Kamis, 14 Januari 2010

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Meski sebetulnya hari lahir Gus Dur jatuh pada tanggal 7 September atau pada hari keempat bulan kedelapan tarikh Hijriah (4 Sya’ban), namun masyarakat Indonesia tetap merayakan Harlah Gus Dur tanggal 4 Agustus. Sebab, sebagaimana yang tertulis dalam buku The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid karangan Greg Barton, Gus Dur beserta keluarga dan teman-temannya pun merayakan ulang tahun Gus Dur pada 4 Agustus.

Pada 4 Agustus 2017, warganet membuat tagar #HarlahGusDur untuk merayakannya, dan hingga selama beberapa jam jadi trending topic di jagat Twitter Indonesia. Perayaan Harlah ke-77 Gus Dur, Jumat (4/08) malam, di Rumah Pergerakan Griya Gus Dur, Menteng, Jakarta Pusat berjalan dengan meriah sekaligus khidmat, dengan diisi pembacaan Tahlil, pentas musik, musikalisasi puisi, dan cerita tentang Gus Dur oleh Wahid M. Maryanto, teman dekat Gus Dur.

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya

Wahid M. Maryanto atau yang akrab dipanggil Pak Acun mengisahkan, ada satu kebiasaan yang bahkan menjadi ciri khas Gus Dur, yakni menggerak-gerakkan telunjuk. Baik sedang diam maupun ketika ngobrol, kata Pak Acun, Gus Dur selalu menggerak-gerakkan telunjuknya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Saya pernah punya niat, bagaimana ketika Gus Dur menggerak-gerakkan telunjuknya, terus saya pegang,” seloroh Pak Acun, yang kemudian disambut tawa hadirin. Pak Acun adalah salah satu orang yang sering menemani aktivitas Gus Dur di berbagai tempat, termasuk saat Presiden RI ke-4 itu mengisi program rutin Radio 68H di Jakarta Timur.

Pak Acun mengungkapkan bahwa gerak telunjuk Gus Dur adalah dzikir. Gerak telunjuk Gus Dur itu, kata Pak Acun, menuliskan atau melukiskan lafal basmalah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Beliau sedang menuliskan huruf-huruf dalam bacaan bismillahirrahminirrahim. Hal itu juga sebagai klarifikasi atas tuduhan kepada Gus Dur yang dibilang jarang shalat. Mana mungkin Gus Dur jarang shalat sedangkan di setiap saat beliau selalu berdzikir dengan menggerak-gerakkan telunjuknya? Klarifikasi atas tuduhan-tuduhan kepada Gus Dur, dulu sering disampaikan di Radio 68 dalam sesi Kongkow bareng Gus Dur,” tutur Pak Acun.

Malam itu, Pak Acun menceritakan banyak hal tentang Gus Dur, antara lain sosok Gus Dur sebagai presiden yang kere, yang dompetnya kosong, dan sabar akan kemiskinan, tentu di luar guyonan-guyonannya.

Acara perayaan Harlah Gus Dur ke-77 itu disambut oleh putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari dan dipungkasi dengan iringan lagu-lagu kebangsaan oleh musisi-musisi jalanan. (Wahyu Noerhadi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meme Islam PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 08 Januari 2010

GP Ansor Boyolali Terus Genjot Kaderisasi

Boyolali, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terus berupaya dalam meningkatkan kuantitas serta kualitas para kader dengan menggelar berbagai kegiatan pelatihan dan kursus.

GP Ansor Boyolali Terus Genjot Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Boyolali Terus Genjot Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Boyolali Terus Genjot Kaderisasi

Menurut Ketua PC GP Ansor Boyolali Choiruddin Ahmad, setidaknya pada tahun 2015 ini pengurus cabang memiliki target untuk mengadakan berbagai kegiatan mulai dari PKD dan Dikltasar hingga PKL dan Susbalan.

“Sudah kita jadwalkan di beberapa PAC. untuk PKD sudah kita awali diantaranya di Sawit, Selo dan terakhir di Cepogo. Sedangkan PKL dan Susbalan kita selenggarakan di PAC Klego beberapa waktu lalu,” terang Pengasuh Pesantren Mifathul Huda itu, Ahad (3/5).

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu Kasatkorcab Banser Boyolali Muh Abdullah, menerangkan beberapa kegiatan pelatihan yang telah diadakan menggunakan standar 1, antara lain meliputi kedisiplinan, penguasaan medan dan kepemimpinan.

“Para kader yang mengikuti kegiatan ini, kita siapkan untuk menjadi kader penggerak dan pemimpin NU di masa depan,” terangnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain pengkaderan, GP Ansor Boyolali juga mengganti beberapa kepengurusan di PAC yang telah lama tidak mengalami pergantian kepengurusan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 29 Desember 2009

Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako

Way Kanan, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Negeri Besar, Way Kanan, Lampung, batal menggelar pasar murah yang rencananya digelar, Rabu (21/6). Bahkan bahan pokok yang sedianya dijual justru langsung dibagikan kepada warga yang kurang mampu.

“ Ada 50 paket bahan pokok, berisi gula pasir dua kilogram, satu kilogram tepung terigu dan satu liter minyak goreng. Setiap paket rencananya dijual dengan harga Rp35 ribu,” ujar Ketua PAC Ansor Negeri Besar Imam Muhtadi melalui Ketua Ranting Ansor Tegal Mukti, Filial Saadilah.

Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)
Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)

Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako

Namun paket sembako murah itu, yang rencananya dijual dikatakannya tidak jadi dijual. Justru dibagikan secara cuma-cuma 50 paket Sembako kepada masyarakat kurang mampu di Kampung Tegal Mukti Bahkan.?

“Semua paket sembako murah dibeli Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) yang ada di Negeri Besar dan sembako langsung dibagi kepada warga yang kurang mampu,”bebernya.?

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Masih menurut Saat, dari hasil penjulan sembako murah itu, keuntungannya, didonasikan untuk ? pembangunan sarana air wudhu Masjid Al Falakusaadah Kampung Way Pisang Kecamatan Way Tuba yang digalang bersama komunitas Kampung Lebah.

” Satu paket disepakati dibeli KBNU tetap dengan harga Rp50 ribu, sesuai harga pasar. ? Dan Rp5 ribu untuk donasi pembangunan sarana air wudhu. ? Kami doakan semua donatur mendapat berkah dunia dan akhirat”tandasnya.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto mengapresiasi kemampuan kader Ansor Negeri Besar menangkap gagasan dan mengucapkan terima kasih atas semangat, energi dan keberanian kader PAC Ansor Negeri Besar.

"Kader Ansor harus selalu memberi manfaat dengan segala keterbatasan yang ada. Satu syaratnya memiliki kreativitas. Atas nama organisasi, saya menghaturkan terima kasih kepada jajaran KBNU Negeri Besar yang terus memfasilitasi eksistensi Gerakan Pemuda Ansor. Yakinlah, catatan kebaikan tak akan pernah terlewatkan dari Malaikat Raqib," kata Gatot. (Erli Badra / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sejarah, Syariah, Doa PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 26 Desember 2009

Mahasiswa Indonesia Bershalawat di China

Nanchang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. “Ya Nabi salaam alaika… Ya Rasul salaam alaika…,” kalimat tersebut. Mungkin terdengar biasa dari mushala-mushala di Indonesia. Tapi kali ini terdengar dari gedung asrama mahasiswa internasional Nanchang University.

Kalimat tersebut didendangkan puluhan mahasiswa Indonesia yang sedang studi di China dalam memperingati kelahiran Rasulullah SAW. Setiap malam puluhan anggota Asosiasi Mahasiswa Islam Indonesia Nanchang (AMIIN) tersebut, selama 12 hari membaca shalawat barzanji.

Mahasiswa Indonesia Bershalawat di China (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Indonesia Bershalawat di China (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Indonesia Bershalawat di China

Kegiatan tersebut dilakukan bergiliran di asrama anggota yang berbeda-beda. Tujuannya, selain mengumandangkan shalawat, juga mempererat tali silaturahim para anggota.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Organisasi yang baru dibentuk menjelang awal Januari tersebut beranggotakan mahasiswa berasal dari Jawa Tengah, Makassar dan Aceh yang sedang belajar di Nanchang University, Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebagian dari mereka adalah alumnus beberapa pondok pesantren di daerahnya masing-masing. Saat ini mereka mendapatkan beasiswa belajar S2 diantaranya jurusan IT, Matematika, Jurnalistik dan sebagian pendidikan bahasa Mandarin dari pemerintah China.

“Alhamdulillah, selama 12 hari kami laksanakan di tengah ujian akhir semester berlangsung dan puncak musim dingin. Tapi tidak membuat teman-teman kendur semangatnya. Malah banyak teman-teman rasakan semakin tenang dalam menjalankan aktivitas keseharian selama di sini,” ujar Nurwidiyanto selaku koordinator AMIIN.

Setiap malam, selama satu jam kumandang shalawat mereka baca. Pada malam ke-12 atau Selasa (14/1) digelar khataman maulid. Lalu diskusi meneladani Rasulullah bersama Boihaki dari Aceh, Khoirudin dan Nurwidiyanto yang sama-sama dari Kendal Jawa Tengah.

Diskusi tersebut ditutup dengan makan malam bersama dan saling bertukar makanan yang dimasak sendiri.

Chalik, mahasiswa asal Makassar yang kebetulan baru satu semester tinggal di Nanchang mengatakan sangat berbahagia bisai kut acara tersebut. Menurut dia, selain bisa menambah kecintaan akan Rasul juga merekatkan hubungan diantara satu sama lain.

Di China sendiri dengan minoritas muslim berjumlah sekitar 20 juta orang, sebagian besar menganut madzab Imam Hanafi. Walaupun mereka mengerti shalawat, tapi peringatan maulid nabi tidak sesemarak di Indonesia. (Ahmad SyaifuddinZuhri/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 23 Desember 2009

Profil Ahwa: KH Maimun Zubair, Figur Faqih dan Muharrik

Kiai Haji Maimun Zubair merupakan seorang alim, faqih sekaligus muharrik (penggerak). Selama ini, Kiai Maimun merupakan rujukan ulama Indonesia, dalam bidang fiqh. Hal ini, karena Kiai Maimun menguasai secara mendalam ilmu fiqh dan ushul fiqh. Kiai Maimun merupakan kawan dekat dari Kiai Sahal Mahfudh, yang sama-sama santri kelana di pesantren-pesantren Jawa, sekaligus mendalami ilmu di tanah Hijaz.

Kiai Maimun lahir di Sarang, Rembang, pada 28 Oktober 1928. Kiai sepuh ini, mengasuh pesantren al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Kiai Maimun merupakan putra dari Kiai Zubair, Sarang, seorang alim dan faqih. Kiai Zubair merupakan murid dari Syaikh Saíd al-Yamani serta Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky.?

Profil Ahwa: KH Maimun Zubair, Figur Faqih dan Muharrik (Sumber Gambar : Nu Online)
Profil Ahwa: KH Maimun Zubair, Figur Faqih dan Muharrik (Sumber Gambar : Nu Online)

Profil Ahwa: KH Maimun Zubair, Figur Faqih dan Muharrik

Kedalaman ilmu dari orang tuanya, menjadi basis pendidikan agama Kiai Maimun Zubair sangat kuat. Kemudian, ia meneruskan mengajinya di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan Kiai Abdul Karim. Selain itu, selama di Lirboyo, ia juga mengaji kepada Kiai Mahrus Ali dan Kiai Marzuki.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada umur 21 tahun, Maimun Zubair melanjutkan belajar ke Makkah Mukarromah. Perjalanan ini, didampingi oleh kakeknya sendiri, yakni Kiai Ahmad bin Syuáib. Di Makkah, Kiai Maimun Zubair mengaji kepada Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, Syekh al-Imam Hasan al-Masysyath, Sayyid Amin al-Quthbi, Syekh Yasin Isa al-Fadani, Syekh Abdul Qodir al-Mandaly dan beberapa ulama lainnya.

Kiai Maimun juga meluangkan waktunya untuk mengaji ke beberapa ulama di Jawa, di antaranya Kiai Baidhowi, Kiai Mashum Lasem, Kiai Bisri Musthofa (Rembang), Kiai Wahab Chasbullah, Kiai Muslih Mranggen (Demak), Kiai Abdullah Abbas Buntet (Cirebon), Syekh Abul Fadhol Senori (Tuban), dan beberapa kiai lain. Kiai Maimun juga menulis kitab-kitab yang menjadi rujukan santri. Di antaranya, kitab berjudul al-ulama al-mujaddidun.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selepas kembali dari tanah Hijaz dan mengaji dengan beberapa kiai, Kiai Maimun kemudian mengabdikan diri untuk mengajar di Sarang, di tanah kelahirannya. Pada 1965, Kiai Maimun kemudian istiqomah mengembangkan Pesantren al-Anwar Sarang. Pesantren ini, kemudian menjadi rujukan santri untuk belajar kitab kuning dan mempelajari turats secara komprehensif.

Selama hidupnya, Kiai Maimun memiliki kiprah sebagai penggerak. Ia peranh menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun. Selain itu, beliau juga pernah menjadi anggota MPR RI utusan Jawa Tengah. Kini, karena kedalaman ilmu dan kharismanya, Kiai Maimun Zubair diangkat sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Persatuan Pembangunan (PPP).?

Politik dalam diri Kiai Maimun bukan tentang kepentingan sesaat, akan tetapi sebagai kontribusi untuk mendialoggkan Islam dan kebangsaan. Demikianlah, Kiai Maimun merupakan seorang faqih sekaligus muharrik, pakar fiqh sekaligus penggerak. (Munawir Aziz)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fragmen PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 22 Desember 2009

Kepanitiaan Muktamar Terbagi dalam Tiga Level

Jombang, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Rabu malam (1/4), ruangan pendopo Pemerintah Kabupaten Jombang terlihat penuh sesak. Sejumlah kiai, perwakilan empat pesantren besar, ditambah kepengurusan PCNU bersama pimpinan badan otonom, lajnah dan lembaga, melangsungkan rapat koordinasi persiapan Muktamar ke-33 NU.

Kepanitiaan Muktamar Terbagi dalam Tiga Level (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepanitiaan Muktamar Terbagi dalam Tiga Level (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepanitiaan Muktamar Terbagi dalam Tiga Level

Tampak hadir, H Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur), H A Halim Iskandar (Ketua DPRD Jatim), KH Agus Ali Masyhuri (Wakil Rais PWNU Jatim), KH Hasan Mutawakkil Alallah (Ketua PWNU Jatim), H Nyono Suharli Wihandoko (Bupati Jombang), dan Ny Hj Mundjidah Wahab (Wakil Bupati Jombang). Mereka berkumpul dalam rangka pemantapan persiapan Muktamar ke-33 NU.

Pada kesempatan tersebut, H Saifullah Yusuf yang juga ketua panitia daerah (Panda) Muktamar Ke-33 NU untuk wilayah Jawa Timur mengemukakan bahwa setiap kepanitian muktamar terbagi menjadi tiga level. "Pertama adalah panitia pusat di PBNU, kemudian panitia daerah di PWNU Jatim serta panitia pesantren," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dan di setiap kepanitiaan tersebut terbagi menjadi dua, yakni panitia pengarah serta panitia pelaksana. "Dan hal ini berlaku baik dari kepanitiaan tingkat pusat hingga panitia pesantren," tandas salah satu Ketua PBNU ini.

"Untuk Panitia Daerah Jatim yang menjadi pengarah adalah 4 orang," katanya. Keempatnya adalah KH Miftachul Akhyar (Rais PWNU Jatim), KH Agus Ali Masyhuri (Wakil Rais PWNU Jatim), KH Hasan Mutawakkil Alalllah (Ketua PWNU Jatim) serta H A Halim Iskandar (Ketua DPRD Jatim). "Tugasnya adalah menentukan kebijakan teknis pelaksanaan Muktamar," lanjut Gus Ipul.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sedangkan untuk kepanitiaan di Jombang selaku tuan rumah Muktamar, yang menjadi pelindung panitia adalah bupati dan wakil bupati, ketua DPRD, Kapolres, Dandim, serta kejaksaan. "Dengan demikian ada koordinasi dan komunikasi antara panitia dengan pimpinan daerah setempat," ungkapnya.

Bagi Wakil Gubernur Jatim dua periode ini, tidak ada lagi waktu santai untuk mempersiapkan kelengkapan muktamar. "Dua minggu sejak dilantik, maka panitia dari pesantren harus bisa memberikan laporan teknis bagi kelancaran dan sukses muktamar," pesannya.

Pada kesempatan tersebut KH M Hasan Mutawakkil Alallah melantik dan membaiat Panitia Pesantren Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama. Komposisi kepanitiaan didominasi perwakilan dari keempat pesantren yang dijadikan sebagai lokasi sidang komisi. Juga diisi para aktivis PCNU Jombang beserta pengurus lembaga, badan otonom serta lajnah. Surat keputusan (SK) panitia dibacakan oleh H Thoriqul Haq yang juga sebagai Sekteratis Panitia Daerah. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 20 Desember 2009

Maulidan, Komisariat IPNU SMKN 5 Kota Malang Tabuh Rebana

Jakarta, PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Blimbing kota Malang, dibuka dengan pembacaan Sholawat Simtud Duror, Selasa (14/01). Diiringi tabuhan rebana kader Komisariat IPNU SMKN 5 kota Malang, pembacaan sholawat menjadi semakin semarak.

Maulidan, Komisariat IPNU SMKN 5 Kota Malang Tabuh Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulidan, Komisariat IPNU SMKN 5 Kota Malang Tabuh Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulidan, Komisariat IPNU SMKN 5 Kota Malang Tabuh Rebana

“Tradisi sholawat dan tabuhan rebana menjadi ciri khas maulid Rasulullah SAW. Dengan ini kita berharap syafaatnya,” terang kader IPNU Blimbing Aldi Firmansyah.

Maulid ini juga menjadi sarana pertemuan agar kepengurusan IPNU-IPPNU ke depan lebih solid dan menuju ke arah lebih baik. “Sementara tradisi di dalamnya diharapkan dapat mengembalikan kepribadian pelajar NU sebagai kader organisasi pelajar di Indonesia,” terang Ketua PAC Blimbing Elfy Rahmanita seperti pers rilis IPNU Blimbing.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Maulid di kantor MWCNU Blimbing, diisi dengan penguatan idealisme serta pengetahuan tentang struktur kepengurusan IPNU-IPPNU. Hadirin diajak diskusi perihal motivasi berorganisasi yang dipandu Maziyatul Hikmah dan Aldi Firmansyah.

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lepas maulid, kader IPNU-IPPNU Blimbing turun ke jalan untuk membagikan karangan bunga kepada para pengguna jalan di sekitar masjid Sabilillah dan jalan Ciliwung. Kehadiran pengurus dan kader PC IPNU kota Malang menambah meriah maulid tahun ini.

“Hal ini menjadi pembuktian kehadiran IPNU-IPPNU di tengah masyarakat perkotaan kurang,” jawab seorang kader IPNU Fais saat ditanya tujuan kegiatan ini. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan, Humor Islam, Habib PP Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah