Jumat, 06 November 2015

Shalat Pakai Sorban Lebih Utama?

Islam tidak menentukan model pakaian tertentu untuk umat Islam, termasuk penentuan pakaian ibadah. Selain ibadah haji, umat Islam diberikan kebebasan memilih pakaian yang layak digunakan untuk ibadah. Pada saat shalat kita dibolehkan menggunakan model pakaian apapun selama menutup aurat dan sesuai dengan etika pakaian Islam.

Sebab itu, tidak ada sebenarnya keutamaan menggunakan model pakaian tertentu dalam ibadah. Meskipun Islam datang dari wilayah Arab dan Nabi Muhammad pun keturunan Arab, bukan berarti menggunakan pakaian Arab ketika shalat, seperti jubah dan sorban, lebih utama dari pakaian khas Indonesia.

Shalat Pakai Sorban Lebih Utama? (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Pakai Sorban Lebih Utama? (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Pakai Sorban Lebih Utama?

KH Ali Mustafa Yaqub dalam At-Thuruqus Shahihah fi Fahmis Sunnatin Nabawiyyah mengatakan, kebanyakan hadits tentang keutamaan sorban kualitasnya maudhu’ (palsu) dan dhaif jiddan (sangat lemah). Tidak ada satu hadits shahih pun yang menerangkan keutamaan bersorban saat shalat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pendapat KH Ali tersebut diperkuat oleh beberapa pendapat dari ulama klasik. As-Sakhawi dalam Maqashidul Hasanah mengatakan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Artinya, “Kualitas hadits shalat dengan cincin setara dengan tujuh puluh shalat tanpa cincin ialah maudhu’, sebagaimana dikatakan syaikh kita (Ibnu Hajar). Begitu pula riwayat Ad-Dailami dari Ibnu ‘Umar, ‘Shalat dengan memakai sorban sebanding dengan dua puluh lima shalat (tanpa sorban)’, ‘Shalat Jumat dengan sorban setara dengan tujuh puluh Jumat? (tanpa sorban). Demikian pula riwayat Anas, ‘Shalat menggunakan sorban sebanding dengan sepuluh ribu kebaikan.’”

Mula Al-Qari dalam Mirqatul Mafatih mengutip pendapat Al-Munufi yang mengatakan seluruh riwayat di atas lemah (batil). Selain riwayat yang disebutkan oleh As-Sakhawi di atas, Al-Minawi dalam Faidhul Qadir juga mengutip riwayat lain tentang keutamaan sorban. Riwayat yang dimaksud ialah.

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Shalat dua rakaat memakai sorban lebih baik dari tujuh puluh rakaat tanpa sorban.”

Kualitas hadits di atas tidak jauh berbeda dengan hadits lain yang berkaitan dengan keutamaan sorban. Hadits di atas lemah karena di dalam sanadnya terdapat rawi bernama Thariq bin Abdurrahman. Hampir sebagian kritikus hadits memberi komentar buruk terhadapnya. Ad-Dzahabi dan Al-Bukhari mengategorikan dia sebagai perawi dhaif. Al-Nasa’i mengatakan, riwayatnya tidak kuat (laysa bi qawi). Sementara As-Sakhawi menilai hadits di atas tidak berasal dari Nabi.

Dikarenakan kualitas hadits keutamaan soban sangatlah lemah, bahkan sampai pada kualitas maudhu’ (palsu), maka tidak ada perbedaan antara pakaian Arab, khususnya penutup kepala yang digunakan orang Arab dan masyarakat lainnya. Kalau di Indonesia biasa menggunakan peci atau kopiah pada saat shalat, itu juga baik dan tidak ada bedanya dengan sorban.

Silakan menggunakan sorban, tetapi jangan sampai mengatakan sorban lebih utama dipakai saat shalat ketimbang kopiah ataupun peci, karena tidak ada riwayat shahih terkait hal ini. Oleh sebab itu, terkait pakaian apa yang seharusnya digunakan saat shalat, Al-Quran menjelaskan.

? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap memasuki masjid,” (Surat Al-A‘raf ayat 31).

Ayat ini menganjurkan agar umat Islam memakai pakaian yang bagus pada saat mengerjakan shalat. Modal dan bentuk pakaian bagus ini tidak dibatasi oleh Islam dan pengejawentahannya diserahkan sepenuhnya pada tradisi dan budaya masyarakat.

Pakaian model apapun termasuk baik dan bagus selama tidak bertentangan dengan kode etik pakaian Islam: aurat tertutup, tidak transparan, tidak terbuka, dan tidak menyerupai lawan jenis. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 04 November 2015

Saya Ini Anti Pornografi dan Pornoaksi

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Semangat pencegahan pornografi dan pornoaksi digaungkan oleh Kementerian Agama. Hebatnya, hal ini justru diinisiasi oleh kartini Kementerian Agama melalui gerakan Saya Ini Anti Pornografi dan Pornoaksi (SIAPP)

Saya Ini Anti Pornografi dan Pornoaksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saya Ini Anti Pornografi dan Pornoaksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saya Ini Anti Pornografi dan Pornoaksi

Gerakan SIAPP dideklarasikan oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin di hadapan 160 kartini Indonesia yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama. Deklarasi ditandai dengan pembacaan komitmen anti pornografi dan pornoaksi di hadapan Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan Pornografi dan Pornoaksi (GTP3) yang juga Menteri Agama, di Jakarta, Jumat (22/04) pagi seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

“Saya harap dari kegiatan ini kita semua lebih mengintesifkan perang melawan bahaya pornografi dan pornoaksi. Lebih dari itu, kita juga harus menyamakan diri untuk bersepakat, program ke depan seperti apa yang akan dilakukan,” kata Menag.

Deklarasi ini dilakukan bersamaan kegiatan Orientasi Pencegahan Pornografi dan Pornoaksi. Hadir dalam kesempatan ini, pejabat Eselon I, II, para Rektor, Kakanwil se Indonesia, serta Dharmawanita pusat dan daerah. Di hadapan mereka, Menag menyampaikan perlunya Kemenag melakukan program terobosan, semisal gerakan sosial untuk meminimalisir bahaya pornografi dan pornoaksi.

Di tengah era globalisasi, Menag Lukman menyoroti pornografi dan pornoaksi di dunia maya. Ironisnya, kandungan pornografi dan pornoaksi terkadang dishare melalui media sosial. Menag berharap Kementerian Agama mempunyai terobosan baru untuk membangun kesadaran masyarakat dalam memahami bahaya pornografi dan pornoaksi.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ditengah arus globalisasi yang ada, jangan sampai keindonesiaan kita tercerabut olehnya,” tegas Menag.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pornoaksi harus kita sikapi, agar generasi muda tidak menyaksikan dan mendapatkan hal-hal yang buruk ditengah masyarakat,” tambahnya.

Menag menyambut baik inisiatif tim DWP Kemenag, pusat dan daerah, untuk mendeklarasikan SIAPP. Menag berharap kampanye SIAPP diikuti dengan gerakan dan kontribusi nyata dalam menanggulangi bahaya pornografi dan pornoaksi.

Menag berpesan, semua ASN Kemenag dapat melakukan tindakan preventif, bagaimana agar pencegahan lebih diutamakan. ? Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pemurnian Aqidah, Aswaja, PonPes PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Keraton Perlu Lakukan Otokritik

Palembang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Keraton-keraton di Indonesia ? B?>?E?©?@ ÂÊ:Hcr{áò?PÌ! ?Ë&Çö Pÿÿ?i. Sebab sekarang ini, sejarah keraton menjadi sempit, mengedepankan ego-ego pribadi para pangeran. Mereka jadi pragmatis dan dangkal.



Keraton Perlu Lakukan Otokritik (Sumber Gambar : Nu Online)
Keraton Perlu Lakukan Otokritik (Sumber Gambar : Nu Online)

Keraton Perlu Lakukan Otokritik

Demikian dilontarkan Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (PW Lesbumi), Yogyakarta, M Jadul Maula, dalam rangka menyambut Festival Keraton Nusantara VII di Palembang, 26-28 November. Festival diikuti 155 kerajaan, kesultanan dan lembaga adat Nusantara.

"Keraton perlu merevitalisasi nilai-nilai luhur yang mereka punya dan menjadikannya sebagai pijakan untuk reorientasi dirinya menjadi pusat-pusat budaya yang aktif dan wilayah masing-masing, sekaligus konstruktif bagi pengembangan bangsa Indonesia yang majemuk," jelas Jadul Maula.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Keraton mestinya bisa jadi energi sosial yang kreatif bagi pengembangan kedaulatan dan karakter bangsa," tambahnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Festival keraton ini, tegas Jadul, seyogyanya juga dijadikan momentum peringatan bahwa Nusantara sebetulnya punya pengalaman membangun sistem ketatanegaraan yang berakar pada sejarah dan nilai-nilai sendiri, yang berdaulat dan kuat.

"Ini mestinya juga sekaligus kritik terhadap elit politik dan inteletual yang mengutak-atik UUD kita, namun mereka tercerabut dari akar, karena mendasarkan diri pada sejarah dengani nilai-nilai bangsa lain, Eropa dan Amerika," ungkap Jadul yang dikenal dekat dengan keraton Yogyakarta.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdian pada "welcome dinner" di Griya Agung Palembang, Jumat malam, mengharapkan kegiatan ini merupakan salah satu upaya peningkatan kepedulian terhadap adat, istiadat dan budaya asli masing-masing daerah.

Menurut dia, keberagaman adat dan budaya Indonesia merupakan kekayaan yang patut dibanggakan bangsa, karenanya harus terus dipertahankan sehingga lestari sampai akhir zaman.

Kegiatan itu juga menjadi bentuk persatuan bangsa Indonesia dari berbagai latar belakang yang berbeda, tambahnya.

Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin mengatakan, festival itu merupakan agenda dua tahunan raja dan sultan Nusantara. "Palembang merupakan daerah pertama di Sumatera yang menjadi tuan rumah festival," katanya.

Dia menjelaskan, kegiatan itu menjadi salah satu upaya mempertahankan keberagaman adat, istiadat dan budaya dari ratusan kerajaan, kesultanan dan lembaga adat.

Selain itu, festival menjadi agenda tahunan memperat silaturahmi bangsa Indonesia yang berasal dari kerajaan, kesultanan dan lembaga adat Nusantara, ujarnya.

Acara "welcome dinner" yang dilaksanakan di rumah dinas gubernur tersebut ramai dan sangat meriah.

Diawali dengan makan malam menjamu raja, sultan dan lembaga adat serta rombongan, kegiatan itu dimeriahkan beragam tarian mulai dari Gending Sriwijaya sampai dengan tarian modern.

Dalam kesempatan tersebut Sultan Palembang memperkenalkan satu persatu perwakilan raja dan sultan yang hadir. Festival Keraton Nusantara juga dihadiri Kesultanan Brunei Darussalam dan Sulu Filipina dan Malaysia.(hh/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syariah, Habib, Olahraga PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 03 November 2015

GP Ansor Ajak Masyarakat Doakan Puluhan Korban Luka Serangan Teror di Perancis

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ketua Umum GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) mengecam serangan teror pada perayaan nasional Prancis (Fête Nationale) di Promenade des Anglais, di Nice, Prancis, Kamis 14 Juli 2016. Ia mengimbau masyarakat di Indonesia untuk berdoa bersama untuk korban tewas dan puluhan luka-luka korban serang teror.

Gus Tutut meneruskan pesan dari Conseil Français du Culte Musulman (CFCM) atau Dewan Masjid Perancis untuk melakukan shalat ghoib atas para korban yang tewas dan juga mendoakan kesembuhan para korban terluka serangan barbar tersebut pada shalat Jumat ini.

GP Ansor Ajak Masyarakat Doakan Puluhan Korban Luka Serangan Teror di Perancis (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Ajak Masyarakat Doakan Puluhan Korban Luka Serangan Teror di Perancis (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Ajak Masyarakat Doakan Puluhan Korban Luka Serangan Teror di Perancis

Ia berharap agar Allah Swt segera memulihkan puluhan korban luka-luka akibat serangan teror di Perancis pada Kamis (14/7).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Semoga Allah memperkuat langkah kita dalam rangka membuat bumi ini kembali damai, aman, dan tentram bagi kita dan anak-cucu kita,” kata Gus Tutut.

Sebagaimana dimaklum, serangan teror pada perayaan nasional Prancis (Fête Nationale) di Promenade des Anglais, di Nice, Prancis, Kamis 14 Juli 2016 mengakibatkan lebih dari 70 korban tewas dan puluhan luka-luka warga sipil.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelaku teror dengan menggunakan truk sengaja menabrak kerumunan massa yang sedang memperingati perayaan nasional Prancis (Fête Nationale) di Promenade des Anglais, di Nice, Perancis. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah, Jadwal Kajian PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 29 Oktober 2015

FK-GMNU Tuntut Hamid Awaluddin Mundur dari Kabinet

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Sekitar 200 orang yang menamakan diri mereka anggota Forum Komunikasi Gerakan Muda Nahdlatul Ulama (FK-GMNU) melakukan unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Selasa siang, menuntut agar kasus dugaan korupsi di lembaga penyelenggara pemilu itu diusut tuntas, termasuk dengan memeriksa seluruh anggotanya.

Unjuk rasa FK-GMNU, yang antara lain beranggotakan mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Assafi’iyah Jakarta, Universitas Bung Karno, Universitas Nasional, Sekolah Tinggi Agama Islam NU dan anggota Gerakan Pemuda Anshor juga menuntut agar Menteri Hukum dan HAM, Hamid Awaluddin, yang mantan anggota KPU, dicopot jabatannya di Kabinet Indonesia Bersatu.

Menurut koordinator aksi, Ali Abel, kasus dugaan korupsi di KPU perlahan-lahan mulai terungkap, bahwa semua anggotanya terlibat dalam penyelewengan dana penyelenggaraan pemilu 2004 namun pengusutan kasus itu mulai menemui ketidakjelasan.

"Sebab, salah satu tonggak penegakan hukum di Indonesia, yaitu Kementerian Hukum dan HAM masih dijabat oleh salah seorang anggota KPU yang ikut menikmati dana taktis sebesar 20 miliar," kata Abel.

Terkait kasus dugaan yang melibatkan Hamid, FK-GMNU menagih komitmen pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dalam pemberantasan korupsi, karena saat pengambilan sumpah para anggota kabinet 20 Oktober 2004 dinyatakan akan mundur jika terlibat korupsi dan siap menerima sanksi hukum yang berlaku.

Selesai menggelar aksi di KPU, rombongan pengunjuk rasa melanjutkan aksinya ke Departemen Hukum dan HAM di Jalan Rasuna Said, Jakarta, guna menyuarakan tuntutan yang sama.

"Kami belum lupa Pak Susilo Bambang Yudhyono berkali-kali menyatakan akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi jika terpilih sebagai presiden. Kini kami juga rakyat Indonesia menunggu realisasi janji tersebut," kata Abel.

Dalam aksinya para pengunjuk rasa mengusung sejumlah poster, yang salah satu di antaranya bertuliskan penagihan janji Presiden Yudhoyono untuk memberantas korupsi.

Mereka juga membentangkan spanduk untuk menyatakan empat tuntutan, yaitu "Usut Tuntas Kasus Korupsi di KPU Sampai ke Akar-akarnya, Copot Hamid Awaluddin dari Jabatan Menteri dan Adili Sesuai dengan Hukum yang Berlaku, Tegakkan Supremasi Hukum Tanpa Pandang Bulu, dan Tuntaskan Agenda Reformasi".(ant/mkf) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

FK-GMNU Tuntut Hamid Awaluddin Mundur dari Kabinet (Sumber Gambar : Nu Online)
FK-GMNU Tuntut Hamid Awaluddin Mundur dari Kabinet (Sumber Gambar : Nu Online)

FK-GMNU Tuntut Hamid Awaluddin Mundur dari Kabinet

Rabu, 28 Oktober 2015

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Karanganyar, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2014, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menghimbau warga agar tidak golput dalam pemilu yang digelar bulan mendatang.

“Saya berpesan kepada para jamaah semuanya, mari sukseskan pemilu dengan tidak golput dan gunakanlah hak pilih sebaik-baiknya,” seru Habib Syech di hadapan sekitar 10.000 jamaah di alun-alun mapolres Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (11/3).

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Habib Syech secara khusus tidak memberikan instruksi untuk memilih dan mendukung partai manapun, baik dalam pileg maupun pilpres mendatang. “Silakan jamaah memilih partai ataupun presiden sesuai dengan prinsip dan hati nurani masing-masing, namun yang terpenting jangan golput,” tegasnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari  pantauan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, acara pada malam itu lebih meriah daripada sebelumnya. Banyaknya bendera merah putih, bendera NU, dan bendera Ahbabul Musthofa yang dikibarkan para jamaah menambah semaraknya acara.

“Memang polres pernah mengadakan acara serupa namun dahulu tidak seramai dan meriah sekarang,” ujar Alim salah satu jamaah yang aktif ikuti pengajian di Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan, Meme Islam, Budaya PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 17 Oktober 2015

Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Teladan Gus Dur yang harus diingat generasi muda adalah bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia rumah bersama bagi semua warga yang berlainan suku dan agamanya agar dapat hidup berdampingan dengan semangat toleransi dan gotong royong.

Demikian salah satu kesimpulan dari dialog dalam acara haul ke-6 Gus Dur sekaligus peluncuran acara perdana yang digagas para santri Pesantren Soko Tunggal bernama “Ngopi Bareng Gus Nuril” ? pada 11 Februari 2016 bertempat di pesantren Soko Tunggal Rawamangun, asuhan KH Nuril Arifin yang akrab disapa Gus Nuril.

Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Gus Dur: NKRI, Rumah Bersama Semua Elemen Bangsa

Hadir sebagai narasumber adalah Romo Magnis Suseno, KH Maman Imanulhaq, KH Wahid Maryanto dan KH Nuril Arifin sebagai tuan rumah.?

Dalam dialog tersebut para narasumber menyampaikan bahwa Indonesia dengan keanekaragaman suku, agama, dan budayanya sangat rentan untuk dipecah-belah dari ideologi radikal. Oleh karena itu sebagai bagian dari elemen masyarakat baik dari agama manapun, dari suku manapun ketika merasa adalah warga negara Indonesia, sudah menjadi kewajibannya untuk mempertahankan Pancasila dan keutuhan NKRI dari ideologi-ideologi radikal.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Acara “Ngopi Bareng Gus Nuril” adalah gabungan dari pengajian dan dialog kebangsaan. Dalam rangka haul Gus Dur ini membawa tema “Teladan Gus Dur untuk Generasi Penerus Bangsa” yang dihadiri lebih 500 orang, terdiri dari berbagai unsur Nahdliyin, seperti dari Pagar Nusa, IPPNU, PMII, Ansor, dan juga dari para pemuka tokoh agama dari Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Dalam penutupnya Gus Nuril memberikan pesan “Orang boleh saja berpakaian islami tapi sesungguhnya bisa tidak islami, orang bisa tidak berpakaian islami tapi perbuatannya islami. Maka titik puncak agama adalah kesalehan sosial, bukan hanya pintar atau kesalehan di masjid-masjid saja.” Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah, Doa PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah