Kamis, 15 September 2016

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI

Tegal, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. SMP NU Sunan Kalijaga Adiwerna Kabupaten Tegal berupaya memuluskan jalan bagi anak-anak SD dan MI dalam menghadapi Ujian Nasional ? 2017. Ikhtiar yang digelar berupa Try Out UN SD/MI yang diperuntukan bagi siswa di wilayah Tegal dan Brebes.

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI (Sumber Gambar : Nu Online)
SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI (Sumber Gambar : Nu Online)

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI

Diharapkan, mereka yang mengikuti try out bisa mengerjakan soal-soal ujian dengan baik, jujur dan mendapatkan nilai yang memuaskan. “Kami ingin membantu para siswa SD/MI dalam menghadapi UN 16-18 Mei mendatang,” ujar Kepala SMP NU Sunan Kalijagah Ripai, di sela kegiatan Rabu (23/3).

Try out, lanjutnya, bertujuan melatih para siswa dalam menghadapi ujian agar siap menteri sekaligus mental. Latihan ini sangat membantu sekolah karena bisa mengukur kesiapan para siswa itu sendiri dalam menghadapi UASBN 2017. “Ada 533 siswa yang berasal dari 35 SD dan MI di Kabupaten Tegal dan Brebes,” ujar nya.

Sudah seharusnya para siswa, orang tua, dan guru serta sekolah terkait kemampuan dan kualitas calon peserta ujian dalam menjawab soal.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua Panitia M Budi Santoso menjelaskan, Try out bagi SD/MI sudah digelar oleh SMP NU Sunan Kalijaga sejak 2013. Pada intinya, untuk mendukung program wajib belajar Sembilan tahun. Selain itu, juga untuk memperkenalkan sekolah NU dikalangan siswa SD dan MI.

Try out 2017 dibuka Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Adiwerna Tegal Wahidin Karirim. Dalam sambutannya, Wahidin menyambut baik kegiatan try out bagi siswa kelas VI SD/MI. “Kesiapan yang mendalam para siswa, akan menentukan keberhasilan siswa para saat ujian mendatang,” ujarnya.

Usai mengerjakan try out, mereka mendapatkan hiburan berupa pagelaran ekstrakurikuler seperti pentas pencak silat Pagar Nusa, marching band, hadrah dan lain lain. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syariah, Pendidikan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 09 September 2016

Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah

Cirebon, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Seusai berbeda pendapat dan pilihan, umat Islam harus bijak dan santun, terus menebar kasih sayang, menjaga kedamaian dan mengedepankan persatuan, seperti yang dicontohkan Rasulullah dalam peristiwa Fathu Makkah abad 8 Hijriah silam.

Demikian pesan KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), saat menyampaikan taushiyah dalam peringatan 100 hari wafatnya Buya KH Ja’far Aqil di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Rabu (16/7).

Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Contoh Semangat Rekonsiliasi Konflik Fathu Makkah

“Umat Islam di Indonesia harus mencontoh semangat rekonsiliasi yang disampaikan Rasululullah dalam peristiwa Fathu Makkah, di mana dalam peristiwa tersebut, Nabi mengamanatkan kepada para sahabatnya untuk berkasih sayang dan saling memaafkan, bukan untuk melampiaskan dendam,” ungkap Kang Said.

Kang Said mengisahkan, saat Rasulullah hendak memasuki kota Mekah bersama 15.000 orang sahabatnya, ada satu sahabat yang mengeluarkan yel-yel berupa kalimat “Al-yaum yaumul malhamah” dengan makna “Hari ini adalah hari pembalasan”. Mendengar itu, Nabi langsung mencegah dan menyarankan untuk mengubah yel tersebut dengan lebih santun.

“Mereka memaknai Fathu Makkah sebagai hari pembalasan. Yang dulu melukai kita balas luka kembali, yang dulu menghina kita hina kembali, yang dulu membunuh kita bunuh, yang dulu menganiaya kita aniaya kembali. Kemudian nabi mengkoreksi bukan yaumul malhamah, bukan hari pembalasan, melainkan Al-yaum yaumul marhamah, hari kasih sayang, hari rekonsiliasi dan memaafkan,” jelas Kang Said.

Hikmah dari seruan Nabi Muhammad Saw tersebut, lanjut Kang Said, menjadikan kaum Quraisy bersimpati dan merasakan kedamaian yang menjadi prinsip agama Islam. Pada akhirnya, kafir Quraisy berduyun-duyun masuk Islam hingga agama rahmatan lil alamin tersebut menjadi kuat dan besar hingga sekarang ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Untuk itu, kita sebagai umat Islam harus bisa saling memaafkan, bersikap santun, berkasih sayang, melupakan dendam, dan terus berkomitmen terhadap NKRI. Pemilihan presiden kemarin, meskipun tidak bisa diibaratkan sebagai perang, namun jangan sampai memecah belah bangsa Indonesia,” lanjutnya. (Sobih Adnan/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 04 September 2016

Abah Anwar Berbagi Tips Mencari Ilmu yang Berkah

Pringsewu, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu KH Anwar Zuhdi mengatakan, saat ini banyak orang yang menyepelekan sisi keberkahan dalam proses mencari  ilmu. Hal yang terlihat biasa saja, tapi membawa keberkahan adalah dengan mendoakan penulis dari kitab atau buku yang akan dipelajari.

"Kirim Fatihah kepada pengarang kitab yang akan dibaca karena hal ini akan membantu kita untuk memahami isinya dengan mudah serta tidak membuat kita cepat lupa," demikian pesannya saat menjelaskan kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Ghazali pada Ngaji Ahad (jihad) pagi di Gedung NU, Ahad (6/11).

Abah Anwar Berbagi Tips Mencari Ilmu yang Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Abah Anwar Berbagi Tips Mencari Ilmu yang Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Abah Anwar Berbagi Tips Mencari Ilmu yang Berkah

Kiai yang biasa disapa Abah Anwar ini, melanjutkan, ketika sudah mendapatkan Ilmu, hendaknya mengamalkannya dengan baik. Mengutip hadits Rasulullah yang mengatakan, “Siapa saja orang yang bertambah ilmunya, namun tidak menambah amalnya, sesungguhnya ia semakin bertambah jauh dengan Allah SWT.”

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Abah Anwar juga menekankan kepada siapa pun yang mengamalkan ilmu harus menjalankan apa yang sudah disampaikannya. "Jangan jadi jarkoni alias ngajar tapi ora nglakoni karena nanti pada hari kiamat akan dipotong bibirnya dengan gunting yang terbuat dari api neraka," katanya menyampaikan kisah yang terdapat pada hadits Nabi saat perjalanan Isra Miraj.

"Memang berat yang harus dilakukan setelah kita mendapatkan Ilmu. Setelah berilmu, maka kita harus beramal. Beramal juga harus lkhlas dan selalu menjaga kehati-hatian dengan khauf (rasa takut)," ujarnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Namun hal ini, lanjutnya, tidak boleh mengurangi kesemangatan dalam mencari ilmu. Hal ini karena segala ibadah yang kita dilakukan selama didunia ini harus dilandasi dengan ilmu dan amal.

"Amal ibadah juga jangan didasari oleh ganjaran pahala saja. Kita harus menyadari bahwa kita adalah makhluk Allah yang tidak diciptakan, kecuali untuk beribadah kepada-Nya," katanya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah News, Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 01 September 2016

Tiga Pedoman Bagi Pengurus NU

Bangkalan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Seperti biasa, dalam setiap perhelatan pelantikan kepengurusan MWC NU di wilayah kerja cabang Bangkalan, PCNU selalu mengagendakan acara pemantapan peran dan tugas pengurus serta ajaran Aswaja bagi kepengurusan MWC NU terpilih.

Tiga Pedoman Bagi Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Pedoman Bagi Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Pedoman Bagi Pengurus NU

Gelaran acara pemantapan kembali dilakukan oleh panitia pelantikan bersama pengurus MWC NU Arosbaya, Geger dan Klampis dengan menghadirkan KH Abdullah Syamsul Arifin dari Jember Jawa Timur.?

Mengawali ceramahnya ketua PCNU Jember yang terkenal sebagai pegiat pembela ahlussunnah wal jama’ah ini memaparkan pentingnya modal kerja.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Sangat istimewa Bangkalan ini, karena embrio lahirnya NU adalah Bangkalan melalui Mbah Cholil. Semoga kita kelak di akhirat dijadikan satu rombongan bersama beliau,” paparnya.

Ditambahkannya “NU dilahirkan oleh 3 aspek pokok yang kelak harus kita (pengurus NU) terjemahkan dalam bentuk kerja nyata. Hilangkan stigma bahwa NU adalah bagian dari partai politik atau hanya berurusan dengan tahlil, qunut dan maulid diba’iyyah semata.”?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dikatakannya menjadi pengurus NU harus mapan secara ekonomi, sehingga nantinya all out dalam berfikir dan bekerja untuk NU. Kemapanan ekonomi ini diwujudkan melalui Nahdlatut Tujjar untuk bidang ekonomi, jika sudah mapan maka gerakan akan bergeser kepada kemampuan politik (Nahdlatul Waton). Pengurus NU harus paham dan mulai berfikir, apalagi jelang Pilkada dan pemilu jangan mudah memberikan dukungan kepada orang yang berteriak ‘Kita akan all out memperjuangkan suara Nahdliyin, maka dukunglah saya’.?

“Lihat dahulu mapan enggak ekonomi mereka,” papar mantan Cabup Jember ini. “Jangan-jangan hanya cari pekerjaan. Tanpa kemapanan ekonomi sulit berbicara kebijakan politik, kalau secara ekonomi mapan lihat ambisi politiknya, baru kita lihat kepentingan aqidahnya.”

Ia menegaskan, NU harus bangun dan bangkit, pengurus NU jangan sekali-kali menggadaikan NU untuk kepentingan sesaat.

Selain terkait latar belakang kenapa NU didirikan dosen STAIN Jember yang juga wakil katib PWNU Jatim ini juga mengurai akan pentingnya nilai-nilai leadership. Kemampuan manajerial sudah harus dimasukkan dalam setiap proses pemilihan kepemimpinan di NU, tapi harus nyambung dengan karakter ulama, karena NU bukan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.?

Ia mengatakan NU menjunjung tinggi sikap toleransi bukan menjustifikasi kebenaran ajaran agama lain. NU akan menghargai pilihan masyarakat terkait pilihan agama, kepercayaan dan amaliahnya, itulah yang namanya toleransi, tetapi NU tidak akan pernah membenarkan segala bentuk kegiatan yang menyimpang dari Islam dan ahlussunnah wal jama’ah.?

“Kalau ini dilakukan (justifikasi) kenapa tidak sekalian saja kita pindah agama,” seloroh Gus Aab, panggilan akrabnya yang disambut aplaus undangan pelantikan.

Kepada pengurus yang dilantik, Ketua MUI Jember ini berpesan agar filosofi sholat jama’ah juga dijadikan kerangka berfikir dalam menjalankan amanat jam’iyyah.

“Satu tujuan (niat yang sama) kepatuhan pada pimpinan (imam), jangan sekali-kali melakukan pergantian di tengah jalan, dan mengetahui karakter jama’ah (umat) ini harus. Tanpa memahami karakter jama’ah akan sulit dijamin program kerjanya bisa maksimal dan optimal,”

Selain terkait 3 hal pokok yang harus dipahami pengurus Gus Aab juga berpesan agar kepengurusan di bawah mampu merawat umat secara maksimal, biar tidak diambil orang, menyerang jam’iyyah (NU secara organisasi) hanya merupakan kebodohan bagi pihak luar.

“Ingatlah juga tentang pendidikan dan masjid yang selama ini lepas dari pembinaan kita, kalau ini dimaksimalkan, insyaallah NU akan menjadi pelayan dan akan dilayani umat,” tegasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib, Hadits PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 26 Agustus 2016

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota

Sumenep, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah 

Baitul Mal wat Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Gapura menggelar rapat tahunan dengan melibatkan perwakilan 150 anggota dari jumlah anggota 2.500 arang, Rabu (2/1) di Aula MWC NU Gapura. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq dan Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini.

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota

Rapat Anggota Perencanaan (RAP) Tahun Buku 2013 tersebut membahas enam hal, yaitu pembahasan perubahan standar operasional manajemen ( SOM) dan standar operasional prosedur (SOP), pembahasan program jangka pendek dan jangka panjang tahun 2013-2015, pembahasan program prioritas tahun 2013, pembahasan program kerja tahun 2013, pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) tahun 2013, dan pengesahan hasil RAP.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini, mengapresiasi keberadaan BMT NU Gapura. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pengurus dan pengelola dari tahun 2004 sampai 2012 sudah menampakkan kinerja yang baik. Hal ini dapat dilihat dari prestasi yang telah diraih,” katanya.

Selama ini, penghargaan yang sudah diraih adalah Juara 1 Tingkat Jawa Timur kategori Koperasi Jasa Keuangan Syariah, Juara 1 Expo Ekonomi Syariah, Juara 2 Tingkat Jawa Timur Koperasi Simpan Pinjam Konvensional-Syariah dan masuk Nominasi Liputan 6 SCTV Award.

“Tahun 2012 Bupati Sumenep menerima penghargaan Paramdhana Utama Nugraha Koperasi berkat sumbangan kinerja dari KJKS BMT NU Gapura,” terangnya.

Ia mengingatkan, pengelola BMT NU sekalipun sudah berhasil mendirikan beberapa cabang koperasi tidak puas sampai disitu. “Namun jangan sampai merasa puas dengan hal itu. Maka, kinerjanya perlu terus ditingkatkan,” pesannya.

Sementara Ketua PCNU Sumenep H A Pandji Taufiq daam sambutannya mengajak hadirin agar menjalin kerjasama do’a, dukungan, dan aksi nyata untuk mengembangkan BMT NU kedepan.

“Ini dalam rangka share kenikmatan Allah antar Nahdliyyin biar bisa memperkuat  NU,” katanya.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 24 Agustus 2016

Juara NU Award Jatim, PCNU Blitar Semangat Berbenah

Blitar, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Keberhasilan Pengurus Cabang NU Kabupaten Blitar terpilih sebegai juara NU AWARD PWNU Jawa Timur? (Jatim) 2016 menjadikan pemicu dan semangat para pengurus NU di Bumi Bung Karno itu berbenah di berbagai bidang. Mereka berbenah mulai dari pendidikan, kesehatan, dakwah, kesenian, kepemudaan dan lainnya.

“Keberhasilan ini memicu dan semangat kami para pengurus dalam berkhidmah di NU,’’ ujar KH Imam Sugrowardi Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Rabu malam (13/7).

Juara NU Award Jatim, PCNU Blitar Semangat Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)
Juara NU Award Jatim, PCNU Blitar Semangat Berbenah (Sumber Gambar : Nu Online)

Juara NU Award Jatim, PCNU Blitar Semangat Berbenah

Semua lini, khususnya lembaga dan dan badan otonomi NU, lanjut Kiai Imam harus berbenah. Semua hal yang dirasa kurang harus ditingkatkan. Mulai dari pendidikan, pesantren, kesehatan, dakwah, kesenian semua harus ditingkatkan guna melayani keperluan umat.

”Keberhasilan ini menjadi cambuk untuk bekerja lebih keras lagi dalam melayani umat di berbagai bidang. Justru jangan ogah-ogahan.Kalau sampai begitu malu kita nanti, baik kepada Allah SWT maupun kepada umat,’’ kata Gus Imam.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketika ditanya mengapa malu, ia menjawab karena biasanya kalau sudah dianggap juara, NU blitar akan jadi rujukan pertanyaan.”Kalau ternyata kita memble setelah juara, kan malu kita karena tidak bertahan dalam berjuang berkhidmah di NU,” jelasnya.

Sementara itu Ketua PCNU Blitar KH Masdain Rifai Ahyat menyampaikan, adanya penghargaan NU Award PWNU ini akan ditindaklanjuti dengan mengadakan kegiatan yang sama sampai ke pengurus Majelis Wakil Cabang dan Ranting NU. ”Kegiatan ini tahun ini akan kami laksanakan sampai ke tingkat MWC dan ranting-ranting NU. Kami sudah membentuk tim pelaksana,’’ kata Gus Dain, panggilan akrabnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Diharapkan dengan kegiatan serupa, semua lini bangkit di semua bidang. Sehingga kepentingan umat bisa tercover dengan baik seperti yang diharapkan oleh para muasis NU. “Dengan pola ini diharapkan semua lini NU akan bangkit dan bergerak sehingga kepentingan umat terpenuhi dengan baik,’’ tambah anggota FKUB Kabupaten Blitar ini.

Seperti diketahui, PCNU Blitar berhasil meraih juara setelah dalam final yang berlangsung di Aula Kertoraharjo PWNU Jatim pada 28 Juni lalu mampu meyakinkan belasan juri.

Dalam sesi final NU Blitar berhasil mengungguli tiga nominator lain, PCNU Magetan, PCNU Banyuwangi, dan PCNU Lumajang.Atas keberhasilannya tersebut, masing-masing pemenang mendapatkan tropi, sertifikat, buku/kitab, serta uang pembinaan dari Gubernur Jatim.

Penyerahan tropi juara disampaikan langsung oleh Gubernur Jatim? H Soekarwo (Pakde Karwo) didampingi Wakilnya H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Ketua PWNU Jatim KH Moh. Mutawakil Alallah. (Imam Kusnin Ahmad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kemendes Terus Berupaya Genjot Pembangunan dan Nasionalisme di Daerah Perbatasan

Belu, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama grup band Slank, kembali menggelar konser perbatasan Merah Putih, untuk menggelorakan semangat pembangunan dan nasionalisme warga, khususnya masyarakat perbatasan. Kali ini, konser perbatasan Merah Putih digelar di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (31/5).

Kemendes Terus Berupaya Genjot Pembangunan dan Nasionalisme di Daerah Perbatasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes Terus Berupaya Genjot Pembangunan dan Nasionalisme di Daerah Perbatasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes Terus Berupaya Genjot Pembangunan dan Nasionalisme di Daerah Perbatasan

"Salah satu prioritas pemerintahan Jokowi-JK yang tertuang dalam Nawa Cita adalah membangun Indonesia dari pinggiran, dari desa-desa, dan ? dari perbatasan. Maksud dan tujuan konser Slank di perbatasan untuk menyemangati daerah-daerah kita di perbatasan supaya pembangunan di perbatasan semakin cepat dan diwujudkan bersama-sama," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Konser perbatasan Slank di Atambua ? yang berbatasan dengan Republik Demokrat Timor Leste ini adalah gelaran kedua, setelah sebelumnya juga digelar di Singkawang Kalimantan Barat, 15 Mei 2016 lalu. Menurut Menteri Marwan, daerah-daerah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga ini, adalah pintu gerbang Indonesia yang harus mendapatkan perhatian khusus. "Spirit nasionalisme harus terus dikumandangkan dan pembangunan di daerah terdepan RI ini tidak boleh lagi terabaikan," tegasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Adapun alasan Kemendes PDTT menggandeng Slank dalam Konser di Perbatasan, karena band legendaris ini memiliki pesan kuat dalam lagu-lagunya. Termasuk dalam tiga persoalan pokok yang digarisbawahi di daerah perbatasan, yakni masalah narkoba, terorisme dan perdagangan manusia. Dalam hal ini, Slank dianggap relevan dalam menyampaikan pesan-pesan moral tersebut, selain untuk menggugah kebudayaan di daerah perbatasan.

Marwan menuturkan, ada setidaknya 41 kabupaten/kota di Tanah Air yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. ? Pemerintah dalam hal ini, terus berupaya agar pembangunan berjalan optimal. Pembangunan juga diprioritaskan untuk mengurangi disparitas yang selama ini masih terjadi, baik Jawa-luar Jawa, desa-kota, dan pusat-pinggiran. "Berbagai program pembangunan sudah digencarkan di semua daerah perbatasan oleh pemerintahan Jokowi-JK," ujarnya.

Meski demikian, lanjut Marwan, tekad membangun perbatasan tidak cukup hanya dijalankan pemerintah pusat. Dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, kalangan usaha dan warga di perbatasan. Secara khusus, Marwan juga mengajak kepada para Slankers, untuk menjauhi narkoba dan turut serta membangun perbatasan.

"Guna menuntaskan ketertinggalan, sudah waktunya perbatasan negara menjadi pusat pertumbuhan dan investasi. Dengan cara mengoptimalkan berbagai potensi yang ada di daerah perbatasan masing-masing," ujarnya.

Menurut Marwan, tugas utama pemerintah dalam menuntaskan ketertinggalan perbatasan tersebut, adalah dengan menyiapkan infrastruktur dan menyediakan investasi dasar seperti listrik, air bersih, telekomunikasi, dan sebagainya. Serta insentif khusus kepada pengusaha yang mau berinvestasi di daerah perbatasan.

Semangat masyarakat perbatasan

Terkait hal tersebut, Bupati Belu, Willy mengapresisasi upaya Kemendes PDTT ? dan Indihome Telkom yang menggelorakan semangat pembangunan, melalui konser slank di perbatasan. Konser tersebut pun mendapat respon positif tidak hanya dari warga Atambua, namun juga dari daerah sekitar seperti Kupang, bahkan Timor Leste.

"Langkah Kemendes PDTT menghadirkan konser ini sangat tepat, memberi semangat pada masyarakat perbatasan dan tekad pemerintah membangun dari pinggiran lebih terasa," ujar Willy.

Ia berharap, Konser Perbatasan tersebut dapat menjadi sinyal positif bagi pembangunan dan kemajuan Atambua sebagai salah satu daerah perbatasan dengan negara negara tetangga. "Kita sedang ? menghimpun potensi-potensi apa saja yang bisa dikembangkan dan bisa menarik minat investor," tambah Willy.

?

Di sisi lain, Vokalis Slank, Kaka juga menegaskan bahwa semangat membangun perbatasan dan memperkokoh nasionalisme menjadi warna dalam konser tersebut. Setelah di tampil perdana di Singkawang yang merupakan perbatasan Indonesia dan Malaysia beberapa waktu lalu ? Kaka mengaku, ingin lebih memperkuat spirit nasionalisme warga perbatasan.

"Sudah seharusnya warga perbatasan memiliki rasa nasionalisme yang lebih tinggi," tutur Kaka.

?

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Atambua untuk bersama-sama membangun daerahnya. "Bangunlah daerah sendiri, ciptakan lapangan pekerjaan, kalaupun harus bekerja di luar, bawa hasilnya untuk membangun Atambua," imbau Kaka.

Personel Slank yang lain, Bimbim, mengaku bahwa pembangunan di daerah perbatasan mutlak dilakukan dan tekad pemerintah saat ini lewat Kemendes PDTT patut diapresiasi. Bimbim melihat banyak potensi ekonomi yang bisa dikembangkan untuk membangun Atambua.

?

"Jangan biarkan warga perbatasan melihat rumput tetangga lebih hijau. Warga perbatasan harus tetap bangga pada Indonesia yang memiliki Pancasila dan juga memiliki slank. Saya lihat pantai-pantai indah di sini misalnya, belum dikelola dengan baik. Tentu ini bisa dikembangkan sebagai wisata bahari," tambah drummer ini. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tegal, Budaya PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah