Selasa, 07 Juni 2016

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia

Jeddah, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menteri Agama RI Suryadharma Ali meminta agar pemerintah Kerajaan Saudi memperbanyak tanda-tanda dan arahan berbahasa Indonesia di Masjidil Harram, Armina dan Masjid Nabawi untuk mempermudah jamaah haji Indonesia melaksanakan ibadah.

"Jamaah Indonesia lebih banyak dari pada jamaah Turki, Malaysia, Pakistan, India dan jamaah lainnya jadi sudah sepatutnya Kerajaan Saudi memberi kemudahan dengan memberi tanda dan arah berbahasa Indonesia," kata Suryadharma di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, Kamis.

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Diminta Perbanyak Tanda Berbahasa Indonesia

Di sisi lain, dia memberi apresiasi kepada Kerajaan Saudi yang sudah membangun dan memperlebar tempat pelontaran jumrah yang lebih besar dan luas sehingga jamaah tidak berdesak-desakan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Sekarang melontar jumrah lebih leluasa tanpa perlu khawatir akan jatuh kurban seperti dahulu," kata Menteri. Dia juga menyebut fasilitas ke Arafah, Muzdalifah dan Mina juga akan semakin baik dengan adanya monorel.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Suryadharma juga memberi apresiasi atas perluasan Masjidil Harram yang akan memberi kenyamanan kepada jamaah untuk beribadah.

Di sisi lain, menjelang wukuf di Arafah, lalu mabit di Muzdalifah dan Mina, Suryadharma mengimbau jamaah Indonesia untuk menjaga kesehatan.

"Jangan sampai pada saat wukuf yang menjadi rukun haji, jamah jatuh sakit," katanya. 

Dia menungkapkan sejumlah jamaah haji mengabaikan makan tiga kali sehari dan menyisihkan biaya hidup dari Kementerian Agama untuk membeli oleh-oleh.

Jamaah mendahulukan oleh-oleh untuk sanak keluarga dan tetangga sementara kesehatannya terganggu lalu jatuh sakit.

Wukuf di Arafah adalah rukun haji, artinya jika tidak wukuf maka haji seseorang tidak sah. Pada jamaah yang sakit di rumah sakit, petugas Indonesia mengangkut mereka dengan ambulans untuk berwukuf di Arafah. Tindakan ini dikenal dengan safari wukuf.

Praktik safari wukuf hanya diberlakukan pada jamaah sakit yang memungkinkan secara medis berjalan dengan ambulans hingga ke Arafah lalu kembali lagi ke rumah sakit.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber   : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Berita, Nasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 02 Juni 2016

GP Ansor Sumbar Perkuat Lembaga Ekonomi

Lubuk Alung, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tantangan Gerakan Pemuda Ansor ke depan semakin berat dalam persaingan pasar ekonomi yang bebas. Untuk itu penguatan lembaga ekonomi Ansor di Sumatera Barat perlu dilakukan sejak dini.

GP Ansor Sumbar Perkuat Lembaga Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sumbar Perkuat Lembaga Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sumbar Perkuat Lembaga Ekonomi

Demikian diungkapkan Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman pada diskusi Penguatan Lembaga Ekonomi GP Ansor Sumatera Barat, Selasa (13/6) di Pondok Pesantren Bustanul Yaqin, Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Diskusi yang dihadiri sejumlah Pimpinan Pusat GP Ansor, PC Ansor se-Sumatera Barat dan kader Ansor dan Banser dari Padang Pariaman dan Pasaman Barat.

Rombongan Pimpinan Pusat adalah Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser Alfa Isnaini, Ketua PP Ansor dan Korwil Sumbagsel Abdul Haris Makmun, anggota Bidang Ekonomi Anam dan Direktur PT Sorban Nusantara Towus AY.?

Menurut Rahmat, dengan diskusi ini, Ansor Sumatera Barat bisa lebih meningkatkan silaturahim. Menjadi pemicu untuk lebih bersemangat menggerakkan organisasi Ansor di masing-masing tingkatannya. “Penguatan lembaga ekonomi Ansor bisa melahirkan kemandirian kader Ansor ke depan,” kata Rahmat, alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan Padangpariaman ini.

Dikatakan, menghadapi tantangan ke depan tersebut, konsolidasi kader perlu terus digairahkan. Ansor Sumbar sangat senang dengan adanya kedatangan pengurus Pimpinan Pusat Ansor. Terutama kehadiran Kasatkornas. ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Direktur PT Sorban Nusantara Towus AY dalam penjelasannya, Sorban Nusantara merupakan travel umrah yang dimiliki Ansor. Sorban berdiri November 2016 lalu sudah memberangkatkan 1.500 jamaah umrah. Memang luar biasa sambutan dan kepercayaan terhadap Sorban Nusantara.

“Bisnis travel di Indonesia memang menggiurkan. Jadwal umrah Muharram hingga Ramadhan setiap tahun, rata-rata perputaran uang mencapai Rp 50 triliun. Ansor menawarkan Sorban Nusantara bukan hanya mengelola pengiriman umrah ke Mekah, tapi juga menjaga amaliyah yang sesuai dengan amalan Ahlussunnah wal-Jamaah,” kata Towus.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman Zeki Ali Wardana usai menerima penjelasan dari Pimpinan Pusat Ansor berharap kader Ansor dan generasi muda di Padang Pariaman ? dapat memanfaatkan peluang ini. Di Padang Pariaman sendiri minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah ke tanah suci cukup tinggi.?

“Mudah-mudahan dengan kehadiran travel umrah yang sesuai dengan paham keagamaan Ahlussunnah wal-Jamaah yang banyak dianut di daerah ini dapat memanfaatkannya. Karena umrah tidak hanya menyangkut pelayanan keberangkatan, namun juga ibadah-ibadah sunah yang dilaksanakan selama menjalani ibadah umrah tersebut,” kata Zeki menambahkan. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Doa, Khutbah, Tegal PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

450 Juta Buruh Tani di Dunia Terancam Kelaparan

New YorK, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Badan-badan PBB bidang pertanian dan perburuhan mengingatkan bahwa sekitar 450 juta buruh tani di berbagai negara di dunia terancam kemiskinan dan kelaparan jika tidak ada upaya memperbaiki kondisi kerja mereka saat ini.

"Pertanian tidak bisa berlanjut saat para buruh tani dalam kondisi yang genting dan hidup dalam kemiskinan," demikian laporan yang dihimpun Badan PBB untuk Pertanian dan Pangan (FAO), Organisasi PBB untuk buruh se-dunia (ILO), serta Asosiasi internasional pekerja sektor pertanian, pangan, hotel dan restoran (IUF), Kamis.

Dari sekitar 1,1 miliar pekerja bidang pertanian di dunia, 40 persennya atau 450 juta adalah buruh tani. Tekanan ekonomi makin memperburuk tingkat proteksi bagi para buruh tani tersebut, termasuk yang menyangkut upah, keamanan kerja, dan kesehatan.

Laporan tersebut juga memperkirakan dari 246 juta anak-anak di seluruh dunia yang harus bekerja, sebanyak 170 juta atau 70 persennya bekerja di sektor pertanian. Tiap tahun, 22.000 anak meninggal dunia dalam pekerjaannya, banyak di antaranya dari sektor pertanian.

Anak-anak terpaksa bekerja dengan upah rendah karena orang tua mereka tidak punya cukup uang untuk menghidupi keluarga atau membiayai sekolah anak-anaknya. Banyak buruh tani anak-anak yang bekerja hingga 10 jam dan dibayar kurang dari 1 dolar AS per hari.

Upah buruh tani, yang tidak memiliki atau mengolah lahan sendiri, umumnya lebih rendah dibanding pekerja di sektor industri. Pertanian, pertambangan dan konstruksi merupakan sektor dengan resiko kecelakaan kerja yang tinggi. Dari 355.000 kasus kecelakaan kerja tiap tahun, separuhnya terjadi di sektor pertanian, di antaranya karena penggunaan mesin, penyakit menular atau keracunan pestisida.

Anak-anak dan perempuan banyak yang menjadi korban tewas, cedera atau sakit karena bekerja di sektor pertanian ini. Di sejumlah negara, para buruh tani seringkali tidak mendapat hak-hak dasar, seperti hak untuk berserikat, dan hak untuk bernegosiasi soal upah.

Laporan itu juga mengkritik pemerintah, institusi peneliti, perbankan dan kalangan swasta di berbagai negara karena sering mengabaikan masalah buruh tani tersebut.(ant/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, Sholawat, Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

450 Juta Buruh Tani di Dunia Terancam Kelaparan (Sumber Gambar : Nu Online)
450 Juta Buruh Tani di Dunia Terancam Kelaparan (Sumber Gambar : Nu Online)

450 Juta Buruh Tani di Dunia Terancam Kelaparan

Dua Ikon Dakwah di Kabupaten Kudus

Sebagai masyarakat yang akrab dengan istilah Gusjigang, warga Kudus tentu tidak asing dengan pengajian kitab kuning. Terlebih jika ia pernah menjadi santri yang notabene ngaji merupakan hal wajib dan rutinitas. Gusjigang dipercaya sebagai ajaran Sunan Kudus yang merupakan akronim dari bagus budi pekerti, pandai mengaji dan pintar berdagang.

Hal itulah yang kemudian membuat animo masyarakat Kudus terhadap pengajian-pengajian lumayan besar. Banyak dari mereka mengisi waktu tertentu dengan mengikuti pengajian yang tersebar di berbagai daerah, baik di masjid maupun mushalla.

Dua Ikon Dakwah di Kabupaten Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Ikon Dakwah di Kabupaten Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Ikon Dakwah di Kabupaten Kudus

Di Kota Kretek ini terdapat dua kawasan yang menjadi ikon dakwah berbasis pengajian kitab. Yakni kawasan Kudus Kulon yang berada di Masjid Al-Aqsha (Menara Kudus). Di sini setiap Jumat pagi, Mustasyar PBNU KH Syaroni Ahmadi selalu mengisi kajian tafsir yang diikuti ribuan orang.

Seperti halnya di Kudus kulon, di kawasan Kudus wetan pun ada ikon dakwah yang sudah turun-temurun menyebarkan ilmu-ilmu islam. Yakni di Masjid Baitus Salam yang berada di kawasan kompleks Pesantren Bareng, Jekulo, Kudus yang berdekatan dengan Kabupaten Pati.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Setiap malam Rabu, Masjid Baitus Salam selalu dibanjiri para santri dan masyarakat yang ingin meneguk ilmu-ilmu agama. Mereka berasal dari banyak pesantren di sekitaran masjid, dan juga para warga dari berbagai daerah. Tujuan mereka satu: sekedar ikut mendengarkan pengajian yang saat ini dipimpin oleh KH Ahmad Saiq, salah satu ulama setempat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pengajian diisi dengan dua kitab. Pertama adalah kitab “Minhâjul ‘Âbidin”, sebuah kitab tasawuf yang ditulis oleh ulama besar abad ke-5 H, Imam Abu Hamid al-Ghazali (wafat 505 H). Kemudian disusul dengan kitab fiqih jawan (bahasa jawa) karya KH Sholeh Darat, salah satu ulama paling berpengaruh dalam sejarah ulama Jawa.

Praktis pengajian di masjid ini menjadi simbol dakwah yang sekarang ada di kawasan Kudus wetan. Keberadaannya bisa dibilang sebagai oase yang menyegarkan spiritual masyarakat. Hal itu terlihat dari antusiasme masyarakat dan warga dari berbagai daerah untuk sekedar nimbrung ngaji atau ngalap berkah.

Muhammad Makhin, Aktivis Ngaji Rabu

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah News, Daerah, Nahdlatul PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 28 Mei 2016

ISIS di Marawi, Yenny Wahid: Ini Alarm Bagi Kita

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Direktur Eksekutif Wahid Foundation Yenny Wahid menilai, apa yang terjadi di Marawi Filipina adalah sesuatu yang sangat genting. Ada banyak simpatisan-simpatisan yang berasal dari Indonesia yang ikut dalam tindakan-tindakan terorisme dan radikalisme yang dilakukan oleh ISIS di Marawi.

ISIS di Marawi, Yenny Wahid: Ini Alarm Bagi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
ISIS di Marawi, Yenny Wahid: Ini Alarm Bagi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

ISIS di Marawi, Yenny Wahid: Ini Alarm Bagi Kita

“Ini sudah menjadi alarm bagi kita. Jangan sampai mereka kembali dan melakukan perekrutan atau bahkan menyebarkan ideologi jihadis tersebut di tengah-tengah masyarakat kita,” kata Yenny di Jakarta, Senin (14/8).

Ia menganggap, apa yang terjadi di Marawi adalah bukan sebuah peristiwa yang terisolasi dan hanya terjadi di Filipina Selatan saja. Menurut dia, apa yang terjadi di Marawi bisa saja berdampak kepada Indonesia.

Yenny menilai, kerja intelijen Indonesia cukup baik terhadap setiap perkembangan yang terjadi di Marawi. Para intelijen tersebut mengantongi siapa saja yang pergi ke sana untuk ikut berjihad.

“Saya memberikan dukungan penuh kepada pihak-pihak intelijen untuk terus memonitor orang-orang yang ke sana dan diawasi pergerakannya,” ujarnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia tidak menyangkal bahwa apa yang terjadi di Marawi akan menimbulkan dampak di wilayah Indonesia karena jarak kedua wilayah tersebut yang cukup dekat.

Ia mengaku khawatir karena saat Presiden Filipina Duterte melakukan tekanan yang keras maka para jihadis tersebut akan lari ke Indonesia.

“Ketika Presiden Duterte melakukan represi yang sangat kuat terhadap jihadi yang ada di Marawi, mereka akan cari tempat baru. Kalau kita tidak melakukan antisipasi, maka (para jihadis itu) bisa lari ke Indonesia,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan, Hikmah, Nasional PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 27 Mei 2016

Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror?

Depok, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Psikolog sekaligus peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Bagus Takwin mengemukakan motif seseorang melakukan teror adalah kekuasaan, prestasi, atau afiliasi. 

"Yang paling menonjol dan banyak ditemui pada pelaku teror ataupun pemimpin teror adalah motif kekuasaan," kata Bagus di Depok, Jawa Barat, Rabu.

Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror?

Bagus mengemukakan hal tersebut berdasarkan studi-studi psikologi terhadap para pelaku teror.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Berdasarkan studi-studi tersebut, lanjutnya, tidak banyak motif prestasi dan motif afiliasi yang merupakan keinginan mencapai sesuatu dan ikut bergabung karena kedekatan pertemanan atau keluarga.

Bagus pernah mewawancarai sejumlah mantan pelaku teror di Lamongan sebagai salah satu responden penelitiannya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Bagus, dia tidak menemukan pelaku teror yang memiliki gangguan psikologis atau kejadian pada masa lalu. 

"Gangguan psikologis atau kejiwaan tidak banyak berpengaruh. Ternyata psikologis mereka baik baik saja, masa kecil mereka juga bahagia," kata Bagus.

Idamkan Mati Sahid

Dalam penelitiannya, Bagus pun menemukan bahwa para pelaku teror tersebut mengidam-idamkan mati sahid yang menjadi tujuannya. 

Kelompok teror tersebut, menurut Bagus, lebih mementingkan kehidupan akherat ketimbang hidup di dunia. 

"Mereka lebih menginginkan kehidupan setelah mati," ujar Bagus.

Namun, Bagus mengatakan, dirinya belum mengetahui alasan seseorang mengidamkan hal tersebut. "Perlu ada studi lebih lanjut," katanya.

Karakteristik

Pelaku teror juga bisa dikenali dari ciri-ciri cara berpikirnya. 

Bagus menguraikan, pelaku teror merasakan kekalutan dalam dirinya, seperti marah terhadap situasi saat ini, merasa dunia berjalan secara tidak baik, dan menganggap orang lain tak bisa melakukan apapun, merasa diabaikan, merasa tidak adil dan tak berdaya terhadap situasi.

"Pelaku teror tidak mau membicarakan masalah lagi, tapi ingin langsung melakukan tindakan nyata," ujar dia.

Dengan melakukan tindakan teror, lanjut Bagus, ada perasaan-perasaan yang didapat oleh pelaku setelah menjalaninya. 

"Mereka akan mendapatkan identitas sosial, dan penghargaan dari kelompoknya, juga sebagai petualangan bagi yang berusia  muda " kata psikolog tersebut.

Peneliti lain dari Fakultas Psikologi UI Solahudin mengatakan para teroris rata-rata berusia 20 tahunan. 

"Biasanya di bawah 30 (tahun), paling muda 16 paling tua 30," kata Solahudin.

Dalam menekan jumlah terorisme, Bagus berpendapat caranya bukan membalas dengan kekerasan.

Hal yang seharusnya dilakukan adalah mengubah persepsi pelaku teror terhadap dunia yang dianggapnya tidak baik.

"Membuat persepsi mereka bahwa dunia ini nyaman, tentram, bukan sebaliknya dilawan dengan kegeraman," kata Bagus. 

Ia beranggapan, pelaku teror bisa dijauhi dari kekerasan dengan pendekatan dialog dan uluran tangan.

Metode tersebut pun terbukti ampuh dalam membuat pelaku teror jaringan Jamaah Islamiyah dan Moro Islamic Liberation Front, Ali Fauzi, tersentuh dan meninggalkan dunia terorisme. 

Ali pergi ke Moro, Filipina, dan ditangkap kepolisian setempat hingga dipulangkan ke Indonesia.

"Saya tersentuh dengan polisi yang menjemput saya di bandara, bahkan mengantarkan saya ke rumah ibu saya," ujar Ali. 

Selain itu, Ali meninggalkan dunia terorisme juga karena bujukan dari kedua kakaknya, Ali Ghufron dan Ali Imron, yang mengajaknya berhenti menjadi pelaku teror. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah, Kajian Sunnah, Tokoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PCINU Korsel Resmi Lantik MWCINU Perdana di Jeonju

Jeonju, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. PCINU Korea Selatan (Korsel) telah resmi melantik Majelis Wakil Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (MWCINU) Jeonju sebagai majelis wakil cabang pertama di Korsel. Acara pelantikan berjalan lancar di masjid Abu Bakar Ash-Sidiq, Jeonju Korsel, Ahad (15/2).

PCINU Korsel Resmi Lantik MWCINU Perdana di Jeonju (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Korsel Resmi Lantik MWCINU Perdana di Jeonju (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Korsel Resmi Lantik MWCINU Perdana di Jeonju

“Dengan semangat dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin sekaligus memperkenalkan dan membumikan Islam Ahlussunah Wal Jamaah ala NU diharapkan dengan berdirinya MWCINU ini semakin mempererat tali silaturrahim antar warga Indonesia di Korea dan warga NU pada khususnya,” ujar Ketua PCINU Korsel, Yusuf Muhammad usai melantik.

Menurutnya, dengan semakin maraknya gerakan-gerakan radikal, ekstrimisme, pemberontakan, gerakan transnasional, tawuran, dan pembunuhan, organisasi-organisasi NU yang ada diluar negeri diharapkan hadir dan ikut berperan dalam menyampaikan Islam yang ramah, sopan, penuh kedamaian, saling menghormati sesama, dan Islam yang moderat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain itu, ‘Awan PCINU Korsel, H Imam Sibawaih berharap, dengan terbntuknya MWCINU ini semoga bisa diikuti oleh daerah-daerah lain di Korea dalam mencetak kader-kader NU dalam memperjuangkan Islam aswaja ala NU.

“Juga agar dapat mempertahankan dan melestarikan tradisi amaliyah NU, sekaligus memperkenalkan wajah Islam yang cinta damai, sopan, ramah, saling menghormati kepada penduduk pribumi Korea dengan tetap berpijak pada sikap dakwah NU yang tawasuth, itidal, tasamuh, dan tawazun,” ujarnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dikatakannya, bahwa di Korea cukup damai antar pemeluk agama. Selama ini, lanjutnya, belum pernah pihaknya menjumpai kekerasan-kekerasan antaragama atau yang mengatasnamakan agama.

Dia juga menuturkan, di sini pihak kepolisian juga sangat kooperatif kepada pemeluk Islam. "Bahkan di daerah saya, di Wanju, Jeollabuk-do kalau sampai ada perusahaan atau orang yang melarang pemeluk Islam beribadah supaya lapor kepada polisi,” terangnya.

Disamping itu, tambahnya lagi, juga sangat toleran ketika umat muslim mngadakan acara-acara tabligh akbar dan kegiatan-kegiatan Islam meskipun orang Korea kebanyakan atheis. "Saya pikir, kerukunan ini harus dijaga oleh umat Islam itu sendiri," tegas pria asal Brebes Jawa Tengah ini.

Sebelumnya, telah terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWCINU Jeonju, Moch Fauzi dan Jhaes Maulana terpilih sebagai Rois Syuriah.?

Hadir dalam acara itu Mufti Korea Selatan DR Abdul Wahab Zahid Al Haq dari Syiria dan Ust Ahmad Untung Soesilo. Acara dimulai dengan Pembacaan Yasin dan Tahlil serta sambutan-sambutan.?

Dalam sambutannya, Abdul Wahab Zahid menyampaikan, semestinya sikap seorang muslim dapat menunjukan bahwa ajaran Islam adalah agama yang penuh dengan kedamaian, kasih sayang, dan akhlak yang baik.

“Umat Islam harus hidup rukun dan damai dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” tegasnya.

Sementara itu, Ust Ahmad Untung Soesilo menyampaikan, aktifitas seorang muslim harus senantiasa ikhlas lillahi taala, baik dalam bekerja dan beramal. Dia juga menekankan kepada kader-kader NU di Korea agar melakukan perubahan diri ke arah yang lebih baik.

“Manfaatkan sarana dakwah seperti masjid untuk syiar NU,” tuturnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, News, RMI NU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah