Kamis, 06 November 2014

Harlah NU, Mengaji Jurus Kiai Wahab Chasbullah

Oleh: Munawir Aziz

Belajar kepada Kiai Wahab Chasbullah adalah belajar tentang semangat pergerakan kebangsaan yang tidak pernah pudar. Kiai Wahab atau Mbah Wahab, yang lahir pada 31 Maret 1888 merupakan salah satu tokoh penting dalam historiografi Indonesia, pesantren dan NU. Perannya dalam mengokohkan nilai-nilai Islam Indonesia dan menegakkan NKRI tidak bisa dilupakan. Pada momentum Hari Lahir Nahdlatul Ulama, pada 16 Rajab, sosok Kiai Wahab perlu direnungkan sebagai inspirasi.

Gerak perjuangan Kiai Wahab menjadi renungan di tengah tantangan Islam di negeri ini, dan konteks internasional.Tantangan tentang relasi Islam dan kebangsaan menjadi isu dinamis dalam diskursus global. Mencuatnya radikalisme keagamaan, sebagaimana ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria) dan jaringan al-Qaeda, merupakan tantangan bagaimana umat muslim berdialog dengan konsep kenegaraan dan kebangsaannya. Apalagi, perkembangan Islam di kawasan Asia dan Timur Tengah, tidak bisa dilepaskan dari dinamika etnik dan lintas ideologi. Untuk itulah, merenungkan jejak langkah Mbah Wahab Chasbullah pada momentum hari lahir Nahdlatul Ulama, tentu menjadi inspirasi berharga.

Harlah NU, Mengaji Jurus Kiai Wahab Chasbullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU, Mengaji Jurus Kiai Wahab Chasbullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU, Mengaji Jurus Kiai Wahab Chasbullah

Kiprah kiai-kiai pejuang dari pesantren tidak banyak tertulis dalam historiografi Indonesia. Tentu saja, politik pengetahuan menjadi instrumen utama untuk menganalisis terpinggirnya peran kiai dan tokoh pesantren dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada abad XIX, santri menjadi barisan terdepan dalam Perang Jawa (1825-1830), yang dikomando Pangeran Dipanegara. Laskar pimpinan Kiai Maja, Kiai Hasan Besari dan Sentot Ali Basya, menyelaraskan gerakan perlawanan Dipanegara selain laskar ksatria yang Pangeran Sastradilaga. Perjuangan santri tidak banyak ditulis dalam politik ingatan, justru ditenggelamkan sebagai mitos dan ilusi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada masa revolusi, jaringan santri-kiai berperan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan dan melawan serdadu kolonial. Seruan fatwa Jihad Kiai Hasyim Asy’arie (1871-1947) menggerakkan ribuan santri untuk berjuang bersama pada November 1945 di Surabaya dan peristiwa Palagan Ambarawa, Semarang (Bizawie, 2013). Lagi-lagi, peran sejarah santri ini tersisih dari naskah sejarah Indonesia modern.

Kiprah Kebangsaan Kiai Wahab

Kiai Wahab Chasbullah merupakan tokoh penting dalam perjalanan kaum pesantren menegakkan Indonesia. Ia bersama hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, menjadi garda depan dalam pembentukan jaringan pesantren pasca Perang Jawa (1825-1830) yang dipimpin Pangeran Dipanegara, yang menjadi jejaring lahirnya Nahdlatul Ulama.

Kiai yang lahir pada 1888, di Tambakberas, Jombang ini merupakan santri tulen berjiwa aktivis, tidak pernah tinggal diam melihat wajah rakyat Indonesia yang terhimpit kuasa penjajah. Ia juga tidak rela melihat komunitas santri direndahkan oleh rezim kolonial dan tradisi feodal elite priyayi negeri ini. Kiai Wahab Chasbullah menahkodai NU selepas wafatnya Hadratussyekh Hasyim Asy’ari, pada 1947. Kiai Wahab memimpin NU hingga tahun 1971. Rentang waktu sekitar 23 tahun tentu saja menjadi perjalanan panjang Kiai Wahab memimpin NU, di samping kiprahnya pada usia muda.

Kiai Wahab mendirikan organisasi Nahdlatul Wathan pada 1916, untuk membangkitkan kesadaran rakyat Indonesia. Selanjutnya dua tahun kemudian, pada 1918, ia bersama beberapa tokoh pergerakan nasional, semisal Dr. Soetomo mendirikan Tasywirul Afkar (gerakan pemikiran), untuk mengokohkan dinamika pemikiran kebangsaan. ?

Kemudian, untuk menopang pergerakan dan perjuangan kebangsaan, Kiai Wahab mendirikan Nahdlatut Tujjar pada 1918. Gerakan ini, dimaksudkan untuk mengokohkan pondasi ekonomi bagi gerakan-gerakan sosial-kebangsaan yang diperjuangkan Kiai Wahab. Nahdlatut Tujjar dipimpin langsung oleh Kiai Hasyim Asy’arie, sedangkan Kiai Wahab sebagai sekretarisnya.

Dengan demikian, strategi gerakan Kiai Wahab terasa komplit dan seimbang. Ia membangun wawasan kebangsaan melalui Nahdlatul Wathan, dengan ditopang Tasywirul Afkar sebagai dinamika pemikiran. Selanjutnya, Nahdlatut Tujjar menjadi penggerak energi dan penopang basis ekonomi bagi gerakan sosial-kebangsaan ini.

Benteng Islam Nusantara

Kiai Wahab Chasbullah juga menjadi pionir dalam membentengi ekspansi Wahabi mellaui internasional. Ketika aliran Wahabi dari Najed Arab mulai menguasai Makkah pada 1924 dan Madinah pada 1925, Kiai Wahab bergerak mengkonsolidasi jaringan pesantren di Indonesia untuk menyuarakan aspirasi tentang Islam yang moderat dan toleran ala ahlussunnah wal-jama’ah, yang menjadi dasar gerakan NU.

Gerakan konsolidasi ini, dikuatkan dengan lahirnya NU pada 31 Januari 1926, yang kemudian mengirim Kiai Wahab dan Syekh Ghonaim al-Misri untuk menemui Raja Abdul Aziz Ibn Saud. Diplomasi Kiai Wahab ini kemudian diterima dengan baik oleh Raja Abdul Aziz, sehingga makam Nabi Muhammad tidak jadi dibongkar, serta ulama-ulama dari empat mazhab dibebaskan.

Kiai Wahab, dengan demikian tidak hanya bergerak dalam perjuangan Islam di negeri ini, ia telah berperan dalam jaringan diplomasi internasional. Peran Kiai Wahab inilah yang perlu menjadi inspirasi dalam momentum Hari Lahir Nahdlatul Ulama. Peran Kiai Wahab bersama Kiai Hasyim Asy’ari, Kiai Bisri Syansuri, Kiai Wahid Hasyim, Kiai Saifuddin Zuhri dan jaringan ulama lainnya, tentu menjadi catatan penting dalam konteks dan historiografi Islam Nusantara.

Kiai Wahab mengajarkan kepada kita, agar seimbang dan kokoh dalam mengelola pergerakan;dengan membangun semangat kebangsaan (melalui Nahdlatul Wathan), mengembangkan pemikiran-pemikiran strategis (Tasywirul Afkar) dan menguatkan pondasi ekonomi sebagai energi pergerakan (lewat Nahdlatut Tujjar). Spirit Kiai Wahab inilah, yang seharusnya menjadi aspirasi bagi penerus dan pemimpin Nahdlatul Ulama, pada saat ini maupun mendatang. Bergerak dengan nyali, menyusun konsep strategis serta mengeksekusi lewat totalitas dan keikhlasan. Semoga.

Penulis adalah penulis buku ‘Pahlawan Santri’ (Pustaka Compass, Mei, 2016), Wakil Sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr PBNU, dapat disapa via @MunawirAziz



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 10 Oktober 2014

Ketum Pagar Nusa: Rekrut Pendekar Pagar Nusa dengan Cara Kreatif

Temanggung, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebanyak 323 pendekar berkumpul di SMK Nahdlatul Ulama Kabupaten Temanggung, Sabtu (28/10). Seratus delapan puluh pendekar berasal dari Temanggung, 54 dari Magelang, dan 89 berasal dari Wonosobo. 

Ketum Pagar Nusa: Rekrut Pendekar Pagar Nusa dengan Cara Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum Pagar Nusa: Rekrut Pendekar Pagar Nusa dengan Cara Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum Pagar Nusa: Rekrut Pendekar Pagar Nusa dengan Cara Kreatif

Dalam perhelatan akbar se-Eks Karesidenan Kedu tersebut mengambil tajuk Istighosah dan Gemblengan Ilmu Hikmah Pagar Nusa se-Eks Karesidenan Kedu.

Ketua Umum Pagar Nusa, yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan harapannya agar kegiatan-kegiatan Pagar Nusa ke depan bisa berlanjut, berjenjang dan lebih inovatif.

“Mari kita persubur dengan aneka kegiatan di berbagai tingkatan, baik itu Kejurkab maupun Kejurda,” katanya.

Ia meminta pengingkatan kualitas dan kuantitas para pendekar Pagar Nusa.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Melalui rekriutmen anggota baru dengan cara-cara yang kreatif,” tandasnya. 

Ketua PCNU Temaggung KH Muhammad Furqon, menegaskan pendekar Pagar Nusa harus siap menjadi benteng ulama.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kader penggerak bangsa yang memiliki kompetensi kanuragan, juga cerdas secara intelektual, dan siap berjuang untuk lebih dikenal tak hanya lokal dan interlokal, namun hingga go internasional,” ungkap Gus Furqon, panggilan akrabnya.

Acara semakin padat dan sarat kandungan hikmah, karena selain istighosah, juga ditampilkan Salam Pagar Nusa dan Silat Budaya, Atraksi Pagar Nusa, Prasetya Pagar Nusa dan ditutup dengan Tumpengan Selamatan dan Gemblengan Ilmu hikmah (kanuragan) khusus yang diberikan kepada para pendekar yang hadir itulah acara yang terlaksana malam tersebut.

Pagar Nusa Temanggung yang selama ini didukung LP Maarif mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dalam kurun waktu tak lama banyak pendekar Pagar Nusa bermunculan, termasuk jajaran panitia kegiatan ini juga digawangi salah satu pendekar yang juga sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah di Temanggung.

“Dengan adanya kegiatan istighosah dan gemblengan ilmu hikmah ini, kami sangat berharap bisa menjadi media untuk lebih menebalkan Ilmu Kanuragan dan tenaga bagi para Pendekar,” ungkap Eko Purwanto, Ketua Panitia.

Ia sangat berharap kegiatan malam itu sebagai awal untuk membumikan Pagar Nusa di eks- Karesidenan Kedu, sehingga mampu menjadi benteng ulama yang berujung menjadi benteng NKRI. (Ja’far/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, Nahdlatul PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 08 Oktober 2014

Mahasiswa RI di Yaman Diajak Kembangkan Semangat Entrepreneurship

Tarim, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebagai upaya menanamkan jiwa entrepreneurship di kalangan pelajar dan ? mahasiswa Indonesia di Yaman, Dewan Pengurus Wilayah Hadramaut Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman (DPW PPI Yaman) bekerjasama dengan Asosiasi Mahasiswa Indonesia Al-Ahgaff (AMI Al-Ahgaff) dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama Yaman (PCI NU Yaman) menggelar acara kuliah umum bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Pesantren, Menuju Pesantren Mandiri dan Bermartabat” pada Rabu, (17/04).

Mahasiswa RI di Yaman Diajak Kembangkan Semangat Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa RI di Yaman Diajak Kembangkan Semangat Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa RI di Yaman Diajak Kembangkan Semangat Entrepreneurship

Acara yang bertempat di Auditorium Fakultas Syari’ah Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadhramaut, Yaman ini menghadirkan KH Mahfudz Syaubari MA, pengasuh pesantren Riyadhul Jannah, Mojokerto, Jawa Timur sekaligus sosok kiai yang sukses dalam mengembangkan usahanya.?

Kedatangannya ke Tarim yang kesekian kalinya ini dalam rangka ziarah. ?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam paparannya, alumnus program pasca sarjana Universitas King Abdul Aziz Saudi Arabia ini menuturkan bahwa pesantren selayaknya memiliki kader-kader yang berjiwa mandiri. Karena pesantren merupakan salah satu tempat tumpuan masyarakat.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kini saatnya pesantren tampil sebagai jawaban atas permasalahan ekonomi Indonesia” tambahnya.

“Bedakan antara kasal (rasa malas) dan tawakkal (sikap pasrah sepenuhnya kepada Allah SWT)!”, imbuhnya memotivasi ratusan pelajar Indonesia dari berbagai lembaga pendidikan yang ada di kota Tarim yang hadir malam itu. Selain itu, ia juga me-wanti-wanti para audien yang mayoritas dari kalangan pesantren tersebut agar bisa membedakan antara thalab al-halal (mencari rezeki yang halal) dan hub al-mal (cinta harta dunia).

Di pamungkas acara, ia mengatakan, “Semua pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri ketika sudah kembali ke tanah air, hal pertama yang harus dilakukan adalah meng-Indonesiakan diri dahulu.”

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Amaludin?

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syariah, Ahlussunnah, Tokoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 07 Oktober 2014

Gus Mus Dituduh Liberal?

Kendal, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dituding sejumlah pihak beraliran liberal. Berkaitan dengan itu, warga Nahdlatul Ulama (NU) di Kendal, Jawa Tengah, meminta pihak yang menuding Pj Rais Aam PBNU 2014-2015 sebagai sosok liberal menggunakan nalarnya dengan baik.

"Yang bilang Syaikhona Gus Mus itu liberal sebaiknya mikir! Lihat dari dekat dengan hati dan akal sebelum mengatakan beliau liberal," ujar Shuniyya Ruhama Habiballah, warga NU di Kendal, Selasa (11/8).

Gus Mus Dituduh Liberal? (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Dituduh Liberal? (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Dituduh Liberal?

KH Ahmad Mustofa Bisri hingga hari ini akrab dipanggil Gus Mus. Sapaan “gus” lazimnya diperuntukkan bagi putra kiai dan umumnya berusia muda. "Padahal beliau itu kiai sepuh disegani banyak orang, ilmunya seperti lautan tak bertepi. Sementara orang baru belajar agama Islam, baru tahu satu dua ayat dijerumuskan teman-temannya dengan sebutan ustadz. Liberal siapa?" kata dia.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya, Gus Mus yang dilahirkan di Rembang, Jawa Tengah, 10 Agustus 1944 selalu sumringah, bersikap melayani, tidak seperti ndoro yang selalu minta dilayani.

"Tidak peduli yang sowan itu pejabat atau penjahat, semua diterima dengan tangan terbuka. Tidak pernah menghakimi orang lain. Sementara yang baru saja belajar agama sudah berani menggantikan tugas Malaikat Rokib dan Malaikat Atid, bahkan tidak segan-segan mengambil alih tugas Malaikat Ridwan dan Malaikat Malik. Liberal siapa?" ujar Shuniyya lagi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya, jika disowani, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang tersebut dengan senang hati diajak foto bersama karena ingin menyenangkan hati semua orang.

"Tidak ada sedikitpun umpatan dan cacian yang akan kita dengar dari lisan beliau yang mulia. Bandingkan saja dengan sebarisan orang yang mengharamkan foto narsis, mencaci, memaki, bahkan tidak segan-segan meneraka-nerakan orang lain. Di saat yang sama, fotonya dengan berbagai gaya dan pose bertebaran di mana-mana. Liberal siapa?" tuturnya lagi.

Pada Muktamar NU 33 di Jombang 2015, Gus Mus bahkan bersedia mencium kaki para peserta supaya tetap tenang.

"Kiai sepuh panutan umat kok mau-maunya menyatakan hal semacam itu. Sementara yang di sana, jangankan mencium tangan kiai, sowan saja entah mau entah tidak. Liberal siapa? Lihat saja, saat beliau begitu saja menolak jabatan tertinggi dari ormas Islam terbesar di dunia, padahal sudah pernah menjadi pejabat sementara saat Syaikhona Mbah Sahal Mahfudh Pati berpulang ke rofiqul a’la sebelum selesai tugasnya, dan didukung penuh oleh kiai sepuh yang lebih senior, beliau hanya tertunduk, menangis, merasa tidak pantas. Lha yang di sana itu, malah mengangkat dirinya sebagai pemimpin ini itu, imam ini itu, setidaknya dijerumuskan teman-temannya sendiri dalam jabatan itu, petentang-petenteng padahal ada yang jauh lebih pantas atas sebutan dan jabatan itu. Liberal siapa?" katanya lagi.

KH Ahmad Mustofa Bisri pada Senin (10/8) kemarin berulang tahun yang ke-71. Ucapan selamat dan doa datang dari berbagai kalangan. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sunnah, Hadits PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 05 Oktober 2014

Jelang Konfercab, LKNU Demak Gelar Pengobatan Gratis

Demak, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Cabang Demak bekerjasama dengan Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Sabtu (21/4), menyelenggarakan pengobatan gratis untuk umum bertempat di Rumah Sakit Islam (RSI NU) Jl. Jogoloyo no.9 Demak.

Jelang Konfercab, LKNU Demak Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konfercab, LKNU Demak Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konfercab, LKNU Demak Gelar Pengobatan Gratis

Ketua yayasan Hasyim Asy’ari RSI NU Demak dr. Mashudi yang juga sebagai ketua panitia konferensi NU mengtakan  bahwasannya pengobatan gratis ini diselenggarakan termasuk  rangkaian kegiatan menjelang konferensi cabang NU Demak yang akan digelar padda tanggal 20 Mei mendatang,

“Ini merupakan kegiatan pra konferensi, Alhamdulillah direspon baik oleh pihak rumah sakit dengan melibatkan MWC se-Kabupaten Demak,” katanya. 

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Direktur RSINU dr. Nunuk Sri Lestari dalam laporannya menyampaikan pengobatan gratis ini terselenggara berkat kerjasama RSINU, LKNU Demak dan Global Fund dari pusat dikarenakan juga dalam rangka bulan kampanye TB mulai tanggal 24 Maret sampai dengan 24 April.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Jadi kegiatan terselenggara dalam rangka Hari Lahir RSI NU, Konferensi Cabang NU dan Hari Tubercollusi sedunia,” tuturnya.

Sedangkan ketua PCNU Demak, H Musadad Syarif dalam sambutannya menyampaikan, RSI NU merupakan rumah sakit milik warga NU dan bukan milik perseorangan. Di mana pengelolaannya menjadi tanggungjawab sepenuhnya PBNU dan dalam pelaksanaan keseharian secara ex officio PCNU Demak sebagai pengelola.

“Badan hukum RSI NU dan yayasan ini nanti sudah menjadi milik PBNU, sebagai pelaksananya adalah PCNU Demak,” Katanya sebelum meresmikan pembukaan sebagai tanda dimulainya pengobatan gratis. 

Musaddad menjelaskan, warga NU di Kabupaten Demak dalam berobat menjadikan RSINU sebagai rujukan pertama, dikarenakan RSI NU sudah menjadi milik Warga NU.

“Rumah sakit ini sudah milik warga NU, tidak milik pribadi, korporasi atau kelompok, jadi kalau orang NU berobat di sini, akan merasa nyaman seperti berobat di rumah sendiri," tegasnya.

Hadir dalam acara pembukaan pengobatan gratis, kepala Dinas kesehatan Kabupaten Demak, Pengurus Cabang NU Demak, Banom NU, direktur RSINU, tokoh masyarakat dan warga yang sudah antri menunggu dimulainya pengobatan.

Sebagai pembuka pemeriksaan kesehatan, secara simbolis dimulai dulu oleh ketua PCNU Demak yang diperiksa oleh dr. Muhtadi dan dilanjutkan dengan warga yang sudah antri sejak pagi.

Setelah pembukaan pengobatan gratis, pengurus NU dan tamu undangan langsung meninjau dan mengawasi pelaksanaan pengobatan.

Ri’ayati (45) warga Moro Demak merasa bangga dengan terselenggaranya pengobatan gratis oleh NU Demak, karena bisa sedikit membantu meringankan beban warga yang kurang mampu.

“Saya senang mas, saya dan rombongan bisa memanfaatkan kegiatan ini, sedikit banyak bisa meringankan beban, coba bayangkan kalau kita periksa di hari biasa, mahal mas,” katanya terbata-bata.

Untuk menghilangkan kejenuhan dan kepenatan, ratusan warga yang sedang menunggu disuguhi hiburan musik qosidah organ tunggal dan snack yang telah disediakan oleh panitia.

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : A. Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Olahraga, Pertandingan, Ulama PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 30 September 2014

Hari Sosial Muslimat Digelar

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Salah satu program yang dijalankan oleh Muslimat NU setiap tahun adalah Hari Sosial Nasional Muslimat (Harsosnas) yang digelar dari tingkat pusat sampai ranting.

Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Harsosnas biasa dilakukan setiap bulan Muharram. Tahun ini sudah ke-49. Muslimat dari tingkat pusat hingga ranting melakukan kegiatan sosial, yaitu santunan yatim piatu.

Hari Sosial Muslimat Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Sosial Muslimat Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Sosial Muslimat Digelar

Dalam ada acara santunan yatim piatu dan pembukaan pengajian majelis taklim di Pusdiklat Muslimat, Pondok Cabe, Jakarta, Ahad (16/12), Khofifah mengatakan, pesan yang ingin disampaikan Muslimat dalam setiap kegiatan Harsosnas ini, adalah ajakan kepada semua masyarakat Indonesia yang mampu agar mau berbagi dengan sesama, terutama kepada orang yang kurang mampu.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Intinya adalah kasalehan sosial. Jika orang kaya di negeri ini mau membantu yang lemah, tentu tidak banyak anak di negeri ini yang putus sekolah,” jelas Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur ini.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lebih lanjut, ia mengatakan, pesan lain yang ingin disampaikan Muslimat dalam Harsosnas, adalah ajakan menjaga kerukunan antar warga bangsa. “Tanpa kerukunan, kita akan kesulitan membangun bangsa ini,” katanya.

Melalui Harsosnas, Muslimat juga mengajak kepada semua masyarakat Indonesia untuk saling menjaga tali silaturrahim. “Dengan bangunan komunikasi yang kuat, kita tak akan mudah dipecah belah,” katanya.

Sementara itu, pada kegiatan santunan yang digelar PP Muslimat ini, ratusan anak yatim piatu mendapat sejumlah uang dan peralatan sekolah. Dana untuk kegiatan ini didapat dari para donator, terutama dari pengurus PP Muslimat yang diberi kelapangan rezeki.

“Kegiatan sosial seperti ini selalu digelar Muslimat untuk membantu anak-anak Indonesia yang kurang mampu. Semoga ini semua membawa manfaat,” kata Ketua Bidang Sosial, Budaya dan Lingkungan Hidup PP Muslimat NU, Asna Nelly Wahid.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber ? : PP Muslimat

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tokoh PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 24 September 2014

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah

Jepara, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Bilmbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menerbitkan buletin bernama An-Nariyah baru-baru ini.

Buletin kebanggaan pelajar Blimbingrejo ini hadir untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi para pelajar maupun masyarakat secara umum, utamanya terkait dengan hukum Islam, seperti soal hukum dan dampak nikah di usia muda.

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Blimbingrejo Terbitkan Buletin An-Nariyah

"Untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi pelajar NU di sekitar Desa Blimbingrejo yang selama ini kurang begitu faham betul mengenai hukum Islam" ujar Pemimpin Redaksi Buletin An-Nariyah Muhamad Ridho Maulana, Ahad (16/3).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ridho menjelaskan, media tersebut juga menyajikan beberapa materi pembahasan, seperti fiqih, ushul fiqih, dan tasawuf. “Lebih spesifik problem-problem yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Dikaji dari pandangan fiqih dan metode usul fiqih," kata santri lulusan Pesantren Salafiyyah Safiiyyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur ini.

Menurutnya, ini juga merupakan langkah responsif terhadap isu-isu yang berkembang saat ini tentang berbagai persoalan hukum Islam. Ridho berharap kehadiran buletin ini membuat para pelajar NU semakin cinta terhadap ilmu agama dan bersemangat dalam berorganisasi IPNU-IPPNU. (Yusrul Wafa/Mahbib)

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah