Sabtu, 11 April 2015

MUI Bertugas untuk Luruskan Persepsi Umat

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat KH Hafidz Utsman menyatakan bahwa keberadaan MUI perlu dipertahankan karena bertugas meluruskan persepsi ummat tentang masalah-masalah dalam agama Islam.

Masalah yang menjadi perhatian MUI adalah masalah akidah yang menyangkut kepercayaan yang dianggap sesat, bukan masalah yang sifatnya syariah yang memang banyak pendapat atau khilafiyah.

MUI Bertugas untuk Luruskan Persepsi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Bertugas untuk Luruskan Persepsi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Bertugas untuk Luruskan Persepsi Umat

Tugas ini juga bukan tanggung jawab MUI semata, tetapi juga melibatkan pemerintah untuk mensosialisasikan apa yang sudah diputuskan MUI dan dalam pelaksanaanya tidak boleh menggunakan kekerasan.

“Dalam salah satu keputusannya ada ketetapan bahwa untuk mengajak ke jalan yang lurus, tidak boleh menggunakan cara-cara kekerasan,” katanya.

Karena itu, Rais Syuriyah PBNU ini berpendapat bahwa kekerasan agama yang terjadi belakangan ini bukan karena disebabkan oleh fatwa MUI. “Setelah reformasi, Indonesia mengulang posisi transisi kehidupan sosial masyarakat yang menimbulkan kekerasan dalam berbagai bentuk,” tuturnya.

Karena itu, kekerasan terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dari masalah pilkada, politik, dan masalah lainnya. Kekerasan juga memiliki banyak bentuk. “Kekerasan dilakukan oleh rakyat, pemimpin menggunakan bahasa yang kasar sampai dengan perpecahan dikalangan para kiai,” imbuhnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mengenai masalah Ahmadiyah, Hafidz berpendapat fatwa yang dikeluarkan saat ini adalah penegasan kembali fatwa yang sudah dikeluarkan pada tahun 1980. Kesesatan Ahmadiyah yang mengakui adanya nabi setelah nabi Muhammad ini juga diputuskan oleh Rabithah Alam Islami Makkah. Menerutnya, yang penting saat ini adalah ketegasan pemerintah menyelesaikan ini. (mkf)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax, Kajian Sunnah, Nusantara PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 08 April 2015

NU Gelar Apel Besar di Surabaya

Surabaya, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Wilayah NU Jawa Timur bakal menggelar apel besar untuk memperingati hari lahir ke-93 NU, sekaligus mendeklarasikan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila, Sabtu (30/4) malam. Kegiatan yang dipusatkan di Candrawilwatikta Pandaan, Pasuruan ini bakal dihadiri Ketua Umum NU KH Said Aqil Siroj dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

"NU sudah melakukan kajian akademik menentukan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan akan diusulkan kepada pemerintah bersamaan dengan apel besar," kata Ketua PBNU Saifullah Yusuf kepada PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah,? Jumat (29/4)? di Surabaya.

NU Gelar Apel Besar di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Gelar Apel Besar di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Gelar Apel Besar di Surabaya

Wakil Gubernur Jatim ini menyatakan saat ini hanya ada hari kesaktian Pancasila, sedangan hari lahirnya belum ada sehingga kajian dan naskah akademik yang sudah dilakukan NU dinilainya sangat tepat.

Dalam naskah akademik, kata dia, di antaranya NU berpendapat bahwa pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 adalah fakta sejarah yang tak dapat disangkal.

"Agar momentum kesejarahan itu tidak hilang, maka 1 Juni harus menjadi hari lahir Pancasila," ucap Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Naskah akademik itu, lanjut Gus Ipul, akan dibacakan pengurus PBNU di hadapan Megawati Soekarnoputri dan disaksikan 10 ribu kader NU serta sejumlah perwakilan organisasi masyarakat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Pancasila terbukti mampu membawa ketenteraman di tengah warga Indonesia yang berbeda suku, agama dan kepentingan," kata Gus Ipul, sembari menambahkan dalam apel besar tersebut juga akan diteguhkan Pancasila sebagai dasar negara yang menjadi inspirasi dunia pada era globalisasi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari mengkonfirmasi bahwa Ketua Umum Megawati akan menghadiri apel besar NU dan Harlah Pancasila.

"Bu Mega diundang dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI ke-5, sekaligus putri sang penggali lahirnya Pancasila 1 Juni, Bung Karno," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, rencananya ribuan kader PDI Perjuangan di Jatim juga dikerahkan dan berbaur bersama puluhan ribu nahdliyin. "Pengurus DPD ke sana dan sudah menginstruksikan DPC sekitar agar mengirimkan kadernya datang ke Pandaan," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim tersebut. (Rofii Boenawi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, Tegal, Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 04 April 2015

Ketum GP Ansor Gus Tutut Sowan kepada Gus Saladin PETA

Tulungagung, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, sebelum? menghadiri? acara Rapat Koordinasi? Nasional (Rakornas) Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser di Tulungagung menyempatkan diri? singgah ke Pesantren Pesulukan Toriqoh Agung (PETA), Tulungagung, Jawa Timur Jumat sore (5/8).

Ketum dan rombongan tiba di Pesantren PETA, langsung disambut KH Saladdin Abdul Djalil Mustaqiem yang juga salah seorang mursyid Thoriqoh Sadziliyah yang berpusat di Kauman Tulungagung.

Ketum GP Ansor Gus Tutut Sowan kepada Gus Saladin PETA (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum GP Ansor Gus Tutut Sowan kepada Gus Saladin PETA (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum GP Ansor Gus Tutut Sowan kepada Gus Saladin PETA

Suasana sangat akrab begitu rombongan Gus Tutut dijamu di ruang tamu kediaman kiai yang akrab disapa Gus Saladin. Apalagi yang jadi bahan gojlokan adalah Kepala Satkornas? Banser Alfa Isneini dan Bendahara Umum Zainal Abidin yang memang sudah akrab dengan tuan rumah. Keduanya memang salah aktivis pesantren tersebut.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Inti kehadiran rombongan pengurus PP GP Ansor ke pesantren tersebut dalam rangka silaturahim dan ta’aruf pengurus PP dan Satkornas Banser. Selain itu juga mohon dukungan dan masukkan untuk perkembangan orgaanisasi pemuda NU tersebut.

Beberapa masukkan disampaikan kiai muda tersebut. Salah satunya ia mendorang agar Ansor dan Banser bisa berkiprah di semua lini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ansor dan Banser ini masa-masa produktif sehingga bisa lebih giat dalam berkiprah. Kalau mau bisa berkiprah di semua lini ekonomi, politik, pendidikan dan lainnya. Yang terpenting tetap menjaga? marwah NU dan NKRI,’’ ungkap Gus Saladin.

Sebagaimana diketahui, Gus Tutut akan menghadiri Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) Banser. Acara bertema “Menyamakan Gerak dan Langkah Guna Mempekokoh NKRI” ini akan berlangsung mulai 5-7 Agustus di Pendapa Agung Mandiri Tulungagung.

Sebelum memberi arahan dan membuka acara tersebut beberapa agenda dilakukan Gus Tutut, salah satunya sowan ke Pengasuh Pesantren PETA Tulungagung tersebut.

“Alhamdulillah? kita diterima dengan penuh keakraban. Masukkan sangat? bagus. Insyaallah nanti akan kita tindak lanjuti,’’ ungkap Gus Tutut? usia sowan.

Sementara hingga tadi peserta yang hadir sudah 98 persen. Ada sebagian pengurus yang belum hadir, khususnya yang dari luar kota. (imam kusnin ahmad/abdulllah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai, Kiai PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 30 Maret 2015

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Guru Besar Sosiologi Agama UIN Syarif Hidayatullah Profesor Bambang Pranowo mengatakan polemik terkait pesantren radikal seharusnya tidak terjadi.

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi

"Pondok pesantren di Indonesia hampir 50 ribu, sedangkan yang terlibat terorisme mungkin belasan. Itu sangat kecil. Apa yang terjadi kemarin itu sebenarnya soal bahasa dan pengemasan saja," kata dia di Jakarta, Selasa.

Bambang mengemukakan itu menanggapi polemik yang dipicu pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Saud Usman Nasution pada tanggal 2 Februari lalu soal 19 pesantren terindikasi paham radikal.

"Sebenarnya ini psikologis saja. Kalau pernyataan terkait radikalisme ini keluar dari Kementerian Agama, reaksinya biasa saja. Beda kalau lembaga lain seperti BNPT," katanya.

Menurut Bambang, pernyataan Kepala BNPT itu seharusnya dipahami sebagai bagian dari pencegahan terorisme. Sebagai lembaga negara yang bertugas melakukan pencegahan terorisme, BNPT memang harus melakukan program pencegahan di segala lini masyarakat.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Apalagi, lanjut Bambang, Kepala BNPT hanya menyebut segelintir orang santri dan guru yang terindikasi radikalisme itu.?

"Ini tidak usah dimasalahkan lagi karena tugas pencegahan terorisme kedepan sangat berat," kata dia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ke depan, kata Bambang, soft approach di dalam pencegahan terorisme harus lebih ditingkatkan.?

Untuk itu, BNPT harus lebih erat bergandengan tangan dengan NU dan Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, selain ormas lokal yang bertebaran di seluruh Indonesia.

Ketua Rabithah Mahad Islamiyah atau Asosiasi Pesantren NU Abdul Ghofarrozin Sahal Mahfud mengatakan dari puluhan ribu pesantren di Indonesia hampir semuanya berbasis kultural dan kedaerahan, hanya 19 pesantren yang terindikasi radikalisme.

"Pesantren selalu berhasil untuk berdampingan dengan budaya dan masyarakat setempat. Jadi, kalau ada pesantren terindikasi radikalisme, itu jelas telah menyalahi tujuan dan hakikat keberadaan pesantren," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fragmen PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 26 Maret 2015

Ulama Yordania: Pemuda NU Mampu Pelopori Peradaban Islam Dunia

Malang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sejarah perkembangan Islam di Nusantara tak sama dengan perkembangan Islam di Timur Tengah. Jika di sana umumnya Islam disebarkan dengan cara penaklukan (peperangan), maka di Indonesia agama tersebut tersebar melalui jalur yang damai. Sehingga, Indonesia mampu menjadi negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Demikian disampaikan Syekh Aun Al-Qaddoumi, ulama Ahlussunnah wal Jamaah dari Yordania saat memberikan ceramah dalam forum Seminar Internasional “Peran Pemuda dalam Kebangkitan Peradaban Islam di Era Global” di Ruang Sidang Rektorat Universitas Islam Malang, Senin (17/2).

Ulama Yordania: Pemuda NU Mampu Pelopori Peradaban Islam Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Yordania: Pemuda NU Mampu Pelopori Peradaban Islam Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Yordania: Pemuda NU Mampu Pelopori Peradaban Islam Dunia

Menurut dia, Indonesia adalah negara dengan tingkat kerukunan hidup beragama yang sangat tinggi. Syekh Aun Al-Qaddoumi melontarkan apresiasinya terhadap Nahdlatul Ulama yang dianggap berperan serta dalam mewujudkan toleransi beragama di Indonesia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia juga mendukung usaha NU dalam mengembangkan Islam yang ramah di Indonesia, yang selama beberapa waktu terakhir ini telah diperluas ke lingkup berskala internasional. “Saya melihat Indonesia ini seperti gambaran Islam di Madinah yang dibina oleh Rasulullah,” kata Syekh Aun.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Syekh Aun juga memuji pemikiran-pemikiran para ulama pendiri NU. Dia mengaku sangat yakin bahwa Nahdlatul Ulama ke depan akan menjadi pelopor dalam membangun peradaban Islam di dunia.

“Ke depan, Nahdlatul Ulama sangat memungkinkan untuk melanjutkan membangun peradaban Islam di dunia dengan generasi mudanya yang potensial. Dengan bimbingan para Kiai Nahdlatul ulama tentunya,” tambahnya.

“Mulai zaman dulu, sejak Zaman Rasulullah yang membawa sebuah peradaban Islam dalam setiap periode masa, selalu muncul tokoh-tokoh Islam yang membangun peradaban. Seperti Umar bin Al-Khattab, Shalahuddin Al-Ayyubi (dari Dinasti Ayyubiyah) dan Muhammad Al-Fatih (dari Dinasti Turki Utsmani),” kata Syaikh Aun.

Berkali-kali ia menyebutkan dalam ceramahnya bentuk jamak (plural) dari kata ‘kiai’ dengan ‘kiaiat’. Syekh Aun berbicara di hadapan sekitar 60 mahasiswa pascasarjana dan para civitas akademika Universitas Islam Malang (Unisma). Habib Jamal bin Toha Baagil juga hadir dalam kesempatan itu sebagai penerjemah.

Turut hadir dalam forum ini Pembantu rektor I Unisma Badat Muwakhid, Pembantu Rektor III Masykuri Bakri,? Direktur Pascasarjana Unisma Bashori Muchsin, Ketua Program Studi (KPS) Pendidikan Islam Pascasarjana Unisma Ilyas Tohari, dan Dekan Fakultas Agama Islam Unisma Abdul Munir Ilham. (Ahmad Nur Kholis/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 25 Maret 2015

Ratusan Pemuda Bersaing Wakili Indonesia di ASEAN Skills Competition

Bekasi, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ratusan pemuda dari penjuru tanah air mengikuti  Seleksi Nasional ASEAN Skills Competition (ASC) 2017 di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi (BBPLK) Bekasi, Jawa Barat, pada 5-9 September 2017. Mereka bersaing untuk menjadi yang terbaik pada 20 bidang kejuruan yang dilombakan.

“Masing-masing kejuruan akan dipilih tiga terbaik, untuk mewakili Indonesia pada ajang ASC XII 2018 di Thailand,” kata Sekretaris Jenderal Kementrian Ketenagakerjaan, Hery Sudarmanto, Kamis (7/9).  

Ratusan Pemuda Bersaing Wakili Indonesia di ASEAN Skills Competition (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pemuda Bersaing Wakili Indonesia di ASEAN Skills Competition (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pemuda Bersaing Wakili Indonesia di ASEAN Skills Competition

ASEAN Skill Competition merupakan kegiatan rutian dua tahunan, yang melombakan berbagai jenis keterampilan. Tujuannya untuk mempererat hubungan antara negara anggota ASEAN, sekaligus untuk mengetahui kompetensi tenaga kerja muda.

Menurut Hary, selain sebagai ajang kompetisi, ASC juga dapat dijadikan ajang untuk mempromosikan kualifikasi tenaga kerja Indonesia di kancah ASEAN. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Direktur Standardisasi Kompetensi dan Pelatihan Kerja Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Sukiyo mengatakan, dua puluh kejuaraan yang dikompetisikan yaitu automobile technology, beauty theraphy, briklaying, cabint marking, cooing, elecical  installation, electronics, fashion technology, graphic design technology, hair dreasing, induatrial automation, IT network system administration, IT sofware solution for bussness, mechanical engineering design, mechatronics, mobile robotics, Refrigeration and Air Conditioning, restaurant service, web design technology dan welding.

“Tiap kejuruan akan dipilih tiga terbaik untuk mewakili Indonesia,” ujarnya. Mereka yang terpilih, selanjutnya akan mengikuti pemusatan latihan dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Seleksi ASC diikuti 300 peserta. Mereka terdiri dari  167 orang juara pertama seleksi daerah tingkat propinsi, 35  orang juara pertama dari Lembaga Ketrampilan Siswa (LKS) dan 98 peserta dari industri/Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). 

 

Seleksi tidak hanya dipusatkan di BBPLK Bekasi, namun juga di BBPLK Serang, BLK Bandung, BLK Semarang, Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung,  Pusat Pelatihan Industri Kayu (PPPIK-PIKA) Semarang, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan  (PPPPTK)-BOE Malang, LPP Mooryati Soedibyo Jakarta, Puspita Martha International Beauty School Jakarta dan Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta. (Red: Fathoni)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fragmen, Nahdlatul Ulama, Sunnah PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 14 Maret 2015

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

Tangerang Selatan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menyambut dan memperingati Hari Pahlawan 10 November, NU Care-LAZISNU Tangerang Selatan menggelar acara “Santunan dan Makan Bersama dengan Anak Yatim”. Kegiatan dijadwalkan dilaksanakan pada Ahad, 13 November 2016 di Restauran McD Perempatan Duren, Tangerang Selatan.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenang jasa dan peran para pahlawan dengan semangat berbagi, beramal dan berbahagia bersama anak yatim,” tutur Ketua Panitia Rizky Subagia, saat dihubungi PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Selasa (2/11) malam.

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

Rizky menambahkan sasaran peserta kegiatan ini adalah anak yatim berusia di bawah 12 tahun atau mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Rizky menyampaikan, untuk para Donatur yang ingin ikut berbagi kebahagian bersama dalam kegiatan tersebut, Panitia menyediakan Paket Infaq sekaligus undangan menghadiri kegiatan.?

“Ada tiga Paket Infaq yang disediakan Panitia. Para Donatur dapat memilih salah satu dari Paket-paket Infaq yang kami sediakan,” lanjut Rizky.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ada pun Paket Infaq yang dapat dipilih adalah:

Paket Infaq 1 dengan menyumbang senilai Rp. 75.000 (Tujuh puluh lima ribu rupiah). Dengan mengambil paket ini, donatur dapat mengikuti kegiatan makan bersama dengan anak yatim di lokasi kegiatan.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Paket Infaq 2 senilai Rp. 125. 000 (Seratus dua puluh lima ribu rupiah), yang akan memungkinkan para Donatur makan bersama dengan anak yatim, dan pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis untuk anak yatim.?

Paket Infaq 3 senilai Rp. 200.000 (Dua ratus ribu rupiah). Donatur akan makan bersama dengan anak yatim, pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis, dan pemberian uang santunan.

Sebanyak minimal 100 anak yatim ditargetkan akan terlibat dalam kegiatan ini. Paniti membuka layanan informasi dan pendaftaran Donatur melalui Kantor NU-Care Tangerang Selatan di nomor 081313165757 dan Rizky Subagia di nomor kontak 085730449167. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hadits, Sholawat, Santri PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah