Kamis, 03 Agustus 2017

Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Indonesia kembali unjuk prestasi di ajang Musabaqah Hafalan Al-Qur’an tingkat Internasional yang diselenggarakan di Arab Saudi. Dua delegasi yang dikirim oleh Kementerian Agama berhasil menorehkan prestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional

Kedua santri itu adalah Muhammad Abdul Faqih dari Jawa Tengah dan Lalu Muhammad Khairurrazaq (Razaq) dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Faqih merupakan santri Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, sedangkan Razaq dari Pondok Pesantren Darussomad Kerongkong, Lombok Timur.

“Di ajang internasional ini, Faqih meraih terbaik III cabang hafalan Al-Qur’an 30 juz, sedang Razaq menduduki peringkat VII cabang hafalan Al-Qur’an 15 juz,” terang Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Khoiruddin di Jakarta, Minggu (15/10), dalam siaran pers.

Menurut Khoiruddin, capaian kedua santri ini membanggakan dan juga mengharumkan nama bangsa. Sebab, ajang musabaqah ini diikuti lebih dari 80 negara, dari berbagai Benua. Dari Afrika, ada peserta dari Afrika Selatan, Djibouti, dan Nigeria. Dari Eropa, ada Bosnia, Norwegia, dan Inggris. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Dari Asia Tenggara, selain Indonesia, ada Malaysia, Thailand, Kamboja, Filipina, dan Brunei Darussalam,” terangnya.

Khoiruddin menambahkan kedua santri tersebut diikutkan dalam ajang internasional seiring prestasi yang mereka raih pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional tahun 2016 yang digelar di NTB.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Faqih adalah peserta Terbaik II cabang tahfizh 30 juz pada MTQ Nasional di NTB, sedang Razaq adalah peserta Terbaik I cabang tahfizh 15 juz di ajang yang sama pada Tahun 2016,” ujarnya.

“Atas prestasi ini, Faqih mendapat hadiah dari Arab Saudi senilai SAR80.000. Juara dua diraih peserta dari Nigeria mendapat SAR100.000, sedang juara satu diraih peserta dari Bangladesh dan mendapat hadiah SAR120.000,” tutur Khoiruddin.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi, Mastuki, mengatakan kalau Faqih dan Razaq hari ini akan kembali ke Indonesia. Mereka dijadwalkan akan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (16/10) pukul 09.00 WIB.

“Sebagaimana delegasi Indonesia yang berprestasi di beragam cabang lainnya, kedatangan Faqih dan Razaq juga akan disambut secara resmi di Bandara. Rencananya, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dan Direktur Penais Khoiruddin akan langsung menyambut kedatangan para santri yang sudah mengharumkan nama bangsa,” terang Mastuki.

Tidak sekedar menyambut, kata Mastuki, apresiasi atas prestasi yang mereka capai juga sudah disiapkan oleh Kementerian Agama, baik dari Ditjen Bimas Islam maupun Ditjen Pendidikan Islam.

“Seiring momentum hari santri, mereka akan menjadi tamu istimewa dalam puncak peringatan Hari Santri di Semarang, 22 Oktober mendatang,” katanya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU, Humor Islam, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 02 Agustus 2017

Akper Pesantren Al Hikmah Tingkatkan Mutu Masyarakat

Brebes, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Bertambahnya lulusan dari perguruan tinggi hendaknya jangan menjadi beban bagi masyarakat dengan bertambahnya pengangguran berpendidikan. Tetapi hendaknya setiap lulusan perguruan tinggi atau akademi mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dan akan lebih mulia bila lulusannya sangat di nanti karena mampu meningkatkan derajat ekonomi dan intelektualitasnya dapat dipertanggungjawabkan di masyarakat.

Akper Pesantren Al Hikmah Tingkatkan Mutu Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Akper Pesantren Al Hikmah Tingkatkan Mutu Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Akper Pesantren Al Hikmah Tingkatkan Mutu Masyarakat

Hal tersebut disampaikan Bupati Brebes saat sambutan pada wisuda dan angkat sumpah VIII Akademi Keperawatan (Akper) Al Hikmah 2 Brebes, di GOR Ponpes Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes Rabu (25/9).

Menurut Bupati, dirinya sangat berterima kasih kepada Akper Al Hikmah 2 karena lulusannya terbukti telah memberikan sumbangsih yang besar dalam peningkatan IPM Brebes. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Saya dengar dari Pak Direktur, kalau lulusan Akper semuanya bekerja bahkan diminta pihak rumah sakit di Arab Saudi,” kata Bupati disambut tepuk tangan hadirin. 

Bupati memuji, keberadaan lulusan Akper Al Hikmah 2 memiliki kelebihan karena penempaan yang seimbang antara keahlian dalam keperawatan juga ahli dalam ilmu agama. Pasalnya, mereka mendapatkan ilmu dalam lingkungan pesantren yang mahasiswanya juga mondok. “Saya kagum, wisudawan semuanya hafal Surat Yasin,” pujinya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Direktur Akper Al Hikmah 2 dr H Zunan Arif Budi Santoso MM melaporkan, sebanyak 38 mahasiswa Akper Al Hikmah 2 telah mengikuti ujian akhir 2013, Program Jenjang Diploma III lulus 100 persen. Wisudawan terbaik I diraih Umi Nurfatiyah IPK 3,87, terbaik II Umi Aisyah (3,80), dan terbaik III Nani Sofiani (3,78). 

“Kami menerapkan pola pendidikan transfer of knowledge dengan penekanan pada aspek skill dan spritualitas,” terangnya.

Dia menambahkan, setiap mahasiswa Akper wajib hafal Surat Yasin, Waqiah dan Tabaroq.

Hingga kini, lanjutnya, Akper Al Hikmah 2 telah meluluskan 159 mahasiswa sejak berdiri 3 tahun yang lalu. Semua lulusannya sduah bekerja baik di instansi swasta, PNS, di Jawa dan luar Jawa bahkan di rumah sakit Ghazil Killah Takaful Khairiyah, Mekah.

Atas prestasinya, pihak Kopertis wilayah VI memberikan beasiswa prestasi peningkatan akademik (PPA) kepada 10 orang mahasiswa. 

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Bendahara Kopertis wilayah VI Jateng Hendrardi Sulistyawan MM, Kabag Humas dan Protokol  Setda Brebes Atmo Tan Sidik, Camat Sirampog Munaedi dan orang tua wisudawan. (wasdiun/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax, Amalan, Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis

Garut, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Santri-santri di Garut melahirkan ratusan karya tulis. Diantara mereka yang terkenal adalah Raden Haji Muhammad Musa, Haji Hasan Mustofa, H. Usep Romli HM, H Enas Mabarti, dan KH Moh. Nuh Ad-Dawami.

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis

Haji Muhammad Musa (1822- 1886), adalah pemula dalam sastra Sunda. Karangan terkenalnya Wawacan Panji Wulung. Haji Hasan Mustofa (1852- 1930) pengarang, ulama, dan tokoh Sunda abad ke-19. Diriwayatkan, ia menulis 10.000 bait dangding yang mutunya dianggap sangat tinggi oleh para pengeritik sastra Sunda.

Dari tangan Usep Romli HM lahir puluhan karya, mulai novel, puisi, cerita anak dan esai. Ia dua kali dianugerahi Sastra Rancage. Enas Mabarti menulis buku Sidep Rencep Gunem dan Padoman Politik Keur Warga NU. KH M Nuh Ad-Dawami, menulis, menukil dan menerjemahkan kitab hingga 20 buah lebih. Yang lebih muda ada Iip D. Yahya, serta penulis-penulis lain.   

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal tersebut merupakan materi yang disampaikan pada pelatihan jurnalistik dengan tema “Santriwati menulis; mendokumentasikan khidmah pesantren”, berlangsung di Pesantren Nurul Huda Cibojong, Kecamatan Cisurupan, 25 km ke arah selatan dari pusat Kota Garut, pada Ahad-Senin (10-11/2).

Pesertanya 20 santriwati. Mereka para aktivis di Fatayat, Kopri PMII, IPPNU, santriwati, dan OSIS. “Selama ini kan ngomong pesantren itu selalu laki-laki. Ingin menginisiasi pesantren dari persepektif perempuannya melalui aktivitas menulis,” jelas Irham Saifuddin, salah seorang panitia, ketika ditanya PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Senin (11/2).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menambahkan, kita baru tahu Abdurrahman Wahid dan adiknya yang hebat-hebat itu dibesarkan oleh ibunya yang luar biasa. Sehingga ia dikatakan “ibu perjuangan”. Ini artinya, perempuan juga bisa berperan penting.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah menciptakan perempuan yang bisa bergerak keagamaan di daerah masing-masing,”  tambah Ai Sadidah salah seorang pemateri.    

Sementara itu, salah seorang pengasuh pesantren Ajengan Cecep Jaya Krama mengatakan, menulis  juga bisa dijadikan alat untuk berdakwah. Ia menukil sebuah kaidah bahwa dakwah itu ada tiga; bil-hal, bil lisan dan bi-tadwin. Nah, menulis ini adalah bagian dakwah bi-tadwin (tulisan).

Penulis: Abdullah Alawi   

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama, Fragmen, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Konferensi Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Wonoasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur baru saja usai, 21 Januari kemarin. Namun, ketua terpilih IPNU setempat Wahyu Aminullah dan ketua terpilih IPPNU Evi Kumalasari bersemangat untuk mengintensifkan koordinasi program kerja yang rencananya dibentuk pada Jumat (27/1) mendatang.

Lazimnya, rapat program kerja dilaksanakan setelah pengurus dilantik. Tapi kedua ketua terpilih tersebut merasa perlu “ngebet” dengan alasan menyelamatkan organisasi.

‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik

“Kita secepatnya melakukan penyusunan program kerja untuk IPNU dan IPPNU masa bakti 2017-2019 ini. Karena jika tidak, dikhawatirkan kaderasasi sedikit tersendat disebabkan sepinya kegiatan,” kata Evi Kumalasari, ketua tim formatur PAC IPPNU Kecamatan Wonoasih ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senada, Wahyu Aminullah mengatakan, tindakan tersebut dirasa sangat perlu melihat situasi dan kondisi pengaderan sejauh ini terasa enggan untuk hidup yang bisa saja mengancam keberlangsungan regenerasi.

Mantan ketua demisioner PC IPNU Kecamatan Wonoasih Hijjul Manis Tatok Ilaihi menyetujui usulan tersebut. “Masa kepemimpinan saya (dan Mamlu’ul, ketua demisioner PC IPPNU Kecamatan Wonoasih) hampir satu tahun setengah PAC Wonoasih laa yahya walaa yamuut (tidak hidup matipun segan, red). Maka dari itu saya sangat berharap kepengurusan selanjutnya apa pun yang disemangati untuk kemajuan PAC laksanakan saja walaupun kadangkala tidak sesuai dengan PD PRT,” tuturnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kedua ketua terpilih ini tampak mengebu-gebu, meski keduanya mengaku khawatir jika kesibukan pribadi suatu saat mengganggu semangatnya berorganisasi. Tapi Wahyu Aminullah dan Evi Kumalasari berkomitmen untuk tetap proaktif mengurus organisasi. (Abdul Hamid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Hadits, Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Afi: Jangan Ludahi Sumur yang Kita Timba dan Minum Airnya

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ratusan pengunjung memadati parkir utara PWNU Jatim yang berada di Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. Mereka antusias menghadiri diskusi Cangkir9 yang menghadirkan pelajar dari Banyuwangi, Afi Nihaya Faradisa (18) yang lebih akrab disapa Afi.

Menurut pelajar SMAN 1 Gambiran yang baru lulus tersebut, kemampuan menulisnya diperoleh lantaran gemar membaca. "Setidaknya ada tiga buka yang saya baca selama seminggu," katanya, Jumat (9/6) malam. Ia sependapat dengan ungkapan bahwa membaca adalah jendela dunia, lanjutnya yang tampil bersama KH Robikin Emhas dari PBNU.

Afi: Jangan Ludahi Sumur yang Kita Timba dan Minum Airnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Afi: Jangan Ludahi Sumur yang Kita Timba dan Minum Airnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Afi: Jangan Ludahi Sumur yang Kita Timba dan Minum Airnya

Dan itu pula yang menginspirasi beberapa statusnya di akun Facebook dan bahkan menjadi viral. Tulisan berjudul "Warisan" di akun FB-nya yang menyuarakan tentang keragaman telah disebarkan ratusan ribu orang. "Tentu saja menimbulkan pro dan kontra," kata pemilik nama asli Asa Firda Inayah ini.

Lantaran kegemarannya dalam menebar semangat untuk menghargai keberagaman tersebut, sejumlah ancaman harus diterima. "Termasuk dibully, dan dituduh sebagai bukan muslim," ungkapnya. Tidak sedikit dalam komentar yang memerintahkannya untuk melepas jilbab, hingga ancaman dibunuh.

Menghadapi berbagai teror dan intimidasi, gadis kelahiran 23 Juli 1998 tersebut dengan lantang mengatakan tidak gentar. "Saya tidak takut," katanya disambut tepuk tangan hadirin yang memadati lokasi. Karena dia memiliki Allah SWT Yang Maha Kuasa. Demikian juga sejumlah kalangan telah memberikan perlindungan, termasuk Barisan Serba Guna atau Banser dan Ansor.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Afi percaya, kalangan yang sependapat dengan gagasan yang diusung jumlahnya lebih banyak dari mereka yang kontra. "Jumlah mereka sedikit tapi berisik," ungkapnya. Karena itu tugas kelompok mayoritas untuk terus menebar kedamaian di berbagai media, termasuk media sosial.

"Jangan meludahi sumur yang kita timba dan minum airnya," katanya memberikan tamsil terkait kian gencarnya ujaran kebencian yang menghiasi media sosial. Yang justru harus disebar adalah kedamaian, menghargai perbedaan dan keragaman di negeri tercinta, Indonesia ini.

Diskusi Cangkir9 adalah kegiatan cangkruk dan fikir yang digagas lembaga dan badan otonom di lingkungan PWNU Jatim. Kegiatan dilangsungkan setiap bulan dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dalam membicarakan topik aktual. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam, Ahlussunnah, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 01 Agustus 2017

LTNNU Garda Terdepan Hadapi Isu Lemahkan NU

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Lembaga Talif wan Nasyr Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur dengan tegas menyikapi perkembangan bangsa dan isu-isu yang berseliweran di Republik ini. Juga isu yang memojokkan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.?

"Tugas kita semakin berat, kekuatan dunia maya begitu berpengaruh besar, maka dari itu perlu adanya kerja sama untuk meringankan tugas itu," kata Ahmad Najib AR, Ketua LTN NU Jatim, saat memberikan sambutan di acara halal bihalal (25/7).

LTNNU Garda Terdepan Hadapi Isu Lemahkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Garda Terdepan Hadapi Isu Lemahkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Garda Terdepan Hadapi Isu Lemahkan NU

Isu di media sosial dan media ekstrem lainnya sering kali memojokkan NU. Maka dari itu LTN NU harus menjadi garda terdepan memperkuat NU untuk menghadapi isu-isu yang melemahkan NU melalui media.

Nahdlatul Ulama terbukti hingga saat ini menjadi satu-satunya organisasi yang menjadi benteng NKRI. Menurut Najib, jika NU bubar maka Indonesia akan hancur.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal itu, lanjut dia, terbukti sejak berdirinya Indonesia. Perkembangan Perppu nomer 2 tahun 2017 tentang ormas, baik yang pro atau kontra tidak pengaruh pada NU.

Najib menjelaskan, tantangan Nahdlatul Ulama semakin hari semakin berat. NU menjadi target berbagai pihak dengan bermacam isu, mulai isu full day school hingga Perppu Ormas. Itu semua bermuara untuk melemahkan kekuatan NU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Acara yang bertajuk halal bihalal dan rapat koordinasi ini dilaksanakan di ruang Salsabila, Gedung PWNU. Hadir pula PC LTN NU se-Jawa Timur, KH Sholeh Hayat Wakil Ketua PWNU Jatim dan KH Maruf Asrori Penasehat LTN NU Jatim. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Quote, Anti Hoax, Khutbah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 31 Juli 2017

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sejarah perjuangan ulama NU banyak yang tidak tercatat dalam buku-buku sejarah yang selama ini beredar dan menjadi dokumen negara. Hal ini disampaikan Khoirul Anam dalam forum bedah buku Ensiklopedia NU yang digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Sabtu (21/6).

Karenanya, kata salah satu penulis Ensiklopedia NU itu, buku yang diluncurkan PBNU Mei lalu ini merupakan upaya minimalis dalam mencatat dan mendokumentasikan sejarah NU dalam membangun bangsa Indonesia.

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis

“Ini adalah upaya minimalis, dan masih banyak cerita-cerita yang belum bisa termuat dalam buku 4 jilid ini,” beber Anam mengawali diskusi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Anam mengungkapkan, salah satu sejarah besar perjuangan ulama NU yang tidak tercatat itu adalah perjuangan pendiri NU dalam mengobarkan Resolusi Jihad dalam rangka mempertahankan Tanah Air dari ancaman penjajahan. “Ini karena orang NU tidak terlibat aktif dalam penulisan buku buku sejarah," tuturnya.

Abdul Ghofur Maimoen Zubair yang turut menjadi narasumber bedah buku itu meminta agar sejarah pendidikan di pesantren dan madrasah mendapatkan perhatian untuk ditulis. Menurutnya, metode dan kurikulum madrasah sangat unik.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

”Bagaimana kurikulum pesantren dan madrasah bisa seperti itu, dari mana para kiai ulama membuat kurikulum pendidikan madrasah. Karena kurikulum madrasah lebih baik dari kurikulum yang ada sekarang,” ujar putra KH Maimoen Zubair ini.

Gus Ghofur, sapaanya, mengatakan, untuk memperkaya referensi Ensiklopedia NU perlu juga menambahakan karya khas ulama pesantren asli Indonesia yang selama ini belum terpublikasikan.

“Seperti tafsir Al-Quran 30 juz yang telah ditulis ulama pesantren Cirebon, belum lagi hadits dan kitab-kitab lain yang asli karya ulama pesantren Indonesia,” pintanya.

Sementara itu, Ketua PBNU M Imam Azis mengatakan, soal buku 4 jilid ini, pihaknya menginginkan adanya referensi sejarah nasionalisme yang bisa ditanamkan para ulama dan santri di Nusantara ini.

”Nasionalisme santri telah terbangun dan telah dirintis para ulama tidak hanya disini, tetapi jaringan membangun nasionalisme juga sudah terbangun para ulama belajar di Makkah,” tuturnya.

PBNU, lanjut Imam, ingin melacak peradaban santri yang di dalamnya NU menjadi pelopor nasionalisme. ”Peradaban santri Ahlus sunah Waljamaah, baik di Jawa, Sumatera maupun di daerah-daerah lain dan bagaimana ke depannya nanti nasionalisme dibangun,” tandasnya.

Ensiklopedia NU diluncurkan pertama kali di aula PBNU, 16 Mei 2014 atau bertepatan dengan peringatan hari lahir NU ke-91 yang jatuh pada 16 Rajab 1435 H. Ensiklopedia ini mengungkap berbagai peristilahan dalam khazanah pesantren, tradisi keislaman lokal, tokoh, fragmen sejarah, dan keorganisasian. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah PonPes, Berita, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah