Rabu, 26 Juli 2017

Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Narasi ekstrimisme begitu masif dan viral di media sosial, khususnya Twitter Konten ini sampai mampu menjadi image Islam yang seolah identik dengan kekerasan, perang, dan bom. Dasar ini adalah salah satu alasan bagi The Wahid Institute untuk menggandeng Twitter Indonesia untuk menggelar Workshop Tweet For Peace bersama puluhan aktivis media.

Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Melaporkan Akun-akun Radikal di Twitter

Menurut salah satu narasumber dari pihak Twitter Indonesia Roy Simangunsong, twitter memang dibangun berdasarkan konsep freedom of expressions atau kebebasan berekspresi para penggunanya.

“Tetapi kebebasan berekspresi tetap harus menjunjung tanggung jawab dan etika. Sebab itu, Twitter sangat mendukung dalam memerangi radikalisme,” tegas Roy.

Roy mengajak kepada para pengguna twitter untuk melaporkan akun-akun radikal yang berpotensi ke tindakan terorisme dengan melaporkan ke platform yang disediakan oleh Twitter yaitu dengan mengakses: support.twitter.com/forms.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk mendukung gerakan radikal di media sosial, lanjut Roy, twitter juga menyediakan berbagai tools (alat) yang dapat dimanfaatkan oleh para pengguna. Hingga saat ini menurut Roy, tagar atau hashtag merupakan tools yang sangat efektif untuk mempopulerkan konten atau pesan damai. Selain itu, banyak tools-tools lain yang bisa dimanfaatkan.

“Namun demikian, partisipasi aktif dalam menyampaikan konten dan informasi yang baik sangat penting. Karena Twitter juga sangat menekankan konten yang beretika di Twitter,” tutur Roy.

Kegiatan workshop ini dihadiri oleh puluhan aktivis media dan komunitas yang aktif dalam menangkal serta memerangi radikalisme dan terorisme di dunia maya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pesantren, Nahdlatul PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gandeng Komunitas Sepatu Roda, Pelajar NU Klaten Galang Dana

Klaten, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pelajar Nahdlatul Ulama Klaten bersama komunitas sepatu roda mengadakan aksi sosial dengan menggalang dana peduli Gaza dari para pengguna jalan. Mereka menggelar yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad (26-27/7) di sekitar alun-alun Klaten dan lokasi Car Free Day.

“Kami berkomitmen untuk menjaga ketertiban umum dan nama baik organisasi dengan tidak turun di jalan raya atau traffic light. Sehingga, kami hanya menyusuri tepi alun-alun Klaten pada hari Sabtu sore,” terang Ketua IPNU Klaten, Ahmad Saifuddin.

Gandeng Komunitas Sepatu Roda, Pelajar NU Klaten Galang Dana (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Komunitas Sepatu Roda, Pelajar NU Klaten Galang Dana (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Komunitas Sepatu Roda, Pelajar NU Klaten Galang Dana

IPNU-IPPNU Klaten, kata Saifuddin, melibatkan sejumlah pihak dalam menyukeskan kegiatan ini, di antaranya Polres Klaten dan beberapa pelajar di Klaten. “Kami juga bekerja sama dengan komunitas sepatu roda yang memberikan atraksi menghibur dan menarik,” ujar Saifuddin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya, aksi sosial ini merupakan tindak lanjut dari rencana yang sudah dipersiapkan sepekan lalu. Aksi sosial ini, selain agar mendapat berkah bulan Ramadhan, juga sebagai bentuk kepedulian kami atas krisis politik, sosial dan kemanusiaan di Gaza Palestina, ujarnya.

Selanjutnya, uang hasil dari penggalangan dana tersebut akan disalurkan ke Gaza Palestina via LAZISNU PBNU. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Salurkan sedekah dan zakat Anda melalui LAZISNU PBNU di nomor rekening BCA 6340.161.481 atau Mandiri 123.000.483.89.77

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 25 Juli 2017

Siapkan Kader Mujahid, PMII Sidoarjo Turun Gunung

Sidoarjo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah? . Upaya untuk menyiapkan kader mujahid, PC PMII Sidoarjo mengadakan acara roadshow atau yang kerap kali disebut "turun gunung" ke Pengurus Komisariat PMII Institut Agama Islam (IAI) Al Khoziny Buduran Sidoarjo Jawa Timur, Selasa (3/3).

Selain untuk menyiapkan para instruktur yang akan memandu kegiatan PKD untuk menyiapkan kader Mujahid. PC PMII Sidoarjo juga menyampaikan salah satu kegiatan kaderisasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 3-5 April 2015 yakni Trainning of Instructure ke-2 atau pelatihan untuk instruktur/fasilitator PKD.

Siapkan Kader Mujahid, PMII Sidoarjo Turun Gunung (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Kader Mujahid, PMII Sidoarjo Turun Gunung (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Kader Mujahid, PMII Sidoarjo Turun Gunung

Menurut Ketua Umum PC PMII Sidoarjo Gigin Anggi Zuarinsa mengatakan, program "turun gunung" ke masing-masing pengurus komisariat se-Sidoarjo ini merupakan amanah dari hasil Rakercab bulan November 2014 lalu serta hasil Konsolnas di Jombang Jatim.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Dalam kegiatan ini kami memberi kesempatan kepada pengurus komisariat PMII IAI Al Khoziny untuk memberi saran dan kritik kepada ? pengurus cabang PMII Sidoarjo sebagai evaluasi di bulan ke-6 kepengurusan kami. Selain itu kami juga ingin menyambung tali silaturrahim dengan pengurus komisariat yang ada di Sidoarjo," terangnya.

Ditambahkannya,PMII Al Khoziny Ini adalah komisariat pertama dalam roadshow ini. semoga menjadi tolak ukur untuk agenda "turun gunung" ke komisariat berikutnya. Rencananya, dalam waktu dekat ini PC PMII Sidoarjo juga akan melakukan hal yang sama ke pengurus komisariat yang ada di kota udang ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Insya Allah tanggal 5 Maret ke Universitas Sunan Giri (Unsuri), tangal 6 Maret ke Universitas Maarif Hasyim Latief Sepanjang Sidoarjo, tanggal 10 ke Universitas Muhammaddiyah Sidoarjo, tanggal 12 dua tempat yakni ke Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo dan STKIP Sidoarjo," paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisariat PMII IAI Al Khoziny Haris Aliq mengaku, dengan adanya program kunjungan kerja dari PC PMII Sidoarjo ke komisariat menjadi pecutan semangat anggota dan kader khususnya pungurus komisariat agar tetap menjalankan aktifitas dan meningkatkan ke-PMII-annya.

"Alhamdulillah dengan adanya program kunjungan dari PC PMII Sidoarjo ke komisariat Al Khoziny ini menjadi daya tarik keharmonisan dan kekeluargaan PMII khususnya di Sidoarjo untuk kedepanya menjadi lebih baik," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah, Pertandingan, Pendidikan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

LPN, Kadin dan IPB Tandatangani Komitmen Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menteri Ketenagakerjaan  M Hanif Dhakiri mengajak semua pihak agar secara bersama-sama berpartisipasi aktif dalam percepatan pelaksanaan Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (selanjutnya disebut “GNP2DS”) di Indonesia.

LPN, Kadin dan IPB Tandatangani Komitmen Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
LPN, Kadin dan IPB Tandatangani Komitmen Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

LPN, Kadin dan IPB Tandatangani Komitmen Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing

Pernyataan  Menaker itu disampaikan saat  penandatanganan nota kesepahaman antara Sekretaris Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) Bambang Satrio Lelono dengan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)  Bidang Perindustrian Johnny Darmawan serta dengan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto tentang percepatan pelaksanaan GNP2DS di Jakarta, Kamis (14/9).

“Kita terus tingkatkan produktivitas yang menjadi kunci  peningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, kesejahteraan dan kualitas kehidupan masyarakat serta daya saing nasional,“ kat Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Bambang Satrio Lelono yang mewakili Menaker M Hanif Dhakiri.

Menaker Hanif selaku Ketua Lembaga Produktivitas  Nasional (LPN) mengatakan percepatan pelaksanaan dan perluasan GNP2DS merupakan suatu keharusan yang perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan secara lebih sinergis dan berkesinambungan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Menaker, adanya pemahaman, kesadaran dan komitmen para pemangku kepentingan akan pentingnya peningkatan produktivitas dan daya saing, menjadi  modalitas dasar bagi peningkatan kapabilitas dalam perancangan dan pelaksanaan GNP2DS.

 

Bagi bangsa Indonesia, kata Hanif produktivitas merupakan salah satu isu pembangunan yang menjadi bagian agenda pemerintah, sehingga secara khusus peningkatan produktivitas tercantum dalam Rencana Pembangunan

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jangka Menengah Nasional ketiga (RPJMN) 2015-2019 sebagai bagian dari agenda prioritas nasional.

“Namun melihat perkembangan dan kebutuhan saat ini, gerakan produktivitas harus dilakukan dengan melibatkan berbagai komponen yang ada secara lebih komprehensif, holistik, terstruktur dan masif, baik tingkat lokal maupun nasional, baik pada tataran mikro maupun makro, “ ujar Hanif.

Ditambahkan Hanif,  tujuan penandatanganan nota kesepahaman percepatan pelaksanaan GNP2DS antara LPN, Kadin dan IPB adalah untuk meningkat dan meluasnya jejaring pelayanan peningkatan produktivitas dan daya saing; meningkatnya peran, kapasitas, dan kredibilitas para pihak  dalam percepatan pelaksanaan GNP2DS; 

"Selain MoU ini akan meningkatnya upaya-upaya peningkatan produktivitas di lingkungan dunia usaha, sebagai bagian integral dari GNP2DS; berkembangnya model dan metode peningkatan produktivitas; dan tersedianya data dan informasi yang lengkap, akurat, dan terkini di bidang peningkatan produktivitas"kata Hanif.

Lebih rinci ruang lingkup nota kesepahaman dengan KADIN meliputi sosialisasi dan promosi peningkatan produktivitas di kalangan dunia usaha; pengembangan model dan metode peningkatan produktivitas di semua bidang usaha;  pengembangan program pelatihan, bimbingan, dan konsultansi peningkatan produktivitas di semua bidang usaha;  pengembangan publikasi dan informasi peningkatan produktivitas di kalangan dunia usaha; dan pengembangan jejaring dan kerja sama peningkatan produktivitas dengan institusi di dalam maupun luar negeri.

Sementara ruang lingkup nota kesepahaman dengan IPB meliputi pengembangan program pendidikan dan pelatihan produktivitas di IPB dan mitra kerjanya; pengembangan program penelitian dan konsultansi serta pelayanan peningkatan produktivitas; pengembangan program publikasi, penyebarluasan informasi, dan promosi GNP2DS; dan pengembangan program jejaring dan kerja sama peningkatan produktivitas dengan institusi di dalam maupun di luar negeri. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Halaqoh, Ubudiyah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

LAZISNU Kudus Salurkan Dana Santunan ke Yatim dan Duafa

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, kembali menyalurkan dana santunan  kepada 62 anak yatim dan 20 duafa, Ahad (31/8). Pemberian santunan dilaksanakan bersamaan pada acara pengajian rutin Ahad pahing dan halal bihalal Majlis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Kota di Kantor NU Jl Pramuka No 20 Kudus.

Ketua  LAZISNU Kudus Syaroni Suyanto mengatakan, penyaluran dana santunan ini merupakan bentuk program kerja lanjutan yang telah dilaksanakan sebelumnya pada bulan Ramadhan lalu. Pada kesempatan ini, para penerima santunan adalah yatama dan duafa dari desa di wilayah kecamatan Kota Kudus.

LAZISNU Kudus Salurkan Dana Santunan ke Yatim dan Duafa (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kudus Salurkan Dana Santunan ke Yatim dan Duafa (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kudus Salurkan Dana Santunan ke Yatim dan Duafa

"Santunan di MWC NU Kota ini, kita salurkan dana Rp 5.100.000 dengan rincian Rp 3.100.000 untuk 62 yang masing-masing menerima Rp 50.000/anak dan Rp 2.000.000 untuk duafa diberikan kepada 20 duafa per orang menerima Rp 100.000," terang Syaroni.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

 Ia menambahkan LAZISNU akan terus berupaya mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, infaq dan shadaqah secara benar dari para orang kaya, dermawan, muzakki, maupun CSR dari perusahaan. Hingga kini, pihaknya terus menyosialisasikan keberadaan LAZISNU Kudus yang memang baru terbentuk beberapa bulan lalu tepatnya bulan Maret 2014.

 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Karenanya kami mengajak semua pihak membangun kemitraan strategis dengan menyalurkan dana ZIS melalui LAZISNU Kudus dengan no rekening Mandiri Syariah 7064846013 atau langsung ke kantor NU," imbuhnya.

 

Direktur eksekutif LAZISNU Kudus Edi Wicaksana menambahkan Lazisnu  masih terus melakukan penataan kelembagaan sehingga mampu melaksanakan program untuk mengatasi permasalahan ummat.

 

"Termasuk juga, untuk tranparansi pemasukan dan penyaluran dana LAZISNU kami juga akan melaporkan secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik," jelas Edi. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai, Quote, Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebagai Bagian Dari Komponen Pembangunan, SP/SB Tak Boleh Terjebak Isu Konvensional

Gresik, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Indonesia masih dihadapkan pada sejumlah tantangan ketenagakerjaan seperti pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan sosial. Untuk itu, seluruh stakeholder ketenagakerjaan seperti SP/SB harus memaksimalkan perannya untuk bersama-sama menanggulangi persoalan-persoalan tersebut.

Sebagai Bagian Dari Komponen Pembangunan, SP/SB Tak Boleh Terjebak Isu Konvensional (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebagai Bagian Dari Komponen Pembangunan, SP/SB Tak Boleh Terjebak Isu Konvensional (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebagai Bagian Dari Komponen Pembangunan, SP/SB Tak Boleh Terjebak Isu Konvensional

“Peran organisasi pekerja juga diharapkan tidak melemah, karena berbagai kepentingan yang tidak berhubungan langsung dengan kebutuhan anggota dan keluarganya,” kata Dirjen PHI dan JSK Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) Haiyani Rumondang saat mewakili Menteri Ketenagakerjaan RI memberikan sambutan pada acara Pengukuhan Pengurus Serikat Karyawan Semen Indonesia (SKSI) Periode 2017-2020 di Gresik, Rabu (20/09).

Haiyani menjelaskan, saat ini Pemerintah Indonesia sedang giat melakukan pembangunan di berbagai sektor. Hal ini menurunya membutuhkan dukungan positif dair seluruh komponen masyarakat. Agar pembangunan tersebut berjalan maksimal dan sesuai dengan target pembangunan.

“Dibutuhkan pemikiran-pemikiran yang konkrit dari SP/SB,” jelasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk menuju arah tersebut, Haiyani mengimbau agar SP/SB mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Yakni, tuntutan agar seluruh komponen negara lebih interaktif dan saling bersinergi.

Dengan adanya tuntutan ini, maka antara SP/SB dengan pihak pengusaha saat ini tidak boleh menerapkan paradigma yang saling berhadap-hadapan (vis-à-vis). Tetapi paradigma yang digunakan harus diubah menjadi paradigma kooperatif dan sinergis.

Jika SP/SB tidak menyesuaikan paradigma organisasinya sesuai dengan tuntutan zaman, maka organisasi ini akan cenderung terjebak pada isu-isu konvensional seperti Upah Minimum (UM). Menurut Haiyani, UM merupakan jaring pengaman yang tidak akan pernah dapat mensejahterakan pekerja/buruh.

“Jika tidak dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang terjadi, maka organisasi akan menjadi statis,” ujarnya.

Oleh karenanya, ia pun menyarankan agar SP/SB membekali anggotanya dengan keterampilan hubungan industrial yang baik. Dengan adanya kemampuan pengelolaan hubungan industrial yang akuntabel dan kredibel, maka hal ini akan turut memperkuat kualitas SP/SB itu sendiri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pengurus juga harus membekali diri dengan kemampuan substantif yang holistik serta kemampuan berbahasa asing,” paparnya. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, Humor Islam, Quote PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pesantren Wahid Hasyim Peringati Haul Ke-XVI KH Abdul Hadi

Sleman, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pesantren Wahid Hasyim yang terletak di Jalan Wahid Hasyim No. 3, Gaten, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta, menggelar peringatan Haul ke-XVI KH Abdul Hadi As-Syafi’i, Jum’at malam (30/5). ? KH Abdul Hadi As-Syafi’I merupakan sang pendiri Pesantren Wahid Hasyim tahun 1977 M.?

Hadir dalam acara tersebut sebagai pembicara, Rais Syuriah PWNU DIY, KH Asy’ari Abta. Dalam kesempatan tersebut, KH. Asy’ari Abta menceritakan kisah yang pernah diungkapkan oleh KH Ali Maksum.?

Pesantren Wahid Hasyim Peringati Haul Ke-XVI KH Abdul Hadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Wahid Hasyim Peringati Haul Ke-XVI KH Abdul Hadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Wahid Hasyim Peringati Haul Ke-XVI KH Abdul Hadi

“Ada orang sebut saja namanya fulan. Fulan ini kalau suka terhadap seseorang itu suka sekali, ada juga yang disukai kalau butuh saja, dan ada juga yang sangat dibenci. Suatu saat, fulan ini ditangkap polisi. Dia lalu datang kepada orang yang paling disukai untuk meminta pertolongan. Tapi ternyata orang tersebut tidak bisa menolongnya,” ujar Kiai Asy’ari.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setelah itu, lanjut Kiai Asy’ari, Fulan meminta tolong pada orang yang disukai kalau pas butuh saja. Orang itu pun tidak bisa menolong si Fulan. Dengan terpaksa, si Fulan meminta pertolongan kepada orang yang dibencinya. Dan di luar dugaan, orang yang dibenci tersebut, malah siap memberikan pertolongan.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Sebenarnya, polisi dalam cerita tersebut ya malaikat. Sedangkan ketiga tipe orang tersebut merupakan gambaran dari harta, tetangga dan amal jariah. Ketika orang sudah meninggal, harta tidak akan mampu menolong. Begitu juga dengan tetangga. Hanya amal jariyah-lah yang mampu menolong,” jelas Kiai Asy’ari.?

Ketika orang meninggal, lanjut Kiai Asy’ari, hanya ada tiga hal yang pahalanya tidak pernah putus, yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih. Dan Insya’allah KH Abdul Hadi As-Syafi’I memiliki ketiga-tiganya.?

Di akhir pembicaraan, Kiai Asy’ari berpesan kepada para hadirin agar mempersiapkan putra-putri yang shalih sebagai bekal ketika sudah meninggal nanti. (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, Ubudiyah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah