Rabu, 02 Agustus 2017

Afi: Jangan Ludahi Sumur yang Kita Timba dan Minum Airnya

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ratusan pengunjung memadati parkir utara PWNU Jatim yang berada di Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. Mereka antusias menghadiri diskusi Cangkir9 yang menghadirkan pelajar dari Banyuwangi, Afi Nihaya Faradisa (18) yang lebih akrab disapa Afi.

Menurut pelajar SMAN 1 Gambiran yang baru lulus tersebut, kemampuan menulisnya diperoleh lantaran gemar membaca. "Setidaknya ada tiga buka yang saya baca selama seminggu," katanya, Jumat (9/6) malam. Ia sependapat dengan ungkapan bahwa membaca adalah jendela dunia, lanjutnya yang tampil bersama KH Robikin Emhas dari PBNU.

Afi: Jangan Ludahi Sumur yang Kita Timba dan Minum Airnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Afi: Jangan Ludahi Sumur yang Kita Timba dan Minum Airnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Afi: Jangan Ludahi Sumur yang Kita Timba dan Minum Airnya

Dan itu pula yang menginspirasi beberapa statusnya di akun Facebook dan bahkan menjadi viral. Tulisan berjudul "Warisan" di akun FB-nya yang menyuarakan tentang keragaman telah disebarkan ratusan ribu orang. "Tentu saja menimbulkan pro dan kontra," kata pemilik nama asli Asa Firda Inayah ini.

Lantaran kegemarannya dalam menebar semangat untuk menghargai keberagaman tersebut, sejumlah ancaman harus diterima. "Termasuk dibully, dan dituduh sebagai bukan muslim," ungkapnya. Tidak sedikit dalam komentar yang memerintahkannya untuk melepas jilbab, hingga ancaman dibunuh.

Menghadapi berbagai teror dan intimidasi, gadis kelahiran 23 Juli 1998 tersebut dengan lantang mengatakan tidak gentar. "Saya tidak takut," katanya disambut tepuk tangan hadirin yang memadati lokasi. Karena dia memiliki Allah SWT Yang Maha Kuasa. Demikian juga sejumlah kalangan telah memberikan perlindungan, termasuk Barisan Serba Guna atau Banser dan Ansor.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Afi percaya, kalangan yang sependapat dengan gagasan yang diusung jumlahnya lebih banyak dari mereka yang kontra. "Jumlah mereka sedikit tapi berisik," ungkapnya. Karena itu tugas kelompok mayoritas untuk terus menebar kedamaian di berbagai media, termasuk media sosial.

"Jangan meludahi sumur yang kita timba dan minum airnya," katanya memberikan tamsil terkait kian gencarnya ujaran kebencian yang menghiasi media sosial. Yang justru harus disebar adalah kedamaian, menghargai perbedaan dan keragaman di negeri tercinta, Indonesia ini.

Diskusi Cangkir9 adalah kegiatan cangkruk dan fikir yang digagas lembaga dan badan otonom di lingkungan PWNU Jatim. Kegiatan dilangsungkan setiap bulan dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dalam membicarakan topik aktual. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam, Ahlussunnah, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 01 Agustus 2017

LTNNU Garda Terdepan Hadapi Isu Lemahkan NU

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Lembaga Talif wan Nasyr Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur dengan tegas menyikapi perkembangan bangsa dan isu-isu yang berseliweran di Republik ini. Juga isu yang memojokkan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.?

"Tugas kita semakin berat, kekuatan dunia maya begitu berpengaruh besar, maka dari itu perlu adanya kerja sama untuk meringankan tugas itu," kata Ahmad Najib AR, Ketua LTN NU Jatim, saat memberikan sambutan di acara halal bihalal (25/7).

LTNNU Garda Terdepan Hadapi Isu Lemahkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Garda Terdepan Hadapi Isu Lemahkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Garda Terdepan Hadapi Isu Lemahkan NU

Isu di media sosial dan media ekstrem lainnya sering kali memojokkan NU. Maka dari itu LTN NU harus menjadi garda terdepan memperkuat NU untuk menghadapi isu-isu yang melemahkan NU melalui media.

Nahdlatul Ulama terbukti hingga saat ini menjadi satu-satunya organisasi yang menjadi benteng NKRI. Menurut Najib, jika NU bubar maka Indonesia akan hancur.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal itu, lanjut dia, terbukti sejak berdirinya Indonesia. Perkembangan Perppu nomer 2 tahun 2017 tentang ormas, baik yang pro atau kontra tidak pengaruh pada NU.

Najib menjelaskan, tantangan Nahdlatul Ulama semakin hari semakin berat. NU menjadi target berbagai pihak dengan bermacam isu, mulai isu full day school hingga Perppu Ormas. Itu semua bermuara untuk melemahkan kekuatan NU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Acara yang bertajuk halal bihalal dan rapat koordinasi ini dilaksanakan di ruang Salsabila, Gedung PWNU. Hadir pula PC LTN NU se-Jawa Timur, KH Sholeh Hayat Wakil Ketua PWNU Jatim dan KH Maruf Asrori Penasehat LTN NU Jatim. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Quote, Anti Hoax, Khutbah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 31 Juli 2017

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sejarah perjuangan ulama NU banyak yang tidak tercatat dalam buku-buku sejarah yang selama ini beredar dan menjadi dokumen negara. Hal ini disampaikan Khoirul Anam dalam forum bedah buku Ensiklopedia NU yang digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Sabtu (21/6).

Karenanya, kata salah satu penulis Ensiklopedia NU itu, buku yang diluncurkan PBNU Mei lalu ini merupakan upaya minimalis dalam mencatat dan mendokumentasikan sejarah NU dalam membangun bangsa Indonesia.

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis

“Ini adalah upaya minimalis, dan masih banyak cerita-cerita yang belum bisa termuat dalam buku 4 jilid ini,” beber Anam mengawali diskusi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Anam mengungkapkan, salah satu sejarah besar perjuangan ulama NU yang tidak tercatat itu adalah perjuangan pendiri NU dalam mengobarkan Resolusi Jihad dalam rangka mempertahankan Tanah Air dari ancaman penjajahan. “Ini karena orang NU tidak terlibat aktif dalam penulisan buku buku sejarah," tuturnya.

Abdul Ghofur Maimoen Zubair yang turut menjadi narasumber bedah buku itu meminta agar sejarah pendidikan di pesantren dan madrasah mendapatkan perhatian untuk ditulis. Menurutnya, metode dan kurikulum madrasah sangat unik.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

”Bagaimana kurikulum pesantren dan madrasah bisa seperti itu, dari mana para kiai ulama membuat kurikulum pendidikan madrasah. Karena kurikulum madrasah lebih baik dari kurikulum yang ada sekarang,” ujar putra KH Maimoen Zubair ini.

Gus Ghofur, sapaanya, mengatakan, untuk memperkaya referensi Ensiklopedia NU perlu juga menambahakan karya khas ulama pesantren asli Indonesia yang selama ini belum terpublikasikan.

“Seperti tafsir Al-Quran 30 juz yang telah ditulis ulama pesantren Cirebon, belum lagi hadits dan kitab-kitab lain yang asli karya ulama pesantren Indonesia,” pintanya.

Sementara itu, Ketua PBNU M Imam Azis mengatakan, soal buku 4 jilid ini, pihaknya menginginkan adanya referensi sejarah nasionalisme yang bisa ditanamkan para ulama dan santri di Nusantara ini.

”Nasionalisme santri telah terbangun dan telah dirintis para ulama tidak hanya disini, tetapi jaringan membangun nasionalisme juga sudah terbangun para ulama belajar di Makkah,” tuturnya.

PBNU, lanjut Imam, ingin melacak peradaban santri yang di dalamnya NU menjadi pelopor nasionalisme. ”Peradaban santri Ahlus sunah Waljamaah, baik di Jawa, Sumatera maupun di daerah-daerah lain dan bagaimana ke depannya nanti nasionalisme dibangun,” tandasnya.

Ensiklopedia NU diluncurkan pertama kali di aula PBNU, 16 Mei 2014 atau bertepatan dengan peringatan hari lahir NU ke-91 yang jatuh pada 16 Rajab 1435 H. Ensiklopedia ini mengungkap berbagai peristilahan dalam khazanah pesantren, tradisi keislaman lokal, tokoh, fragmen sejarah, dan keorganisasian. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah PonPes, Berita, Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 30 Juli 2017

Corak dan Visi Islam Indonesia Cocok Pimpin Dunia

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Islam yang berkembang di Indonesia menghargai kebhinekaan dan hak asasi manusia memiliki posisi istimewa dalam era globalisasi. Pandangan Islam seperti inilah yang layak menjadi anutan karena tidak ada bangsa yang sekarang eksklusif menutup diri pada pihak lain.

Corak dan Visi Islam Indonesia Cocok Pimpin Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Corak dan Visi Islam Indonesia Cocok Pimpin Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Corak dan Visi Islam Indonesia Cocok Pimpin Dunia

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi berpendapat dengan penghargaan terhadap nilai universal, Indonesia layak memimpin dunia Muslim. Sikap moderat Islam Indonesia salah satunya karena menganut teologi Syafii yang menganut nilai tawassuth atau nilai tengah. Imam Syafii menyatakan “Pendapat saya benar, tapi mungkin salah, pendapat anda salah, tapi mungkin ada benarnya”. Tidak ada klaim pemutlakan kebenaran terhadap diri sendiri, tetapi terdapat pengakuan pilihan orang lain.

“Ini juga yang membantu tidak mati-matian mempertahankan labelling Islam untuk negara Indonesia. Indonesia negeri untuk umat Islam, tetapi kita menerima kehadiran Indonesia yang tidak secara formal menyebut dirinya negara Islam,” katanya dalam diskusi yang digelar oleh ISNU baru-baru ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Visi Islam Indonesia ini berbeda dengan yang diusung oleh para pengikut Islam fundamentalis yang memaknainya tak sekedar sosiologis, tetapi secara politik formal. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Tuhan memerintahkan negara yang berkeadilan dan menegaskan, akan bertahan abadi pemerintahan yang berkeadilan, walau kafir dan akan runtuh sebuah pemerintahan yang dholim, meskipun Islam. Kata kuncinya keadilan. Ini norma yang inklusif, tidak memandang agama atau suku,“ paparnya.

Teruji Zaman

Dalam rentang sejarah yang panjang, Islam Indonesia juga telah menunjukkan kemampuannya bertahan menghadapi tantangan zaman. Pada masa penjajahan Belanda, terdapat upaya Kristenisasi yang kuat, tetapi ternyata kurang berhasil dalam misinya.

Selanjutnya, pada zaman Orde Lama, Komunisme tumbuh subur dengan dukungan kuat dari luar negeri baik secara politik dan militer, tetapi dalam waktu yang tak terlalu lama, sudah tergulung oleh zaman.

Pada masa awal Orde Baru, sekali lagi, Islam berusaha dilemahkan. NU dipangkas kakinya karena tidak boleh memiliki kepengurusan di tingkat basis dan para tokohnya diintimidasi, tetapi di akhir masa Soeharto, Islam malah tumbuh semakin subur. 

“Tampaknya Islam ditakdirkan menjadi corak dasar kehidupan keberagamaan Indonesia. Peristiwa sejarah yang memojokkan Islam tidak mempan,” katanya. 

Dalam konteks internasional, terdapat beberapa negara yang berpotensi memimpin dunia Islam. Pertama adalah Turki yang memiliki sejarah besar di masa lalu sebagai pusat pemerintahan Turki Utsmani. Sayangnya, Turki ingin dianggap sebagai bagian dari peradaban Eropa, yang berakar dan berlatar belakang Kristen. Jika ingin bergabung dengan Uni Eropa, ia harus menyesuaikan banyak aturan hukumnya dengan nilai-nilai Eropa yang dalam banyak hal tidak sesuai dengan karakter dasar Islam. Turki bersikap ambigu karena dengan gampang ditundukkan nilai-nilai Barat.

Selanjutnya adalah Iran. Satu-satunya negara Islam yang mampu mengembangkan nuklir sendiri, memiliki kualitas SDM yang bagus yang telah teruji sejak zaman dahulu. 70 persen Ilmuwan Islam zaman dahulu berasal dari Persia. Sayangnya teologi syiah yang dipegangnya menimbulkan resistensi luar biasa dari kelompok Sunni.

Saudi Arabia, bagi musim awam, memiliki keunggulan karena disana ada Haramain, tetapi untuk menjadi imamnya umat Islam di dunia, dibutuhkan banyak prasyarat berupa ekonomi, militer dan teknologi. Ekonomi Saudi hanya tergantung pada minyak bumi yang suatu saat akan habis sementara aspek lainnya, ia sangat lemah. Apalagi jika ada internasionalisasi kota Makkah dan Madinah, daya tawar Saudi akan semakin lemah.

Lalu, terdapat Malaysia, yang sekarang cukup maju secara ekonomi dan ilmu pengetahuan, tetapi terlalu kecil. Pakistan dan Bangladesh merupakan negara yang rapuh dengan permasalahan internal yang kompleks.

“Sekarang tinggal Indonesia. Jika lebih serius membangun, pasti berhasil. Kita memiliki kekayaan alam yang luar biasa, penduduknya banyak, lokasinya yang strategis, ada pula energi panas bumi yang tidak pernah habis. Tinggal bagaimana kita mengelola potensi ini,” tandasnya.

Penulis: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqi Siroj menyatakan salut dan bangga atas kehadiran mantan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jussuf Kalla, Senin (20/10).

Ia juga menyatakan bangga kepada Jokowi yang menyebut Prabowo dan Hatta sebagai “Rekan dan sahabat baik saya.”

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

“Bahkan saat menyatakan hal itu, Pak Jokowi mendapatkan applaus yang cukup lama dari para hadirin,” kata Said Aqil di kantor PBNU, usai menghadiri pelantikan di gedung MPR/DPR, Senin (20/10) pagi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dikatakannya, para pemimpin negeri ini telah menunjukkan contoh yang baik kepada seluruh rakyat Indonesia sehingga transisi kepemimpinan nasional berlangsung aman dan damai.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KH Said Aqil Siroj juga menyampaikan penghargaan kepada Presiden ke-6 Susilo Bambang Yuhoyono (SBY) yang telah mengawal proses transisi demokrasi Indonesia dengan cukup baik.

“Pak SBY luar biasa, selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen, beliau juga telah mengawal demokrasi di Indonesia sehingga berwibawa di tingkat internasional. Tidak ada nyawa melayang dalam proses pergantian kepemimpinan,” katanya.

Terkait isi pidato pertama presiden Jokowi yang disampaikan sesaat setelah pelantikan, Said Aqil mengaku tertarik dengan pernyataan yang eksplisit menyebut profesi nelayan, buruh, petani, para pedagang pasar, para pedagang asongan, dan sopir. “Kita berharap Pak Jokowi merealisasikan janji-janjinya selama kampanye,” katanya.

Dalam pidatonya Jokowi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara maritim. Seperti Presiden ke-4 RI KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), Jokowi juga bertekad mengembalikan kejayaan di laut. ‘Jalesveva Jayamahe. “Perlu diingat Gus Dur yang merintis Departemen Kelautan,” kata Kang Said.

Ditambahkan, NU akan selalu berada di belakang pemerintahan yang sah dan mengawal program-program pemerintah yang pro rakyat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelajar NU Jateng Mesti Tanggap Kasus Pendirian Pabrik Semen

Semarang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pegiat lingkungan hidup Agung Setiyadi mengajak pengurus IPNU Jawa Tengah untuk mengawal rencana pembangunan oleh Pemda Jateng. Pasalnya, konsep pembangunan Pemda kerap kali bertabrakan dengan kelestarian alam. Misalnya rencana pendirian pabrik semen di Pati, Rembang, dan sekitarnya yang berdaya rusak tinggi terhadap cadangan air di wilayah setempat.

Pelajar NU Jateng Mesti Tanggap Kasus Pendirian Pabrik Semen (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jateng Mesti Tanggap Kasus Pendirian Pabrik Semen (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jateng Mesti Tanggap Kasus Pendirian Pabrik Semen

"Seperti halnya kasus pabrik semen yang ada di Pati, kami juga melakukan kajian bahwa pembangunan pabrik semen ini dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Dari data itu kami melakukan advokasi untuk menolak pembangunan pabrik itu," kata Agung dalam seminar Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan yang diselenggarakan IPNU Jawa Tengah, Senin (13/10).

Agung berharap pemerintah melakukan kajian terhadap lingkungan terlebih dahulu sebelum menyetujui proyek-proyek yang berindikasi bukan sekadar mengganggu lingkungan, tetapi juga menghancurkan sendi-sendi sumber daya alam setempat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada seminar di ruang pertemuan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang ini, Agung mengingatkan peran pelajar akan keberlangsungan alam semesta. Pelajar NU, menurut Agung, bisa mengambil peran kajian dan peran gerakan lingkungan.

IPNU, Agung menambahkan, sangat strategis dalam pergerakan lingkungan hidup. Hal ini bisa dilihat dari basis kompetensi pelajar dan basis kuantitas pelajar NU yang sangat banyak sebagai amunisi pergerakan. (Riful Mazid Maulana/Alhafiz K)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Bangkalan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Warga NU Bangkalan mengisi peringatan Nuzulul Quran dengan istighotsah yang dipimpin Mustasyar NU Bangkalan KH Syarifuddin Damanhuri untuk perdamaian di jalur Gaza, Kamis (17/7). Difasilitasi PCNU Bangkalan, mereka melantunkan doa bersama yang dipandu Habib Sholeh Ali Smith dan Ketua PCNU KHR Fachrillah Ascahall di Masjid Agung Bangkalan.

Ketua panitia, KH Makki Nasir menyatakan rasa syukur atas penyelanggaraan Nuzulul Quran pertama oleh PCNU Bangkalan. “Meski perdana, Alhamdulillah pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting hadir. Penyelenggaraan ini murni hasil swadaya murni warga NU sekabupaten Bangkalan.”

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Sementara Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsyul Arifin yang hadir sebagai penyampai taushiyah membahas penekanan pengamalan Al-Qur’an dalam hidup keseharian. Segala aktivitas yang dilandasi nilai-nilai Al-Quran akan menghasilkan sebuah manfaat besar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Al-Quran harus membudaya dalam sikap keseharian di tengah lingkungan kita,” kata Kiai Abdullah.

Di akhir taushiyah, ia mengimbau warga NU tidak terprovokasi terkait pilpres. Menurutnya,  tugas warga NU sudah selesai dengan memilih Capres-Cawapres sesuai kecocokan hati masing-masing.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Jangan beraksi dan bertindak terkait ajakan-ajakan sebagai akibat dari keputusan penetapan hasil Pilpres nanti,” tandas Kiai Abdullah. (Supandi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah