Senin, 16 Mei 2016

Ketua DPRD Jatim Resmikan BMT NU Peterongan

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Satu lagi lembaga ekonomi Baitul Mal wat Tamwil (BMT) NU di tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) telah berdiri dan diresmikan. Peresmian BMT NU Peterongan, Sabtu (18/3/2017) secara simbolis dilakukan oleh Ketua DPRD Jawa timur, Halim Iskandar.

Ketua DPRD Jatim Resmikan BMT NU Peterongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua DPRD Jatim Resmikan BMT NU Peterongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua DPRD Jatim Resmikan BMT NU Peterongan

Sekretaris Pengurus Cabang Nadhaltul Ulama (PCNU) Jombang, Muslimin Abdillah mengatakan bahwa dibukanya BMT NU di MWCNU Peterongan merupakan bagian dari program PCNU untuk membantu masalah ekonomi jamaah. "PCNU akan terus mengembangkan BMT di setiap MWCNU, sehingga semuanya bisa berdiri," ujarnya.

Dikatakannya, hingga kini BMT sudah berdiri di 5 kecamatan dan satu dikelola oleh Pengurus Cabang. Ke depan, harapannya seluruh MWCNU di masing-masing kecamatan bisa berdiri BMT. "Omzet modal sudah mencapai Rp 2,3 miliar.? Dan sekarang yang sudah berdiri 5 MWC, yakni Kesamben, Bareng, Megaluh, Peterongan dan di PCNU sendiri sebagai pusatnya," imbuhnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua DPRD Jawa Timur,? Halim Iskandar mengatakan, NU sudah seharusnya banyak mengembangkan lembaga ekonomi Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) dan klinik kesahatan untuk membantu jamaah. Menurutnya jamaah NU yang jumlahnya jutaan tidak lepas dengan masalah ekonomi dan kesehatan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Jamaah NU itu sangat besar, dan bisa dipastikan selalu berhubungan masalah ekonomi. Karenannya lembaga BMT ini menjadi penting ada dan dikembangkan NU disemua tingkatan," tuturnya saat menghadiri Peresmian Kantor MWCNU serta launching BMT NU Peterongan.

Tidak hanya mendorong adanya BMT, pria yang akrab disapa Gus Halim ini juga langsung mendaftar menjadi anggota BMT NU Peterongan dengan ikut menabung sebesar Rp10 juta. "Ini saya ikut menabung di BMT NU Peterongan ini, semoga bisa diikuti warga NU semua yang ada di Peterongan," ujarnya.

Masih Gus Halim, setelah lembaga ekonomi seperti BMT, NU juga harus berani mendirikan klinik kesehatan untuk membantu masyarakat. "Setelah Ekonomi, NU harus menyiapkan pelayanan kesehatan. Dua lembaga ini selalu berhubungan dengan jamaah kita NU di bawah," tambahnya mengingatkan.

Gus Halim berjanji akan membantu dalam pembangunan klinik kesehatan yang didirikan NU di setiap kepengurusan. "Siapkan lahan, saya akan membantu pendirian gedung klinik kesehatan. Syaratnya lahan harus atas nama NU," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib, Daerah, Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 14 Mei 2016

Genap Setahun, Pelajar NU di Batang Jalankan 91 Kegiatan

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pelajar NU di Batang mulai tingkat ranting, komisariat, anak cabang, hingga cabang berhasil mengadakan sebanyak 91 kegiatan selama setahun terakhir. Mengingat banyaknya kegiatan yang dilakukan, mereka sepakat untuk mengadakan kegiatan lebih banyak di tahun mendatang.

Kesepakatan ini diambil pada rapat kerja cabang II IPNU dan IPPNU Batang di gedung MI Salafiyah, Gringsing, Batang, Ahad (1/3). Peserta rapat terdiri atas pengurus cabang IPNU dan IPPNU Batang serta pengurus 15 anak cabang IPNU dan IPPNU di Batang.

Genap Setahun, Pelajar NU di Batang Jalankan 91 Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Genap Setahun, Pelajar NU di Batang Jalankan 91 Kegiatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Genap Setahun, Pelajar NU di Batang Jalankan 91 Kegiatan

Mereka mengevaluasi program kerja mereka setahun terakhir pada rapat kerja cabang kedua ini. Mereka juga mempersiapkan realisasi program pada semeter  tiga dan empat pada tahun depan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ketua IPNU Batang Achmad Yusuf mengatakan, kita menggunakan pertemuan ini untuk konsolidasi dengan pimpinan di tingkat anak cabang. “Kita sudah mengeluarkan sedikitnya 54 surat pengesahan. Ini bukti bahwa rekan dan rekanita di semua tingkatan sangat semangat dan antusias menggerakkan IPNU-IPPNU.”

Pada pertemuan ini, mereka juga menyempatkan pemotongan tumpeng atas peringatan Harlah Ke-61 IPNU dan Harlah Ke-60 IPPNU. Mereka lalu bertahlil lalu mendoakan arwah almarhum para pendiri NU dan pendiri IPNU-IPPNU.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami merasa senang karena acara ini dihadiri para pembina yang tergabung dalam majelis alumni IPNU-IPPNU. Ini bukti bahwa ada perhatian dari pembina kami,” kata Ketua panitia Rakercab II IPNU dan IPPNU Batang Miqdam Yusria Ahmad. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Syariah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 05 Mei 2016

Lagi, Masjid-masjid di Jakarta Dukung Perppu Pembubaran Ormas Anti-Pancasila

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Pengurus dan jamaah masjid-masjid di Jakarta susul-menyusul menyatakan dukungan atas Perppu terkait pembubaran ormas anti-Pancasila. Pernyataan dukungan ini datang dari pengurus dan jamaah Masjid Al-Hijrah Jalan Taruna Jaya 2, Kelurahan Serdang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (15/7) pagi.

Sebanyak 30 orang yang terdiri atas pengurus dan jamaah laki-laki dan perempuan menyatakan dukungan terhadap pemerintah untuk menertibkan kelompok-kelompok yang mencoba merongrong Pancasila.

Lagi, Masjid-masjid di Jakarta Dukung Perppu Pembubaran Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Masjid-masjid di Jakarta Dukung Perppu Pembubaran Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Masjid-masjid di Jakarta Dukung Perppu Pembubaran Ormas Anti-Pancasila

Tampak hadir dalam pernyataan dukungan ini Ketua Masjid Ustadz Suherman, pengurus forum Betawi Ustadz Kusnadi, dan Kiai Jamai, pengurus masjid dan majelis taklim se-Sumur Batu, Kecamatan Kemayoran.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mereka menyatakan dukungan untuk pemerintah dengan tujuan menentramkan NKRI agar tidak ada lagi ormas yang merongrong Konsensus Nasional (Pancasila dan UUD 1945). Menurut mereka, HTI harus dibubarkan karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Pernyataan dukungan ini juga dating dari pengurus dan jamaah Masjid Baitunnur Jalan Lebak Bulus 1 Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (15/7) sore. Dukungan serupa juga datang dari pengurus dan jamaah Masjid Al-Qudwah Jalan Kayu Tinggi Kandang Sapi, Cakung Timur. Jakarta Timur, Sabtu (15/7) malam.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Forum Silaturahmi Bangsa (FSB) bersama jamaah masjid-masjid di Jakarta akan melakukan upaya-upaya konkret untuk menjaga masjid dari kelompok radikal, kata Sekjen FSB H A Djunaidi Sahal.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga tempat-tempat ibadah dari penyalahgunaan masjid sebagai tempat penyebaran paham radikal dan tempat menebar kebencian,” kata H A Djunaidi yang juga Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 27 April 2016

Peduli Aceh, Guyuran Hujan Iringi Aksi Galang Dana PMII Salatiga

Salatiga, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Salatiga menggelar aksi solidaritas galang dana untuk korban bencana gempa di Aceh. Mereka menggalang dana dari para pedagang di daerah pasar raya dan juga beberapa titik di persimpangan jalan raya, Senin (12/12) pagi.

Ketua Rayon PMII Sutawijaya Fuadi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian kader PMII kepada saudara-saudara yang terkena bencana alam di Aceh.

Peduli Aceh, Guyuran Hujan Iringi Aksi Galang Dana PMII Salatiga (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Aceh, Guyuran Hujan Iringi Aksi Galang Dana PMII Salatiga (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Aceh, Guyuran Hujan Iringi Aksi Galang Dana PMII Salatiga

Aksi yang digelar mulai pukul 08.00 di sepanjang jalan ini mengajak para pedagang dan para pengendara untuk saling berkontribusi dalam meringankan beban warga yang berada di Aceh. Meskipun suasana hujan mengguyur Kota Salatiga, para aktivis PMII Salatiga tetap melanjutkan penggalangan dana sampai pukul 13.00.

Alhamdulillah pada aksi penggalangan dana di hari pertama ini dana yang kita kumpulkan mencapai Rp. 6.997.500,00 yang nantinya akan kita distribusikan lewat PB PMII,” kata Ketua Rayon MAD M Syukri Abadi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk tindak lanjut ke depannya pihak PMII Salatiga senantiasa siap dalam kegiatan sosial. Aksi ini diharapkan menggugah kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap masyarakat Indonesia yang membutuhkan uluran tangan. (Faizal Sutrisno/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, Ubudiyah, Hikmah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 21 April 2016

Bersaudara untuk Kemajuan Bangsa

Yogyakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Syawalan menjadi momentum sangat tepat bagi umat Islam untuk menguatkan persaudaraan. Inilah yang dilakukan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama’ (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menggelar Forum Silaturrahim Ulama dan Ormas Islam se-DIY pada Kamis, 30 Agustus 2012, di Hotel Ruba Graha Yogyakarta.?

Kegiatan ini menghadirkan para pembicara, diantaranya adalah ? H Untung Cahyono, M Hum (Muhammadiyah), Muhammad Jazir (Ketua Takmir Masjid Jogokariyan), Abdul Ghafar (Ketua LKPSM NU DIY), dan Sahiron Syamsuddin (Wakil Rais Syuriah PWNU DIY). Acara ini dipandu oleh moderator Abdul Mustaqim (Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Bersaudara untuk Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersaudara untuk Kemajuan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersaudara untuk Kemajuan Bangsa

Dalam kesempatan ini Sahiron Syamsuddin mengatakan bahwa memantapkan persaudaraan akan menjadi kekuatan untuk kemajuan bangsa. Semangat bersaudara ini, lanjut beliau, telah diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau membangun masyarakat Madinah.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ketika membangun masyarakat Madinah, Nabi Muhammad mencetuskan Piagam Madinah. Dari Piagam Madinah ini kita mengetahui bahwa orang-orang Yahudi dan umat non-Muslim lainnya mendapatkan perlakuan damai dan adil dari Rasulullah, yang dalam bidang agama, Rasulullah tidak memaksa mereka untuk mengikuti agama Islam. Dalam bidang sosial politik, mereka dan umat Islam diharuskan untuk saling menghormati, membantu, menjaga loyalitas, dan bersama-sama membangun negara kota Madinah,” tegasnya.

“Piagam Madinah memberikan inspirasi kepada para ulama di Indonesia pada masa kemerdekaan RI untuk menerima Indonesia sebagai negara republik, bukan negara agama, dan menerima Pancasila sebagai dasar negara,” lanjutnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, Abdul Ghafar menjelaskan bahwa saatnya persadaraan umat Islam dijadikan sebagai momentum melakukan reorientasi gerakan dengan meneguhkan semangat politik kebangsaan. Dengan politik kebangsaan inilah, lanjutnya, umat Islam akan memberikan kontribusi penting dalam kemajuan bangsa.

“Politik kebangsaan semestinya dilakukan sebagaimana dilakukan oleh founding fathers. Jika kita belajar kepada mereka, semua berpikir tentang politik kebangsaan. Kalau politik kekuasaan itu menggoda, tetapi umurnya pendek,” tegasnya.

Abdul Ghafar juga menjelaskan bahwa Muslim di Indonesia jumlahnya bisa kira-kira 212 juta. Sebagian besar mereka adalah kelompok yang menamakan dirinya dengan ahlussunnah dengan berbagai variannya. Varian tersebut tidak perlu kita sesali, karena perbedaan itu muncul dari satu kitab suci. Jumlah muslim yang besar ini, baginya, cukup untuk melakukan revitalisasi gerakan. Disinilah ormas Islam berperan penting melakukan reorinetasi gerakan umat.

“Agar menjadi efektif, organisasi mulai mengambil agenda keumatan. Umat muslim yang kira-kira 212 juta itu akan memberi kontribusi apa untuk persoalan umat. Umat yang heterogen, relatif sulit untuk mampu mewujudkan konsep rahmatan lil’alamin. Ini adalah tantangan kaum muslimin. Ormas Islam harus mampu mengatasi ini dan mampu menunjukkan kepada dunia wajah Islam yang sesungguhnya,” tegasnya.

Sementara itu Untung Cahyono menjelaskan bahwa ada tiga kunci menuju masyarakat madani di Indonesia, yakni ukhuwah islamiyah (ikatan keislaman), ukhuwah wathaniyah (ikatan kebangsaan), ukhuwah basyariyah (ikatan kemanusiaan) dalam bingkai NKRI. ?

Menurut Pak Untung, panggilan akrab Untung Cahyono, peran ormas sangat penting menuju masyarakat madani itu. “Ormas itu ibarat rem, sedangkan pemerintah itu sopirnya,” tegasnya disambut tawa para peserta.

Pak Untung melihat bahwa berbagai fenomena keberagamaan yang meresahkan masyarakat itu harus disikapi dengan bijak. Selain memberikan pemahaman pendidikan yang memadai, juga memberikan teladan berbangsa yang baik.?

“Hal-hal kecil yang menyangkut pemahaman diantaranya persoalan pakaian, jenggot, pecis, dan sebagainya, masih menimbulkan problem. Ini bisa diatasi dengan pendidikan yang memadai yang didukung oleh keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah. Ormas akan memiliki peran maksimal jika pimpinan dan pendukungnya memiliki suri tauladan yang baik dalam segala aspek kehidupannya,” tegasnya.

“Tokoh ormas islam juga dituntut untuk menasihati para birokrat dan pengusaha supaya tidak melakukan penyelewengan dan berbagai langkah dan usaha yang korup, manipulatif dan sejenisnya,” lanjutnya.

Masjid, inspirasi peradaban

Sementara Ustadz Muhammad Jazir, Ketua Ta’mir Masjid Jogokaryan mengatakan bahwa dalam menguatkan persaudaraan ini, fungsi masjid sangat penting. Untuk itu, baginya, sudah seharusnya masjid dijadikan sebagai inspirasi dalam membangun peradaban.

“Rasulullah mendudukkan masjid sebagai tempat yang strategis dalam kehidupan kaum muslimin,” tegasnya. ? ?

Menurut Pak Jazir, tata kota dahulu pusatnya adalah masjid, di depannya alun-alun, sebelah kiri adalah kraton. Dan keempat adalah pasar sebagai tempat ekonomi. Tetapi pasar berjauhan dengan keraton, bahkan Pangeran Mangkubumi memagari negara dengan masjid. Ketika Belanda datang, masjid tidak boleh didirikan di dekat masjid, tetapi di pedalaman di dekat kuburan.?

?

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Anas

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba, Pesantren, Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 09 April 2016

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Meskipun disebut sebagai Kota Santri, tingkat kejahatan dan tindakan kurang patut dan mengarah kriminalitas di Kabupaten Jombang Jawa Timur masih tinggi. Peredaran narkoba juga cukup memprihantinkan. Belum lagi kian bertambahnya jumlah anak jalanan. Sebagai solusi, harus ada usaha untuk mendirikan madrasah diniyah atau Madin di setiap desa.

Hal tersebut disampaikan Ny Hj Mundjidah Wahab pada kegiatan wisuda hafidh di Pondok Pesantren Nurul Quran yang berlokasi di Desa Bendungrejo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Sabtu (2/9) malam.

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jombang Bertekad Miliki Madrasah Diniyah di Tiap Desa

"Saya saksikan sejumlah anak muda lebih memilih mengisi aktifitas di kawasan lampu merah sambil ngamen daripada bersama keluarga," kata perempuan yang juga Ketua PC Muslimat NU Jombang tersebut.

Mereka adalah generasi muda yang harusnya mengisi hidup dengan kegiatan yang bermanfaat seperti belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. "Tapi yang dilakukan mereka sangat memprihatinkan," ungkap Nyai Mundjidah.

Bagi putri pahlawan nasional, KH Abdul Wahab Hasbullah tersebut, perbaikan karakter adalah solusi agar anak muda tidak terjerumus dengan hal negatif. "Salah satunya adalah mengenalkan mereka dengan pendidikan agama layaknya di pesantren," tandas Wakil Bupati Jombang ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Konsekuensi sebagai Kota Santri yang melekat pada Kabupaten Jombang, maka Nyai Mundjidah akan berupaya menghadirkan madrasah diniyah (madin) di setiap desa. "Ini sebagai jawaban agar sejumlah penyakit masyarakat khususnya yang menghinggapi generasi muda bisa segera ditemukan jalan keluarnya," katanya.

Karena itu dirinya sangat salut kepada para wisudawan penghafal Al-Qur’an yang justru mengisi hari dengan aktivitas bermanfaat. "Kalianlah yang akan memberikan pencerahan kepada masyarakat," katanya.

Diharapkan kehadiran para wisudawan penghafal kalamullah tersebut nantinya bisa menyemarakkan madin yang ada di setiap desa. "Saya yakin bila upaya pendirian madin di setiap desa nantinya akan mampu menekan angka kriminalitas, khususnya para generasi muda," tandasnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Makam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Direktur Liga Santri, Mualaf di Tengah Islamophobia

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah?



Cornelius Ariyanto Wibisono ketika mulaai bersentuhan dengan Islam, mengalami masa-masa yang tidak mudah. Bukan saja karena ia harus meninggalkan kebiasaan-kebiasaan dan komunitas lamanya, bahkan is harus siap dijauhi orang-orsng dekatnya.

Direktur Liga Santri, Mualaf di Tengah Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)
Direktur Liga Santri, Mualaf di Tengah Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)

Direktur Liga Santri, Mualaf di Tengah Islamophobia

Tantangan terbesar yang ia hadapi justru gelombang islamophobia yang menghantam agama samawi pamungkas ini. Bahkan, ketika ia mempertimbangkan convert menjadi Muslim dua tahun lalu, Islam Indonesia yang sejak dahulu terkenal ramah, sudah terjangkiti oleh wabah Islam-marah. Sebuah wabah yang berhasil meluluh-lantakkan peradaban-peradaban luhur Islam di banyak negara di Timur Tengah hingga Afrika.

Sosok yang kini menjadi Direktur Pengembangan Bisnis Liga Santri Nusantara itu mengalami kegamangan yang luar biasa. "Apakah benar yang datang pada hati saya adalah cahaya yang sejati. Bukankah Islam di mana-mana rusuh, kisruh, perang dan meninggalkan jejak kekacauan di belahan bumi?" gumam pergulatan batin Ary saat itu.

Tetapi fenomena islamophobia tidak lantas mematikan cahaya hidayahnya. Dengan tekun ia berproses. "Persinggungan saya dengan kawan-kawan buruh yang kena program PHK telah melembutkan hati saya. Sebagai menejemen perusahaan, saya berbalik mendukung para buruh itu. Belakangan saya tahu mereka adalah anggota serikat buruh yang berafiliasi ke NU," terang Ary.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lebih lanjut Ary menjelaskan, "Yang saya pahami saat itu adalah sesuatu yang baru. Buruh-buruh ini bukan saja sedang melakukan apa yang disebut Karl Marx sebagai perjuangan kelas, mereka juga sedang mempertaruhkan keyakinannya bahwa mereka berada di sisi yang benar dan karenanya membuat mereka gigih berjuang. Kerasnya perjuangan mereka hingga kasus ini menjadi perhatian nasional. Saya salut pada buruh-buruh NU ini, mereka tidak mau mundur sejengkal pun dari perjuangannya."

Ariyanto Wibisono dalam perjalanannya kemudian tercatat sebagai pengurus teras di salah satu federasi dari Konfederasi Sarbumusi NU. Semoga terus berjuang Pak Ary! (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Olahraga, Warta PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah