Kamis, 01 Juni 2017

Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi

Kudus, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Asad Said Ali mengingatkan kepada warga NU untuk mengantisipasi paham-paham liberal baik di sektor ekonomi maupun agama. Paham tersebut, menurutnya, telah menyiapkan skenario terjadinya perang peradaban.

Asad:  Indonesia Sedang Alami Liberalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi

"Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia NU) harus menjadi ujung tombak untuk melakukan pembenahan-pembenahan organisasi. Jangan sampai kita kemasukan paham-paham seperti itu dan dianggap sebagai liberal," katanya saat menjadi pembicara kunci dalam acara Program Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) yang diselenggarakan PC Lakpesdam Kudus bekerja sama dengan PP Lakpesdam di Pesantren Raudlatul Mutaallimin, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (20/3).

Asad menyatakan belakangan ini bangsa Indonesia telah mengalami gerakan liberalisasi pada sektor ekonomi. Menurutnya, kekayaan negara sudah dikuasai pihak asing sehingga berdampak pada  masyarakat menjadi terpinggirkan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk melawan liberalisasi ekonomi itu, ia menegaskan NU harus bisa mengembangkan etos kewirausahaannya dan menciptakan banyak pedagang andal dan besar untuk kemajuan Nahdaltul Ulama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"NU harus membangun kembali Nahdlatut Tujjar untuk menjadikan seorang saudagar maupun pedagang. Bukan berbentuk koperasi, karena koperasi terlalu lama," ujarnya.

Di samping pada sektor ekonomi, kata Asad, agama juga ingin diliberalkan. Kelompok liberal  menyebarkan konsep tasamuh (toleransi) ala Barat yang membolehkan menghujat agama lain.

"Indonesia mau diadakan untuk menjadi liberal terkait penistaan agama yang UU-nya mau dihapuskan. Termasuk contoh lain membolehkan pernikahan sejenis. Kita harus perhatikan hal ini," tandas Asad.

Asad menilai pemahaman tentang toleransi masih terjadi perbedaan pandangan di antara kelompok. Karenanya keduanya perlu dirumuskan terlebih dahulu. "Sekarang ini belum ada rumusannya terhadap orang yang menyebarkan dakwah secara pura-pura, menyinggung perasaan orang dan mengkafir-kafirkan," tegasnya.

Ia menengarai ada upaya kelompok lain yang ingin selalu memprovokasi NU  agar orang-orang NU melakukan kekerasan. "Maka harus kita hadapi dengan dialog dan memperkuat pengetahuan kita tentang dalil-dalil agama yang kuat untuk menghadapi mereka," ungkapnya.

Kegiatan  PPWK ini berlangsung mulai Jumat-Ahad (20-22/3) dan diikuti 45 peserta dari kalangan kiai muda pengasuh pesantren se-Kabupaten Kudus. Selain H Asad Said Ali (Wakil Ketum  PBNU), turut hadir sebagai narasumber H. Abdul Ghafur Maimun (Pengasuh Pesantren Sarang, Rembang), H. Abudl Munim DZ (Wakil Sekjen PBNU), H Abu Hafsin (ketua PWNU Jateng), serta dari tim PP Lakpesdam NU, yakni Yahya Mashum, Marzuki Wahid, dan Ahmad Baso. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Aswaja, Halaqoh, Nahdlatul Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 30 Mei 2017

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja

Probolinggo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo menyadari bahwa perkembangan zaman yang cukup pesat akan berpengaruh kepada masa depan pelajar.

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja

Oleh karena itu dibutuhkan upaya nyata agar pelajar tetap berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Menyadari hal tersebut, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Wonoasih menggelar kajian Aswaja bagi seluruh pengurus hingga pelajar se-Kecamatan Wonoasih.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Wonoasih Hijjul Baiti Manis Tatok mengungkapkan kajian Aswaja ini dilakukan untuk semakin mempererat tali silaturahim diantara sesama pelajar NU. Disamping untuk semakin menguatkan pemahaman Aswaja.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kajian Aswaja ini sangat penting diberikan kepada para pelajar. Pasalnya, masih banyak pelajar NU yang belum mengenal dan bahkan belum memahami aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Jika tidak diberikan pemahaman maka dikhawatirkan pelajar mudah terpengaruh paham-paham lain di luar NU,” ungkapnya, Ahad (30/11).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hijjul mengharapkan melalui kajian Aswaja ini para pengurus IPNU-IPPNU dan pelajar NU menyadari bahwasanya sebagai warga NU harus paham dengan Aswaja yang merupakan ruh dari perjuangan ulama-ulama NU.

”Kajian Aswaja ini bertujuan supaya kader IPNU-IPPNU dapat memperkuat dan memperbaiki pemahaman tentang Aswaja sehingga mampu menghadapi paham-paham lain yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” jelasnya.

Dalam kajian Aswaja ini ada beberapa hal yang menjadi topik pembahasan. Meliputi masalah aqidah, fiqih dan tasawuf. Sehingga para pengurus IPNU-IPPNU serta pelajar NU memahami paham Aswaja.

“Mudah-mudahan pemahaman pelajar terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) semakin kuat sehingga tidak mudah terpengaruh paham lain di luar NU. Agar pemahamannya lebih mendalam, kajian Aswaja ini akan kami gelar secara istiqomah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Aswaja, Pendidikan, Berita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 29 Mei 2017

Pemikiran Bung Karno Bisa Menjadi Tonggak

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pokok-pokok pikiran presiden pertama Republik Indonesia Soekarno (Bung Karno) adalah inspirasi penting untuk merumuskan strategi kebudayaan baru agar bangsa Indonesia tidak terombang-ambing oleh kepentingan global.

”Indonesia saat ini hampir kehilangan identitas diri sebagai bangsa. Pemikiran Bung Karno dapat dijadikan sebagai tonggak,” kata Ketua Lembaga Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Ngatawi Al-Zastrow, saat memberikan kata pembuka pada acara bedah buku bertajuk "Bung Karno, Islam, Pancasila, NKRI" di gedung PBNU, Jakarta, Jum’at (22/6).

Pemikiran Bung Karno Bisa Menjadi Tonggak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemikiran Bung Karno Bisa Menjadi Tonggak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemikiran Bung Karno Bisa Menjadi Tonggak

Tokoh nasionalis Bondan Gunawan dalam kesempatan itu menyampaikan, salah satu inti pemikiran Bung Karno adalah penolakannya terhadap berbagai bentuk penjajahan atau kolonialisme. ”Makanya faham neoliberalisme oleh Bung Karno disebut sebagai neokolonialisme, kolonialisme baru,” katanya.

Menurutnya, hubungan dekat Bung Karno dengan kalangan NU dan pesantren disemangati oleh kepentingan bersama untuk menghancurkan kolonialisme itu.

Pimpinan Redaksi NU Onlne Abdul Mun’im DZ menegaskan, hubungan dekat Bung Karno dengan NU tidak hanya berlangsung secara paragmatis dan oportunistik, untuk kepentingan politik praktis, namun karena kedekatan kultural.”Bahkan lebih tepat disebut hubungan ideologis,” katanya.

Dikatakan, para tokoh NU dan soekarno berangkat dari kesadaran yang sama bahwa Indonesia mempunyai latar belakang sejarah yang panjang dan berhak menyusun sejarah kedepannya sendiri.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

”Sebelumnya, tidak ada itu sejarah Indonesia. Yang ada hanyalah sejarah Eropa.? NU dan Bung Karno sama-sama punya kesadaran sejarah, bahwa Indonesia ini besar dan berdaulat. Kedaulatan itu yang membuat masyarakat sejahtera,” Mun’im DZ.

Dikatakan Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU itu, Bung Karno tidak pernah mengadopsi konsep-konsep dari luar negeri tanpa dinasionalisasikan terlebih dahulu, disesuaikan dengan kebutuhan bangsa Indonesia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

”Bung Karno tidak pernah teksbook menyebut konsep secara verbal. Hak Asasi manusia atau HAM dia bahasakan sebagai kemanusiaan. Demokrasi dia bahasakan dengan kedaulatan. Ini yang lebih substansial,” katanya.

Sementara itu Rais Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin lebih menghawatirkan adanya gelombang baru nasionalisme yang dia sebut sebagai nasionalisme kosmopolit, yakni model nasionalisme yang sekuler dan ditunggangi oleh kepentingan negara-negara maju.

”Redefinisi nasionalisme seperti ini yang perlu kita waspadai. Ini namanya nasionalisme kesurupan. Perlu diakui bahwa nasionalisme sebagaimana dirumuskan oleh Bung Karno, para tokoh NU dan pendiri bangsa ini adalah nasionalisme religius,” katanya.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Khutbah, Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 26 Mei 2017

PBNU Kembalikan Semangat Spiritualitas PMII

Rengasdengklok, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan pengurus harian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk mentradisikan spiritual NU. Tradisi spiritual itu diingatkan dalam kegiatan Kaderisasi Penggerak NU di Rengasdengklok, pusat kaderisasi PBNU, Ahad-Kamis (21-25/4) malam.

Sejumlah 27 pengurus harian PB PMII bangun dari tidur setiap jam 3 dini hari. Mereka melakukan sholat Tahajjud, mujahadah, munajat, dan zikir bersama yang dipandu oleh KH Nur Muhammad. Ritual itu berlangsung selama pengkaderan berlangsung.

PBNU Kembalikan Semangat Spiritualitas PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kembalikan Semangat Spiritualitas PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kembalikan Semangat Spiritualitas PMII

“Pendidikan spiritual itu merujuk pada slogan PMII sendiri, ‘zikir, pikir, dan amal saleh’,” kata Wasekjen PBNU Abdul Mun‘im DZ di Pusat Kaderisasi PBNU Rengasdengklok, Selasa (23/4) malam.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara Waseksen PBNU Adnan Anwar menambahkan, kegiatan ini dimasukkan dalam pengkaderan ketat PBNU, menjadi bagian dari aspek spiritualitas yang sudah lama ditinggalkan PMII.

Pembangunan aspek spiritual PMII dalam kaderisasi ketat PBNU, diharapkan dapat diteruskan oleh PB PMII ke PKC dan PC PMII di seluruh Indonesia. Karena, kader PMII merupakan tonggak kader inti pengurus NU mendatang, tambah Adnan Anwar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kaderisasi ketat PBNU dengan memasukkan aspek spiritualitas di dalamnya, tidak lain adalah kaderisasi khas ahlusunnah wal jama‘ah NU, tutup Abdul Mun‘im.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, Meme Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 23 Mei 2017

Ramadhan di Piala Dunia Jadi Tantangan Pemain Muslim

Kairo, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Seiring dengan dibukanya pagelaran Piala Dunia 2014 di Brazil, beberapa kalangan melihat para bintang sepak bola Muslim dalam beberapa tim berbeda yang akan berlaga dalam bulan Ramadhan, yang pertama kali terjadi pada 1986.

Secara kebetulan, Piala Dunia tahun ini yang dimulai pada 12 Juni bersamaan dengan Ramadhan yang akan datang pada 27 Juni, sehingga menjadi dilemma bagi pemain bola Muslim. Bulan suci tersebut akan jatuh pada hari pertama putaran kedua pada 28 Juni.

Ramadhan di Piala Dunia Jadi Tantangan Pemain Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan di Piala Dunia Jadi Tantangan Pemain Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan di Piala Dunia Jadi Tantangan Pemain Muslim

Turnamen tersebut melibatkan partisipasi sejumlah besar pemain Muslim di berbagai tim negara Eropa dan Afrika yang mewakili enam negara mayoritas Muslim.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Para bintang tersebut meliputi skuad Perancis, termasuk pemain Real Madrid Karim Benzema, pemain Liverpol Mamadou Sakho, bek Arsenal Bacary Sagna and pemain Newcastle Moussa Sissoko, semuanya Muslim.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, pemain Manchester City dan Liverpool, dua bersaudara dari Pantai Gading Yaya dan Kolo Toure, mantan striker Arsenal Gervinho dan gelandang Newcastle Cheick Tiote juga Muslim.

Mayoritas kesebelasan Bosnia yang dipimpin oleh pemain Manchester City Edin Dzeko, juga Muslim.

Demikian pla pemain liga Premier Belgia duo Marouane Fellaini dan Moussa Dembele, pemain kunci Swiss Xherdan Shaqiri dan playmaker Arsenal dan timnas Germany Mesut Ozil, semuanya Muslim.

Algeria, Iran, dan Bosnia dan Herzegovina semuanya merupakan negara-negara Muslim yang timnya ikut bertanding dalam Piala Dunia 2014.

Di Rio de Janeiro, puasa hanya akan berlangsung selama 11 jam sehari, dibandingkan dengan 17-18 jam di bagian lain di dunia.

Ujian

Saat banyak pemain memutuskan untuk tidak berpuasa selama Ramadhan, beberapa pemain lainnya seperti Kolo Toure, menyatakan untuk menjalani puasa.

“Anda membutuhkan disiplin. Bagi saya, lima hari pertama merupakan hari yang sulit, tetapi setelah itu, tubuh anda akan menyesuaikan dan anda akan merasa bahagia,” kata Toure dalam sebuah wawancara tahun lalu yang dikutip Daily Mail.

“Anda membersihkan badan anda dan merasa lebih kuat setelah Ramadhan. Saya pikir, ini menakjubkan bagaimana Ramadhan dapat membuat anda sungguh kuat.”

“Saya telah menjalani Ramadhan selama setelah tahun-tahun saya di sepak bola. Sangat penting untuk makan makanan yang tepat karena anda dapat memperoleh tambahan makanan atau kekurangan dalam tubuh anda.”

“Juga penting untuk minum dengan baik. Anda harus sadar apa yang anda lakukan karena tubuh anda kehilangan sesuatu. Dengan bantuan dokter dan orang-orang di klub, kami mencoba untuk itu. Mereka memberi saya sesuatu yang dapat membantu menjadi lebih baik,” katanya. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 21 Mei 2017

Dari Aceh-Papua Khatamkan Qur’an 300 Ribu Kali

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji, Jazilul Fawaid mengatakan, gerakan Nusantara Mengaji dengan menghatamkan 300.000 kali dilakukan secara serentak di setiap provinsi se-Indonesia pada Sabtu (7/5) hingga Ahad (8/5) dalam satu majelis.

"Tujuannya, mengajak umat Islam seantero Nusantara bermunajat dan berdoa untuk keselamatan, kesejahteraan dan keberkahan bangsa. Khataman sendiri memiliki arti menyelesaikan bacaan Al-Qur’an sebanyak 30 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Annas," kata Jazilul dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.

Dari Aceh-Papua Khatamkan Qur’an 300 Ribu Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Aceh-Papua Khatamkan Qur’an 300 Ribu Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Aceh-Papua Khatamkan Qur’an 300 Ribu Kali

Menurut dia, gerakan Nusantara Mengaji bermaksud mewujudkan kebersamaan dalam persatuan melaui hubungan spiritualitas. Selain itu, gerakan ini dimaksudkan untuk mengajak masyakat agar senantiasa mengejawantahkan nilai-nilai moral agama.

"Majelis memiliki arti berkumpulnya satu orang sampai tiga puluh orang dalam satu tempat untuk menyelesaikan minimal satu khataman Al-Qur’an," katanya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jazilul mengatakan, peserta Gerakan Nusantara Mengaji adalah setiap orang yang telah mendapatkan maqro dan bersedia secara sukarela membaca Al-Qur’an pada Sabtu(7/5) hingga Ahad (8/5).

Maqro, kata dia, adalah alat pembagian tugas pembacaan khataman Al-Qur’an. Maqro berbentuk kartu yang berisi keterangan data koordinator majelis.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Adapun pembagian kuota khataman Al-Qur’an tiap provinsi berbeda-beda, dilihat dari banyaknya penghapal dan pembaca Al-Qur’an di setiap provinsi. Untuk Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) kebagian 3.850 juz, Sumatera Utara 6.850 juz, Sumatera Barat 3.850 juz, Riau 7.700 juz, Kepulauan Riau 2.150 juz, Jambi 6.500 juz, Bengkulu 5.000 juz, Sumatera Selatan 10.900 juz, Bangka Belitung 1.300 juz, Lampung 1.300 juz, Banten 8.150 juz, Jawa Barat 21.500 juz, DKI Jakarta 1.500 juz, Jawa Tengah 42.450 juz, DI Yogyakarta 4.650 juz.

Selain itu, Jawa Timur 82.450 juz, Bali 400 juz, Nusa Tenggara Barat 6.400 juz, Nusa Tenggara Timur 1.000 juz, Kalimantan Barat 6.100 juz, Kalimantan Selatan 9.900 juz, Kalimantan Tengah 5.350 juz, Kalimantan Timur 3.000 juz, Kalimantan Utara 1.500 juz, Gorontalo 850 juz, Sulawesi Selatan 7.950 juz, Sulawesi Tenggara 6.450 juz, Sulawesi Tengah 6.550 juz, Sulawesi Utara 2.000 juz, Sulawesi Barat 2.650 juz, Maluku 4.350 juz, Maluku Utara 2.850 juz, Papua 2.000 juz, Papua Barat 1.700 juz dan Kornas 9.450 juz. Dengan total keseluruhan mencapai angka 300.000 khataman. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Internasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 20 Mei 2017

Kabar Duka, Waketum PBNU H Slamet Effendy Yusuf Wafat

Jakarta, NU Online

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama. Wakil Ketua Umum PBNU H. Slamet Effendy Yusuf dikabarkan wafat di Bandung, Jawa Barat, pada Rabu malam, (2/12) sekitar pukul 23.00.

Menurut istri almarhum, Siti Aniroh, jenazah suaminya disemayamkan di rumah duka, Perumahan Citra Gran Castle Garden Blok H-5, No 18 Cibubur, Jakarta pada Kamis mulai pukul 06.00 sampai pukul 12.00. Selanjutnya jenazah akan dimakamkan di kampung halaman almarhum, Purwokerto. 

Kabar Duka, Waketum PBNU H Slamet Effendy Yusuf Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kabar Duka, Waketum PBNU H Slamet Effendy Yusuf Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kabar Duka, Waketum PBNU H Slamet Effendy Yusuf Wafat

Almarhum adalah mantan Ketua Umum GP Ansor dua periode, anggota DPR RI, dan Pengurus MUI Pusat. Belum lama ini almarhum juga dipercaya sebagai Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala kealfaannya. Al-Fatihah... (Abdullah Alawi)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita, Pondok Pesantren PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah