Jumat, 28 Juli 2017

ICIS Bakal Didaftarkan ke PBB

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah dua kali menggelar pertemuan (23-25 Februari 2004 dan 20-22 Juni 2006), International Conference of Islamis Scholar (ICIS) bakal didaftarkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Organisasi yang menghimpun para ulama dan cendekiawan muslim sedunia yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini akan memiliki keanggotaan di PBB.

Insya Allah, tanggal 21 September besok, ICIS akan didaftarkan ke PBB,” kata Ketua Umum PBNU yang juga Sekretaris Jenderal ICIS kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah usai bersilaturrahim dengan para petinggi Pimpinan Pusat (PP) Lembaga Dakwah (LD) NU, di Kantor PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (5/9) kemarin.

ICIS Bakal Didaftarkan ke PBB (Sumber Gambar : Nu Online)
ICIS Bakal Didaftarkan ke PBB (Sumber Gambar : Nu Online)

ICIS Bakal Didaftarkan ke PBB

Menurut Hasyim, demikian panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur ini, pendaftaran tersebut penting dilakukan sebagai upaya memperluas partisipasi ICIS, yang mengusung gerakan Islam moderat itu, di tingkat dunia.

“Kepada PBB kita (ICIS, red) harus mendaftarkan sebagai NGO (Non Government Organization) yang diakui oleh PBB. Sehingga pada setiap sidang umum PBB, ICIS punya keanggotaan,” terang mantan Ketua Pengurus Wilayah (NU) Jawa Timur ini.

Selain itu, kata Hasyim, sebagai organisasi yang diikuti sekitar 300 ulama/cendekiawan muslim dari 53 negara itu, ICIS juga perlu menjalin hubungan dengan organisasi sejenis. “Jadi, ICIS itu harus berkenalan dengan lembaga internasional agama sejenis dari negara luar negeri, seperti Robitoh Alam Islami di Saudi Arabia, Robitoh Dakwah Adwali di Libya. Juga sebagai peninjau di OKI (Organisasi Konferensi Islam, red), ungkapnya. (rif)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan

Cirebon, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebanyak 20 grup mewakili komisariat IPNU dan IPPNU di kabupaten Cirebon memadati Kantor NU Center, Sumber, Ahad (9/3) pagi. Mereka mengadu kecepatan dan pengetahuan dalam cerdas cermat yang digelar PCNU kabupaten Cirebon dalam peringatan harlah ke-88 NU.

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerdas Cermat, 20 Grup Pelajar NU Unjuk Kecepatan

Peserta lomba merupakan perwakilan anak cabang serta komisariat IPNU dan IPPNU di SMA, Pesantren, bahkan SMP. Untuk sampai di babak final, mereka harus melalui babak penyisihan dan babak semifinal.

Perlombaan ini dijurikan oleh pengurus harian cabang Fatayat NU, GP Ansor, dan Pembina IPNU dan IPPNU Cirebon. Materi yang dijadikan soal menyangkut perihal wawasan keislaman, ke-NUan, Keaswajaan, Kebangsaan, dan pengetahuan umum.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Penanggung jawab lomba cerdas cermat Murjiah mengatakan, lomba ini diformat sebagai ajang silaturahmi antarpelajar NU. Terutama sekali kata Murjiah, “Evaluasi terhadap tunas-tunas NU dalam memahami tradisi ke-NUan, Keaswajaan, Kebangsaan, dan wawasan umum.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah melewati tiga babak itu, grup perwakilan komisariat MAN Kalimukti keluar sebagai pemenang lomba skor tertinggi. Sedangkan juara kedua diraih oleh grup perwakilan anak cabang Depok. Juara ketiga, grup perwakilan anak cabang Losari.

Tiga pemenang ini akan mendapat trofi, uang pembinaan, dan piagam penghargaan. Penyerahan hadiah akan diserahkan pada acara puncak peringatan harlah ke-88 PCNU kabupaten Cirebon di stadion Ranggajati Sumber, Sabtu, 15 Maret 2014. (Marleni Adiya/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bush Jangan Hanya Merepotkan, tapi Bawa Manfaat

Semarang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Beberapa hari belakangan ini, Pemerintah Indonesia disibukkan dengan persiapan menyambut Presiden Amerika Serikat George W Bush 20 November mendatang. Seharusnya, kedatangan Bush tidak hanya merepotkan, tapi membawa manfaat.

“Celaka, kalau kedatangan Bush hanya merepotkan kita yang sudah repot. Dan bodoh, kalau kedatangannya menambah kerepotan kita,” kata Ketua PBNU KH Masdar Farid Mas’udi usai menjadi pembicara dalam Sarasehan Agama Melawan Korupsi di Hotel Pandanaran Semarang, Jalan Pandanaran, Kamis (9/11) kemarin.

Masdar menegaskan, pemerintah harus bisa memanfaatkan kedatangan Bush di Indonesia. Saat ini, posisi orang nomor satu di AS itu berada di titik lemah setelah Partai Demokrat berhasil menguasai parlemen dalam pemilihan beberapa hari lalu.

Bush Jangan Hanya Merepotkan, tapi Bawa Manfaat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bush Jangan Hanya Merepotkan, tapi Bawa Manfaat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bush Jangan Hanya Merepotkan, tapi Bawa Manfaat

“Mengambil manfaat apa dan bagaimana, itu yang harus dijawab Presiden SBY. Jadi ini bukan soal menolak atau menerima, tapi dari agenda itu, kita dapat apa,” tukas Masdar.

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) Jakarta ini menambahkan, terlalu mahal biaya yang dikeluarkan pemerintah dan masyarakat Indonesia jika Bush tak membawa manfaat apa pun. “Yang didapat Bush maupun Indonesia harus seimbang,” katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Sah-sah saja jika dalam interaksi politik dua pihak bertemu, lalu berharap mendapatkan sesuatu. Sebagai negara Islam terbesar dengan iklim demokrasi yang cukup memadai, Indonesia bisa menekan AS untuk berbuat lebih adil, berhati nurani, dan menggunakan akal sehat dalam percaturan dunia,” papar Masdar.

Masdar yakin semua negara ikhlas dipimpin siapa pun, entah itu Amerika atau negara lain. Namun, pemimpin itu harus berperilaku baik, tak mengedepankan nafsu berkuasa dan tak menggunakan cara destruktif dalam menyelesaikan masalah. (hrb)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 27 Juli 2017

Daftar Haji Sekarang, Berangkat 17 Tahun Lagi

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Saat ini rasanya tidak mudah berangkat bagi kaum muslim untuk menunaikan ibadah haji. Meski punya uang cukup, pemberangkatan tidak serta merta bisa dilakukan. Sebab antreannya sangat panjang. Bayangkan saja, jika mendaftar tahun ini, calon jamaah baru bisa berangkat setidaknya 17 tahun lagi atau pada tahun 2031. Ini khusus bagi warga Kota Probolinggo.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo Muhammad mengakui panjangnya antrean menjadi penyebab lamanya masa tunggu itu. Meski demikian, hal itu tidak menurunkan animo masyarakat untuk berangkat haji.

Daftar Haji Sekarang, Berangkat 17 Tahun Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Daftar Haji Sekarang, Berangkat 17 Tahun Lagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Daftar Haji Sekarang, Berangkat 17 Tahun Lagi

“Apalagi pendaftar di bawah usia 50 tahun. Hampir tiap hari kami menerima pendaftaran baru,” ungkapnya, Kamis (22/1).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di sisi lain, banyaknya pendaftar juga diperparah dengan adanya keputusan pemerintah Arab Saudi yang membatasi kuota jamaah asal Indonesia hingga 20 persen. Waktu pemberangkatan pun semakin panjang.

Sementara jumlah pendaftar tiap tahun, jauh lebih banyak dibandingkan dengan jamaah yang diberangkatkan. Di Kota Probolinggo, rata-rata tiap tahun ada 300 orang pendaftar haji. Sedangkan untuk pemberangkatan rata-rata yang berangkat berjumlah 150-200 orang.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk mendapatkan porsi haji, seorang calon jamaah harus menyetor dana minimal Rp. 25 juta per kepala. “Kalau sudah menyetorkan dana, baru bisa mempunyai nomor porsi. Dari sana bisa diketahui kapan yang bersangkutan akan berangkat,” jelasnya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Probolinggo ini sendiri keberatan membeber waiting list (daftar tunggu) jamaah haji di Kota Probolinggo. “Kalau soal itu, kami harus melihat data satu per satu. Itu harus detail. Tapi rata-rata tiap tahun ada 300 orang yang mendaftar haji,” terangnya.

Soal jamaah yang akan diberangkatkan tahun ini, Taufiq memperkirakan jumlahnya sekitar 174 orang. Jumlah tersebut berdasarkan informasi sementara dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur.

“Lebih banyak dibandingkan jumlah jamaah pada tahun 2014 sebanyak 134 orang. Pemotongan kuota 20 persen akan berakhir pada tahun 2016 mendatang,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU, Halaqoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Palestina Curiga Israel Menggali di Bawah Masjid Al-Aqsha

Ramallah, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) akan meminta UNESCO mengirim tim untuk menyelidiki perbuatan Israel terhadap Masjid Al-Aqsha di Jerusalem Timur.

Palestina Curiga Israel Menggali di Bawah Masjid Al-Aqsha (Sumber Gambar : Nu Online)
Palestina Curiga Israel Menggali di Bawah Masjid Al-Aqsha (Sumber Gambar : Nu Online)

Palestina Curiga Israel Menggali di Bawah Masjid Al-Aqsha

"UNESCO mesti turun-tangan dan menyelidiki tindakan ini, terutama penggalian terowongan di bawah Masjid Al-Aqsha," kata Menteri Urusan Luar Negeri PNA Reyad Al-Malki dalam  wawancara radio seperti dikutip Xinhua.

Perhimpunan Al-Aqsha bagi Warisan dan Harta Islam dalam pernyataan pers memperingatkan tentang rencana Israel untuk menggali terowongan di bawah kompleks Masjid Al-Aqsha.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kelompok tersebut menyatakan penggalian itu bertujuan untuk membuat elevator vertikal, pintu masuk dan koridor horizontal di bawah tanah yang menuju daerah Tembok Ratapan Yahudi. 

Pernyataan itu juga mengatakan rencana tersebut akan menelan biaya 10 juta dolar AS untuk mendorong pariwisata Israel di Kota Tua Jerusalem.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Masalah Jerusalem adalah masalah utama yang akan dirundingkan oleh Palestina dan Israel dalam pembicaraan status permanen mereka. 

Palestina ingin bagian timur kota itu menjadi ibu kota negara masa depan mereka, sedangkan Israel mengingini seluruh kota tersebut sebagai ibu kota abadi negara Yahudi. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, Kajian, Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketum PBNU: NU Merawat Agama dengan Tradisi

Jakarta,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Fenomena keagamaan mutakhir, menunjukkan gejala semakin mengerasnya kelompok Muslim radikal. Kelompok-kelompok Islam yang melakukan aksi politik dengan simbol agama, mengabaikan tradisi-tradisi yang selama ini menjadi strategi dakwah.

Ketum PBNU: NU Merawat Agama dengan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: NU Merawat Agama dengan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: NU Merawat Agama dengan Tradisi

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siroj mengungkapkan betapa pergerakan ormas-ormas Islam yang menyingkirkan tradisi, melupakan sejarah panjang dakwah Islam di negeri ini.

Hal ini, disampaikan Kiai Said, menjelang Peringatan Harlah Nahdlatul Ulama, di kantor PBNU, Jakarta, pada Sabtu (28/01/2017). Peringatan Harlah NU akan diselenggarakan pada 30-31 Januari 2017.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Mereka yang berdakwah dengan kekerasan dan memusuhi seni budaya, lupa dengan sejarah hadirnya Islam di bumi Nusantara. Dakwah Wali Songo dengan cara damai, menggunakan rasa dan seni. Medianya berupa wayang dan suluk-suluk yang menguatkan rasa," ungkap Kiai Said.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Kiai Said, memahami cara dakwah Wali Songo, harus bertahap hingga komprehensif. "Dakwah para wali itu merangkul, bukan memukul. Misalnya, mereka yang suka slametan diajak slametan dulu, yang kemudian diisi dengan ritual Islam, membaca ayat-ayat Al-Quran dan shalawat. Wayang juga sama, ada pesan tentang syahadat dan ajaran Islam," jelas Kiai Said.

Kiai Said berpesan, agar pendakwah Islam haruslah belajar dari Wali Songo. "Strategi Wali Songo dan kiai-kiai pesantren berhasil mengislamkan orang kafir. Ini sudah terbukti. Bukan malah mengkafir-kafirkan orang," terang Kiai Said.

Dalam uraiannya, Kiai Said menjelaskan tentang pentingnya fiqih, akhlak dan tasawuf sebagai rangkaian yang tidak bisa putus.

Menurut Kiai Said, dengan memahami hukum Islam, teladan sikap Rasulullah dan puncak spiritualitas, maka Islam akan menjadi agama yang sejuk dan ramah, bukan agama yang mengerikan. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama, Olahraga PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dubes Swedia Tanya Islam Indonesia ke PBNU

Jakarta,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Johanna Brismer Skoog berkunjung ke PBNU. Ia bersama dua stafnya diterima Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di ruangannya, lantai 3 gedung PBNU, Jakarta, Kamis siang (30/10).

Dubes Swedia Tanya Islam Indonesia ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Swedia Tanya Islam Indonesia ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Swedia Tanya Islam Indonesia ke PBNU

Pada pertemuan tersebut, ia menyampaikan beberapa hal yang diterjemahkan Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud. Johanna bertanya mulai dari karakter Islam Indonesia, perkembangannya. Kemudian ngobrol kemungkinan kerja sama dalam berbagai bidang seperti pendidikan, kebudayaan, dan antiteroris.

Menjawab pertanyaan tersebut Kiai Said mengatakan, karakter Islam Indonesia, khususnya NU adalah tawasuth, berada di tengah-tengah. Mayoritas Islam Indonesia, dari segi kebudayaan, tidak mengikuti Barat dan juga Timur Tengah. Islam Indonesia adalah Islam yang akrab dengan kebudayaannya sendiri. ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kang Said menambahkan, Islam Indonesia adalah Islam rahmatan lil alamin. Islam yang tidak ingin menjadikan agama sebagai dasar negara. Karena menurutnya, jika Islam dijadikan dasar negara, maka oposisi menjadi musuh Islam. Musuh Islam bisa dikatakan kafir. Akibatnya bisa benturan sesama umat Islam sendiri.

“Kita lebih memilih dasar negara tidak berdasar agama, tapi tidak bertentangan dengan agama,” kata kiai yang akrab disapa Kang Said tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

NU, sambung Kang Said, bukanlah partai politik, tapi warganya berada di berbagai partai poitik karena NU membebaskan warganya untuk aktif di partai mana pun. Ia juga menyebutkan lembaga, lajnah dan banom NU kepada tamu-tamunya itu.

Mendapat penjelasan seperti itu, Johanna menginginkan gaya Islam seperti yang berkembang di negaranya. Kemudian ia bertanya lebih tegas lagi soal penerapan syariat Islam pada sebuah negara.

Menurut Kang Said, syariat Islam tidak bisa dipaksakan, apalagi hal itu dilakukan dari atas. “Orang-orang NU itu taat beragama, mengerjakan shalat dan perintah-perintah Islam, tapi tak setuju dengan syariat Islam.

Soal teroris, Kang Said menjamin, dari cara berpikir dan kebudayaannya, warga NU tidak ada yang terlibat dalam gerakan-gerakan terorisme. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah