Minggu, 06 Agustus 2017

Santunan Yatim Piatu Sertai PKD Ansor Genuk

Semarang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ada beragam cara untuk mengisi bulan Ramadhan. Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Genuk, Kota Semarang memilih kegiatan kaderisasi untuk mengisi bulan suci ini. Melalui Perkaderan Tingkat Dasar (PKD) diharapkan akan lahir para kader yang berkualitas.

PKD yang digelar Sabtu (19/7) malam di kecamatan setempat itu diikuti seluruh utusan dari Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kecamatan Genuk. Selain PKD bertajuk “Militansi dalam Berorganisasi”, GP Ansor Genuk juga menyelenggarakan buka puasa bersama dan santunan yatim piatu dan dhuafa.

Santunan Yatim Piatu Sertai PKD Ansor Genuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Santunan Yatim Piatu Sertai PKD Ansor Genuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Santunan Yatim Piatu Sertai PKD Ansor Genuk

Ketua PAC GP Ansor Genuk Muslimin mengatakan, saat ini kita membutuhkan kader yang memiliki militansi tinggi, menyadari akan kediriannya dan perannya khususnya sebagai kader Nahdliyin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Apalah arti sebagai mayoritas warga NU namun jika tidak memiliki keberpihakan kepada NU. Maka saatnya membangun kedirian salah satunya dengan mengikuti Perkaderan Tingkat Dasar,” jelasnya

M. Afdlori, SH, MH salah satu mengatakan, pemimpin tidak ditemukan di sekolahan, kampus, universitas maupun yang memiliki gelar sarjana, tapi pemimpin lahir dari perjalanan. Ketika lahir ia memiliki kelebihan, mampu menggerakkan, kuat manajemennya dan mempu menjembatani.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pemimpin dalam organisasi di lingkungan NU lebih tepatnya disebut Khodimul Umat yakni sebagai pelayan,” tuturnya.

“Pemimpin adalah pelayan sehingga ia melayani terhadap umatnya sehingga mengandung makna luas kalau sudah ditunjuk sebagai pemimpin harus mendengar, mengerti, dan melangkah lalu berbuat terhadap keberadaan jamaahnya,” lanjutnya. (Lukni Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meme Islam, Nahdlatul Ulama, Doa PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 04 Agustus 2017

IPNU Jatim Cetak Pelatih Andal Kaderisasi di Pulau Garam

Pamekasan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus PW IPNU Jawa Timur mengadakan Latihan Pelatih (Latpel) di pesantren Al-Abror, Larangan, Pamekasan, sejak Kamis-Ahad (13-16/11). Pelatihan pada tahap kelima ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan secara berkala dari beberapa koordinator di daerah di seluruh Jatim.

IPNU Jatim Cetak Pelatih Andal Kaderisasi di Pulau Garam (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jatim Cetak Pelatih Andal Kaderisasi di Pulau Garam (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jatim Cetak Pelatih Andal Kaderisasi di Pulau Garam

Pelatihan ini mengambil tempat tepat berada di tengah Pulau Garam sehingga memudahkan peserta pelatihan untuk turut hadir.

Kegiatan yang mengambil tema “Mengembalikan Ruh Pengkaderan, Sebagai Turbin Perubahan” ini, dihadiri peserta yang berasal dari seluruh kabupaten di Madura.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelatihan ini difasilitasi Muhith Efendi. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan materi antara lain falsafah dan prinsip pelatihan, metode dan media pelatihan, psikologi pelatihan, metodologi pelatihan serta materi analisis sosial.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua IPNU Jatim Imam Fadlli mengungkapkan kegembiraannya saat di lokasi. Ia merasa bangga karena pelatihan yang menjadi ujung tombak kaderisasi di Jatim ini berjalan dengan lancar dan sukses.

“Syukur alhamdulillah, latpel ini sudah mencapai tahap ke-5, kaderisasi ini perlu kita laksanakan terus agar melahirkan pelatih-pelatih andal di seluruh Jawa Timur tak terkecuali pulau Madura” terangnya.

Sementara Ketua tim pelatih Jatim Haikal AZ menerangkan, pelatihan ini diselenggarakan guna memenuhi kebutuhan tenaga pelatih dan fasilitator di Madura. Ia berharap setelah pelatihan ini, kaderisasi di daerah semakin menggeliat dan bergerak untuk eksistensi generasi IPNU di masa depan. (Eka/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Usai Dilantik, IPNU dan IPPNU Bantul Siapkan Program Kerja Prioritas

Bantul, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Bantul resmi dilantik. Acara yang dirangkai dengan Rakercab ini menjadi special karena untuk pertama kalinya kegiatan digelar kembali di “rumah” gedung PCNU Bantul, Ahad (6/9).

Acara yang mengusung tema "Membangun Loyalitas Kader NU melalui Solidaritas" diharapkan mampu menumbuhkan kekompakan dalam meneruskan perjuangan serta pengaderan. Semangat untuk terus membangun dan mengupayakan pendirian anak cabang. Pelantikan sendiri dikukuhkan oleh PW IPNU dan IPPNU Yogyakarta.

Usai Dilantik, IPNU dan IPPNU Bantul Siapkan Program Kerja Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Dilantik, IPNU dan IPPNU Bantul Siapkan Program Kerja Prioritas (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Dilantik, IPNU dan IPPNU Bantul Siapkan Program Kerja Prioritas

Ketua IPNU Bantul Ahmad Sidik mengajak semua pihak untuk bahu membahu dalam membangun soliditas pengurus dan kader dalam turut serta membangun kehidupan bangsa.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Dalam menghadapi MEA pelajar NU diajak untuk terus mengembangkan potensi dan kompetensi yang mumpuni dengan terobosan baru sehingga dapat bersaing dengan gempuran sumber daya asing yang mau tidak mau kalangan pelajar yang akan menghadapinya.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara Ketua PCNU Bantul H Yasmuri menyebut pelajar IPNU dan IPPNU sebagai pelajar unggul dan terpilih. “Di antara kerikil, palajar NU adalah mutiara. Sehingga akan menjadi penerima estafet kepemimpinan dalam masa depan.”

H Yasmuri berharap pelajar NU Bantul membuat program kerja prioritas sehingga dalam periode dua tahun ke depan dapat program terlaksana sesuai rencana. (Heru Priyanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam, Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 03 Agustus 2017

Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Indonesia kembali unjuk prestasi di ajang Musabaqah Hafalan Al-Qur’an tingkat Internasional yang diselenggarakan di Arab Saudi. Dua delegasi yang dikirim oleh Kementerian Agama berhasil menorehkan prestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional

Kedua santri itu adalah Muhammad Abdul Faqih dari Jawa Tengah dan Lalu Muhammad Khairurrazaq (Razaq) dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Faqih merupakan santri Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, sedangkan Razaq dari Pondok Pesantren Darussomad Kerongkong, Lombok Timur.

“Di ajang internasional ini, Faqih meraih terbaik III cabang hafalan Al-Qur’an 30 juz, sedang Razaq menduduki peringkat VII cabang hafalan Al-Qur’an 15 juz,” terang Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Khoiruddin di Jakarta, Minggu (15/10), dalam siaran pers.

Menurut Khoiruddin, capaian kedua santri ini membanggakan dan juga mengharumkan nama bangsa. Sebab, ajang musabaqah ini diikuti lebih dari 80 negara, dari berbagai Benua. Dari Afrika, ada peserta dari Afrika Selatan, Djibouti, dan Nigeria. Dari Eropa, ada Bosnia, Norwegia, dan Inggris. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Dari Asia Tenggara, selain Indonesia, ada Malaysia, Thailand, Kamboja, Filipina, dan Brunei Darussalam,” terangnya.

Khoiruddin menambahkan kedua santri tersebut diikutkan dalam ajang internasional seiring prestasi yang mereka raih pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional tahun 2016 yang digelar di NTB.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Faqih adalah peserta Terbaik II cabang tahfizh 30 juz pada MTQ Nasional di NTB, sedang Razaq adalah peserta Terbaik I cabang tahfizh 15 juz di ajang yang sama pada Tahun 2016,” ujarnya.

“Atas prestasi ini, Faqih mendapat hadiah dari Arab Saudi senilai SAR80.000. Juara dua diraih peserta dari Nigeria mendapat SAR100.000, sedang juara satu diraih peserta dari Bangladesh dan mendapat hadiah SAR120.000,” tutur Khoiruddin.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi, Mastuki, mengatakan kalau Faqih dan Razaq hari ini akan kembali ke Indonesia. Mereka dijadwalkan akan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (16/10) pukul 09.00 WIB.

“Sebagaimana delegasi Indonesia yang berprestasi di beragam cabang lainnya, kedatangan Faqih dan Razaq juga akan disambut secara resmi di Bandara. Rencananya, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dan Direktur Penais Khoiruddin akan langsung menyambut kedatangan para santri yang sudah mengharumkan nama bangsa,” terang Mastuki.

Tidak sekedar menyambut, kata Mastuki, apresiasi atas prestasi yang mereka capai juga sudah disiapkan oleh Kementerian Agama, baik dari Ditjen Bimas Islam maupun Ditjen Pendidikan Islam.

“Seiring momentum hari santri, mereka akan menjadi tamu istimewa dalam puncak peringatan Hari Santri di Semarang, 22 Oktober mendatang,” katanya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU, Humor Islam, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 02 Agustus 2017

Akper Pesantren Al Hikmah Tingkatkan Mutu Masyarakat

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Bertambahnya lulusan dari perguruan tinggi hendaknya jangan menjadi beban bagi masyarakat dengan bertambahnya pengangguran berpendidikan. Tetapi hendaknya setiap lulusan perguruan tinggi atau akademi mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dan akan lebih mulia bila lulusannya sangat di nanti karena mampu meningkatkan derajat ekonomi dan intelektualitasnya dapat dipertanggungjawabkan di masyarakat.

Akper Pesantren Al Hikmah Tingkatkan Mutu Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Akper Pesantren Al Hikmah Tingkatkan Mutu Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Akper Pesantren Al Hikmah Tingkatkan Mutu Masyarakat

Hal tersebut disampaikan Bupati Brebes saat sambutan pada wisuda dan angkat sumpah VIII Akademi Keperawatan (Akper) Al Hikmah 2 Brebes, di GOR Ponpes Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes Rabu (25/9).

Menurut Bupati, dirinya sangat berterima kasih kepada Akper Al Hikmah 2 karena lulusannya terbukti telah memberikan sumbangsih yang besar dalam peningkatan IPM Brebes. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Saya dengar dari Pak Direktur, kalau lulusan Akper semuanya bekerja bahkan diminta pihak rumah sakit di Arab Saudi,” kata Bupati disambut tepuk tangan hadirin. 

Bupati memuji, keberadaan lulusan Akper Al Hikmah 2 memiliki kelebihan karena penempaan yang seimbang antara keahlian dalam keperawatan juga ahli dalam ilmu agama. Pasalnya, mereka mendapatkan ilmu dalam lingkungan pesantren yang mahasiswanya juga mondok. “Saya kagum, wisudawan semuanya hafal Surat Yasin,” pujinya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Direktur Akper Al Hikmah 2 dr H Zunan Arif Budi Santoso MM melaporkan, sebanyak 38 mahasiswa Akper Al Hikmah 2 telah mengikuti ujian akhir 2013, Program Jenjang Diploma III lulus 100 persen. Wisudawan terbaik I diraih Umi Nurfatiyah IPK 3,87, terbaik II Umi Aisyah (3,80), dan terbaik III Nani Sofiani (3,78). 

“Kami menerapkan pola pendidikan transfer of knowledge dengan penekanan pada aspek skill dan spritualitas,” terangnya.

Dia menambahkan, setiap mahasiswa Akper wajib hafal Surat Yasin, Waqiah dan Tabaroq.

Hingga kini, lanjutnya, Akper Al Hikmah 2 telah meluluskan 159 mahasiswa sejak berdiri 3 tahun yang lalu. Semua lulusannya sduah bekerja baik di instansi swasta, PNS, di Jawa dan luar Jawa bahkan di rumah sakit Ghazil Killah Takaful Khairiyah, Mekah.

Atas prestasinya, pihak Kopertis wilayah VI memberikan beasiswa prestasi peningkatan akademik (PPA) kepada 10 orang mahasiswa. 

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Bendahara Kopertis wilayah VI Jateng Hendrardi Sulistyawan MM, Kabag Humas dan Protokol  Setda Brebes Atmo Tan Sidik, Camat Sirampog Munaedi dan orang tua wisudawan. (wasdiun/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax, Amalan, Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis

Garut, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Santri-santri di Garut melahirkan ratusan karya tulis. Diantara mereka yang terkenal adalah Raden Haji Muhammad Musa, Haji Hasan Mustofa, H. Usep Romli HM, H Enas Mabarti, dan KH Moh. Nuh Ad-Dawami.

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis

Haji Muhammad Musa (1822- 1886), adalah pemula dalam sastra Sunda. Karangan terkenalnya Wawacan Panji Wulung. Haji Hasan Mustofa (1852- 1930) pengarang, ulama, dan tokoh Sunda abad ke-19. Diriwayatkan, ia menulis 10.000 bait dangding yang mutunya dianggap sangat tinggi oleh para pengeritik sastra Sunda.

Dari tangan Usep Romli HM lahir puluhan karya, mulai novel, puisi, cerita anak dan esai. Ia dua kali dianugerahi Sastra Rancage. Enas Mabarti menulis buku Sidep Rencep Gunem dan Padoman Politik Keur Warga NU. KH M Nuh Ad-Dawami, menulis, menukil dan menerjemahkan kitab hingga 20 buah lebih. Yang lebih muda ada Iip D. Yahya, serta penulis-penulis lain.   

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal tersebut merupakan materi yang disampaikan pada pelatihan jurnalistik dengan tema “Santriwati menulis; mendokumentasikan khidmah pesantren”, berlangsung di Pesantren Nurul Huda Cibojong, Kecamatan Cisurupan, 25 km ke arah selatan dari pusat Kota Garut, pada Ahad-Senin (10-11/2).

Pesertanya 20 santriwati. Mereka para aktivis di Fatayat, Kopri PMII, IPPNU, santriwati, dan OSIS. “Selama ini kan ngomong pesantren itu selalu laki-laki. Ingin menginisiasi pesantren dari persepektif perempuannya melalui aktivitas menulis,” jelas Irham Saifuddin, salah seorang panitia, ketika ditanya PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Senin (11/2).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menambahkan, kita baru tahu Abdurrahman Wahid dan adiknya yang hebat-hebat itu dibesarkan oleh ibunya yang luar biasa. Sehingga ia dikatakan “ibu perjuangan”. Ini artinya, perempuan juga bisa berperan penting.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah menciptakan perempuan yang bisa bergerak keagamaan di daerah masing-masing,”  tambah Ai Sadidah salah seorang pemateri.    

Sementara itu, salah seorang pengasuh pesantren Ajengan Cecep Jaya Krama mengatakan, menulis  juga bisa dijadikan alat untuk berdakwah. Ia menukil sebuah kaidah bahwa dakwah itu ada tiga; bil-hal, bil lisan dan bi-tadwin. Nah, menulis ini adalah bagian dakwah bi-tadwin (tulisan).

Penulis: Abdullah Alawi   

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama, Fragmen, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Konferensi Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Wonoasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur baru saja usai, 21 Januari kemarin. Namun, ketua terpilih IPNU setempat Wahyu Aminullah dan ketua terpilih IPPNU Evi Kumalasari bersemangat untuk mengintensifkan koordinasi program kerja yang rencananya dibentuk pada Jumat (27/1) mendatang.

Lazimnya, rapat program kerja dilaksanakan setelah pengurus dilantik. Tapi kedua ketua terpilih tersebut merasa perlu “ngebet” dengan alasan menyelamatkan organisasi.

‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik

“Kita secepatnya melakukan penyusunan program kerja untuk IPNU dan IPPNU masa bakti 2017-2019 ini. Karena jika tidak, dikhawatirkan kaderasasi sedikit tersendat disebabkan sepinya kegiatan,” kata Evi Kumalasari, ketua tim formatur PAC IPPNU Kecamatan Wonoasih ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senada, Wahyu Aminullah mengatakan, tindakan tersebut dirasa sangat perlu melihat situasi dan kondisi pengaderan sejauh ini terasa enggan untuk hidup yang bisa saja mengancam keberlangsungan regenerasi.

Mantan ketua demisioner PC IPNU Kecamatan Wonoasih Hijjul Manis Tatok Ilaihi menyetujui usulan tersebut. “Masa kepemimpinan saya (dan Mamlu’ul, ketua demisioner PC IPPNU Kecamatan Wonoasih) hampir satu tahun setengah PAC Wonoasih laa yahya walaa yamuut (tidak hidup matipun segan, red). Maka dari itu saya sangat berharap kepengurusan selanjutnya apa pun yang disemangati untuk kemajuan PAC laksanakan saja walaupun kadangkala tidak sesuai dengan PD PRT,” tuturnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kedua ketua terpilih ini tampak mengebu-gebu, meski keduanya mengaku khawatir jika kesibukan pribadi suatu saat mengganggu semangatnya berorganisasi. Tapi Wahyu Aminullah dan Evi Kumalasari berkomitmen untuk tetap proaktif mengurus organisasi. (Abdul Hamid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Hadits, Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah