Selasa, 20 Juni 2017

Kiai–Santri Al Muayyad Kompak Nonton Bareng

Solo,PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Nonton bioskop biasanya menjadi sebuah hal yang terlarang di pesantren. Tetapi tidak begitu pada Kamis (30/5) siang kemarin, para santri justru terlihat berkerumun di sebuah Gedung Bioskop di pusat Kota Solo.

Tidak hanya itu, bahkan kiai mereka, juga terdapat dalam rombongan itu. Rupanya rombongan tersebut adalah para santri dan pengajar dari Pesantren Al Muayyad Solo.

Kiai–Santri Al Muayyad Kompak Nonton Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai–Santri Al Muayyad Kompak Nonton Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai–Santri Al Muayyad Kompak Nonton Bareng

Pemandangan tak biasa itu terlihat saat penayangan perdana film Sang Kiai, sebuah film yang menceritakan tentang keteladanan seorang guru besar dari kalangan pesantren, KH Hasyim Asy’ari.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kiai Hasyim merupakan seorang pahlawan yang turut memperjuangkan kemerdekaan negeri ini. Dahulu, dia merupakan pengasuh pesantren Tambak Beras Jombang Jawa Timur.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebelum acara nonton dimulai, pengasuh pesantren Al Muayyad Solo, KH Rozaq Shofawi, memimpin doa bersama. Seorang santri Al Muayyad, Shofi Puji Astuti (22), mengatakan baru pertama kali ada acara seperti ini.

“Sebelumnya tidak pernah. Biasanya kan santri tidak diperbolehkan nonton di bioskop,” kata Shofi sembari tersenyum.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah, Doa, Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Presiden Tawarkan Dokter Kepresidenan untuk Kiai Hasyim

Malang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Presiden Joko Widodo menawarkan bantuan dokter kepresidenan kepada anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH Hasyim Muzadi yang kini terbaring karena kesehatannya menurun dalam beberapa hari terakhir.

Presiden Tawarkan Dokter Kepresidenan untuk Kiai Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Tawarkan Dokter Kepresidenan untuk Kiai Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Tawarkan Dokter Kepresidenan untuk Kiai Hasyim

Salah satu dokter RS Lavalette yang menangani KH Hasyim Muzadi, dr Hariadi Moeljosoedirjdo, mengungkapkan empat dokter telah datang bersama rombongan presiden.

"Beliau menawarkan bantuan, termasuk peralatan medis. Peralatan apa saja yang dibutuhkan mereka siap," katanya kepada wartawan usai kunjungan Presiden Joko Widodo di kediaman KH Hasyim Muzadi di Malang, Jawa Timur.

Ia menjelaskan kondisi anggota Watimpres saat ini sudah mulai membaik, hanya perlu perbaiki kondisi tubuh yang menurun dan batuk serta sesak.

"Kalau batuk beliau sulit mengeluarkan riak (dahak) sehingga harus dikasih selang dan infus serta oksigen. Memang perawatan ini bisa di rumah," ujar dia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hariadi mengatakan kondisi bagian tubuh KH Hasyim lainnya semua normal, seperti jantung, nadi dan lainnya terlihat bagus. "Karena beliau sepuh jadi daya tahan tubuhnya menurun. Ini masih mau diskusi sama dokter lainnya nanti," kata Hariadi.

Presiden Jokowi bersama rombongan menjenguk anggota Watimpres KH Hasyim Muzadi di kediamannya di Jalan Jengger Ayam. Presiden ditemani Iriana Widodo dan putranya Kaesang Pangarep, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin bersama istri, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana bersama istri, serta Menteri Sekretaris Negara Praktikno.

Presiden mengajak seluruh masyarakat Indonesia mendoakan KH Hasyim Muzadi agar segera sembuh. "Kami berdoa KH Hasyim Muzadi diberikan kesembuhan secepatnya," kata Jokowi. (Antara/Mukafi Niam)?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PMII Airlangga Laksanakan Tadabbur Alam di Gunung Penanggungan

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sedikitnya 20 kader PMII melakukan pendakian massal dan bersih-bersih di gunung Penanggungan, Jatim. Mereka mengikuti Tadabbur Alam yang difasilitasi Biro Bakti Masyarakat PMII Komisariat Airlangga selama dua hari, Sabtu-Ahad (15-16/11).

"Kegiatan ini merupakan upaya mempererat tali silaturahmi antarkader PMII yang terdapat di Komisariat Airlangga," tutur Kepala Biro Bakti Masyarakat PMII Airlangga Achmad Hanif.

PMII Airlangga Laksanakan Tadabbur Alam di Gunung Penanggungan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Airlangga Laksanakan Tadabbur Alam di Gunung Penanggungan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Airlangga Laksanakan Tadabbur Alam di Gunung Penanggungan

Sementara Ketua Komisariat PMII Airlangga Titom, "Tadabbur Alam berhasil membuat kader PMII merefleksikan nilai-nilai gerakan PMII yang tercantum di dalam NDP, Hablum minal alam untuk lebih peduli lagi dengan kelestarian alam.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kegiatan ini, menurutnya, cukup memberi pelajaran bahwa soliditas kader untuk menggapai tujuan sangatlah penting. Tanpa itu organisasi berjalan sekadar hidup tanpa sebuah kegairahan mencapai tujuan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Saya berharap kegiatan seperti ini menjadi tradisi PMII Airlangga. Walau lelah tapi sangat banyak hal yang bisa saya petik dari kegiatan ini tentang semangat, kekeluargaan, dan kesyukuran terhadap ciptaan Tuhan," kata Jojo, salah satu kader PMII Airlangga. (Asrari Puadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Fragmen, AlaNu PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 19 Juni 2017

Pelantikan IPNU-IPPNU Bakalan

Bojonegoro: PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelantikan Ranting IPNU-IPPNU Desa Bakalan Kecamatan Kapas, di Balai desa Bakalan berlangsung dengan khidmat, Jum’at (2/11).



Pelantikan IPNU-IPPNU Bakalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan IPNU-IPPNU Bakalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan IPNU-IPPNU Bakalan

Acara pelantikan dibarengkan dengan acara rutinan pengajian Jum’at Kliwon Fatayat NU dan Muslimat NU Kapas.

“Tiap ada pengajian Anjangsana Rutinan Fatayat NU & Muslimat NU Kapas pasti kita barengkan dengan Pelantikan Ranting IPNU-IPPNU yang sudah berdiri dirantingnya tersebut,” Kata M. Masluhan Ketua PAC IPNU Kapas.

Acara dimulai dengan penampilan grup sholawat At Thohiriyah dari ranting Bakalan, dan selanjutnya prosesi pelantikan dilaksanakan. Yang pertama pelantikan Pengurus Ranting IPNU yang dipimpin oleh tim pelantik dari PC IPNU Bojonegoro. Selanjutnya pelantikan PR. IPPNU yang dipimpin oleh Tim pelantik dari PC. IPPNU Bojonegoro.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Acara tersebut dihadiri oleh ribuan jamah Fatayat NU & Muslimat NU se Kecamatan Kapas, dan warga masyarakat Bakalan sekitarnya. Acara tersebut juga dihadiri oleh Pengurus Cabang NU H. Moch Choiri SH, M.Si.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selanjutnya acara pengajian rutinan Jum’at kliwon dimulai dan sebagai penceramah adalah KH. Moh. Sofiyullah ( Pengasuh Ponpes Al-Rosyid-Kendal Bojonegoro)

Rekan Saiful Mubarrok dan Rekanita Nina Nur Niawati selaku pimpinan ranting IPNU-IPPNU Bakalan siap memimpin dan mengawal perjalanan IPNU-IPPNU kedepan. 

Kontributor: Syamsul Munir

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 17 Juni 2017

Muslim Pasiennya, Kristiani Dokternya

Cirebon, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. “Kesehatan itu tak punya agama,” tegas Jusak I Indrawan, Ketua Yayasan Griya Kesehatan Indonesia dari Geraja Kristen Indonesia Jakarta.

Karena itulah yayasan yang dipimpinnya menurunkan 30 orang tenga medis untuk membantu pengobatan gratis kepada warga sekitar pesantren Kempek , Cirebon, Jawa Barat, Kamis, (13/9).?

Muslim Pasiennya, Kristiani Dokternya (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Pasiennya, Kristiani Dokternya (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Pasiennya, Kristiani Dokternya

Meski pengobatan itu ditangani tenaga medis Kristen, ratusan warga Muslim berduyun mendatangi posko kesehatan Yayasan Griya Kesehatan Indonesia tersebut. “Yang bisa kami tangani adalah penyakit ringan seperti ISPA, kulit, dan maag. Tapi ada juga pasien dengan penyakit lain, seperti mata. Ya, kami layani,” ujarnya.?

Diakui Jusak, bakti sosial tersbut merupakan rangkaian dari Musayawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) yang akan berlangsung 14-17 September mendatang, di pesantren Kempek.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami diminta panitia untuk pengadakan pengobatan gratis. Karena itu tugas kami, kami bersedia. Kami ingin berbagi dengan sesama anak bangsa. Bersama NU, kami sering kali melakukan kegiatan serupa,” tambahnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Mulai besok, kami akan memberikan penanganan lebih untuk peserta Munas-konbes. Kami menyiapkan mobil klinik. Mobil ini berfungsi semacam Unit Gawat Darurat yang bisa menangani sementara untuk penyakit berat seperti jantung.”

Hari sebelumnya, yayasan tersebut juga melakukan hal yang sama di pesantren Darul Maa’rif. "Di pesantren itu target kami melayani 300 orang pasien. Ternyata lebih. Kami melayani 316 warga,” tambahnya.

?

Redaktur ? ? ? ? : Hamzah Sahal

Penulis ? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 13 Juni 2017

Siapa di Balik Aksi 4 November? Ini Penjelasan Ketum GP Ansor

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua GP Ansor H Yaqut Choulil Qoumas, menengerai aksi demonstrasi 4 November berpotensi ditunggangi kelompok radikal. Kelompok radikal tersebut jumlahnya tidak sebanyak kelompok moderat dan toleran, namun berpeluang besar menghancurkan kedamaian di Indonesia.

“Kelompok yang selama ini ada adalah yang berperilaku moderat dan toleran. Tapi yang turun di tanggal 4 ini, di luar ruang pergaulan kami,” kata Gus Atut seperti dikutip dari video berjudul ‘Ansor Ungkap Rencana di Balik Aksi 4 November’ yang diunggah akun youtube 164 Channel.

Siapa di Balik Aksi 4 November? Ini Penjelasan Ketum GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapa di Balik Aksi 4 November? Ini Penjelasan Ketum GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapa di Balik Aksi 4 November? Ini Penjelasan Ketum GP Ansor

Gus Yaqut menambahkan pihaknya mendapat informasi dari banyak pihak terkait aksi 4 November, ada gelombang besar dari kelompok radikal yang dikirim ke Jakarta.

“Ada alumni konflik Poso sebanyak 70 orang yang diberangkatkan. Menyusul dari Solo Raya (Sukoharjo, Klaten, Solo) yang selama ini dikenal sebagai basis kelompok radikal,” kata Gus Yaqut dalam video yang diunggah pertama kali tanggal 2 November.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya dari kelompok-kelompok itu yang paling dikhawatirkan adalah adanya kelompok radikal yang bergerak tidak terorganisir. Mereka bergerak sendiri dan atas kesadaran serta kemauan sendiri.?

“Kalau garis keras yang selama ini lembaganya kita kenal seperti Jamaah Ansorut Tauhid dan Ansori Syariah, kita tidak terlalu khawatir karena saya yakin aparat negara atau intelejen sudah mendapatkan informasi gerakan mereka,” ujarnya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menyebut aksi penyerangan pos polisi di Tangerang beberapa waktu lalu dilakukan oleh sel tidak terduga. Kelompok atau sel-sel semacam itulah yang kemungkinan besar ikut dalam aksi 4 November ini.

Oleh karena itu, GP Ansor menekankan tidak akan terlibat di dalam aksi 4 November. Kader Ansor dan Banser dilarang baik ikut dalam demo 4 November maupun sekadar menjaga aksi demo, kecuali negara memanggil melalui aparat keamanan untuk menjaga keamanan di ibukota.

Berkaitan dengan isyu yang tersebar di media sosial yang menyerang ulama NU, Gus Yaqut mengatakan salah satu tugas Ansor adalah menjaga ulama.?

“Selalu saya katakan berulang kali, siapa pun yang mengganggu ulama, akan kita lawan. Jangankan menganggu, mencolek saja akan berhadapaan dengan Ansor dan Banser,” tegasnya.

Tonton video lengkapnya di https://www.youtube.com/watch?v=TGj52UZWTH0

(Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 12 Juni 2017

KH Bisri Mustofa tentang Mencintai Pahlawan

Oleh M. Rikza Chamami

Indonesia memiliki banyak pahlawan yang berjuang gigih meraih kemerdekaan. Tentunya perjuangan itu bukan hal sederhana. Mereka rela mengorbankan nyawa, jiwa, raga dan harta demi untuk bangsanya. Maka, mencintai para pahlawan merupakan satu hal yang penting ditanamkan. Salah satu pemikiran yang disampaikan oleh KH Bisri Mustofa adalah tentang cinta kepada para pahlawan.

KH Bisri Mustofa tentang Mencintai Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Bisri Mustofa tentang Mencintai Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Bisri Mustofa tentang Mencintai Pahlawan

KH Bisri Mustofa (selanjutnya disebut Mbah Bisri) merupakan salah satu ulama Nusantara yang lahir di Kampung Sawahan Gang Palen Rembang Jawa Tengah pada tahun 1915. Ayahnya adalah pedagang kaya bernama H Zainal Mustofa (Djojo Mustopo) bin H Yahya (Podjojo) yang dikenal tekun dalam beragama dan sangat mencintai Kiai. Ibunya bernama Hj. Chodijah binti E. Zajjadi bin E. Sjamsuddin yang berdarah Makassar.

Nama Bisri Mustofa dipakai sejak pulang dari ibadah haji. Sebelumnya ia bernama Mashadi. Pernikahan H Zainal Mustofa dengan Hj. Chodijah melahirkan empat anak: Mashadi (Bisri), Salamah (Aminah), Misbach dan Ma’shum.Pendidikan Mbah Bisri dimulai dengan mengaji kepada KH Cholil Kasingan dan H. Zuhdi (kakak tiri). Mbah Bisri juga menjalankan Sekolah Jawa (Sekolah Ongko 2) selama tiga tahun dan dinyatakan lulus dengan mendapat sertifikat.?

Mbah Bisri sempat mondok di Pesantren KH Chasbullah Kajen Pati. Waktu belajar banyak dihabiskan di Pondok Kasingan Rembang belajar dengan Kiai Suja’i (Kitab Alfiyyah) dan dan KH Cholil (Kitab Alfiyyah, Fathul Mu’in, Fathul Wahhab, Iqna’, Jam’ul Jawami’, Uqudun Juman dan lain lain). Mbah Bisri sempat berniat mengaji di Pondok Pesantren Termas dibawah asuhan KH Dimyati, tapi niat itu gagal karena tidak mendapat restu KH Cholil.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mbah Bisri juga pernah mengikuti khataman Kitab Bukhori Muslim yang dimulai pada 21 Sya’ban 1354 H bersama KH Hasyim Asya’ri di Tebuireng Jombang. Di tengah pengajian itu, tepatnya 10 Ramadan 1354 H, KH Hasyim Asy’ari jatuh sakit dan digantikan oleh KH Ilyas (Kitab Muslim) dan KH Baidlawi (Kitab Tajrid Bukhari).

Mbah Bisri juga memiliki dua guru dari sistem mengaji candak kulak(musyawarah kitab dan hasilnya dipakai mengajar) dengan Kyai Kamil dan Kyai Fadlali di Karanggeneng Rembang. Proses belajar tetap ia jalankan karena merasa haus ilmu, Mbah Bisri memilih mukim di Makkah setelah menunaikan ibadah haji tahun 1936. Di Makkah, Mbah Bisri berguru dengan: ? Syaikh Bakir, Syaikh Umar Chamdan Al Maghrabi, Syaikh Maliki, Sayyid Amin, Syaikh Hasan Masysyath, Sayyid Alawie dan Syaikh Abdul Muhaimin.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Berbekal keilmuan itulah, Mbah Bisri kemudian berkembang menjadi figur ulama Nusantara yang dikenal sangat ‘alim. Rasa sayangnya KH Cholil seorang guru dari Mbah Bisri ditunjukkan dengan menjadikannya sebagai menantu. Mbah Bisri dinikahkan dengan putri KH Cholil bernama Ma’rufah pada 17 Rajab 1354 H/Juni 1935 M. Dari pernikahannya ini, Mbah Bisri memiliki anak: Cholil (lahir 1941), Mustofa (dikenal dengan sebutan Gus Mus, lahir 1943), Adieb (lahir 1950), Faridah (lahir 1952), Najichah (lahir 1955), Labib (1956), Nihayah (lahir 1958) dan Atikah (lahir 1964). Pada tahun 1967, Mbah Bisri menikah dengan Hj Umi Atiyah yang berasal dari Tegal dan melahirkan satu anak bernama Maemun (Ahmad Zainal Huda: 2005).

Ilmu yang dimiliki Mbah Bisri diajarkan di Pondok Kasingan dan Pondok Rembang yang kemudian diberi nama Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin (Taman Pelajar Islam). Mbah Bisri dikenal memiliki tiga kemampuan: articulation, documentation dan organizing. Artikulasi dikuasai Mbah Bisri dalam teknik orasi dan pidato dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Kemampuan dokumentasi ditunjukkan dengan hasil karya tulisnya yang sangat banyak (276 kitab dan buku). Dan semangat organisasi dijalankan sebagai wadah perjuangan, baik di tingkat lokal hingga nasional.

Diantara pokok pemikiran Mbah Bisri dalam mencintai pahlawan, ia abadikan dalam bentuk syi’iran Jawa “Ngudi Susilo” dengan menggunakan tulisan pegon, yaitu:

Ngagem blangkon serban sarung dadi gujeng * Jare ora kebangsaan ingkang majeng

Sawang iku Pangeran Diponegoro * Imam Bonjol Tengku Umar kang kuncoro

Kabeh podo belo bongso lan negoro * Podo ngagem destar pantes yen perwiro

Gujeng serban sasat gujeng Imam Bonjol * Sak kancane he anakku aja tolol

Timbang gundul apa ora luweh bagus * Ngagem tutup sirah koyo Raden Bagus

Memakai blangkon, surban dan sarung jadi pembicaraan. Dianggap tidak memiliki jiwa kebangsaan yang maju.

Lihatlah Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol dan Tengku Umar yang sudah terkenal.

Semuanya dari mereka nyata-nyata membela bangsa dan negara dengan menggunakan pakaian kebesaran, nampak seperti Perwira.

Memakai surban sebagaimana Imam Bonjol. Dan janganlah menjadi orang bodoh.

Daripada tidak memakai penutup kepala, nampak kurang bagus. Maka pakailah penutup kepala agar seperti Raden Bagus (priyayi).

Dari pemaknaan syi’ir Jawa ini dapat diambil pemahaman bahwa mencintai para pahlawan itu empat pola yang harus dilakukan: mengikuti jejak cinta bangsa dan negara, memakai pakaian yang bagus dan berwibawa, berilmu pengetahuan dan tidak sombong. Empat makna cinta terhadap perjuangan para pahlawan bangsa ini menjadi sangat penting bagi generasi sekarang.

Pertama, mengikuti jejak cinta bangsa dan negara. Para pahlawan yang telah gugur dalam medan perang benar-benar merasakan perjuangan nyata. Berbeda dengan generasi sekarang yang sudah secara instan menikmati kemerdekaan dan kenyamanan hidup di Indonesia. Maka cinta terhadap tanah air menjadi salah satu bagian dari menghormati para pahlawan pendahulu.?

Kedua, memakai pakaian yang bagus dan berwibawa. Wibawa seseorang, salah satunya memang dapat dilihat dari cara berpakaian. Oleh sebab itu, nasehat Mbah Bisri yang ditulis ini menjadi tauladan bahwa orang yang berpakaian rapi, maka nampak gagah dan siap menjadi pemimpin. Termasuk jenis pakaian yang berbeda blangkong/surban/sarung atau lainnya tidak menjadi pemisah rasa persatuan. Keanekaragaman pakaian itu menandakan potensi lokal yang harus dihargai. Yang paling penting adalah tidak merendahkan pakaian kebesaran yang dimiliki oleh orang lain.

Ketiga, berilmu pengetahuan menjadi salah satu bagian dari mencintai para pahlawan. Sebab tanpa ilmu pengetahuan, maka manusia akan menjadi bodoh. Maka Mbah Bisri berpesan: “Jangan jadi orang tolol/bodoh”. Sebab dengan kebodohan, orang akan gampang ditipu. Dan salah satu alasan penjajah Indonesia mampu berkuasa ratusan tahun karena penduduknya saat itu tidak memiliki ilmu pengetahuan. Penderitaan bangsa kita jangan sampai terulang lagi hanya karena banyak orang bodoh di Indonesia.

Dan keempat, tidak sombong. Setelah mengenang para pahlawan dan menambah ilmu pengetahuan, maka rasa kebangsaan harusnya semakin kuat. Jangan sampai perilaku itu berubah menjadi sombong (tidak menutup kepala). Kesombongan yang dimiliki oleh bangsa ini juga akan melahirkan ego-sektoral dengan melemahkan kelompok lain. Maka pesan tidak sombong ini menjadi penting agar hidup bersama-sama dengan penuh kerukunan mudah tercapai.

Pesan-pesan ulama Nusantara yang demikian ini memang perlu sekali dipahami secara baik. Dengan kekuatan bahasa sastra yang indah dan dapat dilagukan ini, menjadikan kita paham siapa sebenarnya KH Bisri Mustofa. Ia tak lain adalah figur Kiai dengan multitalenta dengan segudang nasehat-nasehat bagi generasi muda. Keberadaan kitab Ngudi Susilo ini juga hingga sekarang masih dipelajari di Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyyah sebagai buku pegangan belajar akhlak. Wallahu a’lam.

Penulis adalah Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang dana Dosen UIN Walisongo.

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah News, Kajian Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah