Minggu, 30 Juli 2017

Pelajar NU Jateng Mesti Tanggap Kasus Pendirian Pabrik Semen

Semarang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pegiat lingkungan hidup Agung Setiyadi mengajak pengurus IPNU Jawa Tengah untuk mengawal rencana pembangunan oleh Pemda Jateng. Pasalnya, konsep pembangunan Pemda kerap kali bertabrakan dengan kelestarian alam. Misalnya rencana pendirian pabrik semen di Pati, Rembang, dan sekitarnya yang berdaya rusak tinggi terhadap cadangan air di wilayah setempat.

Pelajar NU Jateng Mesti Tanggap Kasus Pendirian Pabrik Semen (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jateng Mesti Tanggap Kasus Pendirian Pabrik Semen (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jateng Mesti Tanggap Kasus Pendirian Pabrik Semen

"Seperti halnya kasus pabrik semen yang ada di Pati, kami juga melakukan kajian bahwa pembangunan pabrik semen ini dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Dari data itu kami melakukan advokasi untuk menolak pembangunan pabrik itu," kata Agung dalam seminar Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan yang diselenggarakan IPNU Jawa Tengah, Senin (13/10).

Agung berharap pemerintah melakukan kajian terhadap lingkungan terlebih dahulu sebelum menyetujui proyek-proyek yang berindikasi bukan sekadar mengganggu lingkungan, tetapi juga menghancurkan sendi-sendi sumber daya alam setempat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada seminar di ruang pertemuan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang ini, Agung mengingatkan peran pelajar akan keberlangsungan alam semesta. Pelajar NU, menurut Agung, bisa mengambil peran kajian dan peran gerakan lingkungan.

IPNU, Agung menambahkan, sangat strategis dalam pergerakan lingkungan hidup. Hal ini bisa dilihat dari basis kompetensi pelajar dan basis kuantitas pelajar NU yang sangat banyak sebagai amunisi pergerakan. (Riful Mazid Maulana/Alhafiz K)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Aswaja PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Bangkalan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Warga NU Bangkalan mengisi peringatan Nuzulul Quran dengan istighotsah yang dipimpin Mustasyar NU Bangkalan KH Syarifuddin Damanhuri untuk perdamaian di jalur Gaza, Kamis (17/7). Difasilitasi PCNU Bangkalan, mereka melantunkan doa bersama yang dipandu Habib Sholeh Ali Smith dan Ketua PCNU KHR Fachrillah Ascahall di Masjid Agung Bangkalan.

Ketua panitia, KH Makki Nasir menyatakan rasa syukur atas penyelanggaraan Nuzulul Quran pertama oleh PCNU Bangkalan. “Meski perdana, Alhamdulillah pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting hadir. Penyelenggaraan ini murni hasil swadaya murni warga NU sekabupaten Bangkalan.”

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Sementara Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsyul Arifin yang hadir sebagai penyampai taushiyah membahas penekanan pengamalan Al-Qur’an dalam hidup keseharian. Segala aktivitas yang dilandasi nilai-nilai Al-Quran akan menghasilkan sebuah manfaat besar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Al-Quran harus membudaya dalam sikap keseharian di tengah lingkungan kita,” kata Kiai Abdullah.

Di akhir taushiyah, ia mengimbau warga NU tidak terprovokasi terkait pilpres. Menurutnya,  tugas warga NU sudah selesai dengan memilih Capres-Cawapres sesuai kecocokan hati masing-masing.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Jangan beraksi dan bertindak terkait ajakan-ajakan sebagai akibat dari keputusan penetapan hasil Pilpres nanti,” tandas Kiai Abdullah. (Supandi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Sejarah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 29 Juli 2017

Kuliner Sore Ramadhan di Jalan Petak Damai

Nganjuk, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Bulan Ramadhan memang bulan penuh berkah. Setiap Ramadhan tiba, tidak sedikit pasar dadakan digelar. Salah satu di antaranya pasar di kecamatan ? Bagor kabupaten Ngajuk itu, Pasar Sore Ramadhan di kelurahan Petak Damai, Nganjuk.

Kuliner Sore Ramadhan di Jalan Petak Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliner Sore Ramadhan di Jalan Petak Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliner Sore Ramadhan di Jalan Petak Damai

Di pasar yang membentang di sepanjang jalan Petak Damai ? ini, antrean panjang warga yang berdesakan bukan pemandangan baru. Banyak pengunjung datang untuk sekadar melihat-lihat atau membeli makanan buat hidangan buka puasa.

Berbagai macam aneka rupa makanan kecil hingga makanan utama dijajakan para pedagang yang berbaris memanjang dari pintu gerbang sampai pertengahan jalan kampung. Bagi pecinta wisata kuliner, pasar sore Petak Damai ? bisa menjadi rujukan yang menambah kaya khazanah di dunia kuliner.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Makanan khas jajanan pasar mendominasi hampir semua stan para pedagang. Sebut saja kue Lapis yang berwarna kuning kontras dengan warna coklat kehitaman di bagian bawah serta penempatan di nampan merah membuat makanan ini mencuri fokus setiap pengunjung.

"Jajanan pasar ini menjadi salah satu favorit pengunjung. Kita sering kewalahan dengan permintaan kue tersebut," kata Rika, salah seorang penduduk setempat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Salah satu keunikan dari pasar ini adalah pemandangan pengunjung ? yang saling berdesakan satu dengan yang lain. Tidak ada ? keributan antarpengunjung. Toleransi pengunjung yang masuk dan keluar menjadi semacam kesepatakatan tidak tertulis.

Keunikan lainnya ialah tidak adanya kompetisi di antara para pedagang makanan itu. Semua menggelar dagangan. Semua percaya pada rezeki serta peruntungan masing-masing. Mereka bahkan saling bertukar uang kembalian, serta saling menawarkan dagangan tetangganya ketika mendengar ada permintaan pembeli yang tidak dapat dipenuhinya.

Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan para pengunjung, kalangan mustadh’afin yang kurang beruntung hanya diwajibkan untuk menyiapkan kalengnya di bibir pintu masuk. Sementara pihak RT dan RW setempat bertanggung jawab sebagai pengelola pasar tersebut sehingga keteraturan bisa disaksikan di pasar sore ini. (Atik Fatmawati/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Internasional, News PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 28 Juli 2017

ICIS Bakal Didaftarkan ke PBB

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah dua kali menggelar pertemuan (23-25 Februari 2004 dan 20-22 Juni 2006), International Conference of Islamis Scholar (ICIS) bakal didaftarkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Organisasi yang menghimpun para ulama dan cendekiawan muslim sedunia yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini akan memiliki keanggotaan di PBB.

Insya Allah, tanggal 21 September besok, ICIS akan didaftarkan ke PBB,” kata Ketua Umum PBNU yang juga Sekretaris Jenderal ICIS kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah usai bersilaturrahim dengan para petinggi Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Dakwah (LD) NU, di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (5/9) kemarin.

ICIS Bakal Didaftarkan ke PBB (Sumber Gambar : Nu Online)
ICIS Bakal Didaftarkan ke PBB (Sumber Gambar : Nu Online)

ICIS Bakal Didaftarkan ke PBB

Menurut Hasyim, demikian panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur ini, pendaftaran tersebut penting dilakukan sebagai upaya memperluas partisipasi ICIS, yang mengusung gerakan Islam moderat itu, di tingkat dunia.

“Kepada PBB kita (ICIS, red) harus mendaftarkan sebagai NGO (Non Government Organization) yang diakui oleh PBB. Sehingga pada setiap sidang umum PBB, ICIS punya keanggotaan,” terang mantan Ketua Pengurus Wilayah (NU) Jawa Timur ini.

Selain itu, kata Hasyim, sebagai organisasi yang diikuti sekitar 300 ulama/cendekiawan muslim dari 53 negara itu, ICIS juga perlu menjalin hubungan dengan organisasi sejenis. “Jadi, ICIS itu harus berkenalan dengan lembaga internasional agama sejenis dari negara luar negeri, seperti Robitoh Alam Islami di Saudi Arabia, Robitoh Dakwah Adwali di Libya. Juga sebagai peninjau di OKI (Organisasi Konferensi Islam, red), ungkapnya. (rif)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan

Cirebon, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebanyak 20 grup mewakili komisariat IPNU dan IPPNU di kabupaten Cirebon memadati Kantor NU Center, Sumber, Ahad (9/3) pagi. Mereka mengadu kecepatan dan pengetahuan dalam cerdas cermat yang digelar PCNU kabupaten Cirebon dalam peringatan harlah ke-88 NU.

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan

Peserta lomba merupakan perwakilan anak cabang serta komisariat IPNU dan IPPNU di SMA, Pesantren, bahkan SMP. Untuk sampai di babak final, mereka harus melalui babak penyisihan dan babak semifinal.

Perlombaan ini dijurikan oleh pengurus harian cabang Fatayat NU, GP Ansor, dan Pembina IPNU dan IPPNU Cirebon. Materi yang dijadikan soal menyangkut perihal wawasan keislaman, ke-NUan, Keaswajaan, Kebangsaan, dan pengetahuan umum.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Penanggung jawab lomba cerdas cermat Murjiah mengatakan, lomba ini diformat sebagai ajang silaturahmi antarpelajar NU. Terutama sekali kata Murjiah, “Evaluasi terhadap tunas-tunas NU dalam memahami tradisi ke-NUan, Keaswajaan, Kebangsaan, dan wawasan umum.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah melewati tiga babak itu, grup perwakilan komisariat MAN Kalimukti keluar sebagai pemenang lomba skor tertinggi. Sedangkan juara kedua diraih oleh grup perwakilan anak cabang Depok. Juara ketiga, grup perwakilan anak cabang Losari.

Tiga pemenang ini akan mendapat trofi, uang pembinaan, dan piagam penghargaan. Penyerahan hadiah akan diserahkan pada acara puncak peringatan harlah ke-88 PCNU kabupaten Cirebon di stadion Ranggajati Sumber, Sabtu, 15 Maret 2014. (Marleni Adiya/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bush Jangan Hanya Merepotkan, tapi Bawa Manfaat

Semarang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Beberapa hari belakangan ini, Pemerintah Indonesia disibukkan dengan persiapan menyambut Presiden Amerika Serikat George W Bush 20 November mendatang. Seharusnya, kedatangan Bush tidak hanya merepotkan, tapi membawa manfaat.

“Celaka, kalau kedatangan Bush hanya merepotkan kita yang sudah repot. Dan bodoh, kalau kedatangannya menambah kerepotan kita,” kata Ketua PBNU KH Masdar Farid Mas’udi usai menjadi pembicara dalam Sarasehan Agama Melawan Korupsi di Hotel Pandanaran Semarang, Jalan Pandanaran, Kamis (9/11) kemarin.

Masdar menegaskan, pemerintah harus bisa memanfaatkan kedatangan Bush di Indonesia. Saat ini, posisi orang nomor satu di AS itu berada di titik lemah setelah Partai Demokrat berhasil menguasai parlemen dalam pemilihan beberapa hari lalu.

Bush Jangan Hanya Merepotkan, tapi Bawa Manfaat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bush Jangan Hanya Merepotkan, tapi Bawa Manfaat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bush Jangan Hanya Merepotkan, tapi Bawa Manfaat

“Mengambil manfaat apa dan bagaimana, itu yang harus dijawab Presiden SBY. Jadi ini bukan soal menolak atau menerima, tapi dari agenda itu, kita dapat apa,” tukas Masdar.

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta ini menambahkan, terlalu mahal biaya yang dikeluarkan pemerintah dan masyarakat Indonesia jika Bush tak membawa manfaat apa pun. “Yang didapat Bush maupun Indonesia harus seimbang,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Sah-sah saja jika dalam interaksi politik dua pihak bertemu, lalu berharap mendapatkan sesuatu. Sebagai negara Islam terbesar dengan iklim demokrasi yang cukup memadai, Indonesia bisa menekan AS untuk berbuat lebih adil, berhati nurani, dan menggunakan akal sehat dalam percaturan dunia,” papar Masdar.

Masdar yakin semua negara ikhlas dipimpin siapa pun, entah itu Amerika atau negara lain. Namun, pemimpin itu harus berperilaku baik, tak mengedepankan nafsu berkuasa dan tak menggunakan cara destruktif dalam menyelesaikan masalah. (hrb)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 27 Juli 2017

Daftar Haji Sekarang, Berangkat 17 Tahun Lagi

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Saat ini rasanya tidak mudah berangkat bagi kaum muslim untuk menunaikan ibadah haji. Meski punya uang cukup, pemberangkatan tidak serta merta bisa dilakukan. Sebab antreannya sangat panjang. Bayangkan saja, jika mendaftar tahun ini, calon jamaah baru bisa berangkat setidaknya 17 tahun lagi atau pada tahun 2031. Ini khusus bagi warga Kota Probolinggo.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo Muhammad mengakui panjangnya antrean menjadi penyebab lamanya masa tunggu itu. Meski demikian, hal itu tidak menurunkan animo masyarakat untuk berangkat haji.

Daftar Haji Sekarang, Berangkat 17 Tahun Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Daftar Haji Sekarang, Berangkat 17 Tahun Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Daftar Haji Sekarang, Berangkat 17 Tahun Lagi

“Apalagi pendaftar di bawah usia 50 tahun. Hampir tiap hari kami menerima pendaftaran baru,” ungkapnya, Kamis (22/1).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di sisi lain, banyaknya pendaftar juga diperparah dengan adanya keputusan pemerintah Arab Saudi yang membatasi kuota jamaah asal Indonesia hingga 20 persen. Waktu pemberangkatan pun semakin panjang.

Sementara jumlah pendaftar tiap tahun, jauh lebih banyak dibandingkan dengan jamaah yang diberangkatkan. Di Kota Probolinggo, rata-rata tiap tahun ada 300 orang pendaftar haji. Sedangkan untuk pemberangkatan rata-rata yang berangkat berjumlah 150-200 orang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk mendapatkan porsi haji, seorang calon jamaah harus menyetor dana minimal Rp. 25 juta per kepala. “Kalau sudah menyetorkan dana, baru bisa mempunyai nomor porsi. Dari sana bisa diketahui kapan yang bersangkutan akan berangkat,” jelasnya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Probolinggo ini sendiri keberatan membeber waiting list (daftar tunggu) jamaah haji di Kota Probolinggo. “Kalau soal itu, kami harus melihat data satu per satu. Itu harus detail. Tapi rata-rata tiap tahun ada 300 orang yang mendaftar haji,” terangnya.

Soal jamaah yang akan diberangkatkan tahun ini, Taufiq memperkirakan jumlahnya sekitar 174 orang. Jumlah tersebut berdasarkan informasi sementara dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur.

“Lebih banyak dibandingkan jumlah jamaah pada tahun 2014 sebanyak 134 orang. Pemotongan kuota 20 persen akan berakhir pada tahun 2016 mendatang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU, Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah