Minggu, 30 Juli 2017

Corak dan Visi Islam Indonesia Cocok Pimpin Dunia

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Islam yang berkembang di Indonesia menghargai kebhinekaan dan hak asasi manusia memiliki posisi istimewa dalam era globalisasi. Pandangan Islam seperti inilah yang layak menjadi anutan karena tidak ada bangsa yang sekarang eksklusif menutup diri pada pihak lain.

Corak dan Visi Islam Indonesia Cocok Pimpin Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Corak dan Visi Islam Indonesia Cocok Pimpin Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Corak dan Visi Islam Indonesia Cocok Pimpin Dunia

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi berpendapat dengan penghargaan terhadap nilai universal, Indonesia layak memimpin dunia Muslim. Sikap moderat Islam Indonesia salah satunya karena menganut teologi Syafii yang menganut nilai tawassuth atau nilai tengah. Imam Syafii menyatakan “Pendapat saya benar, tapi mungkin salah, pendapat anda salah, tapi mungkin ada benarnya”. Tidak ada klaim pemutlakan kebenaran terhadap diri sendiri, tetapi terdapat pengakuan pilihan orang lain.

“Ini juga yang membantu tidak mati-matian mempertahankan labelling Islam untuk negara Indonesia. Indonesia negeri untuk umat Islam, tetapi kita menerima kehadiran Indonesia yang tidak secara formal menyebut dirinya negara Islam,” katanya dalam diskusi yang digelar oleh ISNU baru-baru ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Visi Islam Indonesia ini berbeda dengan yang diusung oleh para pengikut Islam fundamentalis yang memaknainya tak sekedar sosiologis, tetapi secara politik formal. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Tuhan memerintahkan negara yang berkeadilan dan menegaskan, akan bertahan abadi pemerintahan yang berkeadilan, walau kafir dan akan runtuh sebuah pemerintahan yang dholim, meskipun Islam. Kata kuncinya keadilan. Ini norma yang inklusif, tidak memandang agama atau suku,“ paparnya.

Teruji Zaman

Dalam rentang sejarah yang panjang, Islam Indonesia juga telah menunjukkan kemampuannya bertahan menghadapi tantangan zaman. Pada masa penjajahan Belanda, terdapat upaya Kristenisasi yang kuat, tetapi ternyata kurang berhasil dalam misinya.

Selanjutnya, pada zaman Orde Lama, Komunisme tumbuh subur dengan dukungan kuat dari luar negeri baik secara politik dan militer, tetapi dalam waktu yang tak terlalu lama, sudah tergulung oleh zaman.

Pada masa awal Orde Baru, sekali lagi, Islam berusaha dilemahkan. NU dipangkas kakinya karena tidak boleh memiliki kepengurusan di tingkat basis dan para tokohnya diintimidasi, tetapi di akhir masa Soeharto, Islam malah tumbuh semakin subur. 

“Tampaknya Islam ditakdirkan menjadi corak dasar kehidupan keberagamaan Indonesia. Peristiwa sejarah yang memojokkan Islam tidak mempan,” katanya. 

Dalam konteks internasional, terdapat beberapa negara yang berpotensi memimpin dunia Islam. Pertama adalah Turki yang memiliki sejarah besar di masa lalu sebagai pusat pemerintahan Turki Utsmani. Sayangnya, Turki ingin dianggap sebagai bagian dari peradaban Eropa, yang berakar dan berlatar belakang Kristen. Jika ingin bergabung dengan Uni Eropa, ia harus menyesuaikan banyak aturan hukumnya dengan nilai-nilai Eropa yang dalam banyak hal tidak sesuai dengan karakter dasar Islam. Turki bersikap ambigu karena dengan gampang ditundukkan nilai-nilai Barat.

Selanjutnya adalah Iran. Satu-satunya negara Islam yang mampu mengembangkan nuklir sendiri, memiliki kualitas SDM yang bagus yang telah teruji sejak zaman dahulu. 70 persen Ilmuwan Islam zaman dahulu berasal dari Persia. Sayangnya teologi syiah yang dipegangnya menimbulkan resistensi luar biasa dari kelompok Sunni.

Saudi Arabia, bagi musim awam, memiliki keunggulan karena disana ada Haramain, tetapi untuk menjadi imamnya umat Islam di dunia, dibutuhkan banyak prasyarat berupa ekonomi, militer dan teknologi. Ekonomi Saudi hanya tergantung pada minyak bumi yang suatu saat akan habis sementara aspek lainnya, ia sangat lemah. Apalagi jika ada internasionalisasi kota Makkah dan Madinah, daya tawar Saudi akan semakin lemah.

Lalu, terdapat Malaysia, yang sekarang cukup maju secara ekonomi dan ilmu pengetahuan, tetapi terlalu kecil. Pakistan dan Bangladesh merupakan negara yang rapuh dengan permasalahan internal yang kompleks.

“Sekarang tinggal Indonesia. Jika lebih serius membangun, pasti berhasil. Kita memiliki kekayaan alam yang luar biasa, penduduknya banyak, lokasinya yang strategis, ada pula energi panas bumi yang tidak pernah habis. Tinggal bagaimana kita mengelola potensi ini,” tandasnya.

Penulis: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Umum PBNU KH Said Aqi Siroj menyatakan salut dan bangga atas kehadiran mantan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dalam pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo dan Jussuf Kalla, Senin (20/10).

Ia juga menyatakan bangga kepada Jokowi yang menyebut Prabowo dan Hatta sebagai “Rekan dan sahabat baik saya.”

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo Sahabat Baik Saya” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Bangga Jokowi Menyebut Prabowo "Sahabat Baik Saya”

“Bahkan saat menyatakan hal itu, Pak Jokowi mendapatkan applaus yang cukup lama dari para hadirin,” kata Said Aqil di kantor PBNU, usai menghadiri pelantikan di gedung MPR/DPR, Senin (20/10) pagi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dikatakannya, para pemimpin negeri ini telah menunjukkan contoh yang baik kepada seluruh rakyat Indonesia sehingga transisi kepemimpinan nasional berlangsung aman dan damai.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KH Said Aqil Siroj juga menyampaikan penghargaan kepada Presiden ke-6 Susilo Bambang Yuhoyono (SBY) yang telah mengawal proses transisi demokrasi Indonesia dengan cukup baik.

“Pak SBY luar biasa, selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen, beliau juga telah mengawal demokrasi di Indonesia sehingga berwibawa di tingkat internasional. Tidak ada nyawa melayang dalam proses pergantian kepemimpinan,” katanya.

Terkait isi pidato pertama presiden Jokowi yang disampaikan sesaat setelah pelantikan, Said Aqil mengaku tertarik dengan pernyataan yang eksplisit menyebut profesi nelayan, buruh, petani, para pedagang pasar, para pedagang asongan, dan sopir. “Kita berharap Pak Jokowi merealisasikan janji-janjinya selama kampanye,” katanya.

Dalam pidatonya Jokowi juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara maritim. Seperti Presiden ke-4 RI KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), Jokowi juga bertekad mengembalikan kejayaan di laut. ‘Jalesveva Jayamahe. “Perlu diingat Gus Dur yang merintis Departemen Kelautan,” kata Kang Said.

Ditambahkan, NU akan selalu berada di belakang pemerintahan yang sah dan mengawal program-program pemerintah yang pro rakyat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelajar NU Jateng Mesti Tanggap Kasus Pendirian Pabrik Semen

Semarang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pegiat lingkungan hidup Agung Setiyadi mengajak pengurus IPNU Jawa Tengah untuk mengawal rencana pembangunan oleh Pemda Jateng. Pasalnya, konsep pembangunan Pemda kerap kali bertabrakan dengan kelestarian alam. Misalnya rencana pendirian pabrik semen di Pati, Rembang, dan sekitarnya yang berdaya rusak tinggi terhadap cadangan air di wilayah setempat.

Pelajar NU Jateng Mesti Tanggap Kasus Pendirian Pabrik Semen (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jateng Mesti Tanggap Kasus Pendirian Pabrik Semen (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jateng Mesti Tanggap Kasus Pendirian Pabrik Semen

"Seperti halnya kasus pabrik semen yang ada di Pati, kami juga melakukan kajian bahwa pembangunan pabrik semen ini dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Dari data itu kami melakukan advokasi untuk menolak pembangunan pabrik itu," kata Agung dalam seminar Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan yang diselenggarakan IPNU Jawa Tengah, Senin (13/10).

Agung berharap pemerintah melakukan kajian terhadap lingkungan terlebih dahulu sebelum menyetujui proyek-proyek yang berindikasi bukan sekadar mengganggu lingkungan, tetapi juga menghancurkan sendi-sendi sumber daya alam setempat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada seminar di ruang pertemuan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang ini, Agung mengingatkan peran pelajar akan keberlangsungan alam semesta. Pelajar NU, menurut Agung, bisa mengambil peran kajian dan peran gerakan lingkungan.

IPNU, Agung menambahkan, sangat strategis dalam pergerakan lingkungan hidup. Hal ini bisa dilihat dari basis kompetensi pelajar dan basis kuantitas pelajar NU yang sangat banyak sebagai amunisi pergerakan. (Riful Mazid Maulana/Alhafiz K)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Bangkalan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Warga NU Bangkalan mengisi peringatan Nuzulul Quran dengan istighotsah yang dipimpin Mustasyar NU Bangkalan KH Syarifuddin Damanhuri untuk perdamaian di jalur Gaza, Kamis (17/7). Difasilitasi PCNU Bangkalan, mereka melantunkan doa bersama yang dipandu Habib Sholeh Ali Smith dan Ketua PCNU KHR Fachrillah Ascahall di Masjid Agung Bangkalan.

Ketua panitia, KH Makki Nasir menyatakan rasa syukur atas penyelanggaraan Nuzulul Quran pertama oleh PCNU Bangkalan. “Meski perdana, Alhamdulillah pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting hadir. Penyelenggaraan ini murni hasil swadaya murni warga NU sekabupaten Bangkalan.”

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Sementara Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsyul Arifin yang hadir sebagai penyampai taushiyah membahas penekanan pengamalan Al-Qur’an dalam hidup keseharian. Segala aktivitas yang dilandasi nilai-nilai Al-Quran akan menghasilkan sebuah manfaat besar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Al-Quran harus membudaya dalam sikap keseharian di tengah lingkungan kita,” kata Kiai Abdullah.

Di akhir taushiyah, ia mengimbau warga NU tidak terprovokasi terkait pilpres. Menurutnya,  tugas warga NU sudah selesai dengan memilih Capres-Cawapres sesuai kecocokan hati masing-masing.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Jangan beraksi dan bertindak terkait ajakan-ajakan sebagai akibat dari keputusan penetapan hasil Pilpres nanti,” tandas Kiai Abdullah. (Supandi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 29 Juli 2017

Kuliner Sore Ramadhan di Jalan Petak Damai

Nganjuk, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Bulan Ramadhan memang bulan penuh berkah. Setiap Ramadhan tiba, tidak sedikit pasar dadakan digelar. Salah satu di antaranya pasar di kecamatan ? Bagor kabupaten Ngajuk itu, Pasar Sore Ramadhan di kelurahan Petak Damai, Nganjuk.

Kuliner Sore Ramadhan di Jalan Petak Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliner Sore Ramadhan di Jalan Petak Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliner Sore Ramadhan di Jalan Petak Damai

Di pasar yang membentang di sepanjang jalan Petak Damai ? ini, antrean panjang warga yang berdesakan bukan pemandangan baru. Banyak pengunjung datang untuk sekadar melihat-lihat atau membeli makanan buat hidangan buka puasa.

Berbagai macam aneka rupa makanan kecil hingga makanan utama dijajakan para pedagang yang berbaris memanjang dari pintu gerbang sampai pertengahan jalan kampung. Bagi pecinta wisata kuliner, pasar sore Petak Damai ? bisa menjadi rujukan yang menambah kaya khazanah di dunia kuliner.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Makanan khas jajanan pasar mendominasi hampir semua stan para pedagang. Sebut saja kue Lapis yang berwarna kuning kontras dengan warna coklat kehitaman di bagian bawah serta penempatan di nampan merah membuat makanan ini mencuri fokus setiap pengunjung.

"Jajanan pasar ini menjadi salah satu favorit pengunjung. Kita sering kewalahan dengan permintaan kue tersebut," kata Rika, salah seorang penduduk setempat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Salah satu keunikan dari pasar ini adalah pemandangan pengunjung ? yang saling berdesakan satu dengan yang lain. Tidak ada ? keributan antarpengunjung. Toleransi pengunjung yang masuk dan keluar menjadi semacam kesepatakatan tidak tertulis.

Keunikan lainnya ialah tidak adanya kompetisi di antara para pedagang makanan itu. Semua menggelar dagangan. Semua percaya pada rezeki serta peruntungan masing-masing. Mereka bahkan saling bertukar uang kembalian, serta saling menawarkan dagangan tetangganya ketika mendengar ada permintaan pembeli yang tidak dapat dipenuhinya.

Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan para pengunjung, kalangan mustadh’afin yang kurang beruntung hanya diwajibkan untuk menyiapkan kalengnya di bibir pintu masuk. Sementara pihak RT dan RW setempat bertanggung jawab sebagai pengelola pasar tersebut sehingga keteraturan bisa disaksikan di pasar sore ini. (Atik Fatmawati/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Internasional, News PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 28 Juli 2017

ICIS Bakal Didaftarkan ke PBB

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah dua kali menggelar pertemuan (23-25 Februari 2004 dan 20-22 Juni 2006), International Conference of Islamis Scholar (ICIS) bakal didaftarkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Organisasi yang menghimpun para ulama dan cendekiawan muslim sedunia yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini akan memiliki keanggotaan di PBB.

Insya Allah, tanggal 21 September besok, ICIS akan didaftarkan ke PBB,” kata Ketua Umum PBNU yang juga Sekretaris Jenderal ICIS kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah usai bersilaturrahim dengan para petinggi Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Dakwah (LD) NU, di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (5/9) kemarin.

ICIS Bakal Didaftarkan ke PBB (Sumber Gambar : Nu Online)
ICIS Bakal Didaftarkan ke PBB (Sumber Gambar : Nu Online)

ICIS Bakal Didaftarkan ke PBB

Menurut Hasyim, demikian panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur ini, pendaftaran tersebut penting dilakukan sebagai upaya memperluas partisipasi ICIS, yang mengusung gerakan Islam moderat itu, di tingkat dunia.

“Kepada PBB kita (ICIS, red) harus mendaftarkan sebagai NGO (Non Government Organization) yang diakui oleh PBB. Sehingga pada setiap sidang umum PBB, ICIS punya keanggotaan,” terang mantan Ketua Pengurus Wilayah (NU) Jawa Timur ini.

Selain itu, kata Hasyim, sebagai organisasi yang diikuti sekitar 300 ulama/cendekiawan muslim dari 53 negara itu, ICIS juga perlu menjalin hubungan dengan organisasi sejenis. “Jadi, ICIS itu harus berkenalan dengan lembaga internasional agama sejenis dari negara luar negeri, seperti Robitoh Alam Islami di Saudi Arabia, Robitoh Dakwah Adwali di Libya. Juga sebagai peninjau di OKI (Organisasi Konferensi Islam, red), ungkapnya. (rif)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan

Cirebon, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebanyak 20 grup mewakili komisariat IPNU dan IPPNU di kabupaten Cirebon memadati Kantor NU Center, Sumber, Ahad (9/3) pagi. Mereka mengadu kecepatan dan pengetahuan dalam cerdas cermat yang digelar PCNU kabupaten Cirebon dalam peringatan harlah ke-88 NU.

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan

Peserta lomba merupakan perwakilan anak cabang serta komisariat IPNU dan IPPNU di SMA, Pesantren, bahkan SMP. Untuk sampai di babak final, mereka harus melalui babak penyisihan dan babak semifinal.

Perlombaan ini dijurikan oleh pengurus harian cabang Fatayat NU, GP Ansor, dan Pembina IPNU dan IPPNU Cirebon. Materi yang dijadikan soal menyangkut perihal wawasan keislaman, ke-NUan, Keaswajaan, Kebangsaan, dan pengetahuan umum.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Penanggung jawab lomba cerdas cermat Murjiah mengatakan, lomba ini diformat sebagai ajang silaturahmi antarpelajar NU. Terutama sekali kata Murjiah, “Evaluasi terhadap tunas-tunas NU dalam memahami tradisi ke-NUan, Keaswajaan, Kebangsaan, dan wawasan umum.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah melewati tiga babak itu, grup perwakilan komisariat MAN Kalimukti keluar sebagai pemenang lomba skor tertinggi. Sedangkan juara kedua diraih oleh grup perwakilan anak cabang Depok. Juara ketiga, grup perwakilan anak cabang Losari.

Tiga pemenang ini akan mendapat trofi, uang pembinaan, dan piagam penghargaan. Penyerahan hadiah akan diserahkan pada acara puncak peringatan harlah ke-88 PCNU kabupaten Cirebon di stadion Ranggajati Sumber, Sabtu, 15 Maret 2014. (Marleni Adiya/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah