Rabu, 02 Agustus 2017

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis

Garut, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Santri-santri di Garut melahirkan ratusan karya tulis. Diantara mereka yang terkenal adalah Raden Haji Muhammad Musa, Haji Hasan Mustofa, H. Usep Romli HM, H Enas Mabarti, dan KH Moh. Nuh Ad-Dawami.

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Garut Lahirkan Ratusan Karya Tulis

Haji Muhammad Musa (1822- 1886), adalah pemula dalam sastra Sunda. Karangan terkenalnya Wawacan Panji Wulung. Haji Hasan Mustofa (1852- 1930) pengarang, ulama, dan tokoh Sunda abad ke-19. Diriwayatkan, ia menulis 10.000 bait dangding yang mutunya dianggap sangat tinggi oleh para pengeritik sastra Sunda.

Dari tangan Usep Romli HM lahir puluhan karya, mulai novel, puisi, cerita anak dan esai. Ia dua kali dianugerahi Sastra Rancage. Enas Mabarti menulis buku Sidep Rencep Gunem dan Padoman Politik Keur Warga NU. KH M Nuh Ad-Dawami, menulis, menukil dan menerjemahkan kitab hingga 20 buah lebih. Yang lebih muda ada Iip D. Yahya, serta penulis-penulis lain.   

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal tersebut merupakan materi yang disampaikan pada pelatihan jurnalistik dengan tema “Santriwati menulis; mendokumentasikan khidmah pesantren”, berlangsung di Pesantren Nurul Huda Cibojong, Kecamatan Cisurupan, 25 km ke arah selatan dari pusat Kota Garut, pada Ahad-Senin (10-11/2).

Pesertanya 20 santriwati. Mereka para aktivis di Fatayat, Kopri PMII, IPPNU, santriwati, dan OSIS. “Selama ini kan ngomong pesantren itu selalu laki-laki. Ingin menginisiasi pesantren dari persepektif perempuannya melalui aktivitas menulis,” jelas Irham Saifuddin, salah seorang panitia, ketika ditanya PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Senin (11/2).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menambahkan, kita baru tahu Abdurrahman Wahid dan adiknya yang hebat-hebat itu dibesarkan oleh ibunya yang luar biasa. Sehingga ia dikatakan “ibu perjuangan”. Ini artinya, perempuan juga bisa berperan penting.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah menciptakan perempuan yang bisa bergerak keagamaan di daerah masing-masing,”  tambah Ai Sadidah salah seorang pemateri.    

Sementara itu, salah seorang pengasuh pesantren Ajengan Cecep Jaya Krama mengatakan, menulis  juga bisa dijadikan alat untuk berdakwah. Ia menukil sebuah kaidah bahwa dakwah itu ada tiga; bil-hal, bil lisan dan bi-tadwin. Nah, menulis ini adalah bagian dakwah bi-tadwin (tulisan).

Penulis: Abdullah Alawi   

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama, Fragmen, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Konferensi Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Wonoasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur baru saja usai, 21 Januari kemarin. Namun, ketua terpilih IPNU setempat Wahyu Aminullah dan ketua terpilih IPPNU Evi Kumalasari bersemangat untuk mengintensifkan koordinasi program kerja yang rencananya dibentuk pada Jumat (27/1) mendatang.

Lazimnya, rapat program kerja dilaksanakan setelah pengurus dilantik. Tapi kedua ketua terpilih tersebut merasa perlu “ngebet” dengan alasan menyelamatkan organisasi.

‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik

“Kita secepatnya melakukan penyusunan program kerja untuk IPNU dan IPPNU masa bakti 2017-2019 ini. Karena jika tidak, dikhawatirkan kaderasasi sedikit tersendat disebabkan sepinya kegiatan,” kata Evi Kumalasari, ketua tim formatur PAC IPPNU Kecamatan Wonoasih ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senada, Wahyu Aminullah mengatakan, tindakan tersebut dirasa sangat perlu melihat situasi dan kondisi pengaderan sejauh ini terasa enggan untuk hidup yang bisa saja mengancam keberlangsungan regenerasi.

Mantan ketua demisioner PC IPNU Kecamatan Wonoasih Hijjul Manis Tatok Ilaihi menyetujui usulan tersebut. “Masa kepemimpinan saya (dan Mamlu’ul, ketua demisioner PC IPPNU Kecamatan Wonoasih) hampir satu tahun setengah PAC Wonoasih laa yahya walaa yamuut (tidak hidup matipun segan, red). Maka dari itu saya sangat berharap kepengurusan selanjutnya apa pun yang disemangati untuk kemajuan PAC laksanakan saja walaupun kadangkala tidak sesuai dengan PD PRT,” tuturnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kedua ketua terpilih ini tampak mengebu-gebu, meski keduanya mengaku khawatir jika kesibukan pribadi suatu saat mengganggu semangatnya berorganisasi. Tapi Wahyu Aminullah dan Evi Kumalasari berkomitmen untuk tetap proaktif mengurus organisasi. (Abdul Hamid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Hadits, Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Afi: Jangan Ludahi Sumur yang Kita Timba dan Minum Airnya

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ratusan pengunjung memadati parkir utara PWNU Jatim yang berada di Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. Mereka antusias menghadiri diskusi Cangkir9 yang menghadirkan pelajar dari Banyuwangi, Afi Nihaya Faradisa (18) yang lebih akrab disapa Afi.

Menurut pelajar SMAN 1 Gambiran yang baru lulus tersebut, kemampuan menulisnya diperoleh lantaran gemar membaca. "Setidaknya ada tiga buka yang saya baca selama seminggu," katanya, Jumat (9/6) malam. Ia sependapat dengan ungkapan bahwa membaca adalah jendela dunia, lanjutnya yang tampil bersama KH Robikin Emhas dari PBNU.

Afi: Jangan Ludahi Sumur yang Kita Timba dan Minum Airnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Afi: Jangan Ludahi Sumur yang Kita Timba dan Minum Airnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Afi: Jangan Ludahi Sumur yang Kita Timba dan Minum Airnya

Dan itu pula yang menginspirasi beberapa statusnya di akun Facebook dan bahkan menjadi viral. Tulisan berjudul "Warisan" di akun FB-nya yang menyuarakan tentang keragaman telah disebarkan ratusan ribu orang. "Tentu saja menimbulkan pro dan kontra," kata pemilik nama asli Asa Firda Inayah ini.

Lantaran kegemarannya dalam menebar semangat untuk menghargai keberagaman tersebut, sejumlah ancaman harus diterima. "Termasuk dibully, dan dituduh sebagai bukan muslim," ungkapnya. Tidak sedikit dalam komentar yang memerintahkannya untuk melepas jilbab, hingga ancaman dibunuh.

Menghadapi berbagai teror dan intimidasi, gadis kelahiran 23 Juli 1998 tersebut dengan lantang mengatakan tidak gentar. "Saya tidak takut," katanya disambut tepuk tangan hadirin yang memadati lokasi. Karena dia memiliki Allah SWT Yang Maha Kuasa. Demikian juga sejumlah kalangan telah memberikan perlindungan, termasuk Barisan Serba Guna atau Banser dan Ansor.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Afi percaya, kalangan yang sependapat dengan gagasan yang diusung jumlahnya lebih banyak dari mereka yang kontra. "Jumlah mereka sedikit tapi berisik," ungkapnya. Karena itu tugas kelompok mayoritas untuk terus menebar kedamaian di berbagai media, termasuk media sosial.

"Jangan meludahi sumur yang kita timba dan minum airnya," katanya memberikan tamsil terkait kian gencarnya ujaran kebencian yang menghiasi media sosial. Yang justru harus disebar adalah kedamaian, menghargai perbedaan dan keragaman di negeri tercinta, Indonesia ini.

Diskusi Cangkir9 adalah kegiatan cangkruk dan fikir yang digagas lembaga dan badan otonom di lingkungan PWNU Jatim. Kegiatan dilangsungkan setiap bulan dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dalam membicarakan topik aktual. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam, Ahlussunnah, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 01 Agustus 2017

LTNNU Garda Terdepan Hadapi Isu Lemahkan NU

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Lembaga Talif wan Nasyr Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur dengan tegas menyikapi perkembangan bangsa dan isu-isu yang berseliweran di Republik ini. Juga isu yang memojokkan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.?

"Tugas kita semakin berat, kekuatan dunia maya begitu berpengaruh besar, maka dari itu perlu adanya kerja sama untuk meringankan tugas itu," kata Ahmad Najib AR, Ketua LTN NU Jatim, saat memberikan sambutan di acara halal bihalal (25/7).

LTNNU Garda Terdepan Hadapi Isu Lemahkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Garda Terdepan Hadapi Isu Lemahkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Garda Terdepan Hadapi Isu Lemahkan NU

Isu di media sosial dan media ekstrem lainnya sering kali memojokkan NU. Maka dari itu LTN NU harus menjadi garda terdepan memperkuat NU untuk menghadapi isu-isu yang melemahkan NU melalui media.

Nahdlatul Ulama terbukti hingga saat ini menjadi satu-satunya organisasi yang menjadi benteng NKRI. Menurut Najib, jika NU bubar maka Indonesia akan hancur.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal itu, lanjut dia, terbukti sejak berdirinya Indonesia. Perkembangan Perppu nomer 2 tahun 2017 tentang ormas, baik yang pro atau kontra tidak pengaruh pada NU.

Najib menjelaskan, tantangan Nahdlatul Ulama semakin hari semakin berat. NU menjadi target berbagai pihak dengan bermacam isu, mulai isu full day school hingga Perppu Ormas. Itu semua bermuara untuk melemahkan kekuatan NU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Acara yang bertajuk halal bihalal dan rapat koordinasi ini dilaksanakan di ruang Salsabila, Gedung PWNU. Hadir pula PC LTN NU se-Jawa Timur, KH Sholeh Hayat Wakil Ketua PWNU Jatim dan KH Maruf Asrori Penasehat LTN NU Jatim. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Quote, Anti Hoax, Khutbah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 31 Juli 2017

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sejarah perjuangan ulama NU banyak yang tidak tercatat dalam buku-buku sejarah yang selama ini beredar dan menjadi dokumen negara. Hal ini disampaikan Khoirul Anam dalam forum bedah buku Ensiklopedia NU yang digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Sabtu (21/6).

Karenanya, kata salah satu penulis Ensiklopedia NU itu, buku yang diluncurkan PBNU Mei lalu ini merupakan upaya minimalis dalam mencatat dan mendokumentasikan sejarah NU dalam membangun bangsa Indonesia.

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis

“Ini adalah upaya minimalis, dan masih banyak cerita-cerita yang belum bisa termuat dalam buku 4 jilid ini,” beber Anam mengawali diskusi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Anam mengungkapkan, salah satu sejarah besar perjuangan ulama NU yang tidak tercatat itu adalah perjuangan pendiri NU dalam mengobarkan Resolusi Jihad dalam rangka mempertahankan Tanah Air dari ancaman penjajahan. “Ini karena orang NU tidak terlibat aktif dalam penulisan buku buku sejarah," tuturnya.

Abdul Ghofur Maimoen Zubair yang turut menjadi narasumber bedah buku itu meminta agar sejarah pendidikan di pesantren dan madrasah mendapatkan perhatian untuk ditulis. Menurutnya, metode dan kurikulum madrasah sangat unik.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

”Bagaimana kurikulum pesantren dan madrasah bisa seperti itu, dari mana para kiai ulama membuat kurikulum pendidikan madrasah. Karena kurikulum madrasah lebih baik dari kurikulum yang ada sekarang,” ujar putra KH Maimoen Zubair ini.

Gus Ghofur, sapaanya, mengatakan, untuk memperkaya referensi Ensiklopedia NU perlu juga menambahakan karya khas ulama pesantren asli Indonesia yang selama ini belum terpublikasikan.

“Seperti tafsir Al-Quran 30 juz yang telah ditulis ulama pesantren Cirebon, belum lagi hadits dan kitab-kitab lain yang asli karya ulama pesantren Indonesia,” pintanya.

Sementara itu, Ketua PBNU M Imam Azis mengatakan, soal buku 4 jilid ini, pihaknya menginginkan adanya referensi sejarah nasionalisme yang bisa ditanamkan para ulama dan santri di Nusantara ini.

”Nasionalisme santri telah terbangun dan telah dirintis para ulama tidak hanya disini, tetapi jaringan membangun nasionalisme juga sudah terbangun para ulama belajar di Makkah,” tuturnya.

PBNU, lanjut Imam, ingin melacak peradaban santri yang di dalamnya NU menjadi pelopor nasionalisme. ”Peradaban santri Ahlus sunah Waljamaah, baik di Jawa, Sumatera maupun di daerah-daerah lain dan bagaimana ke depannya nanti nasionalisme dibangun,” tandasnya.

Ensiklopedia NU diluncurkan pertama kali di aula PBNU, 16 Mei 2014 atau bertepatan dengan peringatan hari lahir NU ke-91 yang jatuh pada 16 Rajab 1435 H. Ensiklopedia ini mengungkap berbagai peristilahan dalam khazanah pesantren, tradisi keislaman lokal, tokoh, fragmen sejarah, dan keorganisasian. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah PonPes, Berita, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 30 Juli 2017

Corak dan Visi Islam Indonesia Cocok Pimpin Dunia

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Islam yang berkembang di Indonesia menghargai kebhinekaan dan hak asasi manusia memiliki posisi istimewa dalam era globalisasi. Pandangan Islam seperti inilah yang layak menjadi anutan karena tidak ada bangsa yang sekarang eksklusif menutup diri pada pihak lain.

Corak dan Visi Islam Indonesia Cocok Pimpin Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Corak dan Visi Islam Indonesia Cocok Pimpin Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Corak dan Visi Islam Indonesia Cocok Pimpin Dunia

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi berpendapat dengan penghargaan terhadap nilai universal, Indonesia layak memimpin dunia Muslim. Sikap moderat Islam Indonesia salah satunya karena menganut teologi Syafii yang menganut nilai tawassuth atau nilai tengah. Imam Syafii menyatakan “Pendapat saya benar, tapi mungkin salah, pendapat anda salah, tapi mungkin ada benarnya”. Tidak ada klaim pemutlakan kebenaran terhadap diri sendiri, tetapi terdapat pengakuan pilihan orang lain.

“Ini juga yang membantu tidak mati-matian mempertahankan labelling Islam untuk negara Indonesia. Indonesia negeri untuk umat Islam, tetapi kita menerima kehadiran Indonesia yang tidak secara formal menyebut dirinya negara Islam,” katanya dalam diskusi yang digelar oleh ISNU baru-baru ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Visi Islam Indonesia ini berbeda dengan yang diusung oleh para pengikut Islam fundamentalis yang memaknainya tak sekedar sosiologis, tetapi secara politik formal. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Tuhan memerintahkan negara yang berkeadilan dan menegaskan, akan bertahan abadi pemerintahan yang berkeadilan, walau kafir dan akan runtuh sebuah pemerintahan yang dholim, meskipun Islam. Kata kuncinya keadilan. Ini norma yang inklusif, tidak memandang agama atau suku,“ paparnya.

Teruji Zaman

Dalam rentang sejarah yang panjang, Islam Indonesia juga telah menunjukkan kemampuannya bertahan menghadapi tantangan zaman. Pada masa penjajahan Belanda, terdapat upaya Kristenisasi yang kuat, tetapi ternyata kurang berhasil dalam misinya.

Selanjutnya, pada zaman Orde Lama, Komunisme tumbuh subur dengan dukungan kuat dari luar negeri baik secara politik dan militer, tetapi dalam waktu yang tak terlalu lama, sudah tergulung oleh zaman.

Pada masa awal Orde Baru, sekali lagi, Islam berusaha dilemahkan. NU dipangkas kakinya karena tidak boleh memiliki kepengurusan di tingkat basis dan para tokohnya diintimidasi, tetapi di akhir masa Soeharto, Islam malah tumbuh semakin subur. 

“Tampaknya Islam ditakdirkan menjadi corak dasar kehidupan keberagamaan Indonesia. Peristiwa sejarah yang memojokkan Islam tidak mempan,” katanya. 

Dalam konteks internasional, terdapat beberapa negara yang berpotensi memimpin dunia Islam. Pertama adalah Turki yang memiliki sejarah besar di masa lalu sebagai pusat pemerintahan Turki Utsmani. Sayangnya, Turki ingin dianggap sebagai bagian dari peradaban Eropa, yang berakar dan berlatar belakang Kristen. Jika ingin bergabung dengan Uni Eropa, ia harus menyesuaikan banyak aturan hukumnya dengan nilai-nilai Eropa yang dalam banyak hal tidak sesuai dengan karakter dasar Islam. Turki bersikap ambigu karena dengan gampang ditundukkan nilai-nilai Barat.

Selanjutnya adalah Iran. Satu-satunya negara Islam yang mampu mengembangkan nuklir sendiri, memiliki kualitas SDM yang bagus yang telah teruji sejak zaman dahulu. 70 persen Ilmuwan Islam zaman dahulu berasal dari Persia. Sayangnya teologi syiah yang dipegangnya menimbulkan resistensi luar biasa dari kelompok Sunni.

Saudi Arabia, bagi musim awam, memiliki keunggulan karena disana ada Haramain, tetapi untuk menjadi imamnya umat Islam di dunia, dibutuhkan banyak prasyarat berupa ekonomi, militer dan teknologi. Ekonomi Saudi hanya tergantung pada minyak bumi yang suatu saat akan habis sementara aspek lainnya, ia sangat lemah. Apalagi jika ada internasionalisasi kota Makkah dan Madinah, daya tawar Saudi akan semakin lemah.

Lalu, terdapat Malaysia, yang sekarang cukup maju secara ekonomi dan ilmu pengetahuan, tetapi terlalu kecil. Pakistan dan Bangladesh merupakan negara yang rapuh dengan permasalahan internal yang kompleks.

“Sekarang tinggal Indonesia. Jika lebih serius membangun, pasti berhasil. Kita memiliki kekayaan alam yang luar biasa, penduduknya banyak, lokasinya yang strategis, ada pula energi panas bumi yang tidak pernah habis. Tinggal bagaimana kita mengelola potensi ini,” tandasnya.

Penulis: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqi Siroj menyatakan salut dan bangga atas kehadiran mantan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jussuf Kalla, Senin (20/10).

Ia juga menyatakan bangga kepada Jokowi yang menyebut Prabowo dan Hatta sebagai “Rekan dan sahabat baik saya.”

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

“Bahkan saat menyatakan hal itu, Pak Jokowi mendapatkan applaus yang cukup lama dari para hadirin,” kata Said Aqil di kantor PBNU, usai menghadiri pelantikan di gedung MPR/DPR, Senin (20/10) pagi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dikatakannya, para pemimpin negeri ini telah menunjukkan contoh yang baik kepada seluruh rakyat Indonesia sehingga transisi kepemimpinan nasional berlangsung aman dan damai.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KH Said Aqil Siroj juga menyampaikan penghargaan kepada Presiden ke-6 Susilo Bambang Yuhoyono (SBY) yang telah mengawal proses transisi demokrasi Indonesia dengan cukup baik.

“Pak SBY luar biasa, selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen, beliau juga telah mengawal demokrasi di Indonesia sehingga berwibawa di tingkat internasional. Tidak ada nyawa melayang dalam proses pergantian kepemimpinan,” katanya.

Terkait isi pidato pertama presiden Jokowi yang disampaikan sesaat setelah pelantikan, Said Aqil mengaku tertarik dengan pernyataan yang eksplisit menyebut profesi nelayan, buruh, petani, para pedagang pasar, para pedagang asongan, dan sopir. “Kita berharap Pak Jokowi merealisasikan janji-janjinya selama kampanye,” katanya.

Dalam pidatonya Jokowi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara maritim. Seperti Presiden ke-4 RI KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), Jokowi juga bertekad mengembalikan kejayaan di laut. ‘Jalesveva Jayamahe. “Perlu diingat Gus Dur yang merintis Departemen Kelautan,” kata Kang Said.

Ditambahkan, NU akan selalu berada di belakang pemerintahan yang sah dan mengawal program-program pemerintah yang pro rakyat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah