurrahim dari Kalimantan Utara PC Tarakan menyebutkan, daerahnya berada pada daerah bagian utara yang merupakan propinsi baru. Memiliki sumber daya manusia yang ? kurang maksimal. ? Sekalipun punya aset tanah yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan NU ke depan, namun SDM yang mampu belum punya.

"Harapan kami di Kalimantan Utara ini bisa pula memiliki sekolah, rumah sakit, dan pelayanan masyarakat lainnya yang dinaungi oleh Nahdlatul Ulama. Diakui, aset yang bisa dikembangkan ada, hanya kurang memahami program yang direncanakan PBNU," tambahnya.

Kendala mengembangkan organisasi Nahdlatul Ulama di pulau Kalimantan itu memang berat. Seperti diakui ? Abdul Sani Kalimantan Tengah, luas daerahnya saja mencapai 2 kali pulau jawa. Ketika PWNU melakukan konsolidasi ke cabang-cabang, terasa sulitnya. Bayangkan, konsolidasi ke satu cabang saja bisa butuh 1 hari perjalanan. Di Palangkara terkenal lembaga pendidikan yang dikelola oleh non-muslim. ? Walaupun NU punya ? MIS, tapi masih perlu dikembangkan.

Abdul Sani merasa beruntung Muktamar ke-33 NU ini diselenggarakan pada empat pesantren di Jombang. Ada pula hikmah. Dari empat pesantren tersebut, kami bisa menjadikan perbandingan dalam pengembangan lembaga pendidikan NU di daerah. "Selama ini pendistribuan anggaran pendidikan terfokus di Jawa, sehingga di luar Jawa masih tertinggal. Untuk itu, kami berharap PBNU mengalokasikan anggaran mempercepat pengembangan lembaga pendidikan NU di luar Jawa," kata Abdul Sani.

Fatayat NU: Pengkaderan Penting

Ketua I Pimpinan Pusat Fatayat NU bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup Muzaenah Zain mengungkapkan, kaderisasi dilingkungan Nahdlatul Ulama harus jadi program penting. Pengkaderan yang sudah dilakukan PBNU harus dilanjutkan secara terstruktur dan sistematik. Meski badan otonom (banom) di lingkungan PBNU ada yang ? berbeda, tetapi payungnya tetap PBNU.

"Pengkaderan ini semakin penting dengan adanya penyimpangan paham keagamaan yang terjadi di tengah masyarakat. Namun perlu diwaspadai, program ke depan tidak hanya ucapan saja. Perlu koordinasi yang dibangun PBNU dengan banom. Koordinasi yang baik tidak hanya terjadi ditingkat pusat, tapi juga di tingkat wilayah dan cabang," tutur Muzaenah Zain.

PBNU punya jaringan yang luas, baik dalam maupun luar negeri. Untuk itu perlu mapping, bagaimana melihat program. Kerjasama internal penting ketika PBNU melakukan ? MoU. “Misalnya MoU Fatayat NU kerjasama dengan Kemendikbud, tapi harus dinaungi oleh PBNU. Artinya MoU PBNU dengan lembaga lain yang terkait dengan perempuan, ya melibatkan Fatayat,” katanya. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

LKKNU Gelar Seminar Nasional Kependudukan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan seminar nasional di Hotel Balairung, Jakarta, Sabtu (6/7).

LKKNU Gelar Seminar Nasional Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Gelar Seminar Nasional Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Gelar Seminar Nasional Kependudukan

Seminar sehari kali ini mengusung tema "Revitalisasi Pembangunan Kependudukan dan Pemberdayaan Keluarga Menuju Pencapaian MDGs 2015". Secara resmi acara dibuka Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Hadir dalam kesempatan ini Jose Ferraris dari UNFPA Representative untuk Indonesia, Ketua PP LKKNU Sultonul Huda, serta sejumlah pejabat dari Kementerian Kesehatan dan BKKBN.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sultonul Huda mengatakan, pembangunan kependudukan merupakan masalah penting yang harus ditangani secara sinergis antara BKKBN, pemerintahan daerah, dan masyarakat. Ormas seperti NU bisa terlibat di bidang keagamaan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Masyarakat kita menerima pengaruh yang sangat kuat dari nilai-nilai agama," ujarnya.

Menurut Sulton, isu kependudukan sangat jarang muncul di media. "Paling kalau ada di media online. Itu hanya bisa diakses orang menengah ke atas. Padahal BKKBN sasarannya adalah menengah ke bawah. Jadi harus ada yang menjembatani," katanya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tegal, Bahtsul Masail PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Santunan Yatim Piatu Sertai PKD Ansor Genuk

Semarang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ada beragam cara untuk mengisi bulan Ramadhan. Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Genuk, Kota Semarang memilih kegiatan kaderisasi untuk mengisi bulan suci ini. Melalui Perkaderan Tingkat Dasar (PKD) diharapkan akan lahir para kader yang berkualitas.

PKD yang digelar Sabtu (19/7) malam di kecamatan setempat itu diikuti seluruh utusan dari Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kecamatan Genuk. Selain PKD bertajuk “Militansi dalam Berorganisasi”, GP Ansor Genuk juga menyelenggarakan buka puasa bersama dan santunan yatim piatu dan dhuafa.

Santunan Yatim Piatu Sertai PKD Ansor Genuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Santunan Yatim Piatu Sertai PKD Ansor Genuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Santunan Yatim Piatu Sertai PKD Ansor Genuk

Ketua PAC GP Ansor Genuk Muslimin mengatakan, saat ini kita membutuhkan kader yang memiliki militansi tinggi, menyadari akan kediriannya dan perannya khususnya sebagai kader Nahdliyin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Apalah arti sebagai mayoritas warga NU namun jika tidak memiliki keberpihakan kepada NU. Maka saatnya membangun kedirian salah satunya dengan mengikuti Perkaderan Tingkat Dasar,” jelasnya

M. Afdlori, SH, MH salah satu mengatakan, pemimpin tidak ditemukan di sekolahan, kampus, universitas maupun yang memiliki gelar sarjana, tapi pemimpin lahir dari perjalanan. Ketika lahir ia memiliki kelebihan, mampu menggerakkan, kuat manajemennya dan mempu menjembatani.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pemimpin dalam organisasi di lingkungan NU lebih tepatnya disebut Khodimul Umat yakni sebagai pelayan,” tuturnya.

“Pemimpin adalah pelayan sehingga ia melayani terhadap umatnya sehingga mengandung makna luas kalau sudah ditunjuk sebagai pemimpin harus mendengar, mengerti, dan melangkah lalu berbuat terhadap keberadaan jamaahnya,” lanjutnya. (Lukni Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meme Islam, Nahdlatul Ulama, Doa PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 04 Agustus 2017

IPNU Jatim Cetak Pelatih Andal Kaderisasi di Pulau Garam

Pamekasan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus PW IPNU Jawa Timur mengadakan Latihan Pelatih (Latpel) di pesantren Al-Abror, Larangan, Pamekasan, sejak Kamis-Ahad (13-16/11). Pelatihan pada tahap kelima ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan secara berkala dari beberapa koordinator di daerah di seluruh Jatim.

IPNU Jatim Cetak Pelatih Andal Kaderisasi di Pulau Garam (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jatim Cetak Pelatih Andal Kaderisasi di Pulau Garam (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jatim Cetak Pelatih Andal Kaderisasi di Pulau Garam

Pelatihan ini mengambil tempat tepat berada di tengah Pulau Garam sehingga memudahkan peserta pelatihan untuk turut hadir.

Kegiatan yang mengambil tema “Mengembalikan Ruh Pengkaderan, Sebagai Turbin Perubahan” ini, dihadiri peserta yang berasal dari seluruh kabupaten di Madura.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelatihan ini difasilitasi Muhith Efendi. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan materi antara lain falsafah dan prinsip pelatihan, metode dan media pelatihan, psikologi pelatihan, metodologi pelatihan serta materi analisis sosial.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua IPNU Jatim Imam Fadlli mengungkapkan kegembiraannya saat di lokasi. Ia merasa bangga karena pelatihan yang menjadi ujung tombak kaderisasi di Jatim ini berjalan dengan lancar dan sukses.

“Syukur alhamdulillah, latpel ini sudah mencapai tahap ke-5, kaderisasi ini perlu kita laksanakan terus agar melahirkan pelatih-pelatih andal di seluruh Jawa Timur tak terkecuali pulau Madura” terangnya.

Sementara Ketua tim pelatih Jatim Haikal AZ menerangkan, pelatihan ini diselenggarakan guna memenuhi kebutuhan tenaga pelatih dan fasilitator di Madura. Ia berharap setelah pelatihan ini, kaderisasi di daerah semakin menggeliat dan bergerak untuk eksistensi generasi IPNU di masa depan. (Eka/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Usai Dilantik, IPNU dan IPPNU Bantul Siapkan Program Kerja Prioritas

Bantul, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Bantul resmi dilantik. Acara yang dirangkai dengan Rakercab ini menjadi special karena untuk pertama kalinya kegiatan digelar kembali di “rumah” gedung PCNU Bantul, Ahad (6/9).

Acara yang mengusung tema "Membangun Loyalitas Kader NU melalui Solidaritas" diharapkan mampu menumbuhkan kekompakan dalam meneruskan perjuangan serta pengaderan. Semangat untuk terus membangun dan mengupayakan pendirian anak cabang. Pelantikan sendiri dikukuhkan oleh PW IPNU dan IPPNU Yogyakarta.

Usai Dilantik, IPNU dan IPPNU Bantul Siapkan Program Kerja Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Dilantik, IPNU dan IPPNU Bantul Siapkan Program Kerja Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Dilantik, IPNU dan IPPNU Bantul Siapkan Program Kerja Prioritas

Ketua IPNU Bantul Ahmad Sidik mengajak semua pihak untuk bahu membahu dalam membangun soliditas pengurus dan kader dalam turut serta membangun kehidupan bangsa.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Dalam menghadapi MEA pelajar NU diajak untuk terus mengembangkan potensi dan kompetensi yang mumpuni dengan terobosan baru sehingga dapat bersaing dengan gempuran sumber daya asing yang mau tidak mau kalangan pelajar yang akan menghadapinya.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara Ketua PCNU Bantul H Yasmuri menyebut pelajar IPNU dan IPPNU sebagai pelajar unggul dan terpilih. “Di antara kerikil, palajar NU adalah mutiara. Sehingga akan menjadi penerima estafet kepemimpinan dalam masa depan.”

H Yasmuri berharap pelajar NU Bantul membuat program kerja prioritas sehingga dalam periode dua tahun ke depan dapat program terlaksana sesuai rencana. (Heru Priyanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 03 Agustus 2017

Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Indonesia kembali unjuk prestasi di ajang Musabaqah Hafalan Al-Qur’an tingkat Internasional yang diselenggarakan di Arab Saudi. Dua delegasi yang dikirim oleh Kementerian Agama berhasil menorehkan prestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional

Kedua santri itu adalah Muhammad Abdul Faqih dari Jawa Tengah dan Lalu Muhammad Khairurrazaq (Razaq) dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Faqih merupakan santri Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, sedangkan Razaq dari Pondok Pesantren Darussomad Kerongkong, Lombok Timur.

“Di ajang internasional ini, Faqih meraih terbaik III cabang hafalan Al-Qur’an 30 juz, sedang Razaq menduduki peringkat VII cabang hafalan Al-Qur’an 15 juz,” terang Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Khoiruddin di Jakarta, Minggu (15/10), dalam siaran pers.

Menurut Khoiruddin, capaian kedua santri ini membanggakan dan juga mengharumkan nama bangsa. Sebab, ajang musabaqah ini diikuti lebih dari 80 negara, dari berbagai Benua. Dari Afrika, ada peserta dari Afrika Selatan, Djibouti, dan Nigeria. Dari Eropa, ada Bosnia, Norwegia, dan Inggris. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Dari Asia Tenggara, selain Indonesia, ada Malaysia, Thailand, Kamboja, Filipina, dan Brunei Darussalam,” terangnya.

Khoiruddin menambahkan kedua santri tersebut diikutkan dalam ajang internasional seiring prestasi yang mereka raih pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional tahun 2016 yang digelar di NTB.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Faqih adalah peserta Terbaik II cabang tahfizh 30 juz pada MTQ Nasional di NTB, sedang Razaq adalah peserta Terbaik I cabang tahfizh 15 juz di ajang yang sama pada Tahun 2016,” ujarnya.

“Atas prestasi ini, Faqih mendapat hadiah dari Arab Saudi senilai SAR80.000. Juara dua diraih peserta dari Nigeria mendapat SAR100.000, sedang juara satu diraih peserta dari Bangladesh dan mendapat hadiah SAR120.000,” tutur Khoiruddin.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi, Mastuki, mengatakan kalau Faqih dan Razaq hari ini akan kembali ke Indonesia. Mereka dijadwalkan akan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (16/10) pukul 09.00 WIB.

“Sebagaimana delegasi Indonesia yang berprestasi di beragam cabang lainnya, kedatangan Faqih dan Razaq juga akan disambut secara resmi di Bandara. Rencananya, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dan Direktur Penais Khoiruddin akan langsung menyambut kedatangan para santri yang sudah mengharumkan nama bangsa,” terang Mastuki.

Tidak sekedar menyambut, kata Mastuki, apresiasi atas prestasi yang mereka capai juga sudah disiapkan oleh Kementerian Agama, baik dari Ditjen Bimas Islam maupun Ditjen Pendidikan Islam.

“Seiring momentum hari santri, mereka akan menjadi tamu istimewa dalam puncak peringatan Hari Santri di Semarang, 22 Oktober mendatang,” katanya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU, Humor Islam, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 02 Agustus 2017

Akper Pesantren Al Hikmah Tingkatkan Mutu Masyarakat

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Bertambahnya lulusan dari perguruan tinggi hendaknya jangan menjadi beban bagi masyarakat dengan bertambahnya pengangguran berpendidikan. Tetapi hendaknya setiap lulusan perguruan tinggi atau akademi mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dan akan lebih mulia bila lulusannya sangat di nanti karena mampu meningkatkan derajat ekonomi dan intelektualitasnya dapat dipertanggungjawabkan di masyarakat.

Akper Pesantren Al Hikmah Tingkatkan Mutu Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Akper Pesantren Al Hikmah Tingkatkan Mutu Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Akper Pesantren Al Hikmah Tingkatkan Mutu Masyarakat

Hal tersebut disampaikan Bupati Brebes saat sambutan pada wisuda dan angkat sumpah VIII Akademi Keperawatan (Akper) Al Hikmah 2 Brebes, di GOR Ponpes Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes Rabu (25/9).

Menurut Bupati, dirinya sangat berterima kasih kepada Akper Al Hikmah 2 karena lulusannya terbukti telah memberikan sumbangsih yang besar dalam peningkatan IPM Brebes. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Saya dengar dari Pak Direktur, kalau lulusan Akper semuanya bekerja bahkan diminta pihak rumah sakit di Arab Saudi,” kata Bupati disambut tepuk tangan hadirin. 

Bupati memuji, keberadaan lulusan Akper Al Hikmah 2 memiliki kelebihan karena penempaan yang seimbang antara keahlian dalam keperawatan juga ahli dalam ilmu agama. Pasalnya, mereka mendapatkan ilmu dalam lingkungan pesantren yang mahasiswanya juga mondok. “Saya kagum, wisudawan semuanya hafal Surat Yasin,” pujinya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Direktur Akper Al Hikmah 2 dr H Zunan Arif Budi Santoso MM melaporkan, sebanyak 38 mahasiswa Akper Al Hikmah 2 telah mengikuti ujian akhir 2013, Program Jenjang Diploma III lulus 100 persen. Wisudawan terbaik I diraih Umi Nurfatiyah IPK 3,87, terbaik II Umi Aisyah (3,80), dan terbaik III Nani Sofiani (3,78). 

“Kami menerapkan pola pendidikan transfer of knowledge dengan penekanan pada aspek skill dan spritualitas,” terangnya.

Dia menambahkan, setiap mahasiswa Akper wajib hafal Surat Yasin, Waqiah dan Tabaroq.

Hingga kini, lanjutnya, Akper Al Hikmah 2 telah meluluskan 159 mahasiswa sejak berdiri 3 tahun yang lalu. Semua lulusannya sduah bekerja baik di instansi swasta, PNS, di Jawa dan luar Jawa bahkan di rumah sakit Ghazil Killah Takaful Khairiyah, Mekah.

Atas prestasinya, pihak Kopertis wilayah VI memberikan beasiswa prestasi peningkatan akademik (PPA) kepada 10 orang mahasiswa. 

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Bendahara Kopertis wilayah VI Jateng Hendrardi Sulistyawan MM, Kabag Humas dan Protokol  Setda Brebes Atmo Tan Sidik, Camat Sirampog Munaedi dan orang tua wisudawan. (wasdiun/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax, Amalan, Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah